NovelToon NovelToon
System Kultivasi Level Maksimal

System Kultivasi Level Maksimal

Status: tamat
Genre:Sistem / Fantasi Isekai / Kultivasi Modern / Tamat
Popularitas:14.7k
Nilai: 5
Nama Author: ex

Note: Ini cuma sekedar novel santai aja, kemungkinan besar dari kalian akan bosan membacanya. karena alurnya yang lambat, jadi jangan tanya author masalah debeh, aksi gelut gelut dan semacamnya yaa...😀

Xiao Yan bereinkarnasi ke dunia kultivasi modern sebagai bayi dengan status dan keahlian maksimal menyentuh angka 9999. Di tengah tragedi serangan monster yang merenggut nyawa ayahnya dan mengancam ibunya, dia tanpa sengaja melepaskan satu tembakan energi mematikan yang menghapus sang monster beserta daratan sejauh tiga kilometer dalam sekejap. Demi kehidupan yang damai dan tenang, Xiao Yan memutuskan untuk menyembunyikan identitasnya, meski takdir dan sistem di kepalanya seolah terus memaksanya untuk bertindak.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34

Jalanan menuju pinggiran Kota Awan Putih sore itu terasa lebih padat dari biasanya. Angin berembus pelan, membawa daun-daun kering yang jatuh ke trotoar.

Xiao Yan berjalan dengan langkah yang tenang. Dia membawa tas punggung kecilnya. Wajahnya datar, menatap lurus ke arah jalan pulang. Pihak Akademi Awan Putih telah memberikan libur selama tiga hari untuk seluruh siswa Kelas Biasa dan Kelas Unggulan guna memulihkan trauma pasca insiden di Hutan Simulasi.

"Libur tiga hari. Ini adalah kompensasi yang sangat masuk akal," batin Xiao Yan di dalam kepalanya. "Aku akan menggunakan waktu ini untuk tidur di kasurku, membantu Ibu menyapu, dan tidak melakukan hal yang aneh."

Namun, saat langkahnya tinggal berjarak lima puluh meter dari apartemennya, langkah Xiao Yan terhenti.

Alisnya yang jarang bergerak kini sedikit berkerut.

Di depan Kedai Mi Teratai milik ibunya, terdapat kerumunan orang yang sangat padat. Ada sekitar tiga mobil van dengan antena parabola besar terparkir sembarangan di pinggir jalan. Belasan orang dewasa membawa kamera terbang portabel, mikrofon, dan lampu sorot.

Bzzzt!

Suara dengungan mesin kamera melayang terdengar berisik di udara.

"Nyonya Lin! Nyonya Lin! Tolong tatap ke kamera ini!" teriak seorang pria berkacamata yang memegang mikrofon. "Apakah benar Pahlawan Lin Fan memakan mi Anda setiap pagi sebelum dia pergi ke sekolah?"

"Ugh... Tolong mundur sedikit, Tuan. Anda menghalangi jalan masuk pelanggan lain," keluh Lin Mei.

Suara Lin Mei terdengar sangat lelah. Dia berdiri di depan pintu kedainya, masih memakai celemek yang sudah kotor oleh noda kaldu. Wajahnya terlihat pucat karena dikelilingi oleh lampu sorot yang sangat terang.

"Satu pertanyaan lagi, Nyonya!" teriak seorang reporter wanita dari sisi lain. "Lin Fan mengatakan dalam wawancara eksklusifnya pagi ini bahwa kaldu tulang sapi Anda adalah 'sumber energi dari bumi' yang membantunya meledakkan formasi Sekte Bayangan Darah. Apa bumbu rahasianya?!"

Jepret! Jepret!

Cahaya kilat dari kamera foto menyilaukan mata Lin Mei.

"Hah... Tidak ada bumbu rahasia. Itu hanya tulang sapi biasa yang direbus semalaman," jawab Lin Mei sambil menutupi matanya dengan sebelah tangan. "Tolong, saya harus menutup kedai sekarang. Bahan makanan saya sudah habis sejak siang tadi."

"Tolong, Nyonya! Satu porsi saja untuk kami ulas di saluran berita kultivasi!" paksa reporter pria itu lagi sambil mendesak maju.

Di ujung jalan, Xiao Yan melihat semua kejadian itu dengan ekspresi datar yang menyembunyikan rasa kesal yang amat dalam.

"Analisis situasi Keramaian tingkat tinggi. Sumber masalah Mulut besar Lin Fan," batin Xiao Yan.

Xiao Yan menatap tajam ke arah kamera-kamera terbang yang berputar-putar di atas kedai ibunya.

"Jika kedai ini terus masuk televisi, tempat ini akan menjadi tujuan wisata para kultivator aneh. Ibu akan kelelahan bekerja dari pagi sampai malam. Kedamaian rumahku akan hancur lebur," batin Xiao Yan mengevaluasi dampak jangka panjangnya. "Kerumunan ini harus diusir sekarang juga. Tapi aku tidak bisa memukul mereka."

Xiao Yan memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celana. Dia mulai menghitung gelombang frekuensi di sekitarnya.

"Peralatan penyiaran modern menggunakan gelombang radio dengan frekuensi 5.8 Gigahertz untuk mentransmisikan siaran langsung," batin Xiao Yan. "Jika aku memancarkan gelombang elektromagnetik dari otakku pada frekuensi yang sama, tapi dengan fase yang berlawanan, sinyal mereka akan saling membatalkan."

Xiao Yan memfokuskan pikirannya. Dia tidak menggerakkan tangannya. Dia hanya menggunakan Kecerdasan 9999 miliknya untuk mengubah sedikit energi pasif di tubuhnya menjadi gelombang elektromagnetik.

