NovelToon NovelToon
Terapi Hati Psikiater Gemulai

Terapi Hati Psikiater Gemulai

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Penyelamat / Dokter Genius
Popularitas:5.5k
Nilai: 5
Nama Author: CovieVy

Sebuah trauma kelam di usia dua belas tahun mengubah hidup Lova sepenuhnya. Sejak kejadian mengerikan itu, ia menderita fobia akut yang membuatnya ketakutan setengah mati, bahkan hanya untuk sekadar berdekatan atau disentuh oleh seorang pria. Baginya, semua pria adalah ancaman.

Sampai akhirnya, takdir mempertemukannya dengan Arnold, seorang psikiater genius dengan reputasi mentereng. Berbeda dengan pria lain, pembawaan Arnold yang sedikit gemulai justru memberikan rasa aman yang tak pernah Lova rasakan sebelumnya. Arnold menjadi satu-satunya pria di dunia ini yang bisa menyentuh kulit Lova tanpa memicu kepanikannya.

Demi menyembuhkan trauma Lova secara total dan sah di mata hukum, Arnold mendesak sebuah keputusan nekat: *Pernikahan Medis*.
Sebuah pernikahan yang menutupi alasan sebenarnya, menikahi wanita penuh trauma bahkan tak dicintai.

Bagaimana kedok psikiater pecinta lagu India ini? Apakah ia berhasil menyembuhkan Lova? Atau ia sendiri terjebak dalam rencana yang ditutup rapa

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon CovieVy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

8. Map Coklat

Sang ibu akhirnya menyudahi obrolan monoton dengan sang putri. Ia tak berhasil membujuk Lova keluar meski sekedar untuk menemani Teddy ngobrol.

Di ruang tamu, tampak Teddy masih duduk menunggu. Namun, saat menyadari wanita paruh baya itu hadir tanpa Lova, terdengar helaan napas meski cukup samar.

"Maaf ya, Nak Teddy. Sepertinya Lova terlalu lelah saat diobservasi oleh psikiater tadi," ucap ibu Lova, agar tak menyinggung perasaan Teddy.

Teddy mengangguk cepat dan tangannya yang mengepal kini, tertumpu di dagu. Jelas dalam ingatannya, memandang Lova yang terlihat lebih banyak pikiran dibanding beberapa waktu terakhir.

"Sebenarnya, apa yang dikatakan oleh psikiaternya, Tan? Kenapa, Lova terlihat cukup gundah?"

Ibu Lova sedikit tersentak dan raut matanya menyiratkan rasa gugup meski bibirnya tak memberikan jawaban.

"Apakah kondisi Lova cukup berat, Tant? Apakah trauma masa lalu itu tak bisa disembuhkan?"

"Hmmm, ...." Ibu Lova menggaruk pelipisnya pelan. Sejenak ia kembali hening memikirkan jawaban yang tak membuat Teddy curiga.

"Sebenarnya saat observasi tadi, Lova menunjukkan banyak perkembangan," ucapnya secara perlahan.

"Perkembangan?" ulang Teddy pelan. Seketika senyum tipis terulas di bibir Teddy. Akhirnya, setelah sekian lama, ia merasa harapan panjangnya bisa terlaksana..

Sang ibu mengangguk perlahan, tetapi tentu beda reaksi dengan Teddy.

"Lalu, kapan rencananya ke sana lagi? Semakin sering, kan hasilnya akan semakin baik," ucap Teddy memberi semangat.

Mendengar semangat Teddy, membuat wanita paruh baya ini memijit pelipisnya perlahan. Entah kenapa, kepalanya terasa sakit memikirkan tindakan yang harus dilakukan Lova. Menikah dengan Dokter Arnold.

...****************...

Di Klinik Kejiwaan

"Udah ah, capek begeteh eikeh ..." keluh pria itu sambil melemaskan jemarinya.

Map cokelat yang sejak tadi berada di tangannya kembali ditutup dengan perlahan. Lalu ia menatap Dev, sahabat yang mengetahui segala sisi dirinya. Kedua alisnya bergerak naik turun beberapa kali.

Pria tinggi itu hanya mendecih pelan. "Tapi aku salut sih. Kok bisa ya, ada perempuan yang nggak kabur lihat kamu."

Arnold terkekeh kecil.

Namun, perlahan tatapannya jatuh pada lembar surat pendaftaran pernikahan yang masih terselip di dalam map.

Senyum tipis terukir di bibir merahnya.

"Dan yang lebih menarik ..." gumamnya pelan. "Dia bahkan nggak sadar kalau dirinya mulai bergantung sama aku."

Deg.

...****************...

Malam harinya, Arnold dan Dev telah berada di sebuah apartemen.

"Eh, ini gerakannya susah juga," celetuk Arnold, meniru tarian India yang ia tonton di layar televisi raksasa di ruang tengahnya.

Akan tetapi, Dev hanya menanggapi dengan wajah malasnya. "Apa kau tak bosan dengan tarian seperti itu? Masa ini, orang pada kiblat K-Pop, kau masih aja India?"

Matanya bergerak naik turun melihat teman dekatnya itu meniru gerakan tarian wanita India. Yang lebih konyolnya, ia memakai hak tinggi dan jemarinya melentik mengikuti tarian.

"Ah, kamu kan tau, aku lebih suka ini. Gerakannya sangat indah," gumamnya sambil terus menari.

"Hmmm, kalau benar kamu menikah, apakah kebiasaanmu ini tetap berlanjut?"

