NovelToon NovelToon
Penyesalan Terlambat Sang Mantan Suami

Penyesalan Terlambat Sang Mantan Suami

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / CEO
Popularitas:12.2k
Nilai: 5
Nama Author: Reenie

Theo Falcon menganggap Zarlin Rahesa tidak lebih dari seorang ibu rumah tangga yang membosankan dan parasit. Demi ambisi dan pesona Bianca Amsel, Theo memfitnah, mengabaikan, dan bahkan menceraikan Zarlin tanpa memberinya sepeser pun. Dengan sebuah koper dan hati yang hancur, Zarlin pergi. Theo mengira Zarlin akan sangat terpukul. Namun, ia sangat salah. Zarlin menghilang dan kembali sebagai sosok yang sama sekali tidak dikenali, satu-satunya pewaris sebuah konglomerat yang cemerlang.

Situasi menjadi semakin kacau ketika Tristan Avalanka, CEO paling disegani dan dihormati dari perusahaan besar itu, berdiri di garis depan untuk melindungi Zarlin. Ketika bisnis Theo runtuh dan topeng Bianca terbongkar, Theo hanya bisa berlutut di tengah hujan deras, merangkak untuk memohon maaf kepada mantan istrinya. Tetapi bagi Zarlin, pintu pengampunan telah tertutup rapat, dan penyesalan Theo... sudah terlambat.

Follow tiktok : aricia.agestis6

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reenie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25. Mengunjungi Rumah Theo

Amelia, bagaimana kalau kita berkunjung sebentar ke rumah Theo?"

"Oh iya boleh, Bram. Aku juga sudah rindu dengan menantu kita." ujar Amelia

Kantor pusat Aricia International berjalan seperti biasa. Di dalam ruang kerja, Zarlin fokus memeriksa laporan keuangan di layar tabletnya.

Zarlin sama sekali tidak tahu kalau di luar sana, kedua orang tuanya sedang merencanakan sesuatu tanpa memberi tahu dirinya.

Sebuah mobil sederhana melaju tenang membelah jalanan kota. Mereka sengaja memakai mobil biasa supaya tidak ketahuan kalau mereka sebenarnya keluarga kaya raya.

Mobil sederhana itulah yang biasa mereka gunakan saat Zarlin masih berpacaran dengan Theo, dan rumah sederhana mereka yang dipinggiran kota itu.

Bramasta Rahesa duduk berdampingan dengan sang istri, Amelia. Di dekat kaki mereka, terdapat sebuah keranjang anyaman besar berisi buah-buahan segar.

"Kamu yakin tidak mau menelepon Zarlin dulu?"

tanya Amelia.

Bramasta terkekeh pelan, menggelengkan kepalanya. "Tidak usah. Kemarin kan Theo bilang di telepon kalau Zarlin sedang sangat sibuk dengan proyeknya. Kita langsung ke rumah Theo saja, siapa tahu Theo atau ibunya, Ratna, ada di rumah. Jadi kita bisa titipkan buah ini ke mereka."

Amelia mengangguk paham. "Iya juga, ya. Aku juga agak rindu sama mereka. Sudah agak lama Ratna tidak main ke rumah kita."

Mobil mereka akhirnya memasuki kawasan perumahan elit tempat Theo. Begitu mobil berhenti di depan pagar tinggi, mereka berdua langsung turun.

Tak berselang lama, pintu rumah terbuka, menampilkan sosok Bik Sumi yang mengenakan celemek khas pelayan.

Bik Sumi berjalan ke pagar, dan seketika matanya membelalak kaku saat melihat siapa yang datang dari balik kaca mobil yang perlahan turun. Itu pasti orang tua Zarlin yang ada dipikiran Bik Sumi.

"Lho, sekarang udah ada ART ya?," tanya Amelia ramah setelah turun dari mobil bersama Bramasta.

"I-iya, Nyonya. Saya Bik Sumi" ujar Bik Sumi

"Kami mertuanya Theo, mau berkunjung." ujar Bramasta

"Theo atau Ibu Ratna ada di rumah? Ini kami kebetulan lewat daerah sini, sekalian mau mengantarkan buah segar." tanya Amelia

Mendengar pertanyaan itu, jantung Bik Sumi rasanya mau copot. Pikiran Bik Sumi langsung menjerit panik.

Bagaimana mungkin dia bilang kalau Ratna jarang ke sini lagi sejak Zarlin diusir, dan Theo sendiri sebenarnya jarang pulang karena sibuk di apartemen bersama Bianca?

Lebih parah lagi, status cerai diam-diam itu benar-benar terkunci rapat.

"A-Ah... Tuan Theo dan Nyonya Ratna sedang tidak ada di rumah, Nyonya, Tuan," jawab Bik Sumi dengan suara yang bergetar kaku.

Sikapnya yang gugup dan tidak berani menatap mata Amelia membuat suasana agak canggung.

Bramasta yang memiliki insting tajam sebagai pria paruh baya berpengalaman, langsung menyadari ada yang ganjil dari gelagat pelayan itu. Namun, dia memilih menahannya.

"Oh, sedang keluar semua, ya? Ya sudah kalau begitu, Bik. Buah ini kami titipkan ke kamu saja, ya. Nanti tolong sampaikan ke Theo kalau kami sempat mampir."

"B-Baik, Tuan. Pasti saya sampaikan. Terima kasih banyak, Tuan, Nyonya," ujar Bik Sumi cepat-cepat, buru-buru menerima keranjang buah itu.

...****************...

Bramasta dan Amelia kembali masuk ke dalam mobil. Begitu pintu tertutup dan mobil mulai bergerak mundur untuk keluar dari area perumahan, Amelia menoleh ke suaminya.

