seorang gadis bernama Alina Harus hidup menderita tinggal bersama bibinya sejak kecil selalu di perlakukan dengan kasar oleh sang bibi
hingga dirinya bertemu pria arogan bernama Devano Dirgantara seorang pengusaha mempunyai sifat dingin cuek galak berstatus duda Alina harus kerja di tempat Devano karena ganti rugi
bagaimana kisahnya? apakah Alina akan dapat kebahagiaan karena kehidupan nya begitu menyedihkan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Mei, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Aditya sepupu Devano?
"Tuan Devano,ini luka apa?"tanya Alina menatap punggung Devano.
"Ehmm.. Tadi ada, yang serang saya!"jawab Devano membuat Alina terkejut.
"Yaampun.. Biar saya obati,nanti infeksi tuan!"ucap Alina merasa cemas balas Anggukan Devano.
Alina mengambil p3k lalu segera mengobati Devano yang sedang terluka walaupun tak parah tapi takut infeksi,Alina menggunakan kapas mengobati luka Devano dengan perlahan membuat Devano jantung nya berdegup kencang saat Alina menyentuh tubuhnya..
"Aku kenapa seperti ini,apa aku mencintainya?"gumam Devano.
"Nah.. Sudah selesai tuan, semoga cepat sembuh tuan!"ucap Alina membuat Devano ngangguk.
"terimakasih Alina,pasti ngga lama akan sembuh lukanya,"ucap Devano membuat Alina tersenyum.
Devano memakai piyama karena ingin langsung istirahat saja,lalu melihat Alina sedang merapikan kamar memang Alina tak pernah kecapean padahal ada asisten rumah tangga tapi tetap saja ngga bisa diam dirumah..
"Tuan,apa anda sudah makan?"tanya Alina membuat Devano mengerutkan keningnya.
"Ehmm.. sudah Alina,tadi saat hendak pulang!"jawab Devano balas Anggukan Alina.
"Yaudah.. Lebih baik,aku buang saja mungkin besok akan basi,"gumam Alina.
Alina pun pergi meninggalkan kamar ingin membuang makanan yang ia buat untuk Devano, karena siapa tau belum makan malam itu kenapa membuat makanan untuk Devano..
"mubazir banget,tapi nanti juga bau,"gumam Alina menghela nafas.
Alina pun kembali kekamar lalu melihat Devano sedang memainkan laptopnya Alina pun hampiri lalu duduk di ranjang tak berani lebih dekat karena merasa sadar diri, walaupun sekarang Devano adalah suaminya namun tetap saja merasa beda dengan nya.
"Tidur yuk,ini sudah malam Alina,"ucap Devano balas Anggukan Alina.
"Ehh.. Kesini lagi,nanti jatuh Alina!"peringat Devano membuat Alina tersenyum.
"tapi memang tuan,mau tidur berdekatan dengan saya?"tanya Alina membuat Devano mengerutkan keningnya.
"tentu saja,saya ngga keberatan tidur denganmu!"jawab Devano membuat Alina ngangguk.
*********
Tengah malam Devano terbangun karena haus ingin mengambil air putih,namun ia melihat sebuah kantong kresek di tempat sampah membuat nya mengerutkan keningnya merasa penasaran dengan isinya.
"Ehmm.. apakah ini, makanan yang Alina buat?"gumam Devano mengerutkan keningnya.
"kenapa di buang,kan bisa di simpan kulkas?"gumam Devano merasa bingung.
Devano pun kembali ke kamar ia ngga tau Alina menyiapkan makanan untuk nya, karena selama ini Devano hidup sendiri tanpa ada yang perhatikan dirinya dan ini sudah mempunyai istri.
"mungkin dia buang, karena aku jawab sudah makan,"gumam Devano merasa tak enak hati.
"harusnya aku ngga jujur,tapi mana tau aku kalau di memasak!"gumam Devano.
__________________________________________
PAGI HARI KEMUDIAN.
Alina pagi ini sedang menyiram tanaman Devano takut tanaman nya ngga subur sembari menatap Devano yang sedang olahraga, karena ini hari Minggu mungkin akan santai dirumah seharian.
"tuan Devano,mau sarapan apa?"tanya Alina membuat Devano menoleh.
"apa saja Alina, yang penting bisa di makan!"jawab Devano membuat Alina menghela nafas.
"nasi goreng deh, sekali kali masa sandwich Mulu!"celetuk Alina.
Alina segera membuat nasi goreng untuk sarapan Devano, mungkin ia ingin buat yang pedas biar enak makan nya ada rasa pedas nya,namun toping sisa sosis saja dan juga telor omega di lemari es.
