NovelToon NovelToon
Penulis Erotis Tawanan Tuan Mafia

Penulis Erotis Tawanan Tuan Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Romantis / Mafia
Popularitas:8k
Nilai: 5
Nama Author: nenah adja

Kristella Duan tak menyangka jika pekerjaannya sebagai penulis novel erotis membawanya terjebak dalam pusaran obsesi mafia kejam Dominic Stralerr. Ketua klan mafia terbesar yang hanya bisa bergairah karena membaca novel yang dia buat.

Bagaimana Kristella di tekan untuk membuat cerita- cerita hanya untuknya, dan demi membangkitkan gairahnya yang telah mati. Hingga sebuah ide gila muncul yang Kristella kira bisa membuatnya lepas dari tekanan tersebut, namun justru membuatnya semakin terjerat dan tak bisa lepas.

"Bagaimana kalau kita praktekan saja secara langsung, Tuan?"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nenah adja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Belum Memuaskan!

"Buat lagi!"

"Tidak bagus!"

"Jelek!"

"Kurang hot!"

Itu kata- kata yang di sampaikan Bobby setelah dia menyerahkan bab baru yang dia buat. Tentu saja selalu melalui Bobby, sebab dia tak diizinkan bertemu dengan Dominic setelah untuk pertama kalinya mereka bertemu tiga hari lalu.

Dan sekarang dia lagi- lagi harus membuat bab baru untuk di berikan pada Dominic.

Brak!

Ella melempar buku catatan di tangannya ke atas meja dengan kesal. Kebiasaannya sebelum membuat buku baru adalah mencatat hal- hal penting terkait novelnya di sebuah buku. Dan sudah beberapa kali dia mencatat selalu berakhir penolakan dari Dominic. Entah dimana salahnya.

Setelah membuat beberapa bab Mr, D bilang babnya kurang hot hingga Ella harus kembali merevisi lagi dan lagi.

Ella bahkan sudah membuat enam bab, namun tetap di tolak dengan alasan yang sama.

Babnya tidak memuaskan.

"Dia maunya apa, sih? Menyebalkan!" Ella mengetuk- ngetuk jarinya di meja. Di depannya laptop masih terbuka dengan beberapa kata yang sudah tersusun.

"Kalau dalam satu bulan kau tidak membuat bab yang memuaskan, bersiaplah—" kata- kata itu mengandung sebuah ancaman yang terasa nyata dari Bobby saat pria itu memperingatkannya tadi, sebab lagi- lagi bab baru yang dia buat di tolak Mr, D.

Ella mengacak rambutnya yang sudah tak berbentuk saking setresnya dia. Jika enam bab yang dia rasa sangat hot itu tidak berguna dan tak memuaskan Mr D, apa yang harus dia lakukan? Sementara nyawanya jadi taruhan.

Ponsel berdering membuat Ella mengalihkan tatapannya. Melihat nama Vivian, Ella segera menerima panggilan tersebut.

"Bibi?"

"Ella, kemana saja kau? Tetangga bilang tiga hari ini kau tidak terlihat."

Ella meringis saat suara cerewet pemilik kosnya terdengar. Ya, sudah tiga hari dia tidak pulang. Dan hal yang selalu Vivian lakukan adalah mengetuk pintu kamarnya untuk sekedar memberi makanan, dan dia yakin Vivian baru saja datang ke kamarnya namun tak menemukannya.

"Maaf, Bibi. Aku sedang berlibur di rumah Paman."

"Pamanmu yang jahat itu? Bagaimana bisa. Bukankah mereka sudah mengusirmu?"

Ya itu hal mustahil, sebab Vivian tahu bagaimana paman Ella mengusir dan mengambil semua hartanya.

"Mereka sudah bertobat, Bibi. Jadi aku pikir aku akan memaafkannya."

"Aku tidak percaya. Bagaimana kalau mereka menyakitimu?"

Ella melipat bibirnya. "Kalau begitu aku akan segera kabur."

Terdengar helaan nafas dari Vivian. "Baiklah, kalau mereka berbuat buruk hubungi aku. Aku akan melaporkannya pada polisi."

"Aku tahu, Bibi. Terimakasih."

"Jaga dirimu, Ella."

Ella mematikan teleponnya, lalu menghela nafasnya. "Maaf, Bibi aku berbohong. Lagi pula mana mungkin aku bilang aku di culik dan di jadikan tawanan demi membuat cerita erotis." Ella menggumamkan keluhan.

Ella menatap jam di dinding yang menunjukkan pukul 1 malam, lalu menyentuh perutnya yang terasa lapar. "Aku hanya harus hati- hati agar tidak bertemu Mr, D, kan?" Ella rasa pukul satu saat orang-orang tidur dia juga tidak akan muncul, kan? Selebihnya dia bebas kemana saja di rumah ini. Lagi pula sudah tiga hari ini dia makan siang dan malam di ruang makan pria itu tak pernah ada di rumah.

Ella mendorong kursinya ke belakang lalu beranjak untuk keluar dari kamar.

