NovelToon NovelToon
Emergency Love

Emergency Love

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa / Cinta Seiring Waktu / Cintamanis
Popularitas:119k
Nilai: 5
Nama Author: dtyas

Dituduh Cinta karena kesalahan. Rama membuktikan kalau cintanya bukan kesalahan, murni rasa dari mata turun ke hati. Usaha mendapatkan cintanya seolah didukung oleh jagat raya meski berawal dari kesalahpahaman.

“Nggak masalah nikah karena digrebek, yang penting sah.”

“Siapa kamu, berani mencintai seorang Bimantara.”

“Di dunia ini, Rama jodohnya Gita.”

Kisah cinta Rama Purwangga dan Gita Putri Bimantara, jadilah saksi seberapa darurat cinta mereka.

Spin off Bosku Perawan Tua dan Diam-diam Cinta

=== Mohon dengan sangat agar tidak baca dengan melompat bab dan ikuti sampai akhir ya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dtyas, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

35. Belum Ada Judul

Bab 34

 

 

“Iya, pah,” ucap Arlan dengan suara serak khas bangun tidur, bahkan matanya masih terpejam. Ponselnya berdering terus kalau saja bukan donatur tetap yang menghubungi mungkin dia akan mengump4t atau mengabaikannya.

“Dimana kamu?”

Arlan menguap. Kapan terakhir orangtuanya bertanya di mana dia berada. Sejak diperbolehkan tinggal mandiri di apartemen, sepertinya jarang menanyakan hal itu. hidupnya terlalu bebas dengan fasilitas dan dukungan orangtuanya.

“ Apartemen.”

“Bod0h, bikin masalah apa kamu sampai polisi datang ke rumah.”

Netra yang awalnya masih rapat, mendadak terbelalak dan tubuh reflek meneg4ng karena tersadar sepenuhnya. Bahkan ia sudah beranjak duduk setelah menyingkirkan lengan seorang wanita dan selimut merosot turun.

“Po-lisi?”

“Cepat pulang, bisa-bisanya kamu buat masalah masih enak tidur.”

“Tapi masalah apa sampai polisi datang, aku ….”

“Ck. Dalam satu jam kamu tidak datang, jangan harap nama kamu masih terdaftar sebagai keluarga Bastian.”

“Aku otw,” seru Arlan langsung menutup panggilan dan beranjak dari ranjang. Mulutnya berkali-kali mengump4t. Apa mungkin masalah ia mencelakai Rama, karena orang suruhannya malah tidak bisa dihubungi. Menyuruh orang mengecek ke alamat tinggal pun tidak menemukan hasil karena rumah yang dituju sudah kosong ditinggalkan penghuninya.

“Rama bangs4t, bikin masalah aja,” keluhnya sambil meraih pakaian yang berserakan dan gegas memakainya. “Hei, bangun kau pel4cur,” teriak Arlan pada teman tidurnya. Tidak ada pergerakan, ia pun menepuk wajah wanita itu. “Bangun kau dan cepat enyah dari sini.”

“Arlan, ini masih pagi. Gue capek, semalam lo kasar banget.”

“Bangun dan pergi atau gue seret lo keluar!”

Wanita itu terpaksa terjaga dengan ancaman, menatap kesal pada Arlan. “Lo kenapa sih, labil amat jadi laki-laki. Semalam senang-senang di club terus ngusir gue. Nggak lama nyari gue lagi bahkan kita bercint4 macam orang gila. Sekarang lo usir gue kayak binat4ng.”

“Halah, nggak usah banyak bac0t. gue mau pergi dan lo juga pergi dari sini. Pake baju lo atau ….”

“Iya. Nyesel banget gue nurut, lain kali nggak akan gue tertipu.”

Tidak sampai satu jam, mobil yang dikendarai Arlan sudah parkir di samping mobil milik Tegar Sebastian. Hampir jam 10 pagi dan papanya masih di rumah, sepertinya masalah cukup pelik. Bahkan ada mobil asing terparkir di sana.

