Namanya Takeuchi Hideki. Dia hanyalah seorang pekerja kantoran biasa yang sudah bosan hidup.
Saking bosannya, apapun yang bakalan terjadi padanya takkan ia pedulikan. Hingga suatu hari, Hideki menemukan sebuah portal menuju dunia lain.
Yang dimasukinya adalah negara Inggris dan dirinya berada di dalam tubuh seorang bayi bernama James Darren.
Seorang anak terkutuk dan pria pekerja kantoran, benar-benar perpaduan yang sangat sempurna.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon A Giraldin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 1.7: Kehidupan Menyebalkan
“Takeuchi Hideki ya! Dan... Kenapa kau berada di dalam tubuhku? Ah! Atau... Kau berada di mana?”
Karena wujudnya nggak ada di manapun, tebakan pertamaku pastinya adalah berada di dalam tubuhku.
[Di sini gelap sekali dan hanya terdengar suaraku dan suaramu saja. Omong-omong, James Darren... Maksudku... Keluarga Darren Terkutuk kan!]
Kenapa dia bisa tahu? Keren! Jawab aja deh tebakannya. “Ya, benar sekali.”
“Dan... Kenapa kau bilang aku sudah mati?”
[Sepertinya terjadi sesuatu yang aneh setelah kematianku ya!]
Entah kenapa pembicaraan ini menjadi terdengar sangat menarik. Tapi... “Kalau mau lanjut, tunggu diriku selesai mandi dulu oke!”
[O-oke.]
Dia penurut sekali ya! Hahaha, kayaknya pria di dalam tubuhku adalah orang yang baik dan tahu tentangku.
Yahh... Aku nggak akan terlalu memedulikannya untuk saat ini dan fokus mandi saja.
10 menit kemudian...
Setelah selesai mandi, aku keluar dari sana dan langsung berjalan ke kamar tidurku. Diriku mengganti baju.
[Akademi Sihir Legnald.]
Dia tahu sekolahku! Wow! Keren sekali suara ini. Dan... Pakaianku sangat keren lho!
Hehehe, aku sangat menyukai pakaianku ini. Sangat serasi dengan mata biruku.
Sama-sama biru maksudku, hahaha. Dan... Semua baju atau seragam di Akademi Sihir Legnald itu sama.
Berwarna biru dengan campuran emas seperti layaknya seorang Naga. Naga di sini bukan Naga biasa, melainkan Naga Legenda.
Naga tersebut bernama Kallorta. Naga yang sangat kuat dan hanya bisa dikalahkan oleh seorang wanita saja.
Aku tidak tahu namanya siapa, namun katanya dia benar-benar kuat. Hanya saja... Orang-orang banyak yang membencinya.
Kenapa ya? Padahal bisa dibilang sudah ditolong olehnya lho! Kenapa malah membencinya?
Sejarah belum pernah mengatakannya, jadi aku tidak terlalu tahu. Oh iya! Seragamku ini bajunya lengan panjang begitupun celananya.
Ada beberapa putih alami membentuk rantai panjang sebagai tambahan design agar seragam tampak lebih menarik.
Sayap hitam di belakang yang cukup panjang membuat seragam ini tampak seperti jubah.
Jubah yang sama seperti orang yang hampir membunuh kami. Untungnya... Dua orang menyelamatkan kami dan namanya adalah Takeuchi Hideki serta ayah angkatnya, Aterrapa Yukigo.
Hahaha, kalau bertemu dengan mereka berdua lagi kami pastinya akan berterimakasih sebanyak-banyaknya pada keduanya.
Kapan bisa bertemu dengan kedua orang itu ya? Hanya gambaran saja yang kami dapatkan.
Yang satu warna matanya sekuning nanas, satunya lagi merah menyala dengan wajah penuh bekas jahitan.
Eh! Tu-tunggu sebentar!? Se-sebelum aku kaget banget sampai mau teriak kencang, diriku buru-buru turun hingga sampai di meja makan.
“Ma-makanmu cepat banget ya, James!”
Dia ibuku. Wanita yang sangat cantik dengan rambut terurai panjang sampai tertutup setengah punggungnya.
“Hahaha, anak kita memang lahap sekali makannya kalau lagi buru-buru. Tenang saja! Yaa... Kayaknya kau nggak bakal mendengar ucapan ayahmu ini sih. Intinya... Belajar yang rajin-rajin oke!”
Aku terus mengangguk cepat dan makan terus nasi. Oh iya! Ayahku cukup tampan. Kami semua itu keluarga bermata biru.
Ayahku... Tubuhku terlatih dan itulah kenapa otot-ototnya besar serta kaos juga celana yang dipakainya tampak mau sobek.
