seorang gadis bernama Alina Harus hidup menderita tinggal bersama bibinya sejak kecil selalu di perlakukan dengan kasar oleh sang bibi
hingga dirinya bertemu pria arogan bernama Devano Dirgantara seorang pengusaha mempunyai sifat dingin cuek galak berstatus duda Alina harus kerja di tempat Devano karena ganti rugi
bagaimana kisahnya? apakah Alina akan dapat kebahagiaan karena kehidupan nya begitu menyedihkan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Mei, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kayla berani dengan Devano?
Siang ini Alina sedang berada di pantai bersama Devano,ia baru pertama kali ke pantai sebenarnya waktu kecil pun pernah namun lupa itu sudah sangat lama dan kejadian itu setelah pulang wisata Alina alami kecelakaan bersama orang tua nya.
"menurut kamu,pantai ini apakah bagus?"tanya Devano menatap Alina.
"Bagus tuan,aku suka!"jawab Alina balas Anggukan Devano.
"Syukurlah.. Jadi saya,ngga salah tempat untuk mengajak mu berlibur,"ucap Devano balas Anggukan Alina.
Alina bahagia berada di tempat ini namun tempat ini ada kenangan bersama orang tuanya yang membuat nya sedikit sedih,namun Alina terdiam mencoba agar tak merusak suasana liburan hari ini walaupun hanya satu hari.
"Tuan ayo main air!"ucap Alina sembari ke tepi pantai.
"panas Alina!"ucap Devano dengan geleng kepala.
"Ayolah.. Kan anda yang ajak!"teriak Alina membuat Devano menghela nafas.
Devano pun beranjak dari tempat duduk menghampiri Alina yang sedang main air,namun tiba-tiba air nya menyiprat Devano membuat Alina terkejut membuat Devano basah lalu Alina menunduk takut marah.
Sementara itu Devano hanya terdiam menghampiri Alina yang sedang ketakutan karena sudah membuat nya basah,namun Devano justru menyiprat balik itu tanda ngga marah membuat Alina terkejut.
"itu balasan nya Alina dasar nakal!"ucap Devano membuat Alina tersenyum.
"tapi kenapa ngga ciprat banyak tuan hihi?"tanya Alina membuat Devano mengerutkan keningnya.
"itu karena,saya ngga mau kamu sakit!"jawab Devano membuat Alina tersenyum.
Ternyata ada yang dari jauh memantau Devano dan juga Alina yang sedang asyik main air, yang pantau mereka adalah Novi yang sangat terbakar api cemburu ia ngga tau apa hubungan antara Devano dan Alina.
"sebenarnya apa hubungan mereka, kenapa begitu dekat?"gumam Novi merasa penasaran.
"aku ngga akan, membiarkan mereka sampai menikah awas saja Alina!"gumam Novi dengan tersenyum sinis.
Alina yang sedang asyik main air ia merasa sedikit di pantau seseorang karena tadi ada yang lari setelah Alina tak sengaja lihat, membuat Alina sedikit takut akan ada masalah baru kali ini karena Alina yakin Novi sudah bebas.
"Aku harus waspada,takut nya feeling ku benar,"gumam Alina.
"Kita duduk yuk,saya pegal nih!"keluh Devano membuat Alina ngangguk.
"Baiklah tuan,saya maklumi karena anda sudah tua!"ucap Alina membuat Devano melotot.
"Enak saja,aku masih muda segar!"protes Devano membuat Alina terkekeh.
"lucu juga,kalo sedang kesal tapi dulu aku takut melihat tuan Devano marah marah hihi!"celetuk Alina membuat Devano mengerutkan keningnya.
Devano merasa bingung dengan ucapan Alina, apakah marah nya sekarang ngga bikin takut malah bikin ketawa Alina kali ini kalo dulu memang seperti nya lebih galak karena belum kenal Alina.
"mana mungkin saya, seperti dulu Akibat karena saya ngga serius marah,"ucap Devano membuat Alina tersenyum.
"jangan marah marah,nanti darah tinggi tuan!"cibir Alina membuat Devano mendengus.
"Dia sekarang berani cibir aku,biarin deh yang penting dia bahagia,"gumam Devano dengan tersenyum tipis.
Mereka makan siang di sebuah restoran yang ada di tempat wisata ini, karena sudah sangat lapar tadi pagi ngga makan banyak karena nasi nya tinggal sedikit namun Devano sejujurnya menyukai nasi goreng yang Alina buat.
"kita makan siang dulu,"ucap Devano membuat Alina ngangguk.
"banyak sekali tuan, apakah akan habis?"tanya Alina membuat Devano mengerutkan keningnya.
