semua yang kulakukan selama ini ternyata tidak berarti apapun bagi mereka,orang yang kuhormati,kusayangi dan kucintai mengkhianati ku begitu saja.
menyaksikan kematian ku seperti pertunjukkan yang menghibur mereka,aku sungguh bodoh...
memilih mereka yang tidak memilih ku..yang hanya memanfaatkan ku..aku menyesal...
aku tidak menerima takdir ini....aku menolak...
aku meminta pembalasan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon HartaKarun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
chapter 5
Langit yang biru dan angin kecil yang sesekali akan menerbangkan helaian rambut ku.aku yang dulu pasti tidak akan menyangka akan begitu merindukan suasana seperti ini.
Aku mengayunkan tubuhku di atas ayunan,sudah 3 hari aku tinggal disini,selama waktu itu Devan selalu meluangkan waktunya untuk mengobrol dengan ku walaupun terkadang hanya 1 jam ia akan selalu menyempatkan nya.
Aku tertawa geli dalam hati,betapa berbedanya Devan yang sekarang dengan Devan yang aku kenal dulu.
Dulu aku bahkan bisa tidak melihatnya lebih dari 2 bulan,alasannya selalu sibuk saat aku mengajak untuk bertemu.
Tidak apa-apa,semakin sayang dia sekarang semakin hancur dia nanti,bagaimanapun hutang kehidupan sebelumnya haruslah aku tagih.
Bangkit dari ayunan,aku bersiap untuk pergi keluar,jika mau membalas dendam bukankah kita harus mengetahui keadaan lawan dulu.
Aku tersenyum puas.
“Nona,apakah anda akan pergi keluar?”tanya seorang pelayan bernama Meri
“Ya”jawab ku lugas
“apakah anda sudah meminta izin pada tuan Devan?”,aku mengerutkan keningku,apakah untuk pergi saja aku harus meminta izin?aku tidak suka hal ini,dikehidupan dulu aku bisa bebas kemanapun aku mau tanpa persetujuan apapun,aku benci terkekang.
Ketidaksukaan ku terlihat jelas di wajah ku,Meri merasa sedikit bersalah.
“Nona,bagaimana jika membiarkan supir yang mengantar anda”usul Meri
Wajahku kembali rileks,”hm,baiklah”
Meri menghela nafas melihat kepergian ku,ia mengeluarkan ponselnya,
“Tuan,nona pergi keluar.saya sudah bertanya apakah ia sudah meminta izin kepada anda namun wajahnya tampak kesal.sehingga saya hanya bisa menyarankan nona agar pergi bersama sopir”lapor Meri
“Keluar?hm,tidak apa.katakan pada supir untuk melaporkan apapun.mungkin nona merasa bosan dirumah,tidak apa sesekali membiarkan ia keluar.tapi yang harus kau ingat ia harus pergi dengan supir kita”walaupun Devan tidak menyukai Agata pergi keluar,namun ia tau ia tidak bisa terlalu mengekangnya sekarang.ia harus sedikit bersabar.
“Baik tuan”
...****************...
Aku memutuskan untuk pergi kesebuah mall yang dulu hasil kerja samaku dengan perusahaan Devan,bahkan jika Devan tau aku kesini ia tidak akan mencurigai apapun.
Dalam perjalanan,aku membuka hp ku membaca berita tentang keluargaku dulu dan Devan,ternyata hubungan mereka tampak nya merenggang setelah Devan bertunangan dengan Agata.
Perusahaan yang dulu aku besarkan sekarang malah menurun,perusahaan level A menurun ke Level C.aku tidak akan terkejut dengan hasil ini.orang seperti Gelen mana bisa menjalankan perusahaan,hanya karena ia anak pertama dan laki-laki ia bisa mewariskan perusahaan yang diluar jangkauan kemampuannya.
Oh ada berita yang menarik,Nina demi menstabilkan perusahaan bertunangan dengan Dika,CEO dari Mentari Grup,perusahaan level 2.kudengar umurnya hampir 40 tahun.aku tertawa,apakah ia masih bisa mengangkat kepalanya yang sombong pada diriku yang dulu.
Ia selalu membanggakan bahwa kami sebagai wanita hanya perlu menyenangkan lelaki,tidak perlu bekerja keras.sekarang karena pemikirannya itulah yang akhirnya membuatnya jatuh seperti sekarang.
Ah,aku sangat ingin melihat ekspresinya yang runtuh saat tau mimpinya untuk menikahi lelaki dari perusahaan level s hancur dan ia harus merendahkan diri untuk terikat dengan lelaki dari perusahaan level 2.ia pasti kesal setengah mati.
“Nona,kita sudah sampai”aku mengalihkan pandangan ku kegedung mall,tidak abanyak perubahan dari luar.
Dari berita sepertinya,mall ini lah yang banyak menolong kesulitan keluarga lama ku,tentu saja karena mall ini bekerja dengan perusahaan Devan yang bertingkat s.hubungan mereka yang merenggang tentu saja akan aku manfaatkan.
Aku yang sebagai Agata jika meminta kepada Devan untuk memutuskan kerja sama ia dengan mereka tentu saja Devan tidak akan berani menolak ku,karena Devan tampak sangat mencintai Agata,permintaan kecil seperti ini bagaimana ia tidak kabulkan.
Aku melangkah masuk dengan percaya diri,seorang wanita mendatangiku,”nona,saya Wina yang akan memandu anda,tuan Devan sudah berpesan apapun yang anda mau anda bisa mengambilnya”
Bahkan dengan kesibukan nya ia masih bisa memperhatikan hal kecil seperti ini,aku cukup terkesan Devan.
“Silahkan Wina,saya akan mengikuti arahan anda”aku tersenyum ramah,
“baik Nona”
Wina menuntunku dan menjelaskan toko apapun yang kami lalai,ia tampak fasih berbicara dan penjelasan nya juga mudah dipahami,akhirnya kami berhenti disebuah toko perhiasan.
“Nona,merek perhiasan ini sekarang sedang trending di luar negeri,dengan bantuan orang kepercayaan tuan Devan kami akhirnya bisa membawa mereka masuk ke mall,mall ini adalah satu-satunya yang memiliki brand ini.ini membuat pengunjung banyak datang kesini.silahkan masuk nona.pilih lah apapun yang anda mau”
Melihat ku masuk,para pekerja mulai mengerubungi ku dengan menjelaskan satu persatu perhiasaan, melihat mereka yang bersemangat tentu saja aku memilih beberapa,
“Nona,bros ini terbuat dari permata yang langka,sangat cocok apa bila dipakai di jas lelaki.saya yakin orang yang menerima ini akan sangat menyukai nya”ia menjelaskan dengan semangat,tentu saja aku tau maksud nya,ia ingin aku membeli untuk Devan,
Aku tersenyum,aku mengangkat tangan ku untuk menyentuh bros itu,
“Tunggu,itu milikku”suara itu membuat aku berhenti,suara yang aku kenal dengan baik,mungkin kah…
Aku menoleh kearah suara,
Hahaha,sungguh dunia yang sempit,
“Nina”lirih ku lalu tersenyum miring.