NovelToon NovelToon
Rahim Yang Terbelenggu DENDAM

Rahim Yang Terbelenggu DENDAM

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Mafia / Bad Boy
Popularitas:13k
Nilai: 5
Nama Author: Nufierose

“Capek tidak, Sayang? Aku masih mau sekali lagi.”
“Kamu kuat sekali, Mas,” jawab istrinya sambil tersenyum lelah.
Tama tertawa pelan dan mencium pipi wanita itu dengan penuh kasih. Namun beberapa detik kemudian ia bertanya pelan,
“Sudah diminum pilnya?”
Senyum sang istri perlahan memudar.
“Harus terus, Mas? Aku lelah minum pil KB…”
Tama terdiam sejenak sebelum mengelus rambutnya lembut.
“Turuti saja, Sayang. Ini demi kebaikan kita.”
Istrinya tidak pernah benar-benar mengerti mengapa Tama selalu menolak memiliki anak.
Malam kembali hening saat Tama memeluknya dari belakang. bayangan masa lalu itu kembali datang.
Sebuah rahasia yang selama ini ia sembunyikan.
“Aku takut kamu meninggalkanku jika tahu siapa aku sebenarnya,” bisiknya dalam hati.
Karena jauh di masa lalu, Tama pernah melakukan sesuatu yang tidak akan pernah bisa ia lupakan.
Dan jika kebenaran itu terungkap…
yang hancur bukan hanya rahasianya.
Tetapi juga pernikahan yang selama ini ia jaga mati-matian.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nufierose, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

HASRAT TERPENDAM

BAB 34

Hilangnya Kevin bak ditelan bumi memang memberikan sedikit ruang napas, namun bagi Tama, ketenangan ini justru terasa seperti keheningan sebelum badai.

Prediksinya bahwa Kevin melarikan diri kembali ke Swiss cukup masuk akal, mengingat jaringan dan tempat persembunyian adiknya itu paling kuat di sana. Meski begitu, Tama tetap memperketat penjagaan rumah, tidak membiarkan celah sekecil apa pun terbuka.

Hari ini, Tama memilih menjadi suami yang siaga sepenuhnya. Ia mengabaikan tumpukan berkas di kantor demi menemani Alisya yang sedang tidak enak badan. Namun, berada di dalam kamar seharian dengan Alisya yang hanya mengenakan piyama tipis dengan rambut sedikit berantakan ternyata menjadi tantangan tersendiri bagi Tama.

Tama terus menempel pada Alisya, memeluknya dari belakang saat Alisya sedang mencoba membaca buku. Aroma tubuh Alisya yang lembut selalu berhasil mengacaukan fokus Tama.

"Mas, kamu sudah ku peringatkan sejak pagi, kenapa masih menempel terus?" tanya Alisya sambil berusaha menjauhkan wajah Tama yang terus mengecup ceruk lehernya.

"Aku cuma ingin memastikan kamu baik-baik saja, Sya," bisik Tama dengan suara yang sudah mulai memberat. Tatapannya kini terkunci pada bibir Alisya yang kemerahan.

Alisya yang sadar arah pembicaraan suaminya mulai melantur, langsung memberikan peringatan tegas. "Aku masih masa nifas, Mas. Jangan aneh-aneh. Ingat kata dokter."

Tama menghela napas panjang, kepalanya menyandar di bahu Alisya. "Aku tahu, Sayang. Tapi kamu sangat cantik hari ini... pertahananku goyah."

"Mas!"

"Kamu masih punya tangan, Sayang..." ucap Tama sambil meraih tangan halus Alisya dan mengecup telapak tangannya dengan lembut, matanya menatap Alisya dengan penuh permohonan yang nakal.

"Tidak mau!" Alisya menarik tangannya dengan wajah memerah karena malu sekaligus kesal.

"Istirahat, Mas! Jangan pikirkan itu terus."

Tama tertawa kecil melihat reaksi istrinya yang menggemaskan saat marah. Ia menarik Alisya ke dalam dekapannya, memeluknya erat-erat seolah tak ingin melepaskannya. Ia bisa merasakan detak jantungnya sendiri yang berpacu kencang dan suhu tubuhnya yang meningkat drastis.

Sebagai pria normal, tentu sangat sulit menahan diri saat berada di dekat wanita yang paling dicintainya.

