NovelToon NovelToon
Transmigrasi Jadi Figuran

Transmigrasi Jadi Figuran

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi ke Dalam Novel / Romantis / Harem / Tamat
Popularitas:12.4k
Nilai: 5
Nama Author: anak rapuh

Mati karena peluru lalu jiwa bertransmigrasi ke dalam raga seorang yang ternyata adalah seorang figuran tanpa nama yang miskin. Anin pun bertekad untuk merubah takdir nya memanfaatkan wajah polos raga barunya ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon anak rapuh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Cph 28

Larasati yang di jemput asisten suami nya kebingungan tapi saat mendengar alasan nya wanita itu berubah menjadi sangat panik.

"Ruangan atas nama Elara Maheswari?"

"Sebentar pak ... Kamar Tulip nomor 256 VIP 1 lantai 4."

Larasati langsung ke sana di iringi oleh Arnold. Dia harus ada di sini untuk mencegah hal yang tidak mungkin.

"Bagaimana keadaan nya?" tanya Larasati saat sudah masuk.

Darian langsung menjelaskan keadaan Ara. "Dokter bilang tidak parah. Hanya benjol, tidak sampai retak. Ara akan sadar setelah pengaruh anestesi nya hilang."

Larasati mengecup kening Ara cukup lama. Netra coklat nya bergetar, tangisnya sudah luruh. Takut sekali akan kehilangan putri satu-satunya.

"Terimakasih sudah melindungi Ara,"

"Sudah jadi tugas kita tante," sahut Marco.

"Anu nih tan, kita ada urusan bentar jadi mau pulang dulu. Boleh kan?" izin Arsen.

"Tentu saja, silahkan."

Arnold paham kenapa tuan nya terlihat sangat frustasi. Karena memang pