NovelToon NovelToon
GADIS PEMBAWA SIAL, DI CINTAI DUDA KAYA RAYA

GADIS PEMBAWA SIAL, DI CINTAI DUDA KAYA RAYA

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cinta Seiring Waktu / Perjodohan
Popularitas:8.6k
Nilai: 5
Nama Author: Lisa idayu

Nayra Agata Kennedy, ia merupakan putri bungsu dari Lukas Kennedy, Nayra memliki saudari kembar bernama Nayla (Nayla lahir 45 menit lebih dulu), lahir dengan membawa duka. Ibunya meninggal dunia karena pendarahan hebat setelah berjuang melahirkannya, membuat Nayra dibenci ayah dan ketiga kakak laki-lakinya selama 21 tahun. Hanya Nayla yang selalu peduli padanya.

Takdir berubah saat Nayra bertemu seorang miliarder tampan. Dipersunting olehnya, hidup Nayra berubah drastis, dari yang dulu diabaikan, kini ia dimanjakan layaknya putri raja oleh suaminya yang penuh kasih sayang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lisa idayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ada Apa Ini???

"Untuk apa Kak Naga meminta aku mengirimkan lokasi keberadaanku?" gumam Nick sambil menatap layar ponselnya. Tanpa berpikir panjang, ia akhirnya mengirimkan titik lokasinya kepada sang kakak, lalu kembali menyimpan alat komunikasi nya itu ke saku celana.

"Arimbi! Langit sudah mendung, sebentar lagi hujan turun. Cepatlah suruh calon menantu Papi masuk!" seru seorang pria paruh baya yang duduk di pos satpam bersama istrinya. Keduanya tampak asyik menikmati camilan dan cokelat panas sembari mengamati Nick yang sedang berusaha meyakinkan hati putri mereka di luar sana.

"Tidak! Aku tidak akan memaafkannya atau membiarkan dia masuk, Pi!" sahut Arimbi ketus dari lantai dua. Gadis itu menatap Nick dengan tatapan dingin dan acuh tak acuh.

"Maafkan anak mami ya, Nak. Dia memang agak keras kepala, tapi tenang saja. Mami tidak akan membiarkanmu kelaparan atau kehausan di luar sana," ucap wanita paruh baya itu sambil berjalan mendekati gerbang. Tanpa basa-basi, ia langsung menyuapkan biskuit ke mulut Nick.

"Tidak usah, Mi. Aku sedang tidak berselera makan," tolak Nick halus.

"Pasti kamu sangat kecewa ya sama Arimbi? Memang begitulah sifatnya. Tapi tolong ya, jangan putusin dia. Menurut Mami, susah lho cari laki-laki sebaik dan sesabar kamu," tutur Sarah, ibu Arimbi, dengan wajah memelas.

"Iya, Mi," jawab Nick datar.

"Benar-benar menantu idaman!" seru Sarah antusias lalu mencolek pipi Nick dengan gemas.

Srek!

"Hei wanita jadi-jadian!" teriak Tomo sambil berlari kencang mendekati istrinya. "Dia itu calon menantu! Jangan genit dan menggatal seenaknya ya!"

Tomo langsung menarik lengan istrinya dengan kasar namun penuh kasih sayang.

"Aku tidak menggatal! Aku cuma mencolek pipi calon menantu kita sedikit saja, tipis-tipis pih!" bantah Sarah sambil terkekeh geli.

"Dasar wanita nggak jelas!" gerutu Tomo lalu menarik istrinya kembali ke pos satpam.

"Heh! Hujan!" seru Sarah saat butiran air mulai turun perlahan. Keduanya pun bergegas lari masuk untuk berteduh.

"Biar saja! Biarkan Nick tetap di situ, Mbi. Setidaknya sampai bekas colekkan mami kamu hilang dari pipinya!" seru Tomo yang tampak sangat cemburu melihat istrinya akrab dengan pria lain, meskipun itu calon menantu sendiri. Tomo berkata dengan menatap ke arah putri nya

"Ya ampun Pi, kasihan lho! Nanti kalau dia sakit atau demam gimana?" sahut Sarah khawatir, namun tak ada yang menggubris omongan keduanya, termasuk Arimbi di atas.

Dan benar saja, tak lama kemudian hujan turun dengan sangat deras. Tubuh Nick basah kuyup terguyur air, namun demi menaklukkan hati kekasihnya yang sedang marah besar, pemuda itu sama sekali tidak bergeming. Ia tetap berdiri tegak meski badai semakin menggila.

"Sayang!" teriak Nick.

Arimbi yang duduk di atap rumah hanya melirik sekilas dengan wajah datar.

"Aku salah karena tidak percaya sama kamu! Aku salah karena tidak mau denger penjelasanmu! Maafin aku, Sayang!" teriak Nick sekuat tenaga.

Lagi-lagi, Arimbi hanya menatapnya datar tanpa ekspresi.

"Ngomong apa sih orang ini?" batin Arimbi.

Ternyata, teriakan Nick sama sekali tidak terdengar olehnya. Suaranya tertelan bisingnya hujan yang turun sangat deras. Nick pun hanya bisa menghela napas panjang menahan frustrasi.

Bruummm...

"Kakak?" gumam Nick terkejut.

Tiba-tiba dua buah mobil mewah melaju mendekat. Sebuah mobil Alphard hitam milik Nagara dan sebuah mobil sport Porsche berhenti tepat di sampingnya.

"Itu siapa?" tanya kedua orang tua Arimbi yang masih di dalam pos satpam. Karena gerbang belum tertutup, mereka bisa melihat jelas kedatangan rombongan tersebut.

"Mas!" seru Hans yang turun dari mobil sambil membawa payung besar untuk memayungi Nick.

