NovelToon NovelToon
Pawang CEO Galak: Bos, Izinkan Saya Resign!

Pawang CEO Galak: Bos, Izinkan Saya Resign!

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Diam-Diam Cinta / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:60.5k
Nilai: 5
Nama Author: Savana Liora

​Dominic Vance bukan sekadar CEO; dia adalah monster korporat yang menghancurkan perusahaan demi olahraga. Kejam, paranoid, dan tak tersentuh.

​Hanya satu orang yang berani menatap matanya tanpa gemetar: Harper Sloane, sekretaris eksekutifnya yang berhati dingin. Harper membereskan kekacauan Dominic, memegang semua rahasia gelapnya, dan menjadi satu-satunya wanita yang tidak bisa dibeli dengan uang.

​Namun, saat Harper mengajukan pengunduran diri untuk membalas dendam masa lalunya, Dominic tidak memecatnya. Dia mengunci pintu. Baginya, Harper bukan sekadar aset. Dia adalah obsesi.

​"Kau bisa lari ke ujung dunia, Harper. Tapi aku akan membeli tanah tempatmu berpijak."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Savana Liora, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35: Sisi Lain Sang Monster (Tsundere Mode)

​"Kau benar-benar licik, Harper Sloane," gerutu Dominic dengan nada suara tertahan.

​Pria itu melempar kasar tablet kerjanya ke atas meja kaca di depan sofa. Egonya masih menolak mengakui kekalahan telak dari gertakan konyol sekretarisnya satu jam yang lalu.

​Tapi apa daya, ancaman Harper soal resign mendadak di tengah negosiasi penting bukanlah risiko yang berani Dominic ambil. Proyek pelabuhan dengan Tuan Wijaya bernilai triliunan rupiah. Dominic sangat butuh otak cerdas Harper untuk mencari celah dalam draf kontrak tersebut.

​Dominic menghela napas panjang, menatap tajam ke arah ranjang besar bertema bulan madu di tengah ruangan.

​Di atas kasur empuk berlapis seprai sutra putih itu, Harper tertidur pulas dengan posisi meringkuk seperti janin. Wanita itu masih memakai pakaian kerjanya secara lengkap, bahkan belum sempat mencuci muka. Kelopak mawar merah yang tadi berserakan sudah disingkirkan Harper secara kasar ke tepi lantai sebelum dia menjatuhkan diri ke kasur.

​"Tidur di ranjang raja sementara bosmu duduk di sofa sempit," rutuk Dominic pelan, melipat kedua lengan di depan dada. "Hanya kau satu-satunya bawahan di muka bumi ini yang berani melakukan hal kurang ajar seperti itu padaku."

​Malam semakin larut. Suara deburan ombak dari luar balkon terdengar samar menembus dinding kaca kamar Suite tersebut.

​Dominic mengambil kembali tabletnya. Dia berusaha memusatkan perhatian pada deretan angka laporan keuangan. Namun, otaknya sulit diajak bekerja sama. Rasa lelah akibat perjalanan laut mulai menyerang, tapi rasa gengsi menahannya untuk memejamkan mata di atas sofa.

​Hingga akhirnya, sebuah suara lirih memecah keheningan ruangan.

​"Ugh..."

​Dominic menghentikan gerakan jarinya di layar tablet. Dia menajamkan telinga.

​"Tidaaak... mual..."

​Suara rintihan pelan itu berasal dari arah ranjang.

​Dominic meletakkan tabletnya. Dia berdiri dan berjalan perlahan tanpa suara mendekati tempat tidur. Cahaya temaram dari lampu tidur kecil di atas nakas memperlihatkan wajah Harper yang terlihat sangat gelisah.

​Kening wanita itu berkerut dalam, dipenuhi titik-titik keringat dingin. Bibirnya sedikit pucat dan terus menggumamkan keluhan tidak jelas. Tangan Harper mencengkeram erat selimut tebal, menariknya sampai sebatas leher. Efek mabuk laut rupanya masih menyiksa perutnya dengan sangat kejam.

​Insting pertama Dominic sebagai bos arogan adalah membangunkan Harper dan menyuruhnya meminum obat anti mual yang tadi dibawakan pelayan hotel. Dia benci mendengar suara rengekan di sekitarnya.

​Namun, saat melihat wajah Harper yang terlihat sangat rapuh dan kesakitan, niat kasarnya menguap begitu saja. Ada rasa tidak tega yang tiba-tiba menyusup masuk ke dalam rongga dadanya.

​"Menyusahkan sekali," gumam Dominic sangat pelan, nyaris tak terdengar.

​Pria yang ditakuti di dunia bisnis itu perlahan mendudukkan dirinya di tepi ranjang King Size tersebut. Kasur sedikit berderit halus, tapi Harper tidak terbangun.

​Dominic menatap Harper sesaat, ragu dengan apa yang akan dilakukannya. Namun melihat wanita itu kembali merintih pelan, Dominic menepis rasa gengsinya.

​Dengan gerakan yang sangat kaku dan hati-hati, Dominic mengulurkan tangan kanan besarnya yang hangat. Dia menyibakkan sedikit rambut cokelat Harper yang menutupi tengkuk wanita itu.

​Telapak tangan Dominic menyentuh kulit tengkuk Harper yang terasa dingin. Pria itu mulai memberikan pijatan pelan dan konstan di area tersebut. Jemarinya bergerak naik turun dengan ritme teratur, memberikan tekanan ringan yang pas untuk melonggarkan otot-otot saraf yang tegang akibat mual.

​Dominic terus memijat dalam diam. Dia ingat ibunya dulu sering melakukan ini padanya saat dia masih kecil dan sakit. Kenangan usang yang sudah lama dia kubur.

