NovelToon NovelToon
Dokter Meets Mafia

Dokter Meets Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa / Mafia / Dokter
Popularitas:13.5k
Nilai: 5
Nama Author: kikoaiko

Di balik jas putih yang bersih, seorang dokter muda bernama Evelyn Lavina hanya ingin menjalani hidup yang tenang, menyelamatkan nyawa dan melupakan masa lalunya yang kelam. Namun takdir mempertemukannya dengan seorang pria yang seharusnya tidak pernah ia kenal.

Enzo Bellucci, pria tampan dengan tatapan dingin yang disegani banyak orang. Di dunia bisnis, ia dikenal sebagai pengusaha sukses. Tetapi di balik itu, ada sisi gelap yang tidak diketahui banyak orang, di merupakan seorang pemimpin mafia yang berbahaya.

Pertemuan mereka bermula di sebuah jalan, ketika Evelyn hendak perjalanan pulang. Saat di lampu merah, tiba seorang laki-laki asing masuk kedalam mobilnya dengan luka tusuk di perutnya.


Evelyn yang seorang dokter akhirnya membawa pria tersebut ke rumah sakit untuk menyelamatkan nyawanya.


Sejak saat itu, hidup Evelyn berubah. Ia terjebak dalam dunia yang penuh rahasia, kekuasaan, dan bahaya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kikoaiko, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAb 30

"Tuan gawat! Galaxy Mall kebakaran!" ucap Joe dengan napas memburu, wajahnya tegang seperti baru saja melihat sesuatu yang mengerikan.

Enzo yang saat itu sedang duduk santai di kursi kerjanya hanya melirik sekilas, seolah kabar itu tak lebih penting dari laporan biasa. Ia menyilangkan kaki, ekspresinya dingin dan tak terganggu.

"Biarkan saja. Memangnya apa hubungannya dengan ku," jawabnya datar, bahkan tanpa mengangkat kepalanya sepenuhnya.

Joe mengepalkan tangannya, ragu sejenak. Namun ia tahu, kalimat berikutnya akan mengubah segalanya.

"Masalahnya... dokter Evelyn dan keponakannya sedang berada di mall tersebut!" serunya, kali ini lebih keras.

Seperti disambar petir, Enzo langsung berdiri. Kursinya terdorong ke belakang dengan suara keras, membuat suasana ruangan mendadak tegang.

"Shit...!! Kenapa kamu baru bilang!" bentaknya, napasnya mulai tak teratur. Tatapan matanya yang biasanya dingin kini dipenuhi kepanikan yang tak bisa disembunyikan.

Ia meraih jaketnya dengan gerakan cepat.

"Siapkan mobil. Kita kesana sekarang!" perintahnya tegas.

Joe tak perlu diminta dua kali. Ia sudah berbalik lebih dulu, hampir berlari keluar dari ruang kerja Enzo.

Beberapa hari terakhir, hidup Enzo terasa... aneh.

Tidak ada suara sarkastik Evelyn. Tidak ada tatapan sinisnya yang selalu berhasil memancing emosi. Tidak ada perdebatan kecil yang entah kenapa selalu berakhir membuat hari Enzo terasa lebih hidup.

Dia merasa kosong. Dan Enzo membenci perasaan itu.

Itulah sebabnya, diam-diam ia menyuruh anak buahnya untuk mencari tahu keberadaan wanita itu. Bukan karena ia peduli, setidaknya itu yang ia yakini, melainkan karena ia ingin memastikan satu hal. Apakah Evelyn benar pergi seminar... atau justru sengaja menghindarinya?

Jawaban yang ia terima cukup sederhana. Evelyn memang beru saja pulang dari seminar, dan dia menghabiskan waktu bersama keponakannya. Salah satu lokasi yang ia kunjungi hari ini adalah Galaxy Mall.

Dan kini... mall itu terbakar.

Mobil melaju kencang membelah jalanan malam. Klakson bersahutan, lampu kendaraan lain tampak kabur di mata Enzo yang terus menatap lurus ke depan.

Untuk pertama kalinya, pria itu merasa waktu berjalan begitu lambat.

"Sial..." gumamnya pelan, tangannya mengepal di atas paha.