Wuihh!

"Ayoyoo..." pekik Sarah takjub melihat aksi pria yang memayungi calon menantunya itu.

"Pi, jangan-jangan calon menantu kita ini CEO yang sedang menyamar jadi Pilot ya? Mami nggak yakin dia cuma Pilot biasa!" ucap Sarah histeris. Sementara Tomo hanya menatap interaksi Hans dan Nick dengan wajah datar, namun matanya terus mengawasi mobil-mobil mewah itu. Karena Nick sendiri memang tidak pernah menceritakan tentang siapa dirinya, ia hanya bercerita bahwa dia bekerja sebagai pilot di salah satu maskapai penerbangan internasional

"Ngapain sih lo?" tanya Nick kesal pada Hans. Ia bahkan berusaha mendorong tubuh asisten kakak nya itu agar payungnya tidak menaungi dirinya. "Gue nggak butuh!"

"Mas, saya hanya menjalankan tugas," jawab Hans santai.

"Kau itu asisten Kakakku! Layani dia saja! Jangan layani aku!" seru Nick yang sedang badmood.

"Jangan cari penyakit kau, Nick!" tegur seseorang tegas.

Nagara turun dari mobil sambil memegang payung. Diikuti oleh Valen, Nathan, Arumi, Nayla, dan beberapa pengawal pribadi yang siap siaga menaungi para wanita. Dari mobil Porsche, Sean turun bersama Nayra, diikuti Roy yang sigap memayungi Nayra. Mereka semua berjalan mendekat ke arah Nick.

"Tuan Muda Samir!" seru Tomo yang ternyata mengenali sosok Sean, sang pengusaha sukses.

"Mih! Itu pengusaha terkenal Mih!" Tomo langsung histeris. Ia pun menjadi heboh sendiri mencari-cari payung karena ingin segera menyambut tamu penting tersebut.

"Pak! Cepat carikan saya payung! Cepat!" teriak Tomo panik pada satpam nya.

Di sisi lain, Sarah justru melongo lebar. Matanya terfokus pada seorang gadis yang berdiri di samping Nayla. Wajahnya seolah tak percaya dengan apa yang dilihatnya.

"Kalian ngapain sih ke sini? mana datang rombongan satu keluarga lagi!!" tanya Nick bingung.

"Bukan melakukan hal bodoh seperti ini demi merayu gadis! Seharusnya kau bisa bersikap lebih gentleman, Nick!" ucap Nagara tegas.

Sementara itu, Arimbi di atas atap kini mulai terlihat heran melihat kerumunan orang di bawah sana.

"Tuan Sean, ada keperluan apa hingga Tuan bersedia datang ke sini?" tanya Tomo yang akhirnya berhasil mendapatkan payung dan berlari mendekat dengan gaya sok asik.

"Mari, mari silakan masuk!" sambut Tomo ramah dan sopan.

"Saya kesini hanya ingin menemani calon kakak ipar saya, Tuan," jawab Sean tersenyum ramah.

"Menemani?" Tomo mengerutkan kening bingung.

"Maaf Tuan, perkenalkan saya Nagara. Saya kakak kandung Nick. Bolehkah saya masuk dan berbincang sedikit dengan Bapak sekeluarga?" tanya Nagara sopan sambil mengulurkan tangan.

"Oh, boleh! Tentu boleh! Silakan, silakan masuk!" Tomo langsung menggoyangkan tangan Nagara antusias.

"Nick, ganti bajumu. Nathan sudah siapkan baju kering di mobil," perintah Nagara yang hanya diangguki pelan oleh adiknya.

"Mih, ayok masuk. Ada tamu kehormatan nih," ajak Tomo sambil berjalan mendekati istrinya yang masih berdiri mematung di pos satpam.

Tiba-tiba...

"Pih! Arimbi ada dua! Kok bisa sih?! Jin Qorin putri kita lepas atau gimana nih!" seru Sarah yang otaknya langsung berjalan ke arah yang tidak biasa.

"Jin Qorin apaan sih Mih!" gerutu Tomo sambil menatap wajah istrinya, namun saat ia menoleh ke arah rombongan tamu, mata Tomo pun terbelalak.

Benar saja, di antara mereka berdiri seorang gadis yang wajahnya sangat identik dengan putrinya.

"Lah? Iya juga ya! Arimbi!" Tomo buru-buru menoleh ke arah atap tempat Arimbi berdiri.

"Arimbi! Sini turun! Kok Jin Qorin kamu bisa lepas sih?! Ini yang lepas Jin Qorin atau Khodam kamu yang keluar?!" tanya Tomo dengan logika yang sangat 'tinggi' dan asal bunyi.

"Sebaiknya kita masuk dulu, Tuan. Saya akan jelaskan tujuan kedatangan saya dan kenapa Nick bisa salah paham dengan Arimbi. Gadis yang mirip dengan putri Bapak ini juga terlibat, jadi saya akan jelaskan semuanya secara detail," potong Nagara mencoba mengembalikan situasi.

"Baiklah! Ayok masuk, yuk masuk!" seru Tomo dan Sarah serentak. Keduanya pun dengan semangat mengantar rombongan mewah itu masuk ke dalam rumah mereka.

1
Ardy Ansyah
👍👍👍👍👍👍
Akak Lisa
👍👍👍👍
Monroe George
dunia Nayra msih baik" sja coz pnya saudara kembar yang peduli 👍
Monroe George
marathon aku kak, seru crita nya 💪
Monroe George
CEO ni nnti yang nikahi Nayra 🤭
Ardy Ansyah
teraniaya dulu bahagia kemudian 🤣. suka aku tuh kalau alur yang begini
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!