"ada beberapa buat, karyawan juga Alina!"jawab Devano membuat Alina ngangguk.
"Tuan Devano sebenarnya, orang baik namun terkadang keras orang nya,"gumam Alina dengan tersenyum.
___________________________________________
MALAM HARI KEMUDIAN.
Alina sedang mengantar minuman ke ruang kerja Devano karena saat ini Devano sedang mengerjakan sesuatu di laptopnya,Devano memang ngga capek setelah berwisata sampai jam tujuh malam malah di lanjut mengerjakan pekerjaan kantor.
"Tuan Devano,anda ngga mengantuk?"tanya Alina membuat Devano mengerutkan keningnya.
"Nggak sih,biasa saja!"jawab Devano sembari mengetik.
"Kalo kamu mengantuk, lebih baik tidur saja,"ucap Devano balas Anggukan Alina.
Alina saat hendak pergi ia tak sengaja senggol ponsel Devano hingga terjatuh membuat Alina kaget,begitu pun Devano sangat kaget melihat ponselnya terjatuh lalu menatap Alina.
"Tuan Devano, tolong maafkan saya!"ucap Alina dengan satukan tangan.
"tuan boleh kok,ambil uang gaji ku dari mu yang penting jangan marah!"ucap Alina sangat takut sampai mata berkaca-kaca.
"Ehmm.. Sudah nggak apa,kamu jangan menangis okey,"ucap Devano dengan lembut.
Devano pun mengambil ponselnya yang terjatuh namun ponselnya ngga pecah sama sekali membuat Devano menghela nafas sebenarnya lega karena ngga pecah karena ada berkas penting namun,ia pun jika ponselnya rusak ngga akan marah sama Alina.
"Lihat ngga pecah Alina,"ucap Devano membuat Alina terkejut.
"apakah.. Kalo pecah,tuan akan marah besar?"tanya Alina membuat Devano mengerutkan keningnya.
"Nggak Alina, walaupun ponsel ini penting tapi yang namanya ngga sengaja gimana dong ngga mungkin saya marah,"jawab Devano membuat Alina menghela nafas lega.
"sekali lagi,saya minta maaf tuan,"ucap Alina balas Anggukan Devano.
Devano pun menutup laptopnya karena sudah mengantuk dan pekerjaan sudah selesai ia kerjakan,saat nya tidur karena sudah jam 10 malam agar besok ngga terlambat bangun ia harus tidur ngga terlalu malam.
"besok meeting, semoga lancar,"gumam Devano sembari melangkah menuju kamarnya.
___________________________________________
PAGI HARI KEMUDIAN..
Pagi ini Devano baru berangkat ke kantor karena habis bertemu orang tua nya,namun ia bingung kenapa karyawan nya menatap nya begitu namun bersikap cuek saja mungkin karena merasa heran karena jam segini baru berangkat kerja.
"Aku penasaran,kamu kan ngga punya rumah dimana selama ini tinggal?"tanya Kayla membuat Alina menghela nafas.
"itu bukan urusan mu!"jawab Alina membuat Kayla mengerutkan keningnya.
"Atau mungkin,satu atap dengan bos!"ucap Kayla membuat Alina terkejut.
"jaga ucapan mu,Alina dan bos belum menikah!"ucap Laras merasa tak terima.
Alina bingung mau bicara bagaimana karena ucapan Kayla benar,kalo dirinya tinggal bersama bosnya selama ini dan sekarang sebenarnya sudah menjadi istri Devano,Alina tak berani jujur sebelum Devano sendiri yang bilang jujur.
"Jawab kak,apa aku benar?"tanya Kayla membuat Alina gugup.
"Itu bukan urusan kamu!"jawab Devano membuat Alina menghela nafas.
"memang kenapa,kalo saya ingin tau?"tanya Kayla menatap Devano.
"kemana pun,dia tinggal itu privasi nya paham!"jawab Devano dengan tegas.
"Kayla berani dengan bos,pasti setelah ini akan di pecat,"gumam Alina.
Devano pun pergi meninggalkan Kayla menuju ruangan nya,ia sungguh bingung antara mau jujur atau nggak karena takut ada yang berpikir negatif terhadap Alina apalagi jika sampai terdengar oleh telinga mamah nya pasti sangat tak di restui.
"suatu saat,pasti akan terbongkar namun seperti nya harus aku sendiri yang bongkar dari pada orang luar yang bongkar dan bicara macam macam tentang Alina,"gumam Devano.
"Aku ngga tau, sampai kapan rahasia ini di tutup,"gumam Alina sembari melangkah menuju ruangan Devano.
Ka ayo baca novel ku juga, kalo mau 😼"changes that are becoming more pronounceed"