NovelToon NovelToon
Lord Of The Void

Lord Of The Void

Status: sedang berlangsung
Genre:Iblis / Action / Fantasi
Popularitas:281
Nilai: 5
Nama Author: Pendeta Merah

Ren Abraham, seorang anak laki-laki yatim piatu bertekad untuk menjadi kuat setelah desanya di hancurkan oleh para penyembah iblis.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pendeta Merah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Melawan Iblis

Sifat energi sihir hitam atau energi iblis itu merusak, karena satu hal ini, para iblis menjadi kesulitan untuk tumbuh.

Sama seperti manusia, para iblis juga menggunakan sistem Mage, meskipun ada sedikit perbedaan dengan cara mereka menggunakannya.

Bintang 1 Mage adalah meningkatkan inti sihir menjadi Akar Sihir, sehingga mereka dapat melakukan visualisasi lingkaran sihir, tapi karena energi sihir hitam itu merusak, para iblis tidak bisa meningkatkan wadah energi sihir mereka dengan energi ini.

Sebagai makhluk yang lahir dari kegelapan dan kekacauan, para iblis tidak bisa hidup tanpa energi iblis, sama seperti manusia yang tidak bisa hidup tanpa energi sihir.

Karena satu hal ini, para iblis pernah berada di posisi yang sangat terpuruk, karena tidak ingin terus selamanya menjadi makhluk yang lemah, mereka melakukan banyak penelitian agar mereka bisa tumbuh kuat.

Setelah melakukan penelitian panjang, para iblis akhirnya menemukan sebuah metode yang dapat membantu mereka meningkatkan inti sihir mereka, dan metode ini di sebut Melahap.

Dengan melahap wadah energi sihir milik orang lain, mereka dapat meningkatkan wadah energi sihir mereka sendiri, dan mereka menemukan jika menggunakan cara ini membuat mereka tumbuh lebih cepat dan kuat daripada menggunakan cara normal.

Karena metode ini, Neraka menjadi tempat yang sangat kacau, pertarungan adalah hal yang biasa disana, yang lemah terus bereinkarnasi sementara yang kuat semakin kuat.

Jika bukan karena mereka tercipta dari kegelapan yang memungkinkan mereka bangkit dari kegelapan, ras iblis seharusnya sudah punah karena ulah mereka sendiri sekarang.

Asalkan inti eksistensi mereka masih ada, para iblis tidak akan pernah bisa mati, mereka akan kembali ke kegelapan dan bangkit lagi.

Para iblis terus menggunakan metode ini untuk naik level, membunuh, bangkit, lalu membunuh lagi, hal ini terus berulang-ulang selama ribuan tahun hingga pada suatu hari salah satu iblis menemukan jika melahap manusia itu lebih baik daripada melahap sesamanya, melahap manusia juga membuat inti mereka lebih stabil.

Inilah alasan kenapa para iblis itu sangat terobsesi untuk datang ke dunia bintang, bukan untuk cinta, balas dendam, popularitas, kekayaan, mereka datang murni karena ambisi untuk menjadi yang terkuat!

" Perkenalkan, namaku Mamol, iblis yang akan membunuh kalian berdua "

Sambil berkeringat dingin, Ren dan Evan menatap bayi hitam di depan mereka.

" Hm... apa-apaan orang ini, kenapa kau tidak memiliki inti sihir, manusia jenis apa kau ini? "

Mamol merangkak keluar dari perut Dalia, menatap Ren dengan wajah acuh tak acuh, di punggungnya muncul sepasang sayap iblis berwarna hitam.

Ren menggertakan giginya, sementara itu, Evan mencengkram erat Arakas.

' Aku tidak bisa merasakan Auranya sebelumnya itu mungkin karena dia tadi tidak terbentuk dengan sempurna '

Evan mengayunkan Arakas sekuat tenaga, mengirim Bilah Aura kearah iblis bayi hitam itu.

Tapi sayangnya, Bilah Aura yang Evan kirim menghilang sebelum sempat mengenai Mamol,itu seolah Bilah Aura tersebut tersedot oleh sesuatu.

" Sepertinya ini akan sangat membosankan, Penjara Kegelapan "

Ren melihat Evan sedang di kelilingi oleh semacam bayangan hitam, itu pasti sihir milik Mamol, berniat menyelamatkan Evan, Ren mengirim Bilah Aura ke Mamol.

Sama seperti Bilah Aura milik Evan, Bilah Aura milik Ren juga menghilang sebelum sempat mengenai Mamol.

