Nurul adalah seorang wanita cantik, baik, sabar, juga tegar dalam menghadapi semua cobaan hidupnya. Walau ia sudah terkhinati , dibohongi selama pernikahannya. Namun demi seorang anak yang masih murni dan polos. Nurul tetap berbaik sangka kepada Allah. Rasa sakit dari suaminya Nizam yang sangat ia sayangi. Sempat membuat Nurul kecewa dan terluka. Tapi Nurul berusaha tetap tenang dan berusaha menjadi ibu yang terbaik demi anaknya Sampai akhirnya ia mampu melewati semuanya dengan menjaga hati sang anak untuk menjadi wanita yang berjiwa besar, sukses dan hidup bahagia pada akhirnya. Bahkan Nurul kembali bisa menemukan cinta sejatinya. Yang kembali membawanya hidup bahagia dari seorang pria yang tulus bernama Azka
Akan kah Nizam menyesal .....ikuti ceritanya ya......
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hidayati Yuyun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 31
Nizam hampir saja pingsan mendengar kan perkataan ibunya . Yang sangat senang Nizam segera bercerai dengan Nurul
" Apa ini keinginan ibu dan keluarga Lara. Tapi jangan menyesal jika nanti Lara tak bisa sebaik Nurul" kata Nizam menatap ibunya pasrah.
" Kau ini, Nurul itu belum ada apa apanya dibanding Lara. Dia itu sangat perhatian sama ibu. Bahkan padamu. Nurul yang terlihat baik itu hanya wanita licik yang mengincar uang mu saja. Sedangkan kita sepadan dengan keluarga Lara" kata ibu Nizam
" Bu..ibu belum tahu Siapa Nurul sebenarnya. Tapi ibu sudah berani menilainya sepihak, bahkan ibu merendahkannya" kata Nizam kecewa. Namun menyesal terlambat baginya sekarang ini. Semua nya sudah tak berguna lagi. Karna ia benar benar akan kehilangan Nurul untuk selamanya.
" Kau ini ....apa kau sudah dibutakan sama dia. Ibu ini lebih berpengalaman darimu. Masa kamu tak bisa membedakan wanita yang licik dan baik. Jika dia wanita baik, pastinya dari dulu ia sudah memperkenalkan keluarganya kepadamu zam. Ini malah main rahasia" omel ibu Nizam
" Nurul tak pernah bermaksud main rahasia bu, ia hanya sedang menunggu waktu yang tepat. Lagi pula orang tuanya memang sudah lama tiada. Dan abangnya sibuk bekerja, jadi tak pernah sempat datang untuk menengok kami. Apalagi bersilahturahmi pada ibu" jelas Nizam yang masih membela Nurul.
" Alah....itu hanya bualan mu saja kan Zam. Jelas jelas ia tak pernah menghargai ibu. Lagian kenapa kau masih membela nya sih Zam. Bentar lagi kalian juga akan bercerai ini. Jadi sudah tak ada gunanya penjelasan tentang dirinya untuk ibu.
" Bu....Nizam tidak tahu lagi, bagaimana cara membuat ibu percaya sama Nizam. Tapi jika ini yang memang ibu mau. Baiklah, tapi jangan menyesal jika suatu saat Lara tidak sebaik, seperti yang ibu pikirkan" kata Nizam yang menyerah atas keputusan ibunya. Karna sudah tak ada gunanya lagi ia membujuk ibunya yang tetap keras kepala sampai akhir.
" Ish kau ini, dasar anak bodoh. Apa kau pikir ibu ini buta tak bisa melihat yang baik dan tidak. Kita lihat saja nanti. Pasti si Nurul itu sengaja menggertakmu supaya kau tidak bisa menikahi Lara. Karna keegoisannya agar kau tetap memilih dirinya." kata ibu Nizam.
" Terserah ibu mau berkata apa. Nizam capek mendengarnya. Nizam mau tidur saja" kata Nizam menarik selimut dan memejamkan matanya. Karna malas terus berdebat dengan sang ibu.
************
Disisi lain Nurul yang siang ini di ajak Bian untuk ngobrol diluar. Merasa tersanjung, jika teman lamanya itu tidak lupa akan dirinya. Padahal ia tahu Bian pasti sudah menjadi karyawan tetap di perusahaan. Sedangkan dirinya hanya karyawan baru masuk. Dan masih dalam proses percobaan selama 3 bulan ke depan.
" Maaf Bi, jika aku sembunyi sembunyi takut dilihat orang. Apa kamu sekarang sudah punya pacar?" tanya Nurul yang langsung duduk setelah masuk ke dalam mobil.
" Hahaha....kau ini sedang mengintrogasi ku atau sedang bertanya sih lin" tawa kecil Bian sembari menjalan kan mobilnya Meninggalkan parkiran perusahaan.
" Ya bertanya lah, aku takut jika ada orang yang akan mengamuk sama aku nanti. Jika aku keluar hanya berduaan denganmu" kata Nurul khawatir
" Masalah itu tak perlu kau khawatir kan. Aku ini masih single dan belum punya pacar, puas....aku sedang menunggu mu untuk diajak menikah" kata Bian tersenyum.
" Ish kau ini, jangan bercanda Bi, aku ini calon janda beranak satu. Apa kau masih mau, aku ini bukan perawan lagi seperti dulu?" jelas Nurul yang tahu Bian hanya sedang bercanda.
