NovelToon NovelToon
Love Unscripted

Love Unscripted

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta / Teen
Popularitas:856
Nilai: 5
Nama Author: CieMey

Zhevanya Maharani Karasya (Vanya) selalu menjadi anak yang dapat dibanggakan oleh kedua orangtua nya, siapa sangka sifat nya yang ceria periang dan selalu berfikir positif itu ternyata menyembunyikan rasa sakit yang sangat menyiksa. Vanya yang selalu ingin menyerah oleh penyakit nya itu tak pernah menduga masa remaja nya akan terasa sangat berwarna.

Pertemuan nya dengan Nana, Farida, dan Irgi benar benar membuat masa remaja nya begitu berwarna, indah dan membuat banyak kenangan yang tak terlupakan, sampai pada akhirnya Semua terasa begitu sia sia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon CieMey, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tuhan tolong selamatkan dia

Irgi menghabis kan waktunya dengan mengobrol bersama Raka, sampai salah satu perkataan Raka membuat Irgi terdiam dan merenung beberapa saat.

"Gi kalo gue udah gak kuat adek gue gimana ya? " bahkan Irgi saja tak berani membayangkan nya.

sampai akhirnya Irgi memilih untuk mengalihkan pembicaraan itu dengan bermain game di samping Raka. sampai Raka tertidur karna kelelahan.

Jujur saja Irgi ingin menangis melihat keadaan Raka saat ini, wajah nya terlihat sangat tirus tubuh nya yang melemah dan terlihat lebih kurus dari sebelum nya sudah menggambarkan seberapa berat penderitaan yang harus ia tanggung.

Irgi membantu merapihkan selimut Raka dan sedikit mengelus lembut rambut Raka yang terlihat lebih berantakan.

Dari kecil ia sudah sangat dekat dengan Raka, Raka selalu ada untuk nya menemaninya disaat Irgi membutuhkan nya. bahkan Raka juga yang mengajarkan Irgi mengendarai motor. Raka sudah seperti abang bagi nya.

...☘️☘️☘️...

"Pagi Mas Raka, Nanti kita jadwal kan Untuk Visit dokter ya" Kata Suster yang mengganti infus Raka di pagi hari.

"Iya Sus makasih"

Raka mengelus lembut kepala Irgi Yang masih tertidur pulas dengn posisi duduk di samping ranjangnya.

"Gi Maaf ya ngerepotin lo mulu" Raka bergumam, ia tak sanggup mengatakan hal itu secara langsung kepada Irgi, ia sangat merasa bersalah kepada teman nya itu.

Tak lama Irgi terbangun dan langsung kaget melihat Raka yang sedang merintih kesakitan.

"Kenapa Bang?"

"Sakit Gi" Rintih Raka sambil memegang kepala nya.

"bentar bang gue panggil dokter dulu" Irgi berlari keluar mencari suster atau dokter.

" Dok tolong abang saya kesakitan" tanpa banyak tanya dokter tersebut langsung berlari menuju kamar rawat inap Raka dan langsung mengecek keadaan Raka.

Tak lama kemudian beberapa suster datang menyusul masuk kedalam kamar rawat inap Raka.

Irgi berkali kali mencoba menghubungi Vanya dan orang tua nya, rasa takut yang melanda membuat Irgi tak mampu berpikir jernih. lama tak ada jawaban dari Vanya dan Orang tua nya membuat Irgi semakin frustasi, sampai akhirnya ia kepikiran untuk menghubungi Nana. beruntung Nana langsung mengangkat telpon nya.

"Halo Na, Tolongin gue Na tolong Vanya kesini" perasaan lega dan takut yang menjadi satu membuat Irgi tak sanggup menahan air matanya.

"lo kenapa Gi?" Nana terdengar panik. ini pertama kali nya Nana mendengar Irgi menangis, dan itu membuat Nana juga berpikir negatif.

