NovelToon NovelToon
Mendapatkan Level 99999 Didunia Lain

Mendapatkan Level 99999 Didunia Lain

Status: sedang berlangsung
Genre:Harem / Reinkarnasi
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: Wakasa Kasa

Kai di reinkarnasi setelah mengalami kecelakaan mobil akibat menolong anak kecil , setelah di Reinkarnasi , ia kembali menjalani kehidupan keduanya , tetapi suatu hari ini malah masuk kedunia ketiga , apakah ada sesuatu yang direncanakan ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wakasa Kasa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 27

Nia menggertakkan giginya. Ia menunduk sebentar, lalu mengangkat kepalanya dengan ekspresi serius—terlalu serius untuk sesuatu yang absurd.

‎“Melihat sesuatu yang indah di depan matamu… dan tidak menyentuhnya…” katanya dramatis. “Itu adalah dosa, kan?!”

‎“Justru menyentuhnya itu dosa besar!” balas Amane tak kalah keras.

‎Perdebatan itu hampir terasa seperti pertarungan kedua malam ini.

‎Di tengah kekacauan itu, Marina berjalan pelan ke samping Kai, lalu sedikit menunduk agar sejajar dengannya.

‎“Hei, Kai.”

‎“Kenapa?” jawab Kai lemas.

‎Dengan nada datar tanpa perubahan ekspresi, Marina berkata, “Kamu mau coba… meremas punyaku?”

‎Kai langsung menatapnya dengan wajah kosong.

‎“Bisa nggak… jangan tanya itu di situasi seperti ini…”

‎Dari belakang, Febriana tiba-tiba melambaikan tangan dengan semangat, wajahnya cerah seperti anak kecil yang menemukan sesuatu menarik.

‎“Iya, iya! Aku juga penasaran banget bagaimana rasanya!”

‎Kai hanya bisa menatap mereka semua dengan ekspresi lelah yang sulit dijelaskan.

‎“...Kalian ini sebenarnya lagi apa, sih…”

‎Namun tiba-tiba, sesuatu terlintas di pikirannya.

‎Ia melihat ke sekeliling.

‎“Loh… ngomong-ngomong, Violet-san tidak ikut bersama kalian?”

‎Dan tepat di saat itu—

‎Sreet!

‎Sebuah anak panah melesat dari samping, menembus udara malam dengan kecepatan tinggi—

‎Duk!

‎Menancap keras di batang pohon tak jauh dari mereka.

‎Kai langsung menoleh tajam ke arah asalnya

‎“Surat panah…?”

‎Di ujung panah itu, terlihat jelas secarik kertas terikat rapi—berkibar pelan tertiup angin malam.

Kai berjalan mendekat ke arah pohon tempat anak panah itu menancap. Langkahnya pelan, tapi matanya waspada, seolah tetap mengantisipasi kemungkinan serangan susulan.

‎Ia meraih kertas yang terikat di ujung panah tanpa mencabutnya dari batang pohon.

‎“Dari siapa sih…” gumamnya.

‎Perlahan ia membuka lipatan surat itu.

‎— Aku nanti akan mandi sendirian, jadi jangan khawatir.

‎(Violet)

‎Kai terdiam beberapa detik.

‎Angin malam berhembus pelan, menggoyangkan daun-daun di sekitar mereka.

‎‘…Apa ini isi pesan yang saking pentingnya harus dikirim pakai surat panah?’ pikirnya datar.

‎Ia menatap surat itu lagi, seolah berharap ada pesan tersembunyi lain. Tapi tidak—hanya itu.

‎“…Serius?” gumamnya pelan.

‎Di saat ia masih memproses absurditas situasi itu—

‎“Kai-san.”

‎Suara dari belakang membuatnya sedikit terlonjak.

‎Ia langsung menoleh cepat. “Ya—ada apa?”

‎Amane sudah berdiri di sana. Ekspresinya kembali tenang, tapi entah kenapa justru terasa lebih sulit ditebak dibanding saat ia marah sebelumnya.

‎“Malam ini… setelah latihan Magic Detection dengan Marina selesai,” ucapnya perlahan, memilih kata-katanya dengan hati-hati, “maukah anda berbicara berdua saja sebentar denganku?”

‎Ia menarik napas sejenak, lalu menambahkan dengan nada yang lebih tegas—

‎“Sebagai catatan… anda tidak punya hak untuk menolak.”

‎Kai langsung menegang.

‎“A-ah… baik,” jawabnya refleks.

‎Namun di dalam hatinya—

‎‘Begitu ya… jadi sisa umurku tinggal beberapa jam lagi.’

‎Malam semakin larut.

‎Api unggun kini menyala stabil, cahayanya menari pelan di antara bayangan pepohonan. Di atas sana, bulan sabit bersinar terang, memberikan cahaya lembut yang menyelimuti hutan.

‎Kai duduk sendirian di atas batang kayu, sedikit menjauh dari keramaian. Tatapannya kosong, sesekali mengaduk api dengan ranting di tangannya.

‎Pikirannya melayang ke berbagai hal—kejadian tadi, ucapan Amane, dan… kemungkinan terburuk dari “pembicaraan berdua” itu.

‎“Maaf sudah membuat anda menunggu.”

‎Suara itu menariknya kembali ke dunia nyata.

‎Kai tersadar dari lamunannya dan langsung menoleh.

‎Amane sudah berdiri tidak jauh di depannya.

‎Cahaya api unggun dan sinar bulan jatuh lembut di wajahnya, memperjelas garis halus ekspresinya. Rambutnya sedikit tertiup angin malam, dan untuk sesaat—

‎Kai hanya diam menatapnya.

‎‘Kalau dilihat lagi… dia beneran cantik banget ya…’

‎Pikiran itu muncul begitu saja, tanpa izin.

‎Dan justru itu yang membuatnya panik.

‎Amane yang menyadari tatapan itu sedikit memiringkan kepalanya.

‎“…Apa ada sesuatu di wajahku?”

‎Kai langsung tersentak. Ia buru-buru mengangkat satu tangan, melambai kecil dengan canggung.

‎“Ah—tidak! Bukan apa-apa!”

‎Ia cepat-cepat mengalihkan pandangan.

‎‘Bodoh banget sih aku… ini bukan waktunya mikirin yang kayak gitu…’

1
Zero_R06
Bukan nya beruang ya ?
Khai
hai semua,
semoga semua sehat selalu ya,
Aamiin
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!