NovelToon NovelToon
Istri Tengil Duda Mapan (Mateng Dan Tampan)

Istri Tengil Duda Mapan (Mateng Dan Tampan)

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cintamanis / Cinta Seiring Waktu / Duda / Romansa / Menikah dengan Kerabat Mantan
Popularitas:29k
Nilai: 5
Nama Author: ntaamelia

Putus cinta membuat seorang gadis bernama Emeery menerima perjodohannya dengan seorang duda beranak dua. Namun, sikapnya yang tengil membuat sang duda pusing tujuh keliling, akankah Emeery mampu menaklukkan dinding es suaminya, yang bahkan belum move on dari sang mantan?

Kalau ada, sembilan duda ~
Mau duitnya saja, semuanya ~
Ini dada, isinya duit semua ~

Penasaran dengan kisah mereka? Ikuti ceritanya di sini🤗

Jangan lupa follow
Ig @nitamelia05
fb @Nita Amelia
TT @twins✨

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ntaamelia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6. Mommy Baru

"Tahu begini aku nggak bakal dateng," gerutu Emeery sambil memasukkan makanan ke dalam mulutnya. Bicara seakan menyesal dengan pertemuan ini, tapi di meja pesanan dia yang paling banyak, sedangkan Gerry hanya memesan satu minuman dan makanan ringan. Gerry ingin ini semua secepatnya berakhir.

Emeery akui jika wajah dan kekayaan Gerry memang sesuai standarnya, tapi dari sikap sudah dipastikan bahwa pria itu tidak memiliki sisi lembut. Yang ada dia akan diKD*RT. Hih, belum apa-apa dia sudah membayangkan yang bukan-bukan.

"Kamu pikir aku seneng?" balas Gerry dengan ketus, karena dari tadi Emeery terus mengoceh dan mengeluh. Padahal dia sudah berusaha menghargai gadis itu.

"Tuhkan, gimana aku gak mikir ke sana?" oceh Emeery.

"Apanya?" tanya Gerry karena tidak mengerti apa yang sedang Emeery bahas.

Emeery menghela napas dan menggelengkan kepala. Andai jujur yang ada Gerry pasti akan merepet dan memarahinya, sudah cukup mereka menjadi pusat perhatian sedari tadi.

"Kalau begitu kita sudahi saja sampai di sini. Aku sudah selesai, kalau kamu masih mau makan—silahkan. Biar bill aku yang bayar," kata Gerry sambil beranjak dari duduknya. Namun, sebelum dia berhasil meninggalkan restoran tersebut, sebuah seruan mengurungkan niatnya.

"Daddy! Itu dia—Daddy."

Gerry langsung menatap ke sumber suara, begitu juga dengan Emeery yang memutar kepala dengan satu potong ayam yang tergigit di mulutnya.

Tiga orang menghampiri meja. Dua orang anak kecil dan seorang pemuda, Emeery melotot tak percaya, sedangkan Gerry langsung menghampiri kedua anak dan sepupunya itu.

"Sayang, kalian ada di sini?" tanya Gerry seraya melirik Anjas untuk meminta penjelasan, kenapa bisa pemuda itu mengantar anak-anaknya kemari. Tahu dari mana?

"Iya, Daddy, Opa bilang kita akan makan ciang di lual," jawab Sansan dengan suara cadelnya sambil mengulum senyum.

"Sudah dengarkan? Uncle Jerry yang minta aku anterin mereka ke sini," papar Anjas meski tak diminta untuk menjelaskan. Karena dia paham mimik wajah Gerry yang penuh tanda tanya.

Mata Anjas seakan tak bisa berkedip, sementara Emeery sedang berusaha mencerna semuanya. Dari kedatangan anak-anak Gerry, juga hubungan Anjas dengan pria itu. Sepertinya sangat dekat. Sumpah ledakan di jantung gadis itu tak habis-habis.

Tapi ... ini kesempatan bagus!

"Kakak ini siapa, Dad?" tanya Ethan, bocah yang biasanya masa bodo, kini sedikit tertarik memberi pertanyaan.

Emeery langsung gelagapan karena semua mata tertuju ke arahnya. Dia meletakkan kembali ayam yang baru saja dia gigit, lalu mengulurkan tangan dengan penuh percaya diri, bahkan ada sedikit seringai kecil di bibirnya. Seakan berkata 'Saatnya pembalasan'.

Lupa sudah dia tentang penilaiannya terhadap Gerry beberapa saat lalu.

"Kenalin, aku calon Mommy baru kalian," ujar Emeery memperkenalkan diri.

Mendengar itu, makin tak berkedip saja mata Anjas. Begitu juga dengan Gerry yang teramat shock, hingga bola matanya hampir melompat dari sarangnya.

"Mommy baru?"

"Mommy balu?"

kompak Ethan dan Sansan.

*

*

*

Sedangkan di bumi belahan lain.

Memiliki kepercayaan diri memang bagus, tapi ada kalanya tidak baik jika dibarengi dengan kesombongan. Mona berpikir setelah dia meminta Gerry untuk tidak menunggunya, pria itu malah akan semakin mengejar-ngejar dan mengemis.