Keluarga itu masih percaya diri dengan menghadirkan Arlan bersama kuasa hukum keluarga memenuhi panggilan kepolisian. Pengakuan Arlan mencelakai Rama yang bukan siapa-siapa membuat Tegar besar kepala dan bisa menyelesaikan masalah itu tanpa dia harus hadir. Hanya kenakalan biasa, pikirnya.

Nyatanya kuasa hukum keluarga itu menghubungi kalau Arlan sudah dinyatakan menjadi tersangka dan kuasa hukum korban menutup akses kekeluargaan.

“Yang benar kamu!”

“Betul pak. Korban didampingi oleh Darma Mandala juga tim advokat dari Keluarga Bimantara.”

“Bimantara properti?”

“Betul pak.”

“Loh apa hubungannya dengan mereka?” tanya Tegar lagi.

“Korban bernama Rama Purwangga menantu Arya Bimantara, dia bekerja di rumah sakit Sentral Medika, sepertinya memiliki kedekatan khusus dengan keluarga Aksa Mandala.”

“Dasar bod0h, kenapa bisa Arlan berurusan dengan mereka.”

***

“Sumpah magang tuh capek ya. Bisa nggak kita skip aja,” keluh Leni sambil fokus dengan ponselnya. “Gita gimana ya, kok belum bisa dihubungi. Gue khawatir deh.”

“Kita ke rumahnya aja, gimana?” usul Sesil dan disetujui oleh yang lain. “Menurut lo gimana, Bel?”

“Bentar,” sahut Bela menunjukan layar ponsel pada yang lain. “Arlan nelpon gue, kita dengar dia mau ngapain. Gue loudspeaker ya. Halo,” ucap Bela menjawab panggilan itu.

“Lo tahu kalau Gita udah nikah?”

“Hah?”

“Lo apaan sih, tiba-tiba hubungin gue ngomong asal kayak orang mabok,” cetus Bela kesal dengan pertanyaan itu.

“Ck. Ada Leni nggak?”

“Gue … di sini. Kenapa Lan?”

“Cowok yang ngaku cowoknya Gita, namanya Rama dia suaminya Gita."

“Rama?” tanya Leni dan Bela serempak.

“Sejak kapan mereka menikah?” tanya Arlan lagi. “Jangan bilang kalian nggak tahu? Hah, brengs3k semua.”

“Eh, pe4 lo … halo, Arlan bangs4t,” teriak Bela karena panggilan diakhiri begitu saja.

“Ini apa sih, Gita udah nikah? Kapan dan Rama siapa?” cecar Leni.

“Fix, sore ini kita datangi ke rumahnya. Lo tahu dia tinggal di mana?”

Leni mengedikan bahu. “tapi gue punya alamatnya kok."

***

“Disengaja? Maksudnya ada yang mau mencelakai Rama?” tanya Ibu memastikan penjelasan yang disampaikan oleh Arya, besannya.

Rama sudah bisa bergerak lebih bebas dan saat ini dalam posisi duduk, mendengarkan penjelasan mertuanya. Sepakat kalau menyelesaikan semua dengan bantuan hukum. Apa yang terjadi sudah masuk ranah kriminal.

“Hei, aku nggak pa-pa. Kita bersyukur karena kondisi aku tidak parah, jangan sedih ya.” Rama berusaha menenangkan istrinya yang refleks langsung memeluk membuatnya meringis menahan nyeri.

“Abang, aku takut.”

Mira dan Arya menyaksikan itu dan ikut menghela lega karena kondisi Rama sekarang sudah lebih baik.

“Akan ada yang berjaga di sini, tidak ada kunjungan kecuali keluarga. Kalaupun ada kuasa hukum pelaku dan keluarganya yang datang jangan boleh bertemu Rama, biar nanti berurusan dengan saya.”

