NovelToon NovelToon
DUDA PEMILIK MALAMKU

DUDA PEMILIK MALAMKU

Status: sedang berlangsung
Genre:Beda Usia / CEO / One Night Stand / Ibu Pengganti
Popularitas:11.9k
Nilai: 5
Nama Author: Ditaa

"Saya menikahimu karena saya bertanggung jawab telah menidurimu, kamu jangan berharap apapun dalam pernikahan ini." ~Reno Mahesa.

Deana benci saat Reno memaksanya untuk menikah dengannya. Bukan karena cinta, tapi karena Reno takut Deana mengandung benihnya dan meruntuhkan karirnya saat anaknya lahir nanti.

Bagaimana kelanjutan kisah mereka? ayo klik tanda baca dan ikuti alur ceritanya✨️‼️

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ditaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 35: Menguji Kesabaran

Lena semakin terlihat lucu saja saat ia sudah memakai topi di atas kepalanya.

Lena nampak bosan karena ingin bermain ini dan itu, Fiona melarangnya dengan alasan panas. Sungguh membuat Lena malas.

"Kita lihat badut saja di sana yuk sayang." ajak Fiona.

"Tidak mau! Len nggak suka!" balas Lena sedikit ketus.

Fiona menggeram, ia berdecak kesal, "Ck, harusnya anak kecil itu menurut, anak kecil yang baik itu menurut pada orang yang lebih tua. Kamu diajarin gak sama Mommy-mu."

Lena menatap wajah Fiona dengan kedua alis yang berkerut, "Kenapa sama Mommy-ku? Mommy cantikku baik, kalau Mommy ikut pasti mau menemaniku bermain ayunan, perosotan dan lihat ikan."

Fiona mendengus pelan, bukannya ia senang mendengar perkataan Lena, justru hatinya langsung panas karena Lena seolah-olah membandingkan buruk dengan Deana yang baginya hanya sejengkal ujung kuku itu.

"Itu Mommy-mu bukan Aunty."

"Harusnya aku mengajak Mommy-ku saja. Aunty tidak sebaik Mommy-ku."

Fiona mengatur napasnya, "Hey anak kecil tahu apa! Heran aku... Pasti diajarin buruk sama Mommy-mu kan?!" kesabaran Fiona habis, ia keceplosan memarahi Lena dengan suara tingginya.

Lena mengangkat kedua bahunya, matanya menatap ke arah kakinya yang berjalan pelan menendang bebatuan itu. Lena terdiam tanpa menyahut perkataan Fiona.

"Loh kenapa? Jangan ngambek dong Lena, kalau lama kena panas kan nanti kulit Lena bisa ruam." ujar Fiona lagi.

"Aunty minta maaf deh...." balas Fiona akhirnya. Daripada anak kecil itu mengadu yang jelek-jelek, lebih baik ia meminta maaf.

Tanpa aba-aba, Lena berlari ke depan, menyusuri tempat kerumunan yang padat dan ramai itu, membuat Fiona frustasi. Dengan heels lima centimeter itu, Fiona mengejar Lena.

"Hey anak kecil...!! Hey Lena! Tunggu!" Fiona mengatur napasnya, dadanya gemuruh ketakutan, takut Lena hilang.

Dengan sekuat tenaga Fiona berlari mengejar Lena.

Karena tubuh Lena lebih gesit dari Fiona, Lena sudah hilang dari pandangan Fiona.

"Kemana anak kecil itu. Lena sangat menyebalkan, memiliki anak kecil itu sangat mempersulit diri." Fiona lelah, jadi ia berjalan mencari Lena, matanya ke kanan dan kiri mencari batang hidung milik Lena.

***

Lena duduk termenung di bangku ujung taman, hanya ada beberapa orang berlalu-lalang di depannya. Ia sudah berjalan jauh mencari Opa dan Omanya tapi tidak ketemu.

Matanya mulai berkaca-kaca karena haus dan tidak ada yang membelikannya minum.

"Hiks... Hiks....." Lena mengusap air matanya pelan.

"Mommy... Oma... Opa... Daddy!" lirihnya sambil menangis menyebutkan semua yang ia kenal. Berharap semuanya datang menjemputnya.

Kedatangan Tuan Samuel yang melihat cucunya menangis itu kesal, ia menghampiri Lena dan menggendongnya.

"Sayang, kok sendiri saja di sini? Di mana Oma dan Aunty Fio?"

Lena memegang erat leher Opanya, "Hiks... Hiks... Opa, Aunty Fio...." adunya yang belum selesai berbicara itu langsung dipotong dengan teriakan histeris Fiona.

"Sayang! Syukurlah kamu dengan Om." Fiona tersenyum, berusaha untuk biasa saja.

Fiona menunjukkan es krimnya, "Fio sedang mengantri es krim, tapi Lena pergi Om. Aduh... Aunty jadi khawatir nih... Untung saja kamu di sini, Aunty sudah deg-degan."

"Len nggak mau turun! Len mau pulang! Mau sama Mommy saja! Nggak mau sama Aunty Fio!" ucap Lena saat Tuan Samuel berusaha untuk menurunkan dari gendongannya.

Fiona menelan ludahnya kasar, darahnya langsung membeku.

"Kenapa?" tanya Tuan Samuel sambil mengusap-usap air mata Lena.

"Aunty Fio jahat! Nggak mau menemani Lena bermain!" ujar Lena dengan suara tingginya.

"Bukan begitu Om... Fio ingin es krim, tapi Lena nya ingin main terus, kalau Fio tinggalin Lena di permainan sendirian, takut Lena hilang." ujar Fiona mencoba untuk mencari pembenaran diri.

Tuan Samuel terkikik, "Kalian ini ada-ada saja. Sudah... Sekarang Lena jangan menangis lagi. Kan benar kata Aunty Fio, Lena jangan main terus, tuh sudah dibelikan es krim."

Fiona tersenyum lalu memberikan satu es krimnya pada Lena. Lena mengambilnya dengan kasar membuat Fiona sedikit malas, tapi tidak berani buka suara.

"Di mana istriku, Fio?" tanya Tuan Samuel.

"Tante Ellen tadi menunggu di ruang tunggu VIP, Om."

"Oh ya, ya sudah kita ke sana saja."

Tuan Samuel berjalan dengan menggendong Lena yang memakan es krim, dan Fiona hanya mengikuti langkahnya di belakang.

"Anak kecil satu ini sangat menguji kesabaranku. Kalau bukan karena mereka, sudah aku tinggalkan dia di sini." batin Fiona mendengus kesal.

1
Milla
next min
Ditaa: soon ya kakak 🙏🏻🥰
total 1 replies
Ahmad Sutrisno
bukan mau menjatuhkan atau membuat mental author nya down,,, cerita kayak gini sudah banyak,, jadi tolong bikin konflik yg berbeda aja,, terus pemeran utama wanita nya jgn di buat bodoh gini kayak si dea,, kebanyakan para pembaca juga males bacanya, kalo dari karakter pemeran nya bgini,, pelan2 coba di ubah karakter nya si dea ini,,, tetep semangat berkarya 💪💪💪🙏🙏🙏👍👍👍👍
🇧🇬
tau hamil kabur aja nanti ya..
Herlina Susanty
lanjut thor smgt 😍💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!