NovelToon NovelToon
Possessive Wife

Possessive Wife

Status: sedang berlangsung
Genre:Slice of Life / Romansa / Komedi
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: SNOWBIRDS

Dimas hanyalah seorang pegawai kantoran biasa yang hidup dalam rutinitas yang melelahkan. Namun, di balik pintu apartemennya, menanti sebuah rahasia yang tidak akan dipercayai oleh siapapun: seorang istri cantik luar biasa bernama Linda, yang berasal dari ras siluman rubah.

Linda bukan sekadar istri biasa. Ia memiliki kasih sayang yang meluap-luap, namun berbanding lurus dengan sifatnya yang sangat posesif. Baginya, keterlambatan Dimas pulang kerja adalah "kejahatan besar" yang hanya bisa ditebus dengan perhatian penuh dan kemanjaan yang intens. Linda tidak segan-segan menggunakan pesona silumannya untuk memastikan Dimas tidak pernah berpaling darinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SNOWBIRDS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 30

...«----------------🍀{DIMAS}🍀----------------»...

Uap air panas membubung tinggi, memenuhi kamar mandi apartemen nomor 404 dengan kabut putih yang tebal dan aroma esensial lavender yang menenangkan. Di dalam bathtub porselen berukuran extra-large yang baru aku pasang bulan lalu, satu lagi proyek "kenyamanan logistik" untuk istri ku, aku duduk bersandar pada tepian yang halus. Air hangat memeluk tubuh ku, melunturkan ketegangan otot setelah seharian menghadapi audit kantor dan ancaman tak kasat mata dari luar sana.

Namun, beban yang paling berat bukan ada di pundak ku, melainkan di depan ku.

Linda duduk bersandar di dada ku, tubuhnya tenggelam dalam busa sabun yang lembut. Punggungnya yang mulus bersentuhan langsung dengan kulit ku, menciptakan sensasi hangat yang melampaui suhu air. Aku bisa merasakan kesembilan ekornya, yang kini dibiarkan bebas tanpa sihir penyamaran, bergerak pelan di bawah permukaan air, melilit kaki ku seperti rumput laut yang hidup dan protektif.

“Momen seperti ini adalah kemewahan yang berbahaya,” Keluh ku sembari mengusap bahu Linda yang basah. “Di luar sana, Genta mungkin sedang merencanakan sesuatu yang gelap. Di lereng Merapi, Bibi Sari sedang menyiapkan ramuan yang mungkin pahit. Tapi di sini, di dalam kotak porselen ini, dunia ku menyempit hanya menjadi uap, air, dan detak jantung wanita yang aku cintai. Aku bisa merasakan Elkan di sana, di balik kulit perut Linda yang meregang indah, sedang ikut menikmati kehangatan ini.”

"Dimas..." Linda berbisik, suaranya parau karena relaksasi. Ia memiringkan kepalanya, menatap ku dengan mata hijau yang sayu namun penuh binar. "Kau melamun lagi. Apa kau sedang menghitung biaya air panas kita bulan ini?"

Aku terkekeh, mengecup pundaknya yang licin karena sabun. "Tidak, Sayang. Aku sedang menghitung betapa beruntungnya aku. Tidak semua manajer logistik bisa mandi bersama ratu rubah di tengah kota Jakarta."

Linda tersenyum kecil, ia meraih tangan ku yang berada di permukaan air dan membawanya ke perutnya. Perutnya kini terasa jauh lebih padat dan bulat. Di bawah telapak tangan ku, aku merasakan sebuah gerakan rotasi yang pelan, Elkan sedang mengubah posisinya.

"Dia sangat tenang malam ini," gumam Linda. "Mungkin karena dia tahu ayahnya sedang menjaganya. Tapi Dimas... aku takut."

Sentuhan yang tadinya mendominasi suasana mendadak berubah menjadi percakapan yang sangat emosional. Aku mengeratkan pelukan ku, membiarkan wajah ku tenggelam di ceruk lehernya yang wangi.

"Takut soal apa? Soal pindah ke desa? Atau soal Bibi Sari?" tanya ku lembut.