" Mau...ngak masalah jika kau punya buntut. Bukan hal aneh lagi di jaman sekarang jika menikahi janda" kata Bian tertawa kecil
" Aish....kau ini, cukup bercandanya. Fokus saja menyetir. Aku takut bisa bisa nanti kau menambrak orang" kata Nurul
" Hahaha..... baiklah nona Alin. Lalu di mana kau tinggal sekarang?" tanya Bian.
" Aku .....ih kepo banget sih Bi, padahal kita baru bertemu dua hari ini" kata Nurul yang merasa tidak enak. Jika Bian terlalu dekat dengannya. Sebab ia belum resmi bercerai dengan Nizam.
" Kenapa ngak boleh, ok ....aku tarik kembali pertanyaanku" kata Bian tersenyum. Tahu Alin merasa tak nyaman dengan pertanyaan. Dan Bian yang mengerti hal itu. Berusaha untuk menahan diri. Agar Alin tak menghindarinya.
" Maaf Bi, bukannya aku tak mau memberikan alamatku padamu. Tapi karna itu bersifat sangat pribadi, sebaiknya kita berteman dulu sebatas di kantor saja ya. Supaya kau tetap aman, tidak tersandung gosip miring dan masalah dariku" kata Nurul
" Baik....kau memang pintar membuat alasan. Ok aku setuju" kata Bian tak mau mamaksa. Karna ia ingin Alin terbuka secara perlahan padanya. Dan tak lama ....
" Kita sudah sampai " kata Bian sembari melirik Alin.
" Hah ..cepat banget. Ya sudah ayo kita turun!!" kata Nurul. Sebab ia tahu Bian membawanya untuk ngobrol di sebuah resto terdekat dengan perusahaan..
" Hmm " jawab Bian dengan deheman. Lalu membuka pintu mobil. Begitu juga Nurul yang mengikuti langkah Bian.
Keduanya pun masuk dan mencari meja kosong. Lalu duduk sambil memesan makanan untuk buka nanti sore. Namun sesekali Nurul menatap Bian, karna wajah Bian tak berubah sama sekali. Bahkan semakin kesini semakin tampan dan lebih mempesona. Sebab pria itu terlihat makin dewasa.
" Andai dulu kau tidak pergi meninggalkan ku Mungkin sekarang kita sudah menikah" batin Nurul merasa patah hati. Sepeninggalan Bian pergi ke luar negri.
" Kenapa ..kok melamun?" tanya Bian menegur Nurul
" Ah bukan apa apa, hanya teringat masa kuliah kita dulu. Kapan kau pulang dari Inggris. Lalu kenapa sampai bisa bekerja di Diamond, bukannya kau tidak punya basic desain?" tanya Nurul yang ingin tahu cerita hidup Bian
" O....untuk itu hanya kebetulan saja, sebab saat itu ada seorang teman yang menawar kan ku untuk bekerja di Diamond. Karna ku pikir cocok ya aku terima saja. Kau sendiri bagaimana, kenapa bisa nyangkut di Diamond. Bahkan kau baru masuk bekerja. Apa kau selama ini menganggur setelah lulus kuliah?" Bian balik bertanya
" Ya begitulah, panjang ceritanya. Lain kali aku ceritakan. Tuh pesanan kita sudah datang, cepat sekali. Apa kita akan langsung balik ke perusahaan" kata Nurul.
" Kita ngobrol aja dulu disini, lagian ini waktu istirahat, ngak perlu buru-buru. Apalagi bulan Ramadhan. Waktunya masih lama" kata Bian yang tersenyum tipis. Namun dalam hatinya. Bian sangat senang bisa bertemu Alin.
" Baik" angguk Nurul merasa gugup. Sebab hatinya tiba tiba saja. Berdebar debar ulah tatapan Bian. Yang menatapnya intens. Dengan senyum tipis yang menggoda.
" Astagfirullah, kamu mikir apa sih lin " kata Nurul menggerutu dalam hatinya sendiri. Karna bayangan masa lalunya dengan Bian Kembali menghantui pikirannya saat ini.
Sudah tua gitu masih plin plan dan gampang disetir ibunya
Pantas lah kau ditinggal istri dan anakmu Nizam
Tar jangan nyesal ya lihat kebahagiaan Nurul 🤭
Aamiin
Aku menunggu kelanjutan kisahnya ini 😍😍
Semoga iman dan takwa tetap terjaga sepeninggal ramadhan mulia
Memang benar ya lelaki peselingkuh ya hobi bohong sana sini
Aku ikut tepuk tangan kalau Nizam dipecat biar kapok
Bila perlu diblacklist semua perusahaan ,sekalian si Lara juga
Wahhh Nurul ,jodohmu lagi otw
Jodoh dunia akhirat sehidup sesyurga
Biar lelaki ga seenaknya sendiri cari cari alasan ini itu
Aku ikut tepuk tangan karena kamu lelaki mencla mencle
mana ada lelaki beristri sesantai itu mau antar teman wanita
Ayo Nurul jaga ketat harga dirimu
Habislah kau disidang abang ipar
Kamu berharga Nurul ,jangan mau diinjak harga dirimu sama suami tukang selingkuh
Nampaknya beda genre lagi ya Thor
BTW aku nungguin lagi squel salah satu kisah Kalimantan Thor ,sampai baca ulang lagi marathon 😍😍