"Keluaran energi: 0,000001 persen. Targetnya seluruh antena penerima sinyal dalam radius tiga puluh meter," perintah Xiao Yan di dalam otaknya.

Piiiiiiip!

Suara dengungan nyaring yang sangat pelan namun merusak frekuensi langsung menghantam area di depan kedai. Manusia tidak bisa mendengarnya secara langsung, tetapi mesin-mesin itu langsung bereaksi.

Bzzzt! Krek!

Layar monitor portabel milik reporter pria berkacamata itu tiba-tiba berubah menjadi semut putih abu-abu.

"Ugh! Apa yang terjadi dengan layarku?!" teriak reporter pria itu panik. Dia memukul-mukul monitornya.

"Hah? Sinyal siaran langsung kita terputus!" seru reporter wanita di sebelahnya. Dia melihat ke arah kamera terbangnya yang kini berkedip-kedip dengan lampu merah. "Kameranya tidak mau terhubung ke satelit!"

"Gawat! Kita sedang siaran langsung wawancara eksklusif! Stasiun pusat akan memecat kita kalau gambarnya hilang!" teriak kameraman dari mobil van pertama.

"Pasti ada anomali medan magnet di daerah ini! Cepat cari tempat yang sinyalnya bagus! Berita ini tidak boleh putus!" komando reporter senior.

Kepanikan langsung melanda kerumunan wartawan tersebut. Mereka tidak lagi peduli pada Lin Mei atau resep rahasia mi kaldu. Bagi mereka, kehilangan momen siaran langsung adalah sebuah bencana besar.

"Ayo pindah ke jalan utama! Sinyal di sini mati total!"

Dalam waktu kurang dari dua menit, para wartawan itu berlarian membawa alat-alat mereka masuk ke dalam mobil van.

Brum! Brum!

Tiga mobil van itu menyalakan mesin dengan tergesa-gesa dan melaju pergi meninggalkan jalanan di depan Kedai Mi Teratai. Lampu-lampu sorot yang menyilaukan ikut menghilang bersama mereka.

Jalanan kembali sepi. Hanya tersisa suara angin sore dan daun kering.

"Hah..." Lin Mei menghela napas sangat panjang. Dia bersandar lemas ke kusen pintu kedainya. Tangannya memijat pelipisnya yang pusing. "Akhirnya mereka pergi. Kepalaku rasanya mau pecah."

Xiao Yan berjalan santai mendekati pintu kedai. Dia menghentikan pancaran elektromagnetiknya.

"Ibu," panggil Xiao Yan datar.

Lin Mei membuka matanya dan langsung tersenyum lebar melihat putranya. Rasa lelahnya seolah menguap sedikit.

"Yan-er! Kau sudah pulang!" Lin Mei langsung memeluk Xiao Yan dengan erat. "Ugh, Ibu sangat khawatir saat melihat berita tentang hutan yang ditutup itu. Kau tidak terluka, kan?"

"Aku tidak terluka, Ibu," jawab Xiao Yan sambil membiarkan ibunya memeriksa wajah dan lengannya. "Aku tidur di tempat yang aman."

"Syukurlah. Hah... Temanmu itu, Lin Fan, dia benar-benar anak yang hebat," kata Lin Mei sambil melepaskan pelukannya. "Dia menyebut kedai kita di televisi. Sejak jam delapan pagi tadi, orang-orang terus berdatangan untuk membeli mi. Ibu sampai kehabisan mangkuk bersih."

"Ya. Dia sangat berisik," komentar Xiao Yan. "Ibu terlihat sangat lelah. Ayo masuk. Biar aku yang merapikan kursi di luar."

"Terima kasih, Sayang," ucap Lin Mei. "Ibu akan membuatkan satu porsi mi terakhir khusus untukmu. Ibu sudah menyimpan sedikit daging babi bagian yang paling kau suka."

1
💫Penjelajah Novel💫
kolo gw jadi Xiao yan itu udah gw tunjukkin kekuatan gw. biar semua orang tau. dan gw bakal hidup tenang di pegunungan dan menerima murid yg jenius 😑
petelgeuse romanee-contuol: Xiao Yan bocil labil kak, malah ambil pendekatan yang sulit😑
total 1 replies
adib
wah ini.. udah diungkap aja..
Ironside
Lanjut Kak /Smile/, aku tunggu 100 Babnya Kak /Curse//Curse//Curse/
Ironside: Bagus Kak, Kamu harus semngat update Kak /Scream//Scream//Scream/
total 2 replies
Sang M
T A H I........👊stop cerita. cerita gak waras...
Sang M
stop cerita dancokkk ini
Sang M
ganti cerita/ganti Host ini. karakter tikus payah malas dancokk.
Sang M
Coookkkk tikus comberan.
Sang M
matamu...
Sang M
skip....dancokkkk
Sang M
Tahi...
Sang M
cerita seorang host anjing
Sang M
tikus.pengecut. cerita melulu di sekolah. bosan. gak bisa cerita yg lain kah.??????
Sang M
pengguna system goblok. jadi memaksa jadi tikus pengecut. gak punya semangat. payah.. mati aja lu gak berguna. dancok... Otak Thor ini gak benar
Sang M
Bosan..Host gak punya greget.. sikap pengecut kayak tikus takut masalah. sampah...
Sang M
matamu.... karakter Host bocil tolol..
Ari Deo Saputra
semangat Thor
petelgeuse romanee-contuol: makasih kak/Smile/
total 1 replies
adib
💪💪 semangat thor
petelgeuse romanee-contuol: makasih kak/Smile/
total 1 replies
Ari Deo Saputra
bagus
Imran Syahputra
apaan ini kebanyakan cerita tanpa aksi jadi gk ada gunanya level maksimal
Imran Syahputra
ceritanya membosankn ganti mc aja mendingan gk ada aksi sama sekali
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!