"Bram, kok perasaan ku agak tidak enak, ya? Bik Sumi tadi sepertinya ketakutan sekali."

Bramasta tidak langsung menjawab. Sepasang matanya menatap tajam ke kaca spion luar.

"Sikapnya memang aneh. Seperti ada yang disembunyikan."

Tepat saat mobil mereka baru saja keluar dari gerbang komplek dan hendak berbelok di area persimpangan dekat sebuah gedung apartemen mewah, pandangan Bramasta langsung terkunci pada sebuah mobil yang sangat dia kenali. Itu adalah mobil mewah milik Theo Falcon.

Mobil Theo tampak melambat dan menepi di lobi apartemen tersebut. Dari posisi mobil Bramasta yang kacanya gelap, Theo tidak akan pernah bisa melihat keberadaan mertuanya.

Bramasta dan Amelia spontan memperhatikan mobil itu. Detik berikutnya, jantung Amelia berdetak kencang, sementara rahang Bramasta seketika mengeras sempurna.

Dari dalam lobi apartemen, seorang wanita muda berpakaian modis dan seksi berjalan keluar dengan senyum manja.

Wanita itu adalah Bianca, mereka sangat mesra saat turun dari tangga apartemen, Theo membukakan pintu mobil untuk Bianca, dan bahkan sempat mengusap rambut wanita itu dengan penuh kasih sayang sebelum mereka berdua masuk ke dalam mobil dan melaju pergi.

Suasana di dalam mobil Bramasta mendadak sedingin es. Amelia membekap mulutnya sendiri, matanya berkaca-kaca menahan syok dan amarah yang terasa membakar dadanya.

"Bram... itu... siapa perempuan itu? Kenapa Theo..." Suara Amelia bergetar.

Bramasta tidak menjawab ucapan istrinya, namun sorot matanya yang biasanya ramah kini berubah menjadi sangat mengerikan.

Kemarahan dingin seorang ayah mulai keluar. Dia langsung teringat kebohongan manis Theo di telepon kemarin siang yang bilang kalau hubungannya dengan Zarlin baik-baik saja dan Zarlin pulang hanya sedang rindu orang tua.

Nyatanya? Menantunya itu justru sedang asyik menjemput perempuan lain dari apartemen dengan begitu mesra.

Ada yang tidak beres di sini. Jelas ada rahasia besar yang sengaja ditutupi oleh keluarga Falcon.

Dengan tangan yang mengepal kuat, Bramasta langsung mengambil ponselnya. Dia menekan satu tombol panggilan cepat untuk menghubungi orang kepercayaannya.

Telepon tersambung dalam dua detik.

"Hendra," panggil Bramasta dengan nada suara yang begitu rendah, berat, dan sarat akan ancaman mematikan.

"Selidiki Theo Falcon sekarang juga. Saya baru saja melihat bahwa dia sedang menjemput perempuan lain. Cari tahu siapa perempuan yang bersamanya di apartemen barusan, dan cari tahu apa yang sebenarnya terjadi di rumah tangga anak saya selama tiga tahun ini. Lakukan dengan becus dan rapi!"

"Baik tuan, segera saya kerjakan!"

1
Xlyzy
seret aja pak buang ke laut sekalian biar ga brisik lagi
Mingyu gf😘
inilah wujud asli seoranh jalan* di jaga bukannya besyukur malah ngamok
Xlyzy
Udah Bianca jangan bikin rusuh si Theo udah kalah dia
Xlyzy
akhir nya lepas juga dari si pria breng... itu
Xlyzy
Cih memeras? zarlin ga perlu semua itu btw hasil visum nya asli loh ya
☘️🍀Author Sylvia🍀☘️
tamatlah riwayat mu theo,
☘️🍀Author Sylvia🍀☘️
lihat, itu adalah selingkuhan Theo, labrak aja pak buk
☘️🍀Author Sylvia🍀☘️
ayo dong cari tahu kebenarannya, kasihan anak kalian lho
☘️🍀Author Sylvia🍀☘️
waduh bakalan kebongkar nih
👀 | 𝕽𝖊𝖓𝖆~🪽•̩̩͙*˚⁺‧͙
“Penyesalan Terlambat Sang Mantan Suami”
cocok tuh ma judulnya
👀 | 𝕽𝖊𝖓𝖆~🪽•̩̩͙*˚⁺‧͙
gimana tuh rasanya diinjek habis2an?😌
👀 | 𝕽𝖊𝖓𝖆~🪽•̩̩͙*˚⁺‧͙
waduh waduh waduhh/Doge/ panik gak tuhhh
👀 | 𝕽𝖊𝖓𝖆~🪽•̩̩͙*˚⁺‧͙
sudah kuchuppp! aku yang jadi malu bacanya😭
Salwa Blora
kak lanjut semangat terus kak 😁😁
Rain Aricia: Makasih kak🙏
total 1 replies
Ibu Rasyidd
akhirnya ayah zarlin bergerak juga
Anyue: kurang panjang ceritanya 😁
total 1 replies
Ibu Rasyidd
pantes ayah theo ga mau kehilangan zarlin, ternyata dia udah tau permata
PrettyDuck
gak jelas banget ini laki maunya apa.
zarlin ada di sia2in, giliran dia mau cabut kok gak terima?
PrettyDuck
muak banget sama theo. kok ada manusia sombongnya kayak gini?
PrettyDuck
malu sih. kamu yang akan jadi gelandangan abis ini.
PrettyDuck
lagian kenapa pada gak terima sih mereka cerai 😆😆😆
kan enak jadinya kalian bisa bersatu 🥴
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!