" Manusia tanpa sihir harus tahu tempatnya! "

Ren merasa ada sesuatu yang memegang kaki kanannya, saat dia mencoba melepaskannya, semuanya sudah terlambat, dia di tarik oleh sesuatu itu hingga menabrak tembok.

Bayangan hitam yang mengelilingi Evan dengan cepat membawanya ke bawah, menyatu dengan kegelapan, Evan sedang terkurung di dalam kegelapan!

Meskipun sakit, Ren mempertahankan kesadarannya lalu mengayunkan Oblivion ke kaki kanannya, berharap dapat memotivasi sesuatu yang mengikatnya tersebut.

Melalui Oblivion, Ren merasakan sensasi halus, memang ada yang memegang kakinya, itu pasti sihir Mamol lainnya.

' Mungkin setelah aku membunuh iblis ini Evan kembali, para petualang dan kesatria sihir seharusnya sudah mendengar keributan yang aku dan Evan buat, aku bisa “ meminta ” bantuan mereka untuk melawan iblis ini '

Ren mendarat di lantai dan langsung mengirim puluhan Bilah Aura kearah Mamol, sama seperti sebelumnya, semua Bilah Aura milik Ren menghilang.

" Hahh... makhluk lemah memang tidak pernah tahu tempatnya "

Sebuah penghalang yang terbuat dari Aura terbentuk di sekitar Ren, ini adalah teknik pertahanan yang berhasil Ren ciptakan, Aura Barrier.

Sesuatu yang tak terlihat menabrak penghalang milik Ren, seperti yang dia duga, Mamol menggunakan sihir yang tak terlihat untuk menyerangnya.

" Aura ya, karena tidak bisa menggunakan sihir kau beralih ke Aura, itu bagus "

Ren mengabaikan perkataan Mamol, tugasnya sekarang adalah menahan iblis ini sampai para kesatria sihir datang, apapun yang terjadi dia tidak boleh membiarkan Mamol berkeliaran di permukaan, jika tidak akan ada banyak orang yang kehilangan nyawanya.

" Buta "

Pandangan Ren berubah gelap, tanpa berpikir panjang, dia langsung menyebarkan Auranya sambil mempertahankan penghalang Aura, Ren langsung mencoba Aura Sensorik yang baru saja dia lihat dari Evan.

' Serangan tak terlihat... penjara kegelapan, dan sekarang buta, iblis ini memiliki atribut kegelapan! '

Setelah mengunci posisi Mamol, Ren dengan cepat mengayunkan Oblivion, mengirim Bilah Aura kearah Mamol.

" Hm...kapan kau akan berhenti menggunakan serangan tidak berguna...."

Tepat setelah Bilah Aura menghilang, Ren muncul dekat Mamol, dia menggunakan Aura untuk mempercepat gerakannya, dengan Mamol yang terus meremehkannya, mudah bagi Ren untuk mendekat.

Satu-satunya yang dapat Ren andalkan sekarang hanyalah Oblivion, pedang ini memiliki kemampuan khusus untuk membunuh iblis.

' Kuh... kenapa tubuhku tiba-tiba menjadi sangat berat! '

Gerakan Ren melambat, kaki dan tangannya terasa lebih berat untuk di gerakkan dari biasanya, dan ototnya hampir tidak mampu untuk menahan berat Oblivion, itu seolah Ren berada di tempat dengan level gravitasi yang berbeda.

" Aku merasakan bahaya dari pedangmu itu, pasti sebuah artefak "

Ren terbang keatas dengan sangat cepat, membuat dia menghantam langit-langit ruangan.

" Gahh!!! "

Setelah mengalami hal itu, Ren akhirnya mengerti apa yang terjadi, dan dia juga tahu jika iblis di depannya tersebut berada di level bintang 3 dari sistem Mage.

Bintang 3 Mage, di level ini seorang Mage memiliki 5 Akar Sihir, dengan lima Akar Sihir itu memungkinkan mereka untuk mempengaruhi energi sekitar yang kemudian membuat mereka juga bisa memanipulasi gravitasi.

Mamol pasti memanipulasi gravitasi untuk membuat tubuh Ren menjadi sangat berat dan juga sangat ringan.

" Kekuatan sejati datang dari dalam diri seseorang, bukan dari sesuatu yang eksternal seperti artefak, singkatnya tidak peduli seberapa kuat pedangmu, jika pada akhirnya kau lemah, itu tidak ada gunanya "

Ren yang sedang di tekan ke langit-langit, menatap Mamol dengan wajah berkerut, apa yang harus aku lakukan.

