NovelToon NovelToon
Diabaikan Keluarga Disayang Mafia

Diabaikan Keluarga Disayang Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa / Penyesalan Keluarga / Mafia
Popularitas:11.6k
Nilai: 5
Nama Author: noerazzura

Sheza diculik ketika usianya 7 tahun, dan bibinya meninggal diduga karena telah menyelamatkannya saat itu. Karena dianggap berhutang nyawa, dia benar-benar harus merelakan tempat dan posisinya digantikan sang sepupu Karen. Kedua orang tuanya mengabaikannya, memprioritaskan Karen.
Bahkan tunangannya Alex, juga melakukan hal yang sama. Hingga malam itu, satu minggu sebelum bertunangan, Sheza melihat Alex dan Karen berciuman di villa mereka, villa yang katanya dibeli Alex untuk Sheza.
Sejak saat itu, Sheza sudah tak berharap lagi pada keluarga dan tunangannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon noerazzura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7. Pohon Uang

"Nona, mau makan apa? biar aku pesankan?" tanya Vins yang mendekati Sheza yang sedang kesal di ruang tengah.

Masalahnya, anak buah Jendra, main keluar masuk kamarnya seenaknya. Dipikir ini rumah mereka apa? sayangnya untuk menegur, Sheza juga harus pikir dua kali, semua anak buah Jendra bawa senjata api. Salah ucap, bukannya akan langsung di dorr.

"Makan apa? kalian mau traktir aku makan? kalau begitu aku mau semua makan malam restoran koki Michelin!" kata Sheza menaikkan alisnya singkat.

Kalau mereka bisa semena-mena di rumah Sheza. Kenapa Sheza tidak bisa kurang ajar pada mereka.

"Baik! sebentar nona!" sahut Vins dengan cepat.

Sheza membelalakkan matanya lagi.

'Heh, langsung diiyakan. Mereka ini bukannya penjahat, kenapa bisa pesan masakan mahal?' batin Sheza bingung.

Dia seumur-umur belum pernah bertemu dengan orang-orang seperti ini. Kalau preman sih sering. Kalau penjahat dengan senjata api begini, yang baru ini. Setahunya pengguna senjata itu kan harus punya aturan. Bahkan kepemilikan senjata saja harus punya ijin. Kalau semua orang anak buah Jendra punya, bukankah mereka bisa di bilang bukan preman biasa.

Vins kembali menjauh, dan tak lama. Pintu rumah Sheza di ketuk. Benar-benar pelayan dari restoran Michellin yang datang. Dengan segala macam hidangan bintang lima mereka.

Sheza sempat bingung. Tapi, karena ada makanan gratis di depannya. Kenapa harus dia sia-siakan. Uangnya tinggal 300 ribu. Kalau dapat makanan gratis begini kan lumayan.

Lewat tengah malam, Jendra tersadar. Vins segera menemui Jendra.

"Masih di rumah Sheza?" tanya Jendra.

Vins mengangguk.

Jendra melihat ke sekelilingnya. Kamar yang begitu sederhana dan tak banyak perabotannya. Lalu di dekat pintu, ada beberapa orang anak buahnya berjaga.

"Sheza dimana?" tanya Jendra.

"Tidur di sofa, bos!"

"Cuma ada satu kamar?" tanya Jendra.

"Ada dua, tapi kamar satunya masih kosong. Tidak ada apapun!"

"Beli semua furniture terbaik..." Jendra menjeda ucapannya dan melihat ke sekeliling, sepertinya Sheza suka warna hitam, "lebih banyak warna hitam!"

"Baik bos!"

"Dan suruh pergi semua anak buahmu! awasi dari jauh. Sheza pasti tidak nyaman"

"Baik bos!"

"Siapa pelaku penyerang kemarin, sudah tahu?" tanya Jendra pada Vins.

"Semua bukti mengarah pada tuan William!"

Jendra mendengus kesal.

"Otaknya benar-benar bermasalah! awasi dia, begitu aku pulih. Aku sendiri yang akan mengulitinya!"

"Baik bos, bos ingin makan malam?" tanya Vins.

"Tidak, pergilah!"

"Baik!"

