memang apa yang aku harapkan dari hubungan ini?memang apa yang aku harapakan dari hubungan ini?
Aku hanya tempat singgah mu untuk sementara,
Karna pada akhirnya kamu lebih memilih dia – aeri anaima salsabila
Kakak tau apa yang lebih seru dari menangkap belut di sawah?
Kak ikut dika ke empang yuk!
Kakak cantik ko nangis?
Siapapun orang di masa lalu aku akan berterima kasih telah melespaskan wanita se keren ini – andika pratama
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rhmawty Anwar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
9 wira
Bab 9
Seperti rencana tadi siang dika berkunjung kerumah aeri untuk membahas tentang rencana warung yang akan aeri buat nanti,kini ia pergi kerumah aeri dengan pak mamat,tukang bangunan langanan orang desa,saat baru saja melewati pagar rumah aeri,dika melihat wira sedang duduk di teras rumah sambil memainkan gitarnya dengan nyayian kecilnya,
“eh mas?”ujar wira saat melihat sosok dika sedang berjalan ke arahnya
“mbak mu ada de?”tanya dika,pasalnya ia kesini datang tanpa memberitahu aeri
“ada mas,mari duduk dulu”ujarnya,ia masuk memanggil aeri yang sedang melakukan cuci piring
“kak,ada mas dika di depan”ujarnya ke aeri,mendengar itu aeri bergegas mencuci tangan nya dan melangkah keluar untuk menghampiri dika,diteras rumah aeri melihat dika sedang berbincang dengan seorang pria tua,mungkin itu tukang nya pikir aeri,
“udah lama mas”tanya aeri
Mendengar suara aeri dika seketika menoleh,dan apakah ini?
Ini aeri versi sexnya mungkin?
Biasanya ia melihat aeri dengan stelan nya lebih sopan dan manis,tapi malam ini sungguh mengoda iman sekali,padahal aeri hanya mengunakan daster biasa berwarna hitam dengan motif bunga di sekitar pinggiran baju dengan gaya rambut meesy bun membuatnya tampak mengoda,tentu saja melihat itu dika lagi lagi diam diam memperhatikan aeri,ho nikmat tuhan mana lagi yang kau dustakan wahai wanita,apakah seprti ini godaan wanita dewasa?
“mas?”tanya aeri sekali lagi ang lansung menyadarkan dika dari lamunannya
“baru kok mbak,ehh ini pak mamat tukang yang saya bilang tadi siang”ujarnya memprkenalkan pak mamat
Mendengar itu,aeri melangkah mendekat bahkan ia tidak segan untuk duduk di samping dika,ohoho jangan tanya keadaaan dika sekarang ia bahkan bisa melihat biji keringat yang mengalir diantara kening aeri,ya tuhan kuatkan lah iman nya
“jadi ini mbak aeri to mas?”tanya pak mamat ke dika
“eh iya mas”
“jadi mbak nya mau saya bikin kan konsep seperti apa?”
“kalau bisa mas,saya mau warung saya ada tempat buat ngopin nya,saya rencana mau bikin café kecil gitu di sampingnya mas”ujar aeri menjelaskan
“boleh mbak”
“mhh gini mas,kan saya ngga terlalu paham urusan seperti ini,gimana jika mas aja yang ambil alih nanti upah kerjanya saya tambakan”ujar aeri ke pak mamat
“loh mbak tenan aja,kan ada mas dika”ucap pak mamat sambil menunjuk dika yang sendari tadi diam,dia bukan tidak mengerti nya tapi entah mengapa ia menjadi gugup seperti ini,
“iya mbak,kan ada saya”
“ck”decikan itu berasal dari wira ,ei ia masi ada disana sendari tadi, ia bahkan melihat bagaimana dika begitu tertarik dengan aeri cara dika menata ingga bernafas ia paham jangan anggap anak usia 15 taun tidak mengerti seperti ini
“emang nd papa mas?”
“nd papa atu mbak”ia bahkan dengan senang ati di repotkan oleh aeri,jika tidak bagaimana ia bisa denga aeri jika tidak seperti ini
Mendengar penjelasan dika hanya melihat nya saja ia ingin tau seberapa usaha nya mendapatkakan kakanya
Setelah ngombrol beberapa konsep yang akan mereka gunakan nanti ,tidak terasa waktu sudah menujukkan pukul 21:21 malam hal itu mau tidakmau membuat dika harus pulang dulu
“nanti saya kabari ya mbak soal perkembangannya”ujar dika
“iya makasi lo mas ,mau bantuin saya”ucap aeri
Setelah itu dika dan pak mamat pun melenggan untuk balik kerumah masing masing,kini tinggallah aeri dan wira yang masih menyetel gitarnya,
“mas dika itu suka sama kaka”ujarnya saat aeri mendekat kearahnya untuk duduk bersama
“jangan ngomong yang ngga ngga de”
“dibilangi juga,aku tu laki laki paham kalau mas dika itu suka sama kaka”ujarnya menyakinkan
“dalam dasar apa kamu bilang kayak gitu?”
“nanti kaka juga tau”ujarya lagi
“oh iya,besok kaka kan yang anterin dede kesekolah?”tanya nya
“iya dede,perlengkapan kamu udah aman kan?”
“udah kok”
“yaudah kaka masuk dulu,dede jangan lama lama diluarnya dingin”ucapnya yang hanya diangguki oleh wira,setelah itu aeri masuk untuk menyelesaikan cucian piringnya yang sempat tertunda tadi