Di daratan Huanjiang, Dinasti Wuji Chao memerintah dengan tangan besi. Chen Fengyin lahir di desa yang damai, hingga sebuah pembantaian menghancurkan segalanya ketika dia masih kecil – menyisakan dia sebagai satu-satunya yang tersisa.
Ditemukan oleh seorang ahli bela diri kuno, dia menghabiskan tahun-tahun untuk melatih diri dan menguasai kekuatan elemen alam yang jarang orang bisa miliki. Namun ketika masa lalunya kembali mencari dia, pertempuran yang dahsyat membuatnya harus membangkitkan kekuatan legendaris yang hanya diberikan kepada orang terpilih.
Meskipun berhasil mengusir musuh, tubuhnya tak mampu menahannya. Tapi takdir tidak mengizinkannya pergi begitu saja – dia bangun kembali dengan tubuh baru di desa yang jauh, membawa kekuatan yang sama namun harus belajar mengendalikannya lagi.
Bersama teman baru yang setia dan kelompok perlawanan yang tersembunyi, Fengyin berkelana selama bertahun-tahun
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Muhammad Kurniawan Wawan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 28 LIMA KALI KEMATIAN
WUSHHHHHH!!!
Bola energi biru raksasa meluncur dengan kecepatan kilat, menghantam tubuh Xie Wuyou dengan kekuatan penghancur yang tak tertahankan.
DORRRRRR!!!!
Ledakan dahsyat terjadi, memuntahkan debu dan asap kelabu ke segala arah. Gelombang kejutnya begitu kuat hingga membuat tanah di sekitarnya ambles membentuk kawah besar.
"Berakhir sudah..." bisik salah satu murid Aliansi dengan napas tertahan.
Namun...
Belum sempat debu itu turun sepenuhnya, sebuah aura hitam pekat yang jauh lebih mengerikan meledak keluar dari pusat ledakan!
BZZZT!
"AAAAAAARRRRGGGGHHHH!!!"
Raungan yang bukan suara manusia melengking memecah langit. Sosok Xie Wuyou terlempar keluar dari asap, namun tubuhnya kini berubah aneh. Otot-ototnya membesar secara tidak wajar, kulitnya berubah menjadi keunguan, dan matanya kini benar-benar merah menyala tanpa putih mata.
"Darah Naga... Darah Naga Hitam memberiku kekuatan abadi!!" Xie Wuyou tertawa gila, darah mengalir deras dari mulutnya tapi dia tidak jatuh. "Kau pikir hal sepele ini bisa membunuhku?!!"
Fengyin mengernyitkan dahi. Napasnya mulai memburu. Energi yang dikeluarkan untuk serangan tadi sangat besar.
"Kau sudah melampaui batas manusia, Wuyou. Tubuhmu akan hancur kapan saja," kata Fengyin dingin.
"Biarkan hancur! Asal kau mati bersamaku!!"
Xie Wuyou melesat lagi, tapi kali ini gerakannya lebih liar dan lebih cepat. Dia tidak lagi bertarung dengan teknik, melainkan dengan insting binatang buas yang terluka.
Namun, bahaya tidak hanya datang dari depan.
KESEMPATAN PERTAMA: NAPAS API NERAKA
Saat Fengyin sedang fokus menangkis cakar tajam Xie Wuyou, dia sedikit lengah. Di balik tubuh Xie Wuyou, tiba-tiba muncul sebuah bola api berwarna ungu tua yang ditembakkan secara diam-diam dari jarak jauh!
Itu bukan serangan Xie Wuyou. Itu serangan dari Kaisar Di Xuancheng yang duduk di singgasana!
SYUUUUUT!!!
"AWAS, FENGYIN!!" teriak Yuelan dari kejauhan, dia mencoba membuat dinding air tapi jaraknya terlalu jauh.
Terlalu lambat. Bola api itu menghantam punggung Fengyin secara langsung!
BOOM!!
"UGH!!"
