NovelToon NovelToon
Marwah Yang Ternoda

Marwah Yang Ternoda

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Diam-Diam Cinta / Bad Boy
Popularitas:7.3k
Nilai: 5
Nama Author: ayuwidia

"Malam ini Lo hancur! Biar kakak Lo paham, ada harga mahal buat tangan yang berani menyentuh adik gue." --Xavier--

"Aku bersumpah, aku akan jadi neraka terpanjang di hidupmu, Xavier!" --Sukma--

Dunia Sukma runtuh dalam satu malam. Perbuatan nista Hamdan, kakaknya, menyulut api dendam di nadi Xavier--pemimpin Geng Bima Sakti Yang Tak mengenal ampun. Dalam buta amarah, Xavier merenggut paksa kesucian Sukma sebagai balasan atas Marwah adiknya yang hampir ternoda.

Hamdan mengakhiri hidup dengan cara tak diberkati, meninggalkan Sukma sebatang kara.

Kesucian tercabik. Masa depan hancur. Satu-satunya penguat jiwa telah pergi.

Di ambang napas terakhirnya, Gea--kekasih Xavier, menitipkan wasiat yang menjadi belenggu sekaligus penebusan dosa: Xavier harus menikahi Sukma.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ayuwidia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 9 Gea, Maaf...

Sudah setengah jam Xavier duduk menyendiri di balkon kamarnya. Ia merenung, menatap kosong langit malam, sementara batinnya terus-menerus merutuki perbuatan bejat yang telah ia lakukan pada Sukma.

"Gue bodoh. Nggak seharusnya gue ngelakuin itu..."

"Vier..." Suara lembut memanggil, memangkas ucapan yang hampir terlontar dari bibir Xavier--memaksa lelaki bermata elang itu untuk mengalihkan atensi ke ambang pintu.

"Gea..." gumam Xavier lirih.

"Aku udah kirim chat dan berulang kali meneleponmu, tapi kamu sama sekali nggak baca dan nggak jawab teleponku," Gea memasang wajah cemberut, lalu membawa tubuhnya untuk duduk di samping Xavier. "Jangan-Jangan, kamu udah nggak cinta lagi sama aku?"

Xavier menatap sendu sepasang mata indah kekasihnya. Jantungnya berdenyut nyeri melihat ketulusan cinta yang terpancar di sana. "Maaf. Tadi, hp-nya gue silent. Jadi nggak denger kalau ada notif pesan atau panggilan," ucapnya merendahkan nada suara. "Gue masih cinta sama lo, Ge. Bakal selalu cinta."

"Makasih ya, Vier." Gea balas menatap manik mata Xavier yang terlihat mengembun.

Sebagai kekasih, ia tahu betul mata Sang Narendra menyiratkan rasa yang tengah dipendam. "Kamu, lagi ada masalah?" tanyanya lembut, jemarinya mengusap pelan pipi Xavier yang terlihat pucat.

Xavier terdiam sejenak. Meraup udara dalam-dalam sebelum akhirnya memberi jawaban dengan suara berat dan bergetar.

"Gue... cuma lagi pusing, Ge. Capek. Ada banyak masalah yang mesti gue hadapi sampai bikin stres."

Gea mengembuskan napas pelan. Jemarinya turun dan berganti meraih tangan Xavier, lalu menggenggamnya erat. "Bagi sama aku pusingnya, capeknya, dan masalahnya, Vier. Biar kamu nggak stres sendirian."

Xavier menunduk dalam. Lidahnya kelu, bibirnya mendadak bisu--terlalu berat untuk menuturkan segala keresahan, apalagi mengakui dosa besar yang telah ia perbuat di belakang gadis yang teramat dicintainya itu.

"Gue... cuma mau meluk lo," ucap Xavier lirih.

Tanpa menunggu jawaban, Xavier langsung merengkuh tubuh Gea ke dalam pelukannya. Mendekapnya erat dan membenamkan wajahnya di ceruk leher gadis bermata indah itu. Menumpahkan segala beban jiwa yang menghimpit dada, menghirup dalam-dalam aroma vanila dari tubuh Gea--aroma yang biasanya selalu berhasil menghadirkan rasa tenang, namun malam ini justru terasa seperti racun yang mempertegas kebejatannya.

"Gea, maaf..." batinnya berbisik lirih, merapalkan kata maaf puluhan kali.

.

.

Ba'da isya, Ayu kembali datang ke rumah Sukma, ditemani oleh suaminya--Arjuna. Kedatangannya malam ini bukan hanya sebagai teman, melainkan sebagai seseorang yang ingin menjadikan Sukma sebagai adik yang patut dilindungi dan dijaga.

Sukma dan Bi Jayanti menyambut hangat kedatangan mereka, lalu mempersilakan sepasang suami istri itu untuk masuk dan duduk di ruang tamu.

Keheningan sejenak merayap turun sebelum akhirnya Ayu mulai mengutarakan maksud kedatangannya bersama Arjuna.