Ibuku terlihat anggun sih. Dan... Bukan itu yang jadi masalahnyaaa!!!
Setelah selesai makan, aku kembali ke kamar tidur, mengambil ransel, menutup pintu rapat, dan berlari sekencang mungkin agar sampai di Akademi Sihir Legnald dengan sangat cepat.
Ja-jaraknya Cuman 500 meter sih, hahaha. Oh benar! Keluarga Darren itu adalah Keluarga yang Terkutuk.
Kami tidak bisa sihir sama sekali padahal lahir di dunia sihir, bukan ‘Bollorta’ atau tempat tinggal orang-orang biasa.
‘Magiort’ intinya, hahaha. ‘Clort’, itulah kami semua. Tidak dipilih oleh Penyihir atau Regresi.
Namun... Katanya atau Rumor, mungkin juga sejarah karena tertulis dalam sebuah buku, malah bilang kami ingin membangkitkan sosok paling mengerikan di dunia ini yang akan membuat segala isi ‘Magiort’ maupun ‘Bollorta’ musnah.
Hahaha, mana mungkin kami bisa melakukan hal seperti itu. Dipilih jadi Penyihir atau Regresi saja tidak.
Dan katanya kalau kami semua mati dunia akan damai. Itulah kenapa, ada yang namanya pertimbangan.
Dalam sebuah sidang yang kami bertiga lakukan sekitar tiga tahun yang lalu dengan pimpinan merupakan ayahku, menjanjikan sebuah sumpah.
Sumpah tersebut adalah akan bunuh diri kalau usiaku sudah mencapai 25 tahun, jika tidak bisa membunuh sosok paling mengerikan yang akan membuat dunia ini musnah.
Bagusnya, hal tersebut membuat banyak petinggi tertawa dan usulan ini diterima. Sebagai ganti hal tersebut, pertimbangan pun terjadi dan... Kami bertiga masih hidup hingga sekarang.
Ba-baguslah, hahaha. Y-yaa... Harusnya tetap mati karena tidak dipilih oleh Penyihir atau Regresi, namun karena pertimbangan tersebut, rumor lain tercipta.
‘Orang-orang di Keluarga Darren mungkin tidak dipilih oleh Penyihir atau Regresi, namun kita bisa mengucilkan atau melakukan hal-hal buruk pada mereka, asal tidak sampai mengeksekusi mereka, karena bisa saja sosok paling mengerikan akan membuat dunia ini musnah.’
Agak aneh, tapi berkat itu, kami semua masih bisa hidup damai, walaupun diriku terus disakiti di Akademi.
Yaah... Nggak parah-parah amat untungnya, hahaha. Dan... Begitu sampai di dalam Akademi, diriku masih tidak bisa berhenti terpana.
“Benar-benar indah sekali! Padahal seisi bangunan luar terbuat dari batu, tapi sungguh menakjubkan.”
“Bagian dalamnya banyak sekali benda-benda canggih serta segala macam sihir berkat para hantu Penyihir dan Regresi, membuat Akademi ini makin cantik.”
Dan... “Terimakasih banyakk!!!”
Aku teriak seperti itu dan membuat beberapa orang yang berpakaian sama sepertiku pada ketakutan serta memilih jalan cepat-cepat meninggalkanku yang dalam posisi membungkukkan setengah badan sebagai bentuk terimakasih padanya.
Takeuchi Hideki kah? Ya, benar sekali. “Suara yang tiba-tiba muncul, terimakasih banyak ya! Berkat kau dan ayah angkatmu, kami semua masih hidup dan Leonardo gagal membunuh kami.”
[Leonardo? Ternyata masih sama ya! Tapi... Yang berbeda sepertinya cukup banyak juga.]
“Omong-omong, bagaimana kalau kita membicarakan ini semua di tempat sepi? Maksudku... Dari awal hingga akhir gitu. Soalnya...Tatapan orang-orang agak membuatku tidak senang.”
[Sepertinya hanya kau saja yang bisa mendengarkan suaraku. Baiklah, mari ke tempat yang sepi.]
“Oke.”
“Ah!”
[Kenapa?]
“Bel pelajaran pertama sebentar lagi akan berbunyi. Aku memutuskan untuk ke kelas dulu oke! Na-nanti ceritanya semuanya setelah sampai di sana aja oke!”
[Terserah kau saja. Mungkin... Itu adalah pilihan yang baik dan diriku tidak akan bersuara dulu. Kalau aku mengatakan sesuatu di dalam hati, suaranya nggak akan kedengaran olehmu.]
“Begitu ya! Oke deh. M-maaf ya! Sa-salah satu penyelamat nyawa kami, Takeuchi Hideki!”
Saling support sabi kali ya😉