Namun, Tama cukup tahu diri. Ia tidak akan pernah memaksakan kehendaknya, apalagi dalam kondisi Alisya yang masih dalam masa pemulihan pasca kehilangan bayi mereka.

"Hah... baiklah, aku kalah," gumam Tama sambil melepaskan pelukannya dan bangkit dari tempat tidur.

Alisya menatap suaminya dengan bingung.

"Mau ke mana, Mas?"

Tama menoleh di ambang pintu kamar mandi, sambil mulai membuka kancing kemeja santainya satu per satu, memperlihatkan dadanya yang bidang.

"Aku mau berendam air es, Sayang. Tubuhku panas sekali. Kalau aku tetap di sini, aku takut tidak bisa menahan diri untuk tidak 'menerkammu'."

Alisya hanya bisa menggelengkan kepala sambil tersenyum tipis melihat tingkah suaminya.

"Kasihan sekali suamiku ini," gumamnya pelan sambil kembali melanjutkan bacaannya.

Di halaman belakang, Argo sedang berlatih tanding dengan Gery. Gery tampak jauh lebih bersemangat hari ini setelah lamarannya diterima oleh Selin.

"Fokus, Mas Ger! Kamu banyak melamun," tegur Argo sambil menepis pukulan Gery dengan mudah.

"Aku sedang memikirkan konsep pernikahan, Go. Kamu pikir Selin lebih suka gaun yang elegan atau yang taktis agar dia bisa tetap menendang orang saat resepsi?" canda Gery yang langsung disambut tatapan datar dari Argo.

“Jangan aneh-aneh Mas.” Argo memutar bola matanya.

“Ya kan! Kamu tau sendiri bagaimana Selin itu.”

Tiba-tiba, ponsel Gery berdering. Ada pesan masuk dari salah satu informannya di bandara. Wajah Gery seketika berubah serius.

----

Sementara di kamar Alisya.

Selin melangkah menuju kamar utama dengan nampan berisi vitamin dan segelas jus jeruk segar di tangannya. Sebagai asisten yang sangat peduli, ia ingin memastikan Alisya tetap terhidrasi dan pulih dengan cepat.

Ceklek.

Pintu terbuka tepat saat Tama keluar dari kamar mandi hanya dengan sehelai handuk yang melilit pinggangnya. Rambutnya basah kuyup, butiran air masih mengalir di dada bidangnya yang kemerahan akibat berendam air es terlalu lama.

"Eh... Tam?" Selin mematung di ambang pintu, matanya berkedip cepat melihat pemandangan ‘segar’di depannya.

Tama yang sedang menggosok rambutnya dengan handuk kecil ikut terdiam. Ia menatap Selin dengan wajah datar, meski sebenarnya ia merasa sedikit konyol karena harus mendinginkan diri dengan cara ekstrem seperti itu.

Alisya yang sedang bersandar di ranjang langsung tertawa geli melihat kecanggungan di depan matanya.

"Masuk saja, Lin. Jangan takut, suamiku sudah dijinakkan oleh air es," goda Alisya sambil melambaikan tangan.

Selin meletakkan nampan di meja nakas, lalu melirik Tama yang sedang mencari kaos di lemari.

"Wajah Tama pucat sekali. Apa air esnya terlalu dingin, atau memang gairahnya yang terlalu membara?"Selin menggoda, dia sudah sangat hapal karena Selin tau Tama sangat sulit mengontrol hasratnya.

"Selin, diam atau aku potong bonus tunanganmu," ancam Tama tanpa menoleh, meski telinganya memerah.

Selin justru terkekeh. Ia kembali menatap Alisya.

"Sya, hati-hati. Sepertinya Suamimusedang dalam mode 'singa kelaparan' yang dipaksa puasa. Saya sarankan pintunya dikunci ganda malam ini."

"Dia bahkan tadi memintaku menggunakan tangan, Lin," tambah Alisya, sengaja memanaskan suasana.

"Astaga, Bos! Benar-benar tidak ada wibawanya ya kalau sudah di depan istri," timpal Selin sambil menggeleng-geleng prihatin.

Tawa mereka terhenti saat Gery muncul di depan pintu dengan wajah yang jauh lebih serius. Ia melihat Tama yang sedang mengenakan kaos hitamnya dan Selin yang sedang menggoda bosnya.