Fengyin terlempar ke depan, tubuhnya terbakar hebat. Rasa panas yang membakar tulang dan merongrong energi dalam tubuhnya membuat dia hampir pingsan. Dia jatuh bergulingan di tanah, punggungnya hangus terbakar.
"Argh... sial..." Fengyin memuntahkan darah segar. Matanya kabur. Nyawanya nyaris melayang saat itu juga karena serangan dadakan itu. Itu adalah Kematian Pertama yang nyaris terjadi.
"Kelemahanmu, Fengyin... adalah kau terlalu percaya pada aturan pertarungan satu lawan satu!" ejek Kaisar Xuancheng dengan suara datar. "Di mataku, kalian semua hanyalah semut."
Xie Wuyou tersenyum menyeramkan melihat keadaannya. "Bagus! Terbakarlah!"
KESEMPATAN KEDUA: PENJARA BUMI ABADI
Belum sempat Fengyin bangkit berdiri, tanah di bawah kakinya tiba-tiba berubah menjadi cairan lengket yang panas!
GLUB GLUB!
"Teknik Tanah: Penjara Neraka!"
Tanah itu berubah menjadi seperti lumpur hidup yang menariknya ke bawah dengan kekuatan gravitasi yang luar biasa. Dalam sekejap mata, tubuh Fengyin sudah terbenam sampai ke leher! Dinding tanah mengeras seketika, menjepit tubuhnya dengan tekanan yang begitu dahsyat seolah ingin menghancurkan tulang-tulangnya menjadi bubur.
Fengyin bisa merasakan dadanya sesak, paru-parunya tidak bisa menarik udara. Jantungnya tertekan hingga detakannya melambat. Cahaya di matanya mulai meredup.
Jika ini terus berlanjut, dia akan hancur menjadi daging cincang di dalam penjara ini. Ini adalah Kematian Kedua.
"Yuelan! Bantu aku!" batin Fengyin berteriak.
TRANG!
Tiba-tiba sebilah pedang air menebas tanah penjara itu dari samping. Yuelan datang secepat kilat, menebas bebatuan hingga retak.
"Lari, Fengyin! Cepat!"
Dengan sisa tenaga, Fengyin mengerahkan angin sekuat tenaga dari dalam tubuhnya. BOOM! Tanah itu meledak dari dalam dan dia berhasil melompat keluar, napasnya tersengal-sengal seperti ikan kehabisan air.
KESEMPATAN KETIGA: TANGAN PENGHISAP NYAWA
Fengyin baru saja bisa berdiri tegak, wajahnya pucat pasi, luka di punggungnya masih mengeluarkan darah panas. Tiba-tiba, sebuah tangan besar dan keriput muncul entah dari mana, mencengkeram bahunya dengan kuat!
"Kau memiliki energi yang sangat murni, bocah..." suara berat dan mengerikan berbisik tepat di telinganya.
Itu adalah Kaisar Di Xuancheng! Dia bergerak lebih cepat dari angin!
"Berikan padaku... Semua kekuatanmu... Jadilah bagian dari keabadianku!"
SRET!
Fengyin bisa merasakan energinya tersedot keluar secara paksa! Rasanya seperti tubuhnya dikeringkan. Vitalitasnya hilang dalam sekejap. Rambut hitamnya seketika memutih di beberapa bagian, kulitnya tampak menua.
Ini adalah teknik terlarang Kaisar—Pencuri Kehidupan.
"NOOOO!!" Fengyin menjerit kesakitan. Jiwanya seolah sedang dicabut dari raganya. Ini adalah Kematian Ketiga. Jika tersedot habis, dia akan menjadi mayat kering dalam hitungan detik.
"LEPASKAN DIA!!"
Master Wei Chenghao dan beberapa senior lainnya menyerang Kaisar secara bersamaan. Mereka mengorbankan diri untuk memukul punggung Kaisar agar dia melepaskan cengkeramannya.
DOR! DOR! DOR!
Kaisar Xuancheng hanya mendengus pelan, dia menepis serangan itu dengan satu tangan, lalu melempar Fengyin jauh-jauh seperti membuang sampah.