“Pak Arya, kalau tidak dibantu keluarga Bapak saya nggak ngerti harus gimana dengan masalah ini.”

“Jangan khawatir bu. Masalah proses hukum biar pengacara yang urus, kita fokus dengan kesehatan Rama saja.”

“Pah, siapa sih yang mau celakai abang?” tanya Gita sudah mengurai pelukannya dan Rama pun menghela lega.

“Arlan, satu kampus dengan kamu.”

Gita dan Rama saling tatap mendengar nama itu. Pengecut juga si Arlan, pikir Rama.

“Kamu ada masalah dengan Arlan, Ram?”

“Nggak ada bu. Mungkin dia nggak terima karena neng Gita nolak dia dan suka sama aku. Iya ‘kan,” ujar Rama sambil mencolek dagu istrinya.

Arya menggeleng pelan melihat kelakuan menantunya. Mimpi apa dapat menantu yang menurut Sarah agak mirip dengan kelakuannya dulu.

 “Sebelum Arlan datang, aku udah suka abang kok.”

“Suka apa sayang?” tanya Rama menggoda istrinya.

“Dua-duanya.”

“Sini cium dulu.”

“Rama,” tegur Ibu dan Arya kembali menggeleng pelan.

“Abang ih, kebiasaan.”

 

1
Shee_👚
duh ko aku yang deg deg an liat gita begitu, semangat ram kamu harus lebih bisa mengendalikan diri untuk ngasih kekuatan sama gita.

yuk semangat semua pasti baik-baik aja💪💪🥰
Felycia R. Fernandez
Harus tenang Rama...
Demi Gita dan anak anak...
Bumil perlu dukungan penuh paksu...
vote untuk Rama ya sebagai dukungan aku💪
Shee_👚
astaga rama bisa-bisa lagi puyeng curhat begitu, bilang aja minta cuti🤭🤭
Shee_👚
betul harus di tindak lanjuti, jangan sampai orang tidak bersalah kena batu nya
Shee_👚
emang rama doank yang begitu, ketemu bos pake celana training🤣🤣🤣🤣
Shee_👚
dah g kuat marah-marah papah arya, jadi nya mode kalem🤭
Shee_👚
kasih paham rama, jangan terulang lagi kaya dulu. dia yang salah malah nyalahin orang. kalau g di ingetin juga tadi nyawa orang Melaya😡😡
Shee_👚
pak iwan aja kesel ya, ngajak orang suruh sarapan malah mikirin bayi yang belum lahir🤣🤣
Felycia R. Fernandez
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Shee_👚
cie pak iwan dah mulai beraksi, siap siap ram Nerima lamaran anak perawan🤣🤣
Shee_👚
dah lah cocok ini pak iwan sama rama jadi bapak sama anak🤭
juwita
hooh bener km Rama org" selama ini salah blg bubur ayam pdhl bubur nasi. harusnya bubur nasi pake ayam🤣🤣🤣
Arin
Semangat Rama...... siap gak siap memang harus dihadapi. Semoga operasi Gita berjalan lancar. Dan si kembar bisa lahir dengan selamat, ibunya juga.
Nugroho
yang sabar yha bang Rama...,
😍😍😍😍😍😍
Lia Kiftia Usman
bono salah lawan saat ini...

sehat dan selamat yaa gita dan anak2 nya..
hiro_yoshi74
mujur bngt lo ram dari arlan . ida vs induknya . eh nyambung lagi ke bono ...... semangat 💪 hadiah lo si kembar seinduknya . bonus menantu konglo lagi ......
istri darmayanty
sehat sehat ya gita n si kembar
santi
👍
Iccha Risa
berat ya kehamilannya, sabar nikmatnya pasti bertambah.. kuatlah calon bapak, semoga melewati apapun
keadaanny Gita
Rahmawati
kayaknya si kembar mau keluar lebih cepet nih, neng Gita yg kuat ya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!