"cepat Na, gue takut"

"iya iya Gi"

Sambungan telpon langsung terputus, Nana langsung berlari keluar tanpa mengganti baju atau pun celana nya ia langsung pergi kerumah Vanya untuk menyampaikan kabar dari Irgi.

"Van... Van"

pak Agus yang sedang membersihkan mobil langsung terkejut mendengar teriakan Nana.

"Kenapa Mas Nana"

"Pak tolong Pak panggilin Vanya bilangin Vanya suruh kerumah sakit sekarang cepet pak" Kata Nana buru buru meminta tolong Pak Agus.

Pak agus yang mendengar kata rumah sakit langsung paham kalau kondisi Raka tidak baik baik saja. ia langsung berlari memasuki rumah dan membangun kan semua nya untuk segera kerumah sakit.

Sedangkan Nana kembali kerumah hanya untuk mengganti celana nya dan langsung menyusul kerumah sakit.

"Van... Mau bareng naik motor ga? "

teriak Nana saat tak sengaja berpapasan dengan mobil Vanya yang sedikit tertahan macet.

"Mama aja yang bareng Nana, pasti abang lebih perlu mama sekarang" Kata Vanya yang sudah berlinang air mata.

"Ayo Tante"

Ratih langsung keluar dari mobil dan naik keatas motor Nana. Nana berusaha secepat mungkin untuk sampai ke Rumah sakit. dibelakang nya Ratih terus terusan menangis dan berdoa meminta pertolongan tuhan.

di lain sisi, Irgi terus memperhatikan Raka yang sedang di periksa oleh dokter, selang oksigen langsung di pasang bahkan beberapa kali Irgi melihat suster memberikan suntikan untuk Raka, suara monitor membuat Irgi semakin ketakutan. ia hanya bisa berdoa untuk Raka dan berharap Nana, Vanya dan orang tua nya cepat sampai.

10 menit kemudian, Nana berhasil sampai di lobby rumah sakit dengan selamat. tanpa banyak bicara Ratih langsung berlari menuju lift sedangkan Nana ia harus turun ke basement dan memperkirakan motornya dulu.

"Gi gimana Raka" Ratih datang dengan berlari kecil menuju Irgi yang sedang berdiri didepan kamar rawat inap Raka.

"masih di periksa tante" Irgi menuntun Ratih untuk melihat Raka dari kaca pintu.

Ratih menangis sesenggukan melihat Raka yang sedang di pasangkan beberapa infus dan alat alat pernapasan oleh dokter.

"Tante sabar dulu ya, bang Raka pasti kuat kok, sekarang tante dulu ya" Irgi mencoba membujuk Ratih untuk duduk.

Irgi melihat Nana berjalan kearah nya, ia kebingungan kenapa hanya Nana yang datang, dimana Vanya dan papah nya.

"Lo sendiri Na"

"Tadi gue bareng tante Ratih naik motor biar cepet sampe, jalanan macet banget Gi" Kata Nana sambil ngos ngos-ngosan.

"eh bang Raka gimana Gi"

"Tuh liat aja dari kaca, masih di periksa dokter"

Nana melihat ke arah Raka dan terdiam, dihati nya ia terus berdoa meminta kesembuhan Raka, ia berharap tuhan memberikan Raka kekuatan.

Nana ikut duduk disamping Ratih yang masih menangis sesenggukan.

"Tan aku beliin minum ya" Tanya Nana yang tak kuat melihat seorang yang menangisi anak nya yang sedang terbaring tak berdaya.

"Gi lo blom makan kan, gue beliin roti ya"

"Iya Na makasih ya"

"Iya gue kebawah dulu, kalo ada apa apa kabarin Gi jangan lupa"

"Iya"

Tak lama, Vanya, Danu dan Pak Agus sampai di rumah sakit. Vanya tak henti henti nya menangis bahkan Danu dan Pak Agus yang tak pernah kelihatan menangis itu pun hari ini menangis. mereka semua memiliki perasaan yang sama saat ini mereka takut kehilangan orang yang mereka sayangi.

1
Ridwani
👍👍👍👍👍👍
gempi
b
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!