"semoga saja,dia suka dengan buatan ku!"celetuk Alina.
****
Setelah beberapa menit kemudian..
Devano selesai mandi dan sudah fresh tubuh nya ingin segera sarapan,dari aroma nya Devano tau pasti Alina membuat Nasi goreng sebenarnya Devano jarang sarapan berminyak namun Devano ingin menghargai Alina karena semalam ia sadar pasti buat Alina kecewa..
"Tuan Devano,Maaf buat nasi goreng!"ucap Alina merasa takut.
"Ngga apa,tetap saya akan makan,"ucap Devano membuat Alina tersenyum.
"terimakasih tuan,sudah mau makan!"ucap Alina balas Anggukan Devano.
pagi ini mereka sarapan hanya berdua saja karena hanya ada berdua di Mension pribadi Devano saat ini, entah kedepannya mungkin akan ada anak mereka jika Alina nanti akan hamil..
"Alina,kamu semalam kenapa membuang makanan?"tanya Devano membuat Alina menghela nafas.
"pasti akan bau tuan, jika menunggu besok!"jawab Alina membuat Devano menghela nafas.
"tapi bisa,kamu simpan di lemari es Alina,"ucap Devano membuat Alina nyengir ia lupa ada kulkas.
"tapi saya minta maaf, karena tak menghargai usahamu memasak,"ucap Devano membuat Alina ngangguk.
"Ngga apa tuan,saya paham kok anda ingin langsung tidur karena lelah,"ucap Alina balas Anggukan Devano.
Setelah selesai sarapan Alina segera membereskan meja makan,mencuci piring bekas mereka sarapan hari ini Asisten rumah tangga ngga berangkat karena hari Minggu jadi Alina mungkin akan sibuk membereskan semuanya.
"Kita jalan yuk, agar ngga bosan Alina!"ajak Devano membuat Alina menghela nafas.
"tapi ini,masih berantakan tuan dapur nya tuan!"ucap Alina membuat Devano mengerutkan keningnya.
"biarkan saja,ayo Alina nanti saya bantu,"ucap Devano balas Anggukan Alina.
****
Kini mereka berada di perjalanan menuju tempat wisata entah Devano mau ajak Alina kemana saat ini,namun tiba-tiba Alina melihat seseorang naik mobil menurut nya mirip Novi atau mungkin Memang Novi yang saat ini sudah bebas dari penjara.
"apakah.. Mungkin dia,sudah bebas saat ini?"gumam Alina sembari menatap ke mobil sebelah nya.
"ada apa Alina?"tanya Devano membuat Alina menghela nafas.
"tadi melihat seseorang,tapi orang itu mirip Novi tuan!"jawab Alina membuat Devano mengerutkan keningnya.
"mungkin hanya mirip, karena Novi masih di penjara!"ucap Devano membuat Alina ngangguk.
Devano berharap begitu bahwa Novi masih di penjara karena kalo bebas akan membuat masalah lagi, apalagi jika tau ia sudah menikah dengan Alina mungkin nanti Alina berada dalam masalah.
"jangan sampai,dia bebas,"gumam Devano merasa begitu khawatir.
"mau kemana tuan?"tanya Alina menatap Devano.
"mau ke suatu tempat, untuk kita bisa liburan walaupun hanya satu hari!"jawab Devano membuat Alina ngangguk.
Setelah beberapa menit kemudian..
Mereka pun telah sampai di sebuah pantai padahal cuaca panas tapi Devano memilih di pantai dari pada di tempat yang lebih sejuk,namun Alina tentu hanya bisa menurut saja belum berani untuk mengatur Devano.
"bagus ya, tempat nya Alina!"celetuk Devano membuat Alina tersenyum.
"iya tuan,tapi panas tuan!"ucap Alina membuat Devano mengerutkan keningnya.
"disana ngga panas,lagian kita ngga akan dekat pantai kok,"ucap Devano balas Anggukan Alina.
****
sementara itu Novi ternyata berhenti di pantai bersama seseorang yang telah bebaskan dirinya yaitu dari keluarga Devano,sepupu Devano yang telah bebaskan Novi karena mungkin ada niat lain pada Devano..
"ada mobil Devano disini!"ucap Novi merasa terkejut.
"dia sedang bersama Asisten pribadi nya!"ucap Aditya membuat Novi mendengus.
"kenapa sih,dia selalu bersama gadis itu!"gumam Novi merasa sebal.
Ka ayo baca novel ku juga, kalo mau 😼"changes that are becoming more pronounceed"