"Semuanya," Linda menghela napas, sebuah riak kecil muncul di permukaan air bathtub. "Aku takut Elkan akan membenci ku karena memberinya darah yang 'terkutuk' ini. Dia akan lahir sebagai Han’yo. Dia tidak akan sepenuhnya diterima di klan rubah, dan dia tidak akan pernah bisa menjadi manusia biasa seperti mu. Dia akan selalu berada di antara dua dunia, diburu oleh mereka yang menginginkan kekuatannya, atau dijauhi oleh mereka yang takut pada perbedaannya."

“Ketakutan seorang ibu,” Keluh ku, hati ku terasa seperti diremas. “Dia tidak takut pada Genta atau kematian. Dia takut pada kesepian yang mungkin dihadapi anaknya nanti. Dan aku, sebagai manusia yang hanya punya logika dan kasih sayang, apa yang bisa aku janjikan pada makhluk yang bisa mengguncang dunia hanya dengan tangisannya?”

"Linda, dengarkan aku," aku membalikkan tubuhnya perlahan di dalam air agar dia menghadap ku. Kini, kami duduk berhadapan dalam jarak yang sangat intim. Mata hijaunya berkaca-kaca, memantulkan cahaya lampu kamar mandi yang temaram. "Elkan tidak akan kesepian. Dia punya aku. Dia punya kau. Dan dia punya kekuatan dari dua dunia yang akan membuatnya unik, bukan terkutuk."

"Tapi kau manusia, Dimas," Linda menyentuh pipi ku dengan tangannya yang basah. "Umur mu pendek. Suatu saat nanti, kau akan meninggalkan ku dan dia. Saat itu terjadi, siapa yang akan mengingatkannya bahwa dia memiliki sisi manusia yang lembut? Siapa yang akan melindunginya dari amarah silumannya sendiri?"

"Itulah sebabnya aku bekerja keras sekarang," jawab ku dengan nada yang sangat serius. "Aku tidak hanya menyiapkan uang atau keamanan fisik. Aku sedang membangun fondasi agar dia tahu bahwa ayahnya, seorang manusia biasa, tidak pernah takut padanya. Jika dia melihat ayahnya tidak takut, dia juga tidak akan takut pada dirinya sendiri."

Linda terdiam, air matanya jatuh dan menyatu dengan air di dalam bathtub. Aku menyekanya dengan ibu jari ku, lalu menariknya ke dalam ciuman yang lambat dan penuh dengan gairah yang matang. Ini bukan sekadar nafsu; ini adalah penyatuan janji di tengah ketidakpastian. Di bawah air, ekor-ekornya melilit pinggang ku semakin erat, seolah-olah dia ingin menyerap setiap sisa keberanian yang aku miliki ke dalam tubuhnya.

“Sisi dari hubungan kami selalu terasa seperti pelarian yang indah,” pikir ku saat bibir kami bertemu. “Tapi malam ini, keintiman ini terasa lebih seperti ritual. Setiap sentuhan kulit, setiap gesekan ekor di kaki ku, adalah cara kami berkata: 'Kita masih di sini. Kita masih hidup. Kita masih satu.' Elkan di dalam sana pasti bisa merasakan ledakan endorfin ini. Dia harus tahu bahwa dia tercipta dari cinta, bukan dari ambisi klan.”

"Kau tahu apa harapan ku untuknya?" bisik ku setelah tautan bibir kami terlepas.

"Apa?" Linda menatap ku penuh harap.

"Aku harap dia punya telinga rubah mu yang indah, tapi punya kesabaran manusia ku. Aku harap dia bisa melihat sihir di hutan, tapi juga bisa menikmati rasa martabak manis di pinggir jalan Jakarta. Aku ingin dia menjadi jembatan, Linda. Bukan tembok."

Linda tertawa kecil di tengah tangisnya, ia menyandarkan keningnya di kening ku. "Kau terlalu idealis, Manajer. Dia mungkin akan lebih suka menghancurkan martabak mu dengan sihir jika dia sedang marah."

"Kalau begitu, aku akan mengajarinya cara memperbaiki martabak itu dengan logistik yang tepat," balas ku, membuat tawanya semakin lebar.

Kami menghabiskan waktu cukup lama di dalam air yang mulai mendingin. Percakapan kami beralih ke hal-hal yang lebih ringan, tentang warna kamar bayi di desa nanti, tentang bagaimana aku akan menghadapi Bibi Sari tanpa terlihat seperti pria kota yang lemah, dan tentang bagaimana kami akan menyembunyikan identitas Elkan dari dunia luar.