Karena dia tahu Gerry sangat mencintai dirinya, tidak mungkin pria itu bisa lepas dan move on dengan cepat. Dia sangat yakin, sang pujaan akan tetap menunggunya hingga lulus kuliah S2.

"Dia tidak mungkin menyerah begitu saja, dia kan sangat tergila-gila padaku. Lihat wajahnya saat aku bicara ingin kuliah ke luar negeri, dia sangat kecewa tapi tidak bisa melarangku, hahaha."

"Lagi pula mana ada wanita se-perfect aku, di zaman sekarang itu sangat sulit mencarinya. Keluarga bagus, pendidikan bagus, wajah juga cantik."

Mona bermonolog dengan dirinya sendiri sambil mengemasi barang-barang yang akan dia bawa. Padahal ujian baru saja diadakan dan belum ada informasi dia diterima, tapi dia sudah sangat optimis lulus.

"Oke, Mon, nikmati saja dulu quality time ini. Cepat atau lambat dia pasti akan menghubungimu," cicitnya lagi, mengingat sejak saat itu Gerry belum mengirim pesan ataupun panggilan.

*

*

*

Suasana di meja makan sangat awkward, karena Anjas ternyata ikut bergabung, dia tidak diizinkan pulang lebih dulu oleh Gerry. Entah drama apa yang akan dimainkan oleh Emeery.

"Ngomong-ngomong kalian kelas berapa?" tanya Emeery memecah keheningan. Mata polos Ethan dan Sansan terangkat, keduanya saling pandang sesaat, mereka sudah sangat hafal bahwa gadis di depan ini sedang caper alias cari perhatian supaya mendapat restu mereka.

"Aku—"

"Aku kelas 1, dia masih kelas 0 kecil," potong Ethan dengan tegas, nyaris tanpa ekspresi.

Mulut Emeery langsung membentuk huruf O dan manggut-manggut, kemudian melirik Gerry yang juga seperti patung.

"Kalau umur kalian?"

"Apakah itu penting?"

"Ethan ...." Gerry berusaha memperingati putranya agar tidak terlalu ketus. Ya, sikapnya sama saja ketika diperkenalkan dengan Mona.

Hahahah, Emeery tiba-tiba tertawa sambil menabok salah satu bahu Gerry. "Anak-anak kita lucu sekali."

"Kakak kenapa tanya telus?" ujar Sansan yang sedang menghabiskan makanan di meja. Anjas melirik, dan tatapannya bertemu dengan mata Emeery, tapi gadis itu langsung buang muka.

Bibir Emeery langsung mengeja kata 'Mommy', meminta agar Sansan jangan memanggilnya kakak, karena dia rasa Sansan lebih bisa diajak kerja sama.

"Daddy, emangnya Kakak ini benelan Mommy balu kita, telus Tante Mona gimana?"

Mendengar itu, Gerry reflek menutup mulut anaknya yang belepotan oleh makanan. Sedangkan Emeery langsung melirik intens.

'Mona? Siapa Mona?'

1
ɴɪɴɢ_ɴɵɴɢ
langsung serangggggggggg mer, lumpuhkan pertahanan Gerry. jangan kasih ampun merr, buat Gerry tak berkutik dan akhirnya jatuh tak berdaya di pelukan kamu 🤣🤣
Maria Kibtiyah
aw aw lanjut
ɴɪɴɢ_ɴɵɴɢ
cieee ayoo merr...mumpung berduaan, silahkan menggatalll merr 🤣🤣 pakai baju saringan tahu, biar suami kamu makin mbut2tan 🤣
Dien Elvina
hu huy udah bakal ada perang panas d ranjang 🤣
yeni NurFitriah
Alamaak...digantung nih sama Author 😅lanjut Thor double dong Thor🤭
enur 🍀⚘
hahaha Gerry kejem bener ngatain Emeery seperti tulang seblak 🤣
enur 🍀⚘
hadeeuuh kata ny udah pernah berumah tangga ,, masa kecup kening istri aj nggak tau 🤣
🌺 Tati 🐙
❤❤❤❤
❤️MOMMY JEJE💋💋💋
💋💋💋💋💋💋
Dew666
🪻🪻🪻
Rita
kurang atuh 😁😁😁😁
Rita
jiahhh baru pipi tuh Ger😁😂😂😂
❤️MOMMY JEJE💋💋💋
💋💋💋💋💋
Ayna Adam
lanjut lagi kak updatenya 😊
A R
😍
Ny Rudi Harianto
good Gerry.....cba lah dengan ank kecil yg sekarang jadi istri mu....buka hati buat menerima semua nya....
Radya Arynda
semangaaat hayooo buat pak duda bucin setengah modar👏👏👏👏
Dien Elvina
ya kurang lah bang ..masak cuma pipi cuma satu kecupan lg...harus nya bibir juga biar keliatan mesra 🤣🤣
Maharani Rani
😄😄😄lanjutt thorr lebih sering up dong biar seruuu
ɴɪɴɢ_ɴɵɴɢ
kurannnnggggg lah mana berasa cuma satu ketcupan. minimal yaaa seluruh wajah, harus kena ketchup biar adil 🤣🤣 hidupmu aman merr! ada yang kasih uang jajan + kasih tatih tayang full 🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!