NovelToon NovelToon
Cintaku Nyangkut Di Surat Kontrak

Cintaku Nyangkut Di Surat Kontrak

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Nikah Kontrak / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: ewie_srt

"aku terima syaratmu, tapi terima juga syaratku, kael.."
mahiya melotot kesal,pria dingin itu hanya mengangguk datar.
"okeyyy..deal"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ewie_srt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

32

"clarissa benar-benar membatalkan pernikahannya dengan martin kael, apakah kamu punya andil dalam pembatalan itu?"

Kael menatap gerard lekat, sorot matanya terlihat tidak suka.

"kamu ngomong apa sih?, memangnya aku segabut itu sampai harus ambil andil dalam kegagalan pernikahan martin"

"hhhhhhh" desah gerard terdengar kasar.

"kalau bukan karena clarissa, mungkin orang tak mungkin berpikir begitu"

Gerard diam sesaat, mengamati wajah adiknya yang sudah semakin mengelam.

"apakah kamu masih mencintai clarissa?"

"aishhhh...stoplah..." seru kael jengah.

"aku sudah menikah gerard, menurutmu jika istriku mendengar pertanyaanmu, gimana perasaannya?"

Gerard tersenyum tipis, dia melangkah menuju jendela dan menatap ke luar.

"sudahlah, nggak usah pura-pura di depanku. Bukankah mahiya hanya istri bohongan..."

Gerard membalikkan tubuhnya, menghadap kael yang masih duduk di sofa dengan raut kesalnya.

"jangan mempermainkan sebuah ikatan suci, kael. Nanti ketika kamu terjebak di dalamnya, kamu akan merasakan sakit yang jauh lebih sakit dari yang pernah kamu rasakan"

"sok tahu..!" kael mendengkus kasar, bangun dari duduknya.

Kael hendak beranjak pergi, tapi ucapan gerard menahannya.

"mahiya masih kecil, dan kenapa kamu tega mengajaknya berbohong dalam hal sebesar ini"

"cukup gerard.." mata kael menatap nyalang gerard yang masih menatapnya.

"rumah tanggaku adalah urusanku, dan kuharap kamu berhenti menemui mahiya!"

"kae—"

"walau kamu abangku, kamu nggak berhak mengatur hidupku!"

Gerard mengelus dadanya, suara pintu yang di banting kael barusan membuatnya menggeleng heran.

Kael memang sedikit keras kepala, tapi untuk saat ini reaksinya terlalu berlebihan.

Kael masih ngedumel, di sepanjang koridor saat sapaan para karyawan pun tak mampu mendinginkan hatinya.

Kael kesal luar biasa, bukan karena dia dituduh menggagalkan pernikahan sepupunya, tapi karena gerard terlalu sok tahu.

Wajah tampannya masih merah, rahangnya juga masih terlihat kaku menegang.

Apalagi sudah seminggu ini mahiya berubah, sejak kejadian saat dia mencium gadis itu, entah mengapa kael merasa mahiya jadi lebih cuek.

"hhhhhhhhh.." desahan nafas kael terdengar kasar, dengan sedikit kasar dia membanting pintu mobilnya.

Mana sudah seminggu juga mahiya nggak mau diantar kuliah, mendadak gadis itu jadi lebih mandiri.

Kael sudah nggak bersemangat lagi pergi ke rumah sakit, walau surat warisan neneknya sudah keluar, bahwa rumah sakit sudah menjadi miliknya. Padahal itu yang paling dia harapkan, tapi pikirannya saat ini di penuhi oleh mahiya.

Kael menatap jalanan dengan fokus, sebelah tangannya memegangi dagu, wajahnya terlihat sedang berpikir keras.

Tiba-tiba ponselnya berbunyi, kael tersentak kaget.

Keningnya berkerut heran, nama mertuanya tertera di layar ponsel. Tangannya menggulir panggilan itu ke mode terima,

"assalamualaikum abi!"

["assalamualaikum kael.."]

Kael mengaktifkan speakernya, dengan mata masih fokus menatap jalanan yang padat merayap.

["bisakah nanti malam, kamu dan mahiya ke rumah?"]

"bisa bi.." sahut kael cepat, walau jujur dia penasaran kenapa mertuanya tiba-tiba mengundangnya.

["sebelum maghrib udah di rumah yah, ada sedikit acara syukuran"]

"iya bi, nanti saya sampaikan ke mahiya.."

["baiklah kael, abi tunggu di rumah. Assalamualaikum"]

Kael menutup panggilan itu setelah menjawab salam dari mertuanya dengan takzim.

********

Kael dan mahiya duduk di depan orangtua mahiya dengan sopan, acara syukuran kelulusan fikral melalui jalur SNBP, bertepatan dengan pernikahan mereka yang 3 bulan, baru saja usai.

