Marsya, seorang istri yang selalu di hina oleh suami dan keluarga nya hanya karena dia dianggap karyawan di salah satu toko kue.
Tapi tanpa sepengetahuan keluarga suami nya, bahwa toko kue itu adalah milik nya dan dia adalah seorang sarjana.
Dia sengaja menyembunyikan identitas nya atas permintaan sang ibu, kini Marsya tahu sendiri seperti apa suami nya dan juga keluarga nya.
Selain di berikan nafkah yang jauh dari kata cukup, Marsya juga di duakan oleh suami nyam dengan seorang wanita yang merupakan rekan kerja suami nya di kantor.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leni Anita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
35
"Marsya, dasar wanita miskin dan tidak tahu malu. Kau sengaja kan datang ke sini untuk mengacau kan acara pernikahan putra ku. Kau membayar mereka untuk menjadi keluarga mu, dasar tidak tahu diri!" Bu Ana kembali naik ke atas panggung dan dia ingin menyerang Marsya.
Tapi sebelum dia berhasil mendekati Marsya, Mama Lili sudah lebih dulu bertindak.
Plaakkkk.
Sebuah tamparan dari Mama Lili tepat mengenai wajah nya bu Ana.
"Berani nya kalian menghina dan merendah kan putri ku!" Ujar Mama Lili dengan tatapan yang berapi - api.
Bu Ana meraba pipi nya yang terasa perih, Mama Lili menggunakan seluruh tenaga nya untuk menampar bu Ana.
"Kalian di bayar berapa oleh Marsya, sehingga kalian mau berpura - pura menjadi keluarga wanita miskin itu?" Bu Ana bertanya sambil berkacak pinggang.
Plaakk.
Kembali Mama Lili melayang kan tamparan nya ke wajah Bu Ana.
"Sekali lagi kau berani menghina putri ku, maka aku pastikan akan merobek mulut mu!" Ancam Mama Lili dengan geram.
"Wanita yang kalian anggap miskin dan selalu kalian rendah kan selama ini, adalah putri dari seorang pengusaha sukses di tanah air ini. Dan dia adalah adik kandung dari Galih, calon suami ku!" Arum mempertegas lagi siapa sebenar nya Marsya.
"Mas, kau bilang bahwa dia adalah pelayan di toko kue!" Mela bertanya pada Dani.
"Pelayan kalian bilang? Marsya adalah pemilik toko kue itu, bukan pelayan!" Kembali Arum berkata.
"Selamat mas, selamat atas pernikahan mu dan Mela semoga kau hidup bahagia!" Marsya mengucap kan selamat dengan di iringi senyum di sudut bibir nya.
"Tidak, ini tidak mungkin. Dia pasti bohong, dia penipu!" Bu Ana tampak sangat syok dan dia memegangi dada nya.
Bela segera menghampiri sang ibu, dia menahan tubuh ibu nya agar jangan sampai terjatuh.
"Siapa yang penipu di sini? Tanyakan pada menantu baru mu siapa yang penipu?" Ujar Marsya lagi.
"Mela adalah anak orang kaya dan dia bukan penipu seperti mu!" Seperti nya Bu Ana masih menganggap bahwa Vila dan perkebunan ini adalah milik orang tua nya Mela.
"Pak Johan, bu Nani. Apa kalian bisa menjelaskan semua nya pada besan kalian?" Pak Abian yang diam saja sejak tadi kini ikut angkat bicara.
"Menjelas kan apa pak Abian?" Tanya bu Nani pura - pura lugu.
"Pak Johan!" Pak Abian menatap pak Johan dengan tatapan mengintimidasi.
"Iya pak, maaf kan keluarga saya pak!" Pak Johan tampak menarik nafas berat sebelum mulai menjelaskan semua nya.
"Baik lah, sekarang saya akan menjelaskan semua nya di hadapan kalian semua. Ini adalah pak Abian, istri dan anak - anak nya, beliau ini adalah pemilik Vila dan perkebunan teh ini. Di sini saya bekerja sebagai mandor di perkebunan ini, dan istri saya adalah buruh pemetik daun teh. Saya minta maaf karena sudah mengadakan acara pernikahan di Vila ini tanpa meminta izin dari pak Abian, dan satu hal lagi saya benar - benar tidak tahu bahwa Dani adalah menantu nya pak Abian dan putri saya sudah merebut nya dari istri sah nya!" Pak Johan pun menjelaskan semua nya di depan banyak orang.