Setelah semua anak buahnya pergi. Jendra keluar dari dalam kamar. Dia melihat Sheza yang tertidur dengan tubuh meringkuk dan selimut menutupi sampai lehernya.

Senyum pria yang jarang sekali terlihat tulus itu terlihat di wajahnya yang garang. Tangannya perlahan menyentuh wajah Sheza.

Merasa waspada, Sheza segera membuka matanya dan langsung bangkit duduk. Dengan gerakan tangan waspada meskipun wajahnya masih tampak muka bantal.

"Kamu..." Sheza kembali menghela nafas dan segera berbaring lagi.

"Aku gendong ke kamar ya..."

"Heh..." Sheza kembali bangkit duduk, "tidak usah, kamar itu pakai saja! aku sudah di bayar anak buahmu. 5 juta satu malam!"

Wajah Sheza tampak puas. Tadi sebelum dia tidur, Vins memberinya 5 juta supaya bosnya bisa tidur di kamar.

"Begitu?"

Sheza mengangguk dengan mata setengah terbuka.

"Hem, jadi tidak masalah. Kembalilah ke kamar dan tidur. Besok pagi, enyahlah dari sini!"

Jendra terkekeh pelan.

"Enyah?"

"Tentu saja, enyahlah karena sewa kamarmu berakhir!"

"Bagaimana kalau aku beri 500 juta satu bulan?"

Kelopak mata Sheza langsung terbuka semua. Bola matanya nyaris melompat.

"Hah, serius? 500 juta, satu bulan?" rasanya mendengar nominal itu mendadak seluruh kantuk Sheza hilang.

"Apa, kurang?" tanya Jendra lagi.

"Hah, tidak! tidak!" Sheza segera turun dari sofa.

Sebenarnya dia bukan tidak pernah melihat uang sebanyak itu. Ayahnya pemilik perusahaan, uang bulanan dari ayahnya satu bulan juga 9 juta. Ya, meski Karen bahkan mendapat lebih banyak. Tapi, itu sudah cukup banyak bagi Sheza yang memang tidak biasa bermewah-mewahan.

Sheza turun dari sofa dan langsung mengusap lengan Jendra.

"Bos!" Sheza tersenyum mencurigakan.

Jendra menatap agak aneh, tapi dia senang Sheza mau dekat-dekat dengannya seperti itu.

"Bos, apa ada yang tidak nyaman? katakan saja padaku! Apa bos mau sprei-nya aku ganti. Atau selimutnya kurang tebal? katakan saja padaku!"

"Aku lapar!"

Mata Sheza melebar.

"Lapar? ah sebentar, aku telepon makanan online..."

"Aku mau makan, masakan kamu!"

Sheza mengernyitkan keningnya.

'Di dapur hanya ada mie instan! makanan dari restoran tadi sudah aku makan semua!' batin Sheza.

"Tapi..."

"Tapi apa? ada uang lebih untuk memasak? tidak masalah. Satu kali masak 10 juta!"

Rahang Sheza nyaris jatuh.

'Dia ini orang kaya atau kaya sekali sih? enteng betul menghamburkan uang?' batin Sheza.

"Tapi, hanya ada mie instan!"

"Tidak masalah, aku tunggu disini!"

Sheza mengedipkan matanya beberapa kali. Yakin mau menghamburkan 10 juta untuk mie instan? aneh sekali.

Tapi, karena Sheza memang butuh uang. Dia pun akhirnya memilih untuk menuju ke dapur saja. Toh itu maunya Jendra, dia sudah memperingatkan tadi.

Begitu Sheza ke dapur, Jendra memerhatikan sekeliling. Bahkan di rak televisi juga belum ada televisinya. Sebenarnya Jendra sudah menyelidiki semuanya. Sejak tahun yang menyelamatkannya beberapa tahun yang lalu adalah Sheza. Begitu dia kembali ke negara ini, hal yang pertama dia lakukan adalah mencari tahu tentang Sheza Hadiwinata.

Dan dari sudut pandangnya, Sheza memang cukup kuat. Diperlakukan sangat tidak adil di keluarganya, bertahan sampai 20 tahunan, itu menandakan dia cukup kuat dan tahan banting fisik maupun perasaan.