Pak rustam mengundang anak-anak yatim dan kaum dhuafa untuk makan di rumahnya serta menyerahkan sedikit bantuan.

Kael menatap kagum ayah mertuanya itu, padahal mereka bukan orang kaya, tapi masih bisa menyisihkan penghasilannya untuk berbagi. Sementara dia yang ekonominya stabil dan diatas rata-rata, sama sekali tak pernah berpikir ke arah situ.

"syukuran ini bukan hanya untuk fikral abi niatkan.." ujar pak rustam menatap mereka semua satu persatu, dimulai dari istrinya, kael, mahiya dan fikral anak bungsunya.

"tapi juga untuk pernikahan kael dan mahiya, semoga pernikahan langgeng selalu, itu doa abi"

Mahiya tertunduk, ada yang terasa sakit di dadanya. Abinya begitu tulus mendoakan pernikahan mereka, sementara selama ini semuanya adalah pura-pura dan kebohongan.

Mahiya melengos jengah, ada senyum indah di wajah abinya yang biasanya datar. Jujur mahiya merasa bersalah, dia menoleh melirik kael yang juga tersenyum dengan mata penuh terima kasih pada abinya.

Mahiya merasa kesal pada kael, tapi sangat merasa bersalah pada abinya. Ada rasa panas membara di hatinya saat ini, mahiya kepengen banget rasanya berteriak dan mengaku di depan abinya kalau pernikahan mereka itu palsu, tapi wajah sumringah pak rustam membuat hati mahiya terasa berdarah, sakit.

"untuk kael, abi harap kamu bisa menerima mahiya dengan segala kerandomannya, sayangi anak gadis abi setulus hati kamu"

Mahiya menatap abinya dengan mata berkaca-kaca, mahiya menunduk cepat, air matanya hampir jatuh.

"pasti abi, aku akan menyayangi mahiya dengan seluruh kemampuan yang aku punya"

Mahiya mendongak, menoleh ke samping. Menatap kael dengan sorot kesal.

Mahiya kesal, kenapa kael bisa dengan santainya menjawab tanpa sedikitpun merasa bersalah.

Wajah pria itu terlihat tulus, dan itu yang membuat mahiya menjadi semakin kesal. Dia juga kesal, kenapa hatinya seperti ini.

Padahal kael sudah jelas-jelas ngomong ke dia, jangan sampai ada perasaan yang terlibat di pernikahan sialan ini.

Tapi hatinya yang lemah ini, nggak sanggup bertahan.mahiya kepengen marah, nangis. Kesal habis rasanya, hatinya begitu murahan.

"terima kasih abi, sudah mengijinkan aku menjadi menantu abi dan ummi, menjadi suami mahiya.."

Kael meraih jemari mahiya yang sedikit tersentak, mahiya hampir menepis tangan kael, tapi senyum indah di wajah orangtuanya dan juga adiknya membuat mahiya menahannya.

Tak urung mahiya ikut tersenyum, dengan sedikit malas sebenarnya dia meremas lembut jemari kael. Mahiya ingin menunjukkan ke orangtuanya, bahwa pernikahan putrinya ini baik-baik saja.

Terlihat hembusan nafas lega dari mulut pak rustam dan buk sarah bersamaan. Mata tua mereka menatap bangga ke arahnya dan kael bergantian.

"abi bersyukur memiliki kamu sebagai menantu abi, kael. Karena kamu bukan saja menyayangi mahiya, tapi kamu juga bisa menerima kami sebagai keluargamu"

Kael tertunduk, ada rasa hangat menjalari hatinya. Jujur dia bahagia sekali malam ini, orangtua mahiya menyayanginya setulus itu.

Kael tersenyum manis, dia menoleh melirik mahiya yang tertunduk.

Kael mengernyitkan keningnya heran, apa itu, Mahiya menangis.

Kael tersentak tersadar, ahhh. Apakah mahiya terharu atau merasa sedih.

" sayang..."

Kael menyentuh kedua pundak mahiya, mengangkat dagu gadis itu.

Kael tersentak, sorot mata mahiya terlihat begitu marah padanya.

"kamu menangis?" tangannya mengusap lembut air mata yang berjatuhan di pipi gadis itu. Kael tahu mahiya pasti merasa sangat bersalah, karena pasti gadis itu berpikir bahwa kael sedang berpura-pura.

'tidak mahi, aku sedang tidak berpura-pura'

Tapi sorot mata mahiya terlihat masih penuh amarah menatapnya tanpa berkedip sama sekali.

Bersambung...

1
Bungatiem
cerita nya bagus 👍
Rina Zulkifli
double up kk othor, kemarin bolak balik tapi g da part baru 🤭 seruu
Rina Zulkifli
maratahon 22 part. mantul n seru ceritanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!