NovelToon NovelToon
Si Manis Kesayangan Sang Mafia

Si Manis Kesayangan Sang Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Romansa Fantasi / Mengubah Takdir / Vampir / Crazy Rich/Konglomerat / Fantasi Wanita
Popularitas:55.8k
Nilai: 5
Nama Author: Senja

Xavier benci dua hal di dunia ini, kekacauan dan bulu kucing. Sebagai seorang mafia yang disegani hidupnya harus selalu steril dan terkendali.

Namun, semua itu hancur saat seekor kucing liar yang ia temui tiba-tiba berubah menjadi gadis cantik nan polos bernama Luna.

​Luna tidak tahu cara menjadi manusia. Dia berisik, manja, dan hobi mengacaukan ruang kerja Xavier yang rapi.

Xavier ingin mengusirnya, tapi setiap kali melihat mata bulat Luna, hatinya goyah.

Bagaimana bisa sang pemangsa justru tak berdaya di tangan mahluk manis seperti Luna?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 7

Dunia manusia ternyata jauh lebih berisik daripada konser jangkrik di hutan terlarang. Luna berdiri mematung di pinggir jembatan besar, matanya yang biru jernih berkedip berkali-kali menatap lampu-lampu jalanan yang menyilaukan.

"Kenapa kotak-kotak besi itu lari cepat sekali? Apa mereka sedang mengejar mangsa?" gumam Luna ketakutan.

Sepanjang hari ia berjalan, melewati semak berduri hingga aspal panas, hanya untuk sampai ke tempat yang disebut kota ini.

Perutnya berbunyi nyaring. Bunyinya bahkan lebih keras dari klakson mobil di depannya. Luna menoleh ke arah sebuah bangunan megah dengan aroma yang sangat surgawi.

Aroma ayam bakar bumbu madu.

"Manusia tampan bisa menunggu. Perut Luna tidak bisa," batinnya. Dengan insting kucing yang tak bisa hilang, Luna menyelinap masuk melalui pintu dapur.

*

*

Xavier duduk dengan punggung tegak, memancarkan aura dingin yang sanggup membekukan kuah sup di meja.

Di depannya, Gerry sedang berjuang memotong steak seolah sedang melakukan operasi jantung.

"Apa jadwalku sudah kau atur, Ger?" tanya Xavier datar dan tidak menerima bantahan.

Gerry mengunyah cepat, lalu menelan daging itu dengan susah payah.

"Sudah, Tuan. Besok tidak ada jadwal penting. Malam ini kita bisa tidur dengan nyenyak tanpa gangguan musuh," jawab Gerry.

Xavier menghentikan gerakan tangannya. Matanya yang sedingin es menatap Gerry. "Kita?"

Gerry hampir tersedak ludahnya sendiri. "M-maksud saya... anda, Tuan Xavier yang terhormat. Anda bisa tidur sangat nyenyak. Sementara saya akan tidur sambil berjaga dengan satu mata terbuka seperti lumba-lumba," jawabnya cepat sembari mengelap keringat dingin.

Sensitif sekali bos satu ini, salah pakai kata ganti saja nyawa taruhannya, batin Gerry merana.

Xavier kembali fokus pada ponselnya, mengabaikan curhatan batin asistennya.

"Tuan Xander juga ingin bertemu dengan anda," tambah Gerry lagi, mencoba mencairkan suasana.

"Untuk apa si perfeksionis itu mencariku?" balas Xavier tanpa mengalihkan pandangan. Hubungannya dengan Xander, kakaknya yang selalu dipuja sang ayah karena kecerdasannya, memang sedingin kutub utara.

"Dia bilang akan segera kembali dari urusan bisnis di luar kota. Sepertinya ingin membahas soal ekspansi wilayah di pelabuhan selatan," lapor Gerry.

Xavier mendengus sinis. Jonas, ayahnya, memang selalu memanjakan Xander. Sementara Xavier? Ia dianggap sebagai anjing penjaga yang hanya bisa menggigit dan membuat kekacauan.