Bayangan-bayangan buruk mulai menyeruak di pikirannya. Evelyn yang terjebak di dalam gedung. Azzura yang menangis ketakutan.

Api yang terus membesar, melahap segalanya tanpa ampun.

Enzo menggeleng keras, mencoba menepis semua kemungkinan itu. Tapi semakin ia menolak, semakin jelas bayangan itu muncul.

"Percepat," ucapnya dingin, namun nadanya penuh tekanan.

"Sudah maksimal, Tuan," jawab Joe, tetap fokus menyetir.

Beberapa menit kemudian, dari kejauhan terlihat kobaran api yang menjulang tinggi ke langit malam. Asap hitam membumbung, sirine mobil pemadam kebakaran bersahutan tanpa henti.

Galaxy Mall... benar-benar terbakar.

Mobil berhenti mendadak di area yang sudah dipenuhi orang. Kerumunan warga, petugas, dan ambulans membuat suasana kacau.

Tanpa menunggu, Enzo langsung turun.

"Pindai semua pintu keluar. Cari mereka!" perintahnya pada beberapa anak buah yang sudah menyusul.

Ia sendiri melangkah cepat mendekati garis pembatas, matanya bergerak liar mencari satu sosok yang kini terasa begitu penting.

"Evelyn..." bisiknya lirih, nyaris tak terdengar di tengah hiruk pikuk.

Untuk pertama kalinya dalam hidupnya, Enzo menyadari satu hal yang selama ini ia abaikan.

Wanita itu... bukan sekadar seseorang yang mengganggu hidupnya. Dia adalah seseorang yang tak ingin ia kehilangan.

Dan malam ini, Enzo bersumpah Ia akan menemukannya. Apa pun yang terjadi.

*****

Asap mulai memenuhi lantai atas Galaxy Mall.

Evelyn menggenggam tangan kecil Azzura erat-erat, begitu erat sampai jemarinya sendiri terasa kaku. Napasnya mulai berat, dada terasa sesak oleh bau menyengat yang menusuk.

"Onty…Jula takut…" suara Azzura bergetar, matanya mulai berkaca-kaca.

Evelyn menunduk, memaksakan senyum setenang mungkin meski jantungnya sendiri berdegup tak karuan.

"Nggak apa-apa, sayang. Kita keluar ya… pelan-pelan," ucapnya lembut, berusaha menenangkan, walau dalam hatinya sendiri badai kepanikan mulai mengamuk.

Beberapa menit yang lalu, mereka masih berada di dalam toko mainan. Azzura begitu antusias memilih boneka, tertawa riang tanpa beban. Hingga tiba-tiba suara alarm berbunyi nyaring, diikuti kepulan asap yang mulai terlihat dari kejauhan.

Orang-orang mulai berlarian. Mereka berlarian sambil berteriak panik. Seketika suasana berubah mencekam.

"Pegang onty jangan dilepas, ya," ujar Evelyn lagi, kali ini lebih tegas.

Azzura mengangguk cepat, menggenggam tangan Evelyn semakin kuat. Mereka mencoba berjalan mengikuti arus orang yang berdesakan menuju pintu darurat. Namun semakin dekat, semakin terasa kacau.

"Jangan dorong! Anak saya!" teriak seseorang.

"Ada api di bawah!" sahut yang lain.

Langkah Evelyn terhenti sejenak. Ia menoleh ke arah tangga darurat, api terlihat mulai merambat dari bawah. Jalur itu tidak aman.

"Sial…" gumamnya pelan.

Ia segera menarik Azzura berbelok ke arah lain.

"Kita cari jalan lain," katanya, mencoba tetap tenang.

Namun kenyataannya, situasi semakin memburuk. Lampu mulai berkedip. Asap semakin tebal. Dan udara terasa semakin sulit dihirup.

Azzura mulai batuk kecil. Tubuh mungilnya gemetar. "Onty… panas…" lirihnya.

Evelyn langsung melepas jaketnya, lalu memakaikannya ke tubuh Azzura.

"Pakai ini… jangan dilepas, ya," ucapnya.

Ia kemudian menunduk, mencoba menahan batuknya sendiri. Kepalanya mulai terasa ringan, pandangannya sedikit berkunang.

Tapi tidak. Ia tidak boleh lemah sekarang. Ia harus keluar. Demi Azzura.