​Tangan Dominic kemudian turun secara perlahan. Dia memijat area punggung atas Harper, tepat di antara tulang belikat. Gerakannya tidak lagi kaku, melainkan jauh lebih luwes dan sangat lembut, seolah dia sedang menyentuh barang pecah belah paling berharga di dunia.

​Ajaibnya, efek sentuhan hangat itu bekerja sangat cepat.

​Kerutan di kening Harper perlahan mengendur. Rintihan kesakitannya mereda. Napas wanita itu mulai kembali teratur dan dalam. Cengkeramannya pada selimut juga perlahan mengendur. Harper terlihat jauh lebih damai dari sebelumnya.

​Dominic menghela napas lega tanpa sadar. Sudut bibirnya sedikit terangkat, membentuk senyum tipis yang sangat jarang dia perlihatkan pada siapa pun.

​"Kau berutang besar padaku atas pelayanan kelas atas ini, Nona Sloane," bisik Dominic sombong kepada wanita yang masih terlelap itu. Tangan kanannya masih terus memijat punggung Harper secara teratur. "Pastikan kau menebusnya dengan memenangkan negosiasi besok."

​Suasana kamar kembali hening dan damai. Dominic membiarkan dirinya menikmati momen langka ini. Momen di mana dia bisa menatap wajah Harper tanpa harus berdebat soal peraturan kantor atau adu mulut mempertahankan ego masing-masing.

​Harper sedikit menggeliat dalam tidurnya. Dia mengubah posisi tidurnya menjadi lebih rileks, membuat pijatan Dominic terhenti sejenak.

​Lalu, sebuah gumaman pelan meluncur dari belahan bibir Harper yang setengah terbuka.

​"Ryan... pasta yang tadi sangat enak..."

​Udara di sekitar ranjang itu mendadak terasa membeku menembus angka minus.

​Tangan Dominic yang baru saja akan kembali memijat punggung Harper, terhenti kaku di udara. Senyum tipis yang tadinya menghiasi bibir pria itu lenyap tak berbekas dalam sekejap mata.

​Rahang Dominic langsung mengeras sempurna hingga tulang di pelipisnya menonjol tajam. Urat-urat di lehernya bermunculan seketika. Hawa panas dari amarah dan rasa cemburu buta kembali meledak menghancurkan dadanya.

​"Ryan," desis Dominic dengan suara yang luar biasa dingin dan penuh ancaman.

​Pria itu menarik tangannya dengan kasar dari punggung Harper. Dia berdiri tegak menjauhi ranjang dengan mata menyipit tajam, menatap wanita yang masih tertidur pulas dengan senyum tipis yang sangat menyebalkan di wajahnya.

​"Berani-beraninya kau memimpikan dokter miskin itu saat aku yang repot-repot memijatmu, Harper."

1
Maria Lina
nongol jg ya thor kira gk niat up lgi gtu n 1 lgi up ny
Maria Lina
nongol jg ya thor kira gk niat up lgi gtu n 1 lgi up ny
Muft Smoker
kangen kak Savana byk2 ,,
akhirny yg d tggu2 up jugaaa ,,
sehat2 selalu kak ,,
Sastri Dalila
💪💪💪💪 thor
Savana Liora: 💪💪💪💪💪💪
total 1 replies
Eli Rahma
alhamdulillah udah up lg...sehat selalu kak othor..semangat..
Savana Liora: Alhamdulillah. Aamiin. doa yg sama buat kamu
total 1 replies
Ray Aza
jadi inget sandra bullock n hugh grant di two week notice
Ray Aza
lgsg buat bayar kompensasi neng.. 😅
Ray Aza
bekerja suka2 aja biar dipecat.. 😅
Eta Minarti
seru dan bagus banget
Eta Minarti
suka
Eta Minarti
bagus banget
.
sy sdh kasi Vote + point, semoga up nya byk dan gk gantung yaa tor,
Ttp Semangatt BerKarYa
Siti Hasanah
enyah saja Kau dom dari muka bumi
Siti Hasanah
kalau suka jangan galak2 makanya
Siti Hasanah
cemburunya seremm amat Dom
Savana Liora
halo readersku tersayang. mohon maaf banget. aku masih hiatus. tgl 1 Insya Allah mulai up lg. karena saat ini aku lg mudik dan sinyal dikampung ternyata sangat susah banget. lg ada problem katanya. untuk kirim komen ini aku musti ke kabupaten dulu nih buat nyari sinyal. maaf ya 🙏
MamDeyh: Baiklah kak.... Di tunggu yaaak.. /Tongue/
total 1 replies
Siti Hasanah
CEO gilaaaa
MamDeyh
Blm up lagi nih kak😀
Savana Liora: halo readersku tersayang. mohon maaf banget. aku masih hiatus. tgl 1 Insya Allah mulai up lg. karena saat ini aku lg mudik dan sinyal dikampung ternyata sangat susah banget. lg ada problem katanya. untuk kirim komen ini aku musti ke kabupaten dulu nih buat nyari sinyal. maaf ya 🙏
total 1 replies
Rismayanti Ishar
Alhamdulillah cerita Novelx bagus2 semua 👏👏👏👏
Rasax semangat banget klu baca alurx👌Tiap hari kerjaan rmh cpt2 saya selesaikan Krn satu tujuan 🤭 mau lanjt lanjut baca karya KK Savana Liora 🥰🥰🥰🥰
sehat dan sukses sell ya Thor & ditunggu karya selanjutnya 🤲🤲🤲🤲🤲
TETAP SEMANGAT 💪💪💪💪💪
Muft Smoker
good Harper ,,
Kalo perlu si Dom tu sruh tdur di atas air laut pake sekoci ,,
biar Tau rasa dy ,,
🤭🤭🤭🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!