"Atur saja pertemuannya. Aku ingin lihat wajah sombongnya itu setelah seminggu aku menghilang."

Gerry mengangguk, lalu menyerahkan sebuah tablet berisi data digital. "Ini rekaman pria yang menggelapkan uang perusahaan sebesar 200 miliar dan berani melaporkan jalur logistik kita pada pihak berwajib. Tangan kanan kita sudah membereskannya di gudang belakang."

"Kerja bagus. Habisi tikus berdasi yang berani menusukku dari belakang. Jangan sisakan satu helai rambut pun untuk dimakamkan. Mengerti?"

"Siap, Tuan. Hanya saja saya masih sulit menemukan siapa dalang di balik semua ini," ucap Gerry merasa bersalah.

"Aku percaya padamu, Ger. Jangan buat aku kecewa untuk kedua kalinya," balas Xavier dingin.

Tepat saat suasana sedang serius, tiba-tiba terdengar suara gaduh dari luar ruangan.

"TANGKAP KUCING ITU! DIA LARI KE ARAH SANA!"

"HEI! ITU AYAM BAKAR UNTUK MEJA NOMOR LIMA!"

Brak! Gubrak!

Suara piring pecah dan teriakan pelayan membuat dahi Xavier berkerut.

"Gerry, periksa! Jika itu musuh, tembak di tempat. Jika itu pengacau biasa, ratakan restoran ini dengan tanah karena mengganggu makan malamku."

"Baik, Tuan." Gerry segera berdiri dan keluar dengan wajah sangar, tangannya sudah bersiap di balik jas, memegang senjata.

Di luar, kekacauan terjadi. Para pelayan berlarian mengejar sesuatu yang bergerak sangat lincah di bawah meja-meja pelanggan. Gerry mencegat manajer restoran yang tampak pucat pasi.

"Apa yang terjadi di sini?! Kalian tahu tuan Xavier sedang makan di dalam? Mau restoran ini rata dengan tanah karena kebisingan konyol ini, hah?!" bentak Gerry.

Manajer itu gemetar, tangannya menunjuk ke arah kolong meja VVIP. "M-maafkan kami, Tuan! Ada seekor kucing yang masuk ke dapur dan mencuri satu ekor ayam bakar bumbu madu!"

Gerry melongo. "Hah? Kucing mencuri ayam bakar? Di restoran bintang lima seketat ini?"

"Bukan kucing biasa, Tuan! Kucing itu, dia sangat cepat dan sepertinya sangat kelaparan!"

Gerry mengintip ke bawah meja. Di sana, ia melihat seekor kucing putih dengan bulu agak kotor namun memiliki mata biru sapphire yang sangat indah, sedang menggigit paha ayam bakar.

"Tunggu dulu!" Gerry menyipitkan mata. "Kenapa kucing ini mirip sekali dengan deskripsi kucing yang diceritakan anak buahnya saat mencari tuan Xavier di hutan?"

Tiba-tiba, pintu ruangan VVIP terbuka. Xavier berdiri di sana dengan aura yang sangat mengintimidasi.

"Gerry, kenapa lama sekali—" langkah Xavier terhenti. Matanya bertemu dengan mata biru si kucing di bawah meja.

Kucing itu berhenti mengunyah, telinganya berdiri tegak, dan ekornya bergoyang pelan.

"Meong?" ucap kucing itu dengan nada yang terdengar seperti sapaan akrab.

Xavier mematung. Mafia yang tidak takut pada peluru itu mendadak kehilangan kata-kata.

"Kau! Kenapa kau bisa sampai ke sini, Makhluk Sialan?" gumam Xavier sangat lirih, hampir tidak terdengar.

Gerry menoleh bolak-balik antara bosnya dan si kucing pencuri ayam. "Tuan, anda kenal dengan maling ayam ini?"