"Maaf mengganggu momen 'mendinginkan diri' ini, tapi kita punya masalah," ucap Gery, suaranya berat.

Tama langsung berubah mode menjadi serius dalam hitungan detik.

"Kevin?"Gery menganggukan kepalanya.

"Informanku di bandara melihat seseorang yang sangat mirip dengan Kevin masuk ke jet pribadi milik keluarga Alvaro yang lama. Tapi anehnya, rutenya bukan ke Swiss, Tam," Gery menunjukkan layar ponselnya ke arah Tama.

"Lalu ke mana?" tanya Selin, ikut mendekat.

"Singapura. Dia transit di sana hanya untuk beberapa jam, dan sekarang sinyalnya menghilang di daerah perbatasan Batam. Dia tidak melarikan diri jauh, Tam. Dia justru sedang memutar balik ke Indonesia lewat jalur laut yang ilegal."

Tama menegang. Ia menoleh ke arah Alisya yang raut wajahnya kembali cemas. Harapan bahwa Kevin sudah pergi jauh seketika sirna.

"Dia sengaja membuat kita berpikir dia ke Swiss," desis Tama.

"Dia sedang merencanakan serangan balik dari jarak yang lebih dekat."

Tama menatap Gery dan Selin dengan tatapan tajam.

"Siapkan semuanya. Kalau dia berani menginjakkan kaki lagi di tanah ini, aku tidak akan memberinya kesempatan untuk melompat ke speedboat lagi. Argo! Jaga setiap sudut rumah!"

Alisya menarik tangan Tama, menggenggamnya erat.

"Mas, janji padaku... jangan biarkan dia memancingmu menjadi monster lagi."

Tama mengecup kening Alisya lama. "Aku janji, Sya. Tapi aku juga janji tidak akan membiarkan seujung kuku pun darinya menyentuh rumah ini lagi."

1
R⁸
aaahhh kaaannn.. mesti deh c alisya terpengaruh 😒
Ipus
mau komen kaya gimana ya Thor,,?🤔satu kata az lah, kerennnn😊.
R⁸
aq knp ya, klo baca part tama selin.. suka dagdigdug serrr.. suudzhon aja klo mereka ada something 🤭🤣🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️
R⁸: /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 2 replies
R⁸
mending tama alisya bicara dari hati ke hati dulu deh, tama harus jujur sama alisya, ttg semua nya.. n yakin, alisya ga bakal ninggalin tama, klo emang cinta mereka kuat fondasi nya
Yeni Suprianti Laba'a
terima kasih thor ceritanya bagus lanjut jgn lama2 up-nya
Yeni Suprianti Laba'a
lanjut thor
Nufie: siap kakak.. jangan lupa follow author yaaa😍
total 1 replies
Yeni Suprianti Laba'a
ceritanya bagus thor tp updatenya lama sekali
Amelia Kesya
jgn lama" update nya thor aku semakin cinta karyamu ni
Amelia Kesya
semakin menarik.🥰🥰
Amelia Kesya
aaaaah semakin suka dgn ceritanya,jgn lama"donk thor upnya🙏
Nufie: siap kakak.. jangan lupa follow authornya yaaa😍
total 1 replies
Amelia Kesya
lama kali updatenya thor,,,,,kenapa?bolak balik ditunggu" nggak muncul".
Rekana
ceritanya keren. banyak rahasia yang belum terungkap bikin penasaran..
suka sama karakter Tama walaupun kejam dan cuek tapi sama istri selalu lembut

love banget pokonya 😗 😗
Rekana
jangan lama² up nya kak.. ceritanya bagus banget.. seru
Ipus
terimakasih Thor ceritanya bagus,menarik. lanjut,,,,
Amelia Kesya: oke KK tp kenapa update nya lama kali.
total 2 replies
Amelia Kesya
masih ngikutin alur
R⁸
banyak bgt al nya, bayu ngobrol dgn selin, panggil al, gani dgn selin al lagi.. tokoh baru nongol al lagi😓
Nufie: maaf kak.. nanti di revisi
total 1 replies
Rekana
aduh siapa lagi itu..
antagonis mulai keluar nih kayanya
Rekana
tempramental banget si tama yaa... keras di luar lembut di dalam 😍
Rekana
duh tam.. meleleh akyuuuu😍
Rekana
takut banget tiba² si selin jahat.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!