Di Benua Mendalam, seni bela diri telah mencapai puncak kejayaannya. Xiao Xuan, leluhur tua Keluarga Xiao, memiliki sebuah cheat yang mampu mereplikasi segala sesuatu tanpa batas. Dengan kekuatan ini, dia memimpin keluarganya mendominasi seluruh langit berbintang.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wusan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
seseorang dari klan xiao kuno
"Sialan... berapa banyak orang yang dibunuh Hun Tian sehingga menghasilkan teknik darah itu hingga kesempurnaan?"
Shang Di muram dan merasa jengkel. Jelas sekali Hun Tian melatih teknik itu hingga mencapai kesempurnaan melalui pembunuhan dan pembantaian.
Lautan darah itu menyerbu banyak bunga. Para bunga itu menjadi layu dan mereka terlarut. Kelopak bunga yang tadinya hitam pekat mulai berubah menjadi abu-abu, lalu lumer seperti lilin terkena panas. Tentakel-tentakel yang tadinya agresif melemas dan hancur berkeping-keping. Darah korosif dari lautan darah Hun Tian menggerogoti jaringan bunga-bunga itu dari luar ke dalam, meninggalkan genangan cairan hitam bau busuk.
Banyak bunga meratap dan kesakitan, seolah-olah larut di bawah darah ini.
——
Lalu di bawah gempuran Xiao Yan, Shang Di, dan Hun Tian, mereka membantai para bunga aneh ini. Dibantu juga oleh ratusan kultivator lainnya. Gelombang serangan bertubi-tubi menghantam setiap sudut lorong. Xiao Yan dengan apinya yang membakar habis puluhan bunga dalam satu lambaian. Shang Di dengan pedangnya yang membelah bunga-bunga menjadi dua. Hun Tian dengan lautan darahnya yang melarutkan bunga-bunga hingga tak tersisa. Para kultivator lain juga ikut menyerang—ada yang menggunakan petir, ada yang menggunakan angin, ada yang menggunakan formasi-formasi kecil. Efek serangan mencapai ratusan juta mil, membuat lorong-lorong di labirin ini berguncang hebat. Dinding-dinding batu retak dan runtuh di beberapa tempat. Debu dan abu beterbangan di udara, bercampur dengan darah biru aneh dari bunga-bunga yang mati.
Kadang para bunga itu juga beregenerasi. Dari sisa-sisa jaringan yang hancur, tunas baru mulai tumbuh. Tapi serangan terus menerus dari para kultivator membuat regenerasi itu tak pernah sempat menyelesaikan prosesnya.
——
Dan ternyata, induk bunganya sangat besar. Ukurannya mencapai jutaan mil di ujung labirin. Mengerikan, besar, dan tekanan dahsyatnya menyebar.
"Bunga ini... ternyata induknya besar sekali."
Para kultivator merasa ngeri dan mereka agak takut melihatnya. Karena bunga ini tekanannya sebanding dengan Kaisar Agung peringkat 1. Di bawah Kaisar Agung, semua adalah semut.
"Apakah bisa kita melawannya?"
Salah satu orang menelan ludah. Udara di sekitar mereka terasa semakin berat. Getaran dari induk bunga itu terasa hingga ke tulang. Beberapa kultivator mulai mundur selangkah, dua langkah. Keraguan mulai menyebar di antara mereka.
Bunga besar itu mulai menyerang dengan brutal. Dia tahu bahwa anak-anaknya yang telah dia besarkan mati diserbu sekelompok orang-orang ini.
Banyak tangkai dan tentakel mengerikan menenggelamkan seluruh orang. Tentakel paling pendek mencapai jutaan mil, paling panjang seratus juta mil. Mereka menyambar dari segala arah—dari atas, dari bawah, dari kiri dan kanan. Setiap tentakel berduri tajam beracun, berlendir hitam yang menetes ke tanah dan membuat batu meleleh. Gerakannya cepat, seperti cambuk raksasa yang menghantam dengan kekuatan luar biasa. Beberapa tentakel melingkar di sekitar tubuh kultivator, meremukkan tulang mereka sebelum menarik mayat ke dalam mulut induk bunga. Yang lain menusuk langsung menembus dada, mengangkat korban ke udara sambil darah memercik ke mana-mana. Dalam hitungan detik, puluhan kultivator tewas. Teriakan kesakitan dan ketakutan bergema di seluruh labirin.
"Hah!"
Banyak orang juga melawan. Formasi kelas 8 mulai bermunculan—lingkaran cahaya raksasa terbentuk di tanah, memancarkan gelombang energi yang mendorong tentakel-tentakel menjauh. Beberapa serangan tingkat Surga dilancarkan: pilar api setinggi gunung, badai es yang membekukan udara, kilat yang menyambar dari langit-langit buatan. Jimat kelas 8 ditebarkan ke udara, meledak menjadi ribuan pedang cahaya yang menebas tentakel dari segala arah. Namun tentakel itu terus bergerak, meskipun terpotong, mereka tumbuh lagi dalam hitungan detik.
——
Xiao Yan juga tak diam. Dengan serangan apinya, dia menenggelamkan daratan menjadi api sepanjang ratusan juta mil, membakar segala tentakel yang datang. Api keemasan dari Seni Sembilan Yang menyebar seperti gelombang pasang, mengubah lorong labirin menjadi lautan api yang membara. Tentakel yang terkena langsung hangus menjadi abu, tak sempat beregenerasi. Bau anyir terbakar memenuhi udara.