"Dasar lalat..."
Fengyin jatuh tersungkur, tubuhnya lemas tak bertulang. Dia melihat teman-temannya terluka demi menyelamatkannya. Air mata bercampur darah mengalir di pipinya.
KESEMPATAN KEEMPAT: TUSUKAN PEDANG IBLIS
"HAHHAHA! Inilah akhirmu!"
Xie Wuyou yang sudah setengah gila melihat kesempatan emas itu. Dia mengeluarkan senjatanya, sebuah tombak kristal ungu yang tajam. Dia melompat tinggi, mengerahkan seluruh energi sisa tubuhnya yang sudah hancur itu menjadi satu titik di ujung tombak.
"MATILAH CHEN FENGYIN!!"
Tombak itu meluncur turun dengan kecepatan cahaya, menembus bahu Fengyin, lalu menancap kuat ke tanah!
JRENG!!!
"AGHAAAAAA!!!"
Tombak itu menembus tubuhnya! Energi racun dan listrik langsung mengalir masuk, melumpuhkan seluruh syarafnya. Darah memancur deras dari luka tusukan itu, membasahi tanah di bawahnya.
Dunia di depan mata Fengyin menjadi gelap. Suara sekitar terdengar samar-samar. Jantungnya berhenti berdetak selama beberapa detik. Ini adalah Kematian Keempat. Dia benar-benar sudah di ambang pintu kematian.
"Fengyin!!!" teriak Yuelan histeris, dia ingin lari tapi dihalangi pasukan musuh.
Xie Wuyou tertawa puas sambil memegang gagang tombak, siap mencabutnya dan memenggal kepala pemuda itu.
"Akhirnya... kau kalah juga..."
KESEMPATAN KELIMA: KIAMAT ELEMEN
Namun, Kaisar Xuancheng tidak membiarkan Xie Wuyou membunuhnya begitu saja. Dia ingin menikmati penderitaan bocah ini sampai titik terakhir.
"Menyingkirlah, Wuyou. Biar aku yang memberinya kematian yang layak."
Kaisar melangkah mendekat. Di tangan kirinya terbentuk bola Api yang membara, di tangan kanannya terbentuk gumpalan Tanah yang padat dan berat.
"Kau ingin tahu apa itu kekuatan sejati?"
Kaisar menggabungkan kedua elemen itu. Api dan Tanah menyatu menjadi Lava Hidup yang melelehkan segalanya.
"Terimalah hukumanmu... Lava Penghancur Jiwa!"
Kaisar melemparkan bola lava raksasa itu tepat ke arah Fengyin yang sudah terkapar tak berdaya dan tertancap tombak!
Tidak ada cara untuk menghindar. Tidak ada cara untuk bertahan. Ini adalah Kematian Kelima. Kematian yang mutlak dan pasti.
"SELAMAT TINGGAL, PAHLAWAN PALSU!"
Bola lava itu menghantam lokasi Fengyin!
DORRRRRRRRRRRR!!!!!!
Ledakan dahsyat menghancurkan seluruh puncak bukit. Asap hitam dan panas menyengat memenuhi udara. Batu-batu besar meleleh menjadi cairan kental.
Pasukan Aliansi terdiam. Beberapa mulai menangis.
"Fengyin... mati..."
Xie Wuyou tersenyum lebar. Kaisar Xuancheng membetulkan jubahnya dengan santai.
"Sudah selesai. Bersihkan sisanya."
Namun... di tengah kobaran api dan asap yang pekat itu...
Tiba-tiba terdengar suara sesuatu yang retak.
Krak... krak...
Bukan suara batu yang retak. Tapi suara sesuatu di dalam diri Fengyin yang akhirnya terbuka. Sesuatu yang selama ini terkunci rapat, kini pecah karena tekanan kematian yang luar biasa.
Sebuah cahaya... bukan cahaya putih, bukan biru, tapi cahaya yang memiliki semua warna sekaligus, mulai memancar keluar dari tengah ledakan itu...
[ Bersambung... ]