Xavier tidak menjawab. Ia justru mendekat, membuat para pelayan ketakutan. Dengan gerakan dingin namun pasti, ia berjongkok di depan kucing itu.

"Sudah kubilang jangan bertemu lagi, kan? Kau mau aku jadikan sate ayam?" ancamnya.

Kucing itu malah mendekat dan menggesekkan kepalanya yang berminyak bekas bumbu ayam ke sepatu pantofel mahal Xavier.

"Tuan, sepatu anda! Itu kulit buaya asli!" pekik Gerry histeris.

Xavier hanya mendengus, namun tangannya secara refleks bergerak mengusap kepala si kucing.

"Gerry, bayar semua kerugian restoran ini. Dan kau!" Xavier menatap tajam ke arah Luna. "Ikut aku. Kau berhutang satu ekor ayam padaku."

Luna hanya mengeong senang. Di balik wujud kucingnya, Luna tersenyum. Akhirnya, Luna bisa bertemu manusia tampan lagi!

1
Dew666
🪻🪻🪻
🇧🇬
dipercepat 😭 plok2nya 🌚🌚🌚
angel
thor bakal up lagi gak malam ini?
Senja: Ga tahu kak, tergantung ide ini
total 1 replies
Keysha Aurelie
Vier sudah bersama kesayangan kembali dan bonus dua anak yang lucu

sekarang giliran Xander yang berbahagia
Eva Karmita
akhirnya bahagia selalu Sapir dan Luna bangun keluarga Cemara ya 🥰🥰🥰🥰
Eva Karmita
kau salah faham juga Sapir Luna tidak pernah menikah dengan Jidat... Jidat cuma jadi paman untuk anak"mu 🥰🥰
partini
lovely doply ❤️❤️, bikin cerita kaya gini lagi Thor,seru pernahh maca komik manga jepang yg berjudul fruits basket ga thor
Senja: Blm mak,, sekarang lagi suka donghua
total 1 replies
angel
lanjut thorrrr💪
Al Fatih
Syukurlah...,, salah faham sudah d luruskan....,, tapi apa ini artinya kisah Luna Xavier akan berakhir...,, jangan dulu yaa kaka
MamDeyh
Luna udah deh dgrin si Sapir. 😒
Mita Paramita
akhirnya bertemu lagi Luna & Xavier 😘 apa kabar nih Xander gak diceritain nih Thor 🤨🤨😁
Hesty
iya kaka semngt up nya kalau bisa bnyk aku kepo😍😍
Al Fatih
Syukurlah akhirnya Xavier bisa bertemu sama Luna dan anak anaknya,, tinggal gimana caranya Xavier menjelaskan dan melunakkan hatinya luna
Lilik24
tinggal nurut aja sama sapir luna
angel
semangattt up nya thorrrrr💪
Keysha Aurelie
lanjut kak tetap semangat dan terimakasih up nya🙏

Luna sekarang sudah bisa memanggil Xavier , tapi ada yang kurang Luna yaitu panggilan sayang 🤭
Vier yakin banget sama dua bocah itu, langsung mengakui anak nya

Mama Bella terkejut dan senang nih
omg baby Vier 🤣
Senja: cMa2 zeyeng
total 1 replies
im'yuseec
rajin" up Thor
Senja: aku usahakan kak
total 1 replies
Eva Karmita
tetiba udah enam tahun aja dan Luna udah punya bocil twins dan baiknya lagi anaknya mewarisi sikap emak bapaknya satu lembut satu mode pemburu persis bapaknya...jadi penasaran selama enam tahun Luna hidup dalam pelarian siap yg menemani ,, apa si Jidat...?? dan apa kabar Elise sama Xander apa mereka menikah atau Mereka berpisah..??
Al Fatih
koq Luna bisa ketemu si jidat...,, trus kira2 si jidat cuci otaknya Luna ga yaaa...
Dan tau2 sudah 6 taon saja yaa😅
Mita Paramita
Luna cepet ketemu Xavier 🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!