"Sukma," panggil Ayu lembut. Mata beningnya menatap lekat wajah Sukma yang masih terbingkai duka. "Ada hal penting yang harus aku dan Mas Arjuna sampaikan padamu. Ini tentang... dosa besar Xavier."

Sukma sedikit tersentak. Trauma yang belum pulih membuatnya refleks menegang.

"Aku tahu Xavier udah menghancurkan hidupmu. Tapi kamu harus tahu satu fakta ini, Sukma..." lanjut Ayu, tatapannya tak beralih sedikit pun dari wanita yang duduk di hadapannya. "Xavier melakukan kebiadaban itu bukan tanpa alasan. Dia digerakkan oleh hasutan seseorang yang sengaja memanfaatkan kebodohan dan kepercayaannya."

Sukma tertegun. Ia berusaha keras menelaah setiap bait ucapan Ayu yang sukses membuat batinnya bertanya-tanya, "Dari mana Kak Ayu bisa mengetahui semua itu?"

Namun, hatinya yang telanjur luluh lantak menolak untuk berkompromi. Tidak mudah bagi Sukma untuk memaafkan Xavier. Dan mungkin... tidak akan pernah bisa, apa pun alasannya. Luka di tubuh dan jiwanya terlalu nyata untuk dibayar dengan alasan "dihasut".

Ayu mengembuskan napas pelan. Ia sangat memaklumi jika Sukma masih sangat marah dan membenci Xavier. "Aku tahu kamu nggak akan mudah memaafkan Xavier, Sukma. Dan aku nggak memintamu untuk melakukan itu, karena itu hakmu. Bagiku, saat ini yang paling penting adalah keselamatanmu."

Ayu kemudian membeberkan kenyataan pahit yang berhasil dihimpun oleh orang kepercayaan suaminya. "Orang yang menghasut Xavier malam itu adalah Edo, wakil jenderalnya sendiri di Geng Bima Sakti yang ternyata udah berkhianat. Edo bekerja sama dengan Raka, ketua Geng Black Shadow," ujarnya, lantas menjeda sejenak. Membiarkan kalimat yang baru saja ia tuturkan meresap di benak Sukma.

"Mereka berdua udah sejak lama mengincar kelemahan Xavier dengan tujuan utama: menumbangkan pamor Xavier sebagai The Unbeatable," imbuh Ayu.

Mendengar nama Raka dan Geng Black Shadow disebut, tubuh Sukma semakin meremang. Ingatannya kembali menerawang jauh ke masa silam, saat ia masih duduk di bangku SMP.

Raka bukanlah nama yang asing baginya. Nama itu milik salah satu siswa jebolan SMP Rajawali, ketua geng sombong yang dulu sering kali mem-bully dirinya.

"Bukan cuma Xavier yang dalam bahaya, tapi kamu juga, Sukma. Black Shadow bisa saja mengincarmu untuk dijadikan senjata berikutnya," Arjuna kini turut bersuara. Nadanya berat dan penuh wibawa. "Karena itu, kami ingin menawarkan bantuan. Malam ini juga, pergilah ke Desa W bersama Bibimu."

Ayu sedikit mencondongkan tubuhnya, meraih tangan Sukma yang bertumpu di pangkuan, lalu menggenggamnya erat. "Desa W itu tempat yang tenang. Di sana kamu bisa menepi, menenteramkan hati, dan menjaga kewaspadaanmu. Desa itu jauh lebih aman dari jangkauan Geng Black Shadow, bila dibanding kota ini," tuturnya meyakinkan Sukma. "Di sana pula, kamu bisa memulai hidup baru dengan menjadi pendidik di Yayasan Abimana, sekolah untuk anak-anak desa yang didirikan oleh kerabat Mas Arjuna."

Hati Sukma seketika menghangat mendengar ketulusan sepasang suami istri itu. Tawaran untuk menjadi pendidik di Yayasan Abimana seolah menjadi secercah cahaya di tengah kegelapan hidupnya.

Ia tidak boleh menyerah pada ujian berat yang tengah menghantam dan memporak-porandakan dunianya.

Ia harus tetap waras demi melanjutkan hidup.

Tanpa berpikir panjang, Sukma mengangguk pelan diiringi air mata yang mulai luruh tanpa kuasa dibendung lagi. "Aku menerima tawaran itu, Kak. Aku nggak keberatan hijrah ke Desa W," ucapnya dengan nada suara yang sedikit bergetar. "Terima kasih banyak, Kak Ayu... Mas Arjuna."

Ayu dan Arjuna kompak mengejapkan mata, mengiringinya dengan sebaris senyum tulus.

Malam itu juga, di bawah hamparan langit yang pekat, Sukma dan Bi Jayanti memantapkan hati untuk hijrah ke Desa W, meninggalkan kota penuh luka. Lembaran baru yang entah akan membawa ketenteraman, atau justru menjadi awal dari takdir lain yang telah menanti mereka di sana.

"Sukma, malam-malam begini mau pergi ke mana?" tanya Ustaz Reinan yang tanpa sengaja melihat Sukma dan Bi Jayanti tengah memasukkan koper ke dalam bagasi mobil Alphard putih milik Arjuna.