Evelyn menatap sekeliling, matanya mencari sesuatu apa pun yang bisa menjadi jalan keluar.

Dan di kejauhan, ia melihat sebuah pintu dengan tulisan Emergency Exit.

"Azzura, kita ke sana, ya. Lari kecil aja," ujarnya, mencoba memberi semangat.

Azzura mengangguk, meski air matanya mulai jatuh. Mereka berlari. Langkah demi langkah terasa berat, seolah kaki mereka terikat. Panas semakin terasa, suara benda-benda jatuh terdengar dari berbagai arah.

Hingga—

BRAKK!

Sebuah bagian plafon jatuh tidak jauh dari mereka, membuat Azzura menjerit ketakutan dan langsung memeluk kaki Evelyn.

Evelyn ikut terkejut, napasnya tersendat. Tapi ia segera berlutut, memeluk keponakannya itu.

"Hey… hey… nggak apa-apa… kita hampir sampai…" bisiknya, meski suaranya mulai serak.

Ia mengangkat Azzura ke dalam gendongannya.

"Pegang yang kuat ya…"

Dengan sisa tenaga yang ada, Evelyn kembali berlari menuju pintu darurat itu. Namun tepat beberapa meter sebelum mereka sampai, tiba-tiba angkahnya terhenti.

Api mulai menjalar di depan pintu tersebut. Jalur yang dia temukan tertutup oleh api

Mata Evelyn membelalak. Harapan yang tadi terlihat… kini seolah runtuh begitu saja.

Azzura mulai menangis keras di pelukannya.

"Onty… Jula mau pulang…"

Kalimat itu menusuk hati Evelyn. Air matanya akhirnya jatuh, bercampur dengan keringat dan debu. Ia memeluk Azzura lebih erat, seolah ingin melindunginya dari dunia yang sedang runtuh ini.

"Tenang… kita pasti keluar…" ucapnya lirih, meski suaranya sendiri penuh keraguan.

Evelyn menoleh ke belakang. Asap semakin tebal dan api semakin mendekat. Rasa takut mulai menguasainya. Evelyn terduduk sambil memeluk tubuh Azzura, dia sudah pasrah dengan takdir yang akan membawa mereka.

Lift sudah mati, semua pintu darurat juga sudah terisi oleh api. Dia benar-benar terkepung, tidak ada yang bisa dia lakukan untuk keluar dari gedung tersebut.

Evelyn dan Azzura mulai sesak nafas. Mata mereka juga sudah sulit untuk di buka. Namun, saat mata mereka hendak tertutup, tiba-tiba suara seseorang memanggilnya.

"EVELYN...."

1
Mita Paramita
om ganteng tolongin jula 🤣🤣🤣
Atik Marwati
kebakaran....
Atik Marwati
ketemu om danteng pasti seru🤣🤣🤣
Atik Marwati
🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰
Atik Marwati
karena itu Evelyn joe
Atik Marwati
keren....lanjut thor
Atik Marwati
keren thor seneng baca interaksi Enzo sama Evelyn ditambah jula...
Atik Marwati
musuh sesungguhnya yang tak bisa ditebak
Bu Dewi
lanjut kak😍😍😍
Atik Marwati
🤣🤣🤣🤣...dimakan mucang katanya👻👻👻👻
Atik Marwati
semangat Evelyn kamu akan dapatkan enzo😂
Atik Marwati
🤣🤣🤣🤣🤣 teryata drama
Abidin Ariawan
,,, cerita semacam ini,, gengster/mafia,, biasanya menghindari RS , bahkan punya dokter/tenaga medis sendiri meski ilegal,, untuk menghindari hukum/aparat,, apalagi bos nya lebih privat lagi,,, tp dicerita ini,,, terserah penulis siih
Atik Marwati
dia ketua mafia..
tapi sering kena tembak🧐🧐🧐
Atik Marwati
mohon maaf lahir dan batin
stela aza
dikit bener 🤦
Nia Nara
Thor lanjut dong..
Atik Marwati
dokter Evelyn kamu keren🥰🥰🥰
Atik Marwati
🤣🤣🤣 salah sendiri kabur kaburan..
Atik Marwati
kurang perhitungan Enzo di lawan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!