——
Shang Di dengan miliaran qi pedang mengalir dari ayunan pedangnya, hampir menenggelamkan seluruh tentakel dalam radius seratus juta mil. Setiap ayunan pedangnya menghasilkan ribuan cahaya pedang yang melesat ke segala arah, memotong tentakel menjadi potongan-potongan kecil. Hujan potongan tentakel berjatuhan seperti salju hitam di tengah kobaran api Xiao Yan. Namun beberapa potongan masih bergerak-gerak, mencoba menyambung kembali.
——
Adapun Hun Tian, dengan bayangan gagak darah, dia memanggil segel darah menenggelamkan seluruh tentakel dalam lautan darah. Gagak-gagak darah raksasa terbang melingkari area, menjatuhkan tetesan darah korosif ke setiap tentakel yang bergerak. Namun dia tidak peduli dengan orang sekitar. Ada 2 orang yang kena lautan darah, menjerit.
"Tidak! Tuan Muda Hun Tian!"
"Kenapa kami ikut juga?"
Kedua orang itu berusaha melarikan diri, tapi lautan darah terlalu cepat. Darah kental itu membungkus kaki mereka, merambat naik ke pinggang, ke dada. Kulit mereka melepuh, daging mereka lumer. Jeritan mereka berubah menjadi rintihan pelan, lalu sunyi. Dalam hitungan detik, tubuh mereka larut sempurna. Tidak ada tulang yang tersisa. Esensi kehidupan mereka mengalir ke dalam lautan darah, membuat warna merahnya semakin pekat. Hun Tian hanya tersenyum puas, menikmati tambahan kekuatan yang masuk ke dalam tubuhnya tanpa rasa bersalah sedikit pun. Beberapa kultivator lain yang melihat mulai mundur menjauh dari Hun Tian, ketakutan.
"Hun Tian, kau orang kejam! Kenapa harus menyertakan orang lain juga? Mereka tidak bersalah! Dua orang itu hanya berusaha bertahan hidup seperti kita, dan kau tega membunuh mereka begitu saja? Dasar iblis! Apakah kau punya hati nurani?"
Shang Di yang melihat kejadian itu juga marah. Dia merasa tidak adil melihat kedua orang itu tiba-tiba termakan lautan darah Hun Tian.
"Hmmp. Jangan salahkan aku. Mereka terlalu dekat dalam ruang lingkup seranganku. Jika mereka tidak mau mati, seharusnya mereka menjauh. Di medan perang seperti ini, siapa yang punya waktu memperhatikan semut-semut di sekitar?"
Hun Tian mendengus dan tidak peduli. Dia hanya peduli dengan dirinya sendiri.
——
"GWHAAKK!"
Bunga hitam itu marah. Dia merasa bahwa semut-semut ini terlalu menguji kesabarannya. Auranya melonjak hebat, mengeluarkan tekanan dan qi dahsyat yang membuat semua orang mundur seketika—termasuk Xiao Yan, Shang Di, dan Hun Tian. Gelombang tekanan keluar dari tubuh bunga itu seperti badai, menghantam dinding-dinding labirin hingga retak. Udara di sekitarnya bergetar, suhu naik drastis. Para kultivator yang lebih lemah langsung berlutut, ada yang pingsan, ada yang mengeluarkan darah dari hidung dan telinga.
"Puff!"
Xiao Yan terlempar 100 mil jauhnya dan mengeluarkan seteguk darah. Dia agak tertekuk menatap bunga itu dengan serius. Jubah hitamnya robek di beberapa tempat. Tanah di belakangnya retak membentuk alur panjang akibat tubuhnya yang terhempas.
"Tekanan Kaisar tingkat 2? Ini gawat."
Dia merasakan aura bunga itu meningkat drastis. Yang tadinya sebanding dengan Kaisar peringkat 1, sekarang naik menjadi Kaisar peringkat 2. Udara di sekitarnya terasa semakin berat, setiap tarikan napas seperti menelan batu.
"Grrr..."
Lalu banyak tentakel mulai menyerang ke Xiao Yan. Karena anak inilah yang memberikan banyak serangan menyakitkan ke dirinya.
"Oh, tidak."
Xiao Yan agak pucat melihat serangan itu. Puluhan tentakel raksasa melesat ke arahnya dari segala penjuru—atas, bawah, kiri, kanan. Tidak ada celah untuk melarikan diri. Bayangan tentakel menutupi langit di atasnya.
Dia ingin menghindar ke samping dan melompat, tapi tentakel panjang itu dengan kecepatan yang sangat luar biasa langsung mengarah ke arahnya. Kecepatannya melebihi bayangan, melebihi kilat. Xiao Yan hanya bisa melihat bayangan hitam yang semakin membesar di matanya.
Saat hampir kena—jarak 1 cm dari tubuhnya—tiba-tiba—
——
"Hmm... aura dari keturunan aku di sini?"
Sebuah suara berbunyi sangat serak dan kuno. Tekanan menekan langit. Bayangan kapak membelah surga muncul, menerjang ke tentakel itu. Qi pedang sejauh miliaran mil menyapu menuju ke bunga itu. Kapak raksasa berwarna hitam pekat dengan ukiran naga kuno turun dari langit, membelah udara. Cahaya keemasan keluar dari bilah kapak, menyilaukan mata semua orang yang melihat. Tentakel-tentakel yang hampir mengenai Xiao Yan terpotong bersih dalam sekejap. Potongan-potongan tentakel berjatuhan di sekelilingnya. Gelombang kejut dari tebasan kapak itu membuat seluruh labirin berguncang hebat.
"Ini?"
Xiao Yan terpana. Ahli mana yang membantunya?
Guyss, hari ini satu dulu ya,karena gw mau meraya kan hari kebangkitan,btw selamat hari paskah bagi yang merayakan nya