Seketika bu Ana langsung terduduk dengan lemas mendengar penjelasan dari besan nya, dia yang awal nya tidak percaya bahwa Marsya adalah putri seorang pemilik perkebunan teh ini. Kini dia merasa tertampar dengan kenyataan yang ada, satu hal lagi ternyata Mela bukan lah anak orang kaya seperti yang dia kira selama ini.
"Tidak mungkin, ini tidak mungkin. Dani katakan sesuatu pada ibu nak, ini tidak benar kan?" Bu Ana berkata pada Anak nya.
"Ini benar bu, dan semua nya nyata bukan mimpi. Ini lah akibat nya ibu selalu menilai seseorang dari sudut status sosial dan uang saja, sekarang nikmati dan terima lah menantu baru mu itu, bu!" Pak Amin berkata pada istri nya.
"Pak, ibu melakukan semua ini demi keluarga kita. Kenapa bapak malah menyalahkan ibu? Bapak sendiri tidak becus menjadi suami, apa bapak fikir bapak sudah memberikan uang yang cukup untuk kebutuhan ibu?" Bu Ana malah semakin menjadi dan dia menyalahkan suami nya.
"Itu lah kalau di fikiran mu cuma uang, uang, dan uang saja. Silahkan terima konsekuensi nya!" Pak Amin lalu melangkah meninggal kan istri nya yang masih tidak bisa menerima kenyataan ini.
Bu Ana lalu berdiri dan dia berjalan mendekati Marsya, dia lalu meraih tangan Marsya tapi di tepi dengan kasar oleh Marsya.
"Marsya, ibu tahu kamu marah nak. Maaf kan ibu dan Dani ya, kita mulai semua nya dari awal ya!" Ujar bu Ana dengan manis.
"Silahkan kalian mulai semua nya dari awal bersama menantu baru mu itu, bukan kah dia orang kaya kan?" Ejek Marsya sambil tersenyum.
"Tidak nak, tidak. Kau adalah menantu ibu satu - satu nya, bukan Mela. Ibu akan meminta Dani untuk segera mencerai kan nya, lagian ini cuma nikah sirik nisa langsung cerai gitu aja!" Bu Ana berbicara dengan enteng nya tanpa sedikit pun memikirkan perasaan Mela.
"Apa maksud ibu? Aku tidak akan berpisah dari mas Dani, enak saja sudah mengambil madu nya dan kini mau membuang ku begitu saja!" Marsya tersulut emosi mendengar ucapan ibu mertua nya.
Semua orang yang ada di sana hanya menggeleng kan kepala nya, secara tidak langsung dia sudah mengakui bahwa selama ini dia dan Dani sudah melakukan sesuatu hubungan yang tidak seharusnya di lakukan.
"Maaf bu, aku sudah tidak mau dan tidak tertarik untuk menjadi bagian dari keluarga mu lagi. Silahkan suruh anak ibu untuk menjatuhkan talak pada ku!" Ujar Marsya lagi.
"Tidak nak, sampai kapan pun kau dan Dani tidak boleh berpisah!" Bu Ana bersikeras jangan sampai Marsya pergi dari hidup nya.
"Dasar tidak tahu malu, selama ini kalian sudah menghina, merendah kan, mencaci putri ku sebagai orang miskin. Sekarang saat kalian tahu siapa sebenar nya dia, kau ingin dia terus menjadi menantu mu. Kau hanya menginginkan uang kami saja, tapi sampai kapan pun itu tidak akan pernah jadi kenyataan!" Mama Lili berkata dengan geram.
"Tidak Ma, jangan bilang begitu. Aku dan Marsya adalah suami istri dan sampai kapan pun kami akan tetap seperti itu!" Dengan Tidak tahu malu nya Dani mendekati Mama Lili untuk merayu nya.
"Tapi saya tidak sudi punya menantu seperti mu dan punya besan modelan ibu mu!" Mama Lili berkata dengan ekspresi jijik di wajah nya.
Dasar keluarga tidak tahu malu, setelah mereka tahu siapa sebenar nya Marsya kini mereka mati - matian mempertahankan Marsya. Mereka melakukan itu demi agar bisa hidup enak dengan uang nya Marsya.
tapi penasaran gimana kelanjutannya
heboh nga. atau ada yg pingsan tau kalau istrinya kaya raya.
he.....he..,..rasain tuh kacung gy nga tau diri..... si Dani..,
lanjut........