' Apa yang harus aku lakukan, dia bintang 3,Bilah Aura tidak mempan, mendekatinya dengan dia yang bisa memanipulasi gravitasi sangat sulit '

' Selain itu, karena dia sudah melewati Bintang 2, dia bisa membuat lingkaran sihir di dalam pikirannya, yang membuat semuanya berakhir lebih sulit! '

Dalam kebingungannya, Ren menyebar Aura miliknya dengan niat untuk menekan Mamol, dia berharap jumlah Auranya itu dapat menekan Mamol sama seperti saat dia menekan murid laki-laki waktu itu.

Aura Ren menyebar luas, Mamol yang tidak bisa menahannya langsung jatuh ke lantai, keringat menetes di wajah hitamnya.

" Kuh... apa-apaan ini! "

Karena tekanan dari Ren, kontrol Mamol terhadap gravitasi hilang, membuat Ren jatuh ke lantai, untungnya dia dapat mendarat dengan sempurna.

Ren tersenyum, dia menemukan trik lain yang ampuh saat melawan musuh, dan itu adalah dengan cara menekan mereka dengan Auranya.

Kilatan pedang muncul di kekosongan, dari sana Evan muncul dengan tubuh di selimuti Aura, dia akhirnya bisa membebaskan dirinya dari penjara kegelapan.

Melihat Mamol yang sedang di tekan oleh Aura Ren, dia dengan cepat mendekati Mamol sementara Ren fokus menekannya.

" Cepatlah, dia akan segera bebas! "

Melihat Evan datang, Mamol menggertakan giginya, dia berteriak dan memaksa gravitasi untuk menekan Ren dan Evan.

Tubuh Ren dan Evan langsung menjadi sangat berat, sementara Evan berjuang untuk mendekati Mamol, Ren mempertahankan pikirannya untuk menekan Mamol.

Energi iblis meledak dari tubuh Mamol, Evan yang berada cukup dekat dengannya, terluka karena energi tersebut “ merusak ” tubuhnya dan mencoba “ mengkorupsi ” energi sihir di dalam tubuhnya.

" Kuh..."

" Dasar orang lemah, jangan bermain-main denganku! "

Mamol kesal, dari bawah kakinya, puluhan tangan hitam muncul, Ren dan Evan tidak bisa melihatnya, sihir inilah yang Mamol gunakan untuk menyerang Ren sebelumnya.

Ren dan Evan di dorong oleh tangan hitam tak kasat mata menuju dinding, mereka berdua sama-sama merasakan ada sesuatu yang mencengkram leher mereka.

Mamol bangkit, dengan wajah kesal dia melambaikan tangannya, dua pedang yang terbuat dari bayangan muncul di kiri dan kanannya.

" Kalian berdua suka pedang bukan, coba rasakan ini! "

Sebelum Mamol dapat meluncurkan kedua pedang hitam miliknya, Evan dengan cepat membuat pedang dari Aura lalu menembakkannya ke Mamol, dia tidak berharap itu akan dapat melukai Mamol, Evan hanya berharap jika itu dapat mengganggu Mamol.

" Cih... mengganggu saja! "

Sama seperti Bilah Aura, pedang yang terbuat dari Aura itu langsung menghilang.

Meski tidak bisa menggangu Mamol cukup lama, serangan Evan barusan sudah cukup untuk mengalihkan perhatian Mamol dari Ren sebentar.

Ren yang sudah memotong tangan hitam tak kasat mata melapisi Oblivion dengan Aura dalam jumlah besar lalu dengan sekuat tenaga mengayunkannya.

Mamol menggunakan pedang bayangannya untuk melawan Bilah Aura milik Ren, dia juga membuat tangan hitam tak kasat mata yang berada di leher Evan untuk mencengkram nya lebih kuat!

Bilah Aura dan pedang bayangan bertabrakan, menyebabkan keduanya sama-sama hancur.

Evan melepas Arakas dan pedang itu terbang dengan sendirinya, memotong tangan tak kasat mata yang menahan Evan.

" Dasar menyebalkan! "

Mamol semakin marah, dia sangat tidak senang ketika ada mahkluk lemah yang melawannya, menurutnya hal itu adalah puncak penghinaan.

" Kalianlah yang memaksaku! "

Terina dan kelompoknya akhirnya tiba di tempat Ren dan Evan, melihat Mamol yang murka, mereka tahu situasinya tidak baik.

Area sekitar berubah menjadi hutan belantara yang gelap dan di penuhi kabut, langit berwarna hijau gelap, Ren, Evan, Terina,dan yang lain, merasa kedinginan di tempat aneh ini.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!