"Dimas, kalau nanti di desa aku menjadi lebih... 'liar' karena pengaruh energi Merapi, apa kau akan tetap mandi bersama ku seperti ini?" tanya Linda dengan nada menggoda, tangannya mulai bermain di dada ku, menyusuri garis otot yang terbentuk karena rutinitas baru ku mengangkat kardus-kardus perlengkapan bayi.

"Selama kau tidak menggigit telinga ku sampai putus, aku akan selalu ada di sini," aku memegang tangannya, mencium telapak tangannya yang hangat. "Lagi pula, aku sudah punya sistem keamanan baru, kan? CCTV di plafon kamar mandi tidak ada, tapi mata ku akan selalu mengawasi mu."

"Dasar mesum," Linda mencubit pelan perut ku.

“Komedi dalam hubungan kami adalah penyelamat,” Keluh ku saat kami akhirnya memutuskan untuk keluar dari bathtub. “Tanpa tawa-tawa kecil ini, tekanan dari Genta dan takdir siluman pasti sudah menghancurkan kami sejak lama. Hari ini mengajarkan ku bahwa semakin besar ancamannya, semakin erat kita harus berpegangan pada hal-hal sederhana: air hangat, pelukan, dan janji masa depan.”

Aku membantu Linda keluar dari bathtub, membungkus tubuhnya yang lembap dengan handuk putih besar yang lembut. Aku mengeringkan ekor-ekornya satu per satu dengan telaten, sebuah rutinitas yang kini sangat aku sukai. Setiap ekor memiliki kepribadiannya sendiri; ada yang sensitif, ada yang kuat, dan ada yang selalu mencoba melilit pergelangan tangan ku dengan manja.

"Terima kasih, Dimas," Linda menatap pantulan kami di cermin besar kamar mandi. "Aku merasa lebih siap sekarang. Merapi tidak terasa begitu menakutkan jika aku membayangkan kita mandi bersama di sana nanti."

"Kita akan cari mata air panas alami di sana," janji ku sambil menyisir rambut hitamnya yang panjang. "Hanya untuk kita bertiga. Tanpa klan, tanpa Genta, tanpa audit kantor."

Kami kembali ke tempat tidur, menyelinap ke dalam "sarang bantal" yang masih tertata rapi. Malam itu, untuk pertama kalinya setelah sekian lama, aku tidak memikirkan tentang sistem keamanan atau senjata. Aku hanya memeluk Linda, menempelkan telinga ku ke perutnya, dan mendengarkan suara kehidupan yang sedang tumbuh di sana.

“Selamat malam, Elkan,” bisik ku dalam hati. “Ayah dan Ibu sudah siap. Dunia mungkin akan mencoba memisahkan kita, tapi malam ini, air hangat dan cinta manusia ini telah membaptis kita sebagai keluarga yang takkan terpatahkan.”

Apartemen nomor 404 menjadi sunyi, hanya menyisakan aroma lavender dan cendana yang beradu. Ditutup dengan kedamaian sementara, sebuah ketenangan sebelum badai besar kepindahan kami dimulai.

1
4329moonluv
mampir kak semangattt💪💪
mary dice
lanjut thor
Del Rosa
baguusss bgtt
100000/10
would recommend
Del Rosa
👍👍👍👍😍
Del Rosa
mampir kak
semangat terus up nyaaa👍👍👍😍😍
Jeje Lu-Baby
404 not found
Jeje Lu-Baby
pov pak Rt 🤣 banyak banget sudut pandangnya thor ....
mizuno
semangat bikinnya kak
Jeje Lu-Baby
ya ampun tajam banget hidungnya .... rubah suka melati jg yah 🫠
Jeje Lu-Baby
rubah ini biasanya akan makan jantung manusia.... duhhhhhh si si si cinta ini si si
Jeje Lu-Baby
astaga kenapa nomor 404 artinya si ...artinya kematian... duh 😭😭😭😭 revisi nomor kamar deh biar aura novel ni bukan si si si
kertaslusuh: semangat kak ,
total 1 replies
MayAyunda
keren kak 👍
❀ ⃟⃟ˢᵏklee, Senja⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
hayo kena marah kan.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!