Sukma sedikit menunduk, mencoba menyembunyikan sisa riak kesedihan di matanya. "Saya dan Bi Jayanti pamit, Ustaz. Kami ingin hijrah ke desa," jawabnya sedikit ragu. "Karena itu, kami titip rumah ini. Tolong diramaikan dengan suara anak-anak mengaji."

Sukma merogoh saku sweater-nya, mengambil seikat kunci rumah dan menyerahkannya kepada Ustaz Reinan. "Maaf jika selama kami menjadi tetangga, kami sering kali merepotkan Ustaz."

Ustaz Reinan mengangguk pelan dan mengulas senyum teduh. "Insya Allah, saya akan jaga amanah ini, Sukma. Tapi dua hal yang saya minta, kabari saya jika kalian sudah sampai di tempat tujuan. Dan tolong, jangan lagi larut dalam kesedihan," tuturnya tulus.

"Iya, Ustaz. Terima kasih banyak."

Seusai mengucap salam, Sukma melangkah masuk ke dalam kabin mobil, menyusul Ayu dan Bi Jayanti yang sudah masuk terlebih dahulu, sementara Arjuna bersiap di kursi kemudi.

Angin malam berembus pelan, menyapa Ustaz Reinan yang masih berdiri terpaku di depan pagar. Ustaz muda berparas tampan itu menatap dalam diam ke arah mobil putih yang membawa Sukma, terus memandanginya hingga kendaraan itu hilang sepenuhnya dari jangkauan mata.

"Hati-hati, Sukma..." bisiknya lirih, lantas membawa ayunan kakinya melangkah pergi.

🍁🍁🍁

Bersambung

1
mom riz
suka ceritanya
Ayuwidia: Terima kasih banyak, Kak 😇🙏🏻
total 1 replies
partini
aamiin bismillah jadi juara
Ayuwidia: Terima kasih banyak, Kak 😍🙏🏻
total 1 replies
Nofi Kahza
Yups! betul. sekrng bukan waktunya mencari siapa yg salah, tapi intropeksi diri.

btw dr awal kamu kan yg salah?
Nofi Kahza
udahlah, Pir. Meski Gea nggak tau juga ujung2nya meninggal. justru Geaitu harus diberi tahu, biar dosamu segera ditebus.😒
Najwa Aini
Gak semuanya salah kamu, Nara. ajal seseorang itu sudah ditetapkan dari zaman azali
partini
ga lah lebih baik Gea tau secara itu perbuatan dosa besar si kafir Gea juga kondisi kesehatan nya udah ga memungkin hidup lama
memperkosa loh ga main" itu
Najwa Aini
Nah ini..kalimat Tara yg aku suka dari sejak bab Ryuga...
Najwa Aini: Iya paham..
total 2 replies
Najwa Aini
Si kakak Partini itu kah..yg selalu nagih dibuatin kisah Xavier ya
Ayuwidia: Bukan, Kak. Kak Erida yg dulu katanya nungguin, tapi belum aku colek. Kak Partini, pembacanya Nyai
total 3 replies
Najwa Aini
Kalau di kisah Rama ada Bi Ijah. Di sini ada Bi jayanti.
The Power of bibi bibi🌹🌹
Ayuwidia: Sungkem buat mereka 😍
total 1 replies
Najwa Aini
Aku yg baca juga pingin ngakak..
ancaman dlam kalimat konyol..itu kayak menggertak mau pukul orang tapi pakai ranting pohon tauge..🤣
Ayuwidia: Ada2 gajah 😆
total 1 replies
Najwa Aini
frontal amat
partini
dasar kamu kafir punya pacar pengertian kamu biadab ,,waktu merangkak minta maaf ke Sukma
semoga di kasih 7 tanjakan 7 turunan dan 7 Pengkol penderita mu mengejar maaf vier
Ayuwidia: Semoga ya, Kak 😁
total 1 replies
Nofi Kahza
gea soalnya hapal dg karakter Sapir yang batu😒
Ayuwidia: bener banget
total 1 replies
Nofi Kahza
kebiasaan tuman! emosi didahuluin dr pada otak😒
Ayuwidia: Namanya juga Sapir 😃😆
total 1 replies
Nofi Kahza
biasanya ada yng mau terkena musibah, atau ada yang meninggal...tapi tetep takdir itu kembali dg Yang di atas🥹
Nofi Kahza
biasalah.. bawa'an orang ngidam mang gitu. Senggol bacok🤣
Ayuwidia: Gampang Esmoni 😆
total 1 replies
Nofi Kahza
tapi janinmu nggak hina Sukma🥹
Nofi Kahza
baguuusss😏
Nofi Kahza
masih ingusan aja, sok2an mau jadi pembunuh😒
partini
wasiat Gea suruh nikahi Sukma bearti dia tau apa yg di lakukan vier ke Sukma ,,bikin jungkir balik dulu dunia vier Thor baru Sukma lovely doply ❤️ sama sukma
Ayuwidia: Iyes, Kak. Biar dia terpacu berjuang buat ngeluluhin hati Sukma ❤️
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!