Menyusuri koridor Ella tetap waspada sebab bagaimana pun dia tak boleh bertemu tuan rumah. Jubah tidur putihnya dia rapatkan sebab merasa hawa yang tiba-tiba semakin dingin saat keluar dari kamar. Mungkin karena ruangan terlalu besar membuat penghangat ruangan tidak berarti, dan jangan lupa ini masih musim dingin dimana di luar masih bersalju.

Menuruni tangga Ella juga tak berhenti celingukan hingga di pijakan terakhir kakinya terpeleset karena tak fokus. Beruntung refleksnya cepat dan meraih pegangan tangga. Hingga tubuhnya tak jadi terjatuh.

Ella terus berjalan dengan menatap sekitarnya, hingga dia benar-benar tiba di dapur dan mencari makanan.

....

"Apa dia selalu seperti itu?" Dominic menatap Ella yang berjalan mengendap seperti pencuri dari lantai tiga dengan melipat tangannya di dada.

Bobby melipat bibirnya menahan tawa saat melihat Ella hampir terjatuh di bawah tangga. "Mungkin dia takut bertemu anda, Tuan."

Dominic menarik sudut bibirnya saat melihat Ella sudah kembali dengan nampan berisi makanan di tangannya.

Gadis itu berjalan sambil bergumam.

"Sayang sekali tak ada camilan disini." Ella berhenti di ujung tangga menatap nampan berisi sisa makan malam yang dia temukan di meja makan. "Tapi ini juga lumayan untuk menemaniku bergadang." Ella tersenyum, tak lupa menaikan kaca mata bulatnya agar tak melorot di hidungnya.

Saat menaiki satu persatu anak tangga Ella kembali menatap sekitarnya. Merasa suasana aman dia berjalan cepat ke arah kamarnya.

"Jika itu bisa membuatnya berkonsentrasi dalam menulis sediakan camilan mulai besok." Bobby menoleh cepat ada Dominic yang masih menatap ke bawah dengan mata elangnya.

"Baik, Tuan."

Setelah itu Dominic pergi yang dengan cepat diikuti Bobby.

"Bagaimana dengan para wanita anda malam ini, Tuan?"

Dominic menghentikan langkahnya. Sebenarnya para wanita yang selalu Bobby sediakan tak ada gunanya. Dia tetap tak bisa berdiri meski melihat mereka telanjang. Namun dia juga membutuhkan mereka untuk menutupi kelemahannya di mata dunia luar.

"Tunda untuk malam ini." Mungkin saja setelah Ella menulis dengan lebih baik dia akan sembuh dan menjadi lelaki sejati.

Sebenarnya beberapa bab yang Ella berikan sudah membuatnya merasa panas, namun entah kenapa setiap kali dia membaca akhir bab gairahnya pun berakhir. Bahkan meski dia membaca enam bab itu sekaligus tanpa jeda tetap saja miliknya kembali layu saat bacaan berakhir.

"Bagaimana pengiriman barang kita?" Dominic mengalihkan pembicaraan.

"Lancar Tuan. Semua barang berhasil mendarat dengan selamat."

.....

1
Saadah Rangkuti
memang LICIKKK..kau Dominik
Ne Ajja
lagi praktek itu, La...
kan kamu yg ngawalin....
jadi ketagihan kan itu Dom..🤭
Ne Ajja
hemmm....
ada musuh atau emang sengaja diledakin sama Dom buat ngehapus jejak 🤔🤔
S
lama banget thor up nya, udang greget deh gue nungguin 🥴
Agus Tina
ceritanya bqgus, kain dr yg lain ... ayo pembaca kemana aja kalian. rekomend ini loh
Ne Ajja
ati2 Dom...
kamu malah bikin Ella jadi takut sama kamu..
Saadah Rangkuti
akal bulus si tuan Dom imah,, biar ella kembali 😃
Ne Ajja
masuk perangkap, Dom nih
nenah adja: siap2 jadi tawanan gak tuh🤣
total 1 replies
Saadah Rangkuti
jangaaaaannn...🤣🤣🤣
Agus Tina
Yaa kalau pindah sedih deh ... tapi tetep semangat ya thor. Ceritamu bagus2 kok ...
nenah adja: tengkyu kk,😍
total 1 replies
Niar Humairah
info ya thorr kalo pindah ke ffff
nenah adja: kalau cerita ini sudah terhapus berarti sudah pindah🤣
total 1 replies
Aryati Ningsih
disini aja thor
Ne Ajja
nama pena nya apa Ka?
nenah adja: 🤣🤣🤣 bisa jadi
total 3 replies
Indah Lestari
yaaah...sedih deh,,,
bakal kangen dunks kak ....
Riri DH
jangan di drop dong Thor..
Niar Humairah
kereeen
Ne Ajja
berani juga, Dom...
Saadah Rangkuti
ternyata itu nyata ya say,,sampai basah lagi 😁😁
Ne Ajja
ayo Ella, kerja yg rajin ya...

aq dah vote kamu nih..
semoga retensi kamu bagus ya..
nenah adja: aamiin🤲 tengkyu ya🤧😍
total 1 replies
Niar Humairah
hahaaa🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!