Ismi Azis berumur 17 tahun dia mengalami kecelakaan motor saat selesai tugas dari misinya
Ismi Azis seorang dokter dan hacker terbaik di negara Jepang, dia putri dari Iris Wati yang menikah dengan seorang laki-laki tampan keturunan Jepang. Ismi yang terkenal baik dan juga sering menolong orang lain membuat salah satu dokter magang iri
Penasaran dengan cerita ini? yuk mampir dan baca kita nya😉
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Intanpsarmy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter thirty five
Wajah Annchi cemberut saat makan siang, Bao-yo hanya tersenyum kecil. bagaimana tidak cemberut Bao-yo benar-benar menggempurnya sampai waktu makan siang, dia merasa tubuhnya remuk dan untung Annchi meminum air kehidupan jadi tenaganya normal kembali hanya miliknya terasa tidak nyaman, terasa ada yang mengganjal dalam nya
Bao-yo menggendong Annchi ke pinggir pantai, Bao-yo mendudukkan sang istri di bangku yang di sediakan pihak penginapan
Mereka berdua menikmati matahari terbenam, Annchi menyederkan kepalanya ke dada kekar sang suami
"Disini dekat laut, tapi garam di kerajaan ini begitu mahal? apa warga pesisir pantai ini tidak bisa membuat garam?" tanya Annchi
"Pembuatan garam tidak di ketahui oleh orang kita sayang, kalau mereka tahu mungkin saja. Mereka akan membuat untuk di jual" jawab Bao-yo. Annchi tersenyum tipis, dia memiliki ide untuk mendapatkan uang lagi. Annchi pun langsung berdiri mengajak Bao-yo kembali ke penginapan
"Kenapa kembali? bukan nya tadi kamu ribut ingin melihat matahari terbenam?" tanya binggung Bao-yo
"Tidak jadi... kita bisa melihat sunset nya besok, aku harus segera menulis dan mengirim kan pesan ini dapat Huwa" jawab Annchi dan langsung melompat ke tubuh Bao-yo. kaki nya melingkar di pinggang dan tangan nya memegang pundak sang suami
"Hei... pelan-pelan bagaimana kalau kita jatuh? kau ini selalu tidak sabaran bilang saja kalau ingin membuat tempat tidur kita berbunyi lagi" canda Bao-yo
BUG
"Kenapa sekarang kau menyeramkan? pikiran mu kearah situ mulu" jawab kesal Annchi. Bao-yo tertawa keras mendengar ucapan sang istri, entah dia juga binggung kenapa bisa seperti itu. dulu dengan mantan istri nya juga biasa saja, tidak terlalu terbuka dengan kehidupan dan bercanda. apa lagi mantan istri nya itu seperti menjaga jarak terus
"Yang enak-enak pasti buat kami para pria ketagihan, wanita saja kalau kenakan pasti teriak! ya... lebih dal* m oh... iya terus" ledek Bao-yo. Annchi mendelik mendengar ledekan Bao-yo yang tidak ada habisnya
"Itu mah kehilapan para wanita, tanya deh pada para pembaca yang wanita... mereka juga pasti Jawab iya" ucap Annchi. Bao-yo tertawa mana mau para Ras terkuat mengakuinya
Lima belas menit Bao-yo berjalan akhirnya sampai di penginapan mereka, Annchi pun langsung turun dan duduk manis di meja makan, dia mengambil kertas dan pena. Bao-yo sudah tidak aneh dengan kertas dan pena yang di miliki sang istri
Annchi menyuruh Huwa datang ke pulau ini, dia berencana untuk membuat pabrik garam. dan kerajaan Ming bisa memiliki pembuatan garam pribadi, Annchi juga meminta Huwa membeli pancing besar dan juga memanggil orang-orang nya yang membuat garam terlebih dahulu
Annchi menyuruh Bao-yo mencari lahan yang dekat pantai, Bao-yo pun langsung pergi untuk bertanya tanya ke orang sekitar. Annchi akan membuat kerajaan Ming ini memiliki kebanggaan karena bisa membuat garam
Setelah selesai Annchi membuat surat itu, dan dia mengeluarkan burung kenari dari ruang kehidupan nya, setelah itu Annchi ikat surat itu dan memberikan beberapa remahan kue di leher burung
Annchi melepaskan burung itu dan terbang, Annchi akan menambah liburan nya, karena dia harus gudang untuk menyimpan garam
"Otak ku ini memang cerdas.... Tau Deket pantai mah dari kemarin ku buat pabrik garam, huuu telat sekali hidupmu Annchi" gumam nya sambil merebahkan tubuhnya
Sedangkan Huwa Ming terkejut saat melihat burung yang hinggap di rambut nya
"Burung kurang ajar...."ucap Huwa Ming. saat akan memukul nya Huwa Ming melihat kertas, kertas yang sering dia lihat di rumah jie jienya
"Huuu..... ngga tuan nya ngga peliharaannya, sama-sama tukang menistakan orang" gumam Huwa Ming. saat membuka surat nya dan membaca mata Huwa Ming melotot
"Jie jie ingin membuat pabrik garam" teriak histeris Huwa Ming. dia pun langsung berdiri dan berlari ke ruangan kerja ayahnya
"Putri jangan lari-lari jaga etika anda" teriak pelayan nya
"Tunda dulu etika nya aku buru-buru... ini urusan hidup dan matinya ayahku" teriak Huwa Ming. sambil berlari
BUG
"Maaf Gege aku buru-buru ini sangat di luar prediksi ku" ucap Huwa Ming yang tidak sengaja menabrak tubuh Gege ke duanya sampai jatuh tersungkur
"Berasa di tendang kuda milik Gege mahkota" gumam pangeran kedua dia menatap sang adik yang sudah berlari kencang
"A ayah.... hu ha hu" ucap Huwa Ming. raja Ming yang sedang duduk di kursi nya pun langsung bangkit mendekati sang putri
"Hei... ada apa? kenapa kau berlari-lari" ucap Raja Ming
"Sebentar ayah aku nafas dulu. lumayan enggap ternyata" ucap Huwa Ming. setelah selesai Huwa Ming pun memberikan surat Annchi
Raja Ming membaca surat itu dan dia pun menatap tak percaya dengan isi surat itu
"Apa ini seriu$? kalau benar nyonya Annchi bisa membuat garam, kerajaan kita akan semakin makmur" ucap raja Ming
"Tentu saja jie jie ku itu tak pernah memberikan kabar yang bohong, Oya aku ingin ke pulau itu... jadi aku juga sekali pamit pada ayah" ucap Huwa Ming dengan bangga
"Ayo ayah juga akan ikut" jawab raja Ming
"Ayah ngapain ikut? kan yang jie jie suruh itu aku loh.... ayah ngga aku bawa" ucap Huwa Ming sambil pergi meninggalkan raja Ming yang melongo di Campakkan oleh putri nya sendiri
"Hei.... ayah ikut titik....
BERSAMBUNG....
sabar ya nyonya Anchi menghadapi drama kluargamu🤭