"Sudah jadi!" kata Sheza membawa semangkuk mie yang diletakkan dengan cepat di atas meja.

Sheza lekas meniup tangannya karena memang terasa panas. Dia cukup terkejut, ketika Jendra menarik tangannya, dan meniupnya.

Merasa aneh, Sheza segera menarik tangannya. Tapi di tahan oleh Jendra.

"Hei, memangnya kamu sudah sikat gigi?" tanya Sheza yang langsung membuat Jendra melepaskan jangan wanita itu.

"Tidak romantis!" keluh Jendra.

Sheza mengernyitkan keningnya lagi.

"Kenapa juga aku harus romantis padamu?"

"Baiklah, aku tidak jadi sewa..."

Mata Sheza membola ketika Jendra berdiri dan hendak berjalan ke arah pintu.

'Hah, pohon uangku. Jangan pergi!' batin Sheza yang langsung berdiri dan mengejar Jendra.

"Bos, kenapa marah? aku hanya bercanda! ini, tiup lah tanganku sepuasnya!" kata Sheza mengulurkan tangannya pada Jendra.

Pria itu tersenyum puas, dan menuntun Sheza duduk di sofa. Sepertinya dia sudah tahu apa yang bisa membuatnya terus dekat dengan Sheza.

"Suapi aku!" kata Jendra.

'Cih, dia merasa dirinya bayi, apa? kenapa aku harus menyuapinya?' batin Sheza yang jelas enggan melakukan hal itu.

"Atau aku pergi...!"

"Suapi, suapi! hanya menyuapi apa sulitnya. Ayo buka mulutmu bos, aaaa!"

***

Bersambung...

1
Sekar
masih untung cuma mobilmu yg disiram🤣🤣
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
Karen mendrama lagi😡
Noer: sabar kak, sabar
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
kan kan dasar tak tau diri 😡
Noer: ho'oh ya
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
cari muka dong namanya 🤭
Noer: mungkin mukanya mau expired
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
dari pihak Jendra siapa namanya ya 🤔
Noer: Suketi kak
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
muncul sekutunya Karen 🤭
Noer: ho'oh
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
mantap hadiahnya, dirapel bukan sih namanya 🤭🤔
Noer: aseeekk
total 1 replies
vj'z tri
barang apa k Noer /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Noer: ho'oh barang
total 1 replies
Ariany Sudjana
Nella, kamu bodohnya kebangetan, masih percaya sama akting pelacur murahan kesayangan kamu itu? bodoh kamu
Noer: terlalu memang itu ibu²
total 1 replies
Ariany Sudjana
dasar kakek tua bodoh, minuman itu sudah dicampur racun sama cucu kesayangan kamu, supaya kamu cepat mati 🤣🤣😂😂
Noer: wkwk 🤣🤣🤣
total 1 replies
Ariany Sudjana
hahahaha kalian orang tua yang bodoh Pras dan Nella, kalian sudah menyakiti hati putri kandung kalian sendiri, dan lebih memilih percaya dengan omongan pelacur murahan Karen 🤣🤣😂😂
Noer: menyedihkan ya orang tua begono
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
semoga bahagia selalu Sheza 🤲
Noer: ❤️❤️❤️❤️❤️❤️
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
terima kasih kembali 🤣
Noer: wkwk 🤣🤣🤣
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
ulang tahun hadiahnya rumah, apa gak pengen ulang tahun tiap jam itu biar banyak rumahnya 🤭
Noer: eaaaa mau juga
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
hitam dan merah, belum pernah lihat kayaknya 🤭
Noer: kek gitulah kak, list list merah gitu
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
enak aja minta maaf 🤭
Noer: ho'oh
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
rasakan 🤭
Noer: kapok ya
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
Istighfar Karen 🤔
Noer: nah itu dia kak, dia gak bisa
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
iya nyonya, sama kamu disia-siakan sama Jendra diratukan🤭
Noer: ho'oh
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
sudahlah Nella jangan dikejar, jangan bikin masalah sama Vins , dia kan orang nya Jendra 🤭
Noer: nanti di dor
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!