Jemari lentiknya perlahan turun. Tatapannya pun berubah kosong, mencoba melompat ke masa depan, membayangkan dirinya menjadi seorang suami.

"Hmmm, kau kan tau aku menikah untuk apa? Palingan, kalau semua warisan Papa turun, pernikahan juga akan berakhir. Aku tak yakin, dia bisa bertahan denganku." Arnold pun merebahkan diri di sofa, samping Dev.

Ia memasang wajah cemberut dan menarik sendal hak tinggi yang ia pakai tadi.

Dev tersenyum tipis. "Kalau warisanmu dapat, jangan lupakan aku, oke?"

Arnold mencibir membuang muka. "Huh, enak aja!"

...****************...

Keesokan hari, di saat matahari belum naik hingga puncak, terdengar sebuah ketukan di pintu rumah Lova.

Beberapa kali pintu diketuk, tetapi tak ada juga yang membukanya.

Dengan perasaan malas, kelopak mata menghitam, Lova bergerak pelan keluar dari kamarnya. Karena ucapan Dokter Arnold kemarin, tak sedetik pun ia memejamkan mata hingga pagi ini.

"Maaa," rungut Lova berat. Kepalanya berputar ke kiri dan ke kanan, tetapi tak ada jawaban.

"Ah, Mama pasti sedang ke pasar," gumamnya berat.

Tok

Tok

Tok

Ketukan itu masih belum terhenti juga. "Ck, siapa sih? Kenapa tidak sabaran sekali?" sungutnya beringsut bergerak berat menuju pintu depan.

Brak.

Pintu rumah terbuka dengan cukup kasar.

“Iya iya, sabar! Kenapa datang bertamu pagi-pagi banget sih—”

Kalimat Lova langsung terputus.

Di depan rumahnya, berdiri seorang pria dengan kemeja hitam rapi dan kacamata tipis bertengger di hidungnya.

Satu tangannya memegang map cokelat.

Sedangkan tangan lainnya membawa kantong plastik berisi sarapan.

“Pagi, Adik kecil,” ucap Arnold santai sambil tersenyum tipis.

Deg.

Mata Lova langsung membelalak sempurna.

Tubuhnya refleks mundur satu langkah.

Namun anehnya … bukan karena takut.

Melainkan gugup menyambut kedatangan pria yang membuatnya tak bisa tidur semalaman.

1
mimief
wkwkwkwkwkwk
kamui itu
🤣🤣🤣🤣
Eva Karmita
iya dia istrimu dok....ayo buktikan kejantanan mu jgn bikin orang" memandang rendah harga diri mu dok
Eva Karmita
lanjut otor semangat 🔥💪🥰
Eva Karmita
ya ampun Clarissa tambah kena mental sendiri kan ....niat mau berobat sekalinya melihat tambah parah 🤣🤣🤣🤣
mimief
mau ikut KA....
dimana aja yg penting ikuuuy🫣🤣
mimief: jiaaaaah 🤣🤣🫣
total 2 replies
Eva Karmita
satu kata LANJUT OTOR 🔥💪🥰
SoVay: huufft, akhirnya selesai juga nulisnya. tp buat malam ya kaka
total 1 replies
Aku Rajin Membaca
masih ngarep ya Teddy. aq mulai bingung pilih yang mana 😂 teddy meski tau lova bagaimana, dia masih ttp bertahan
Aku Rajin Membaca
membayangkan ular lg mendesissss
Aku Rajin Membaca
duuuh, gimana nanti kalau lova udah jatuh cinta, ternyata malahnsadar dimanfaatin?
Aku Rajin Membaca
lova sebenarnya mau dianggap apa? jngan buru2 jtuh cinta ya?
Aku Rajin Membaca
arnold minta ditampol beramai-ramai nih kayaknya
Aku Rajin Membaca
nold,.lu kenapa cong? wkwkwkw..lg viral ni cong
Aku Rajin Membaca
setelah blokir teddy, kesadaran mulai mncul
Eva Karmita
lanjut otor semangat 🔥💪🥰
Eva Karmita: kasih balik cintaaaaaaa....
total 2 replies
mimief
sudah lah nold
kalau memang kamu udah ga bisa sembuhin lova
lepas aja lah🥹
Eva Karmita
jangan buat dokter Arnold lolos bikin Shok terapi buat pak dokter sadar hubungan pernikahan bukan untuk main"
Eva Karmita: karena kamu ngeselin tauuuuu....😩😏😜🤣🤣🤣🤣🤣
total 3 replies
Eva Karmita
kopi meluncur... lanjut otor semangat 🔥💪🥰
SoVay: makasi ya kak 🙈
total 1 replies
mimief
🥹🥹🥹🥹🥹
Eva Karmita
lanjut otor semangat 🔥💪🥰
mimief: aku jugaaaa...
bakalan ada
total 3 replies
Eva Karmita
kenak sudah kamu pak dokter makanya kalau ada masalah tu jangan lari ke club harusnya mendekatkan diri kepada Tuhan... pengen lihat setelah Lova dikirimi video tadi reaksinya kayak apa pengen lihat pak dokter nangis di pojokan kamar menyesali diri 🤣🤣🤣 kirim Ted biar tau rasa Arnold ditinggalkan istrinya kayak apa ....sebel jadi orang kok seenaknya ngk mikirin perasaan orang lain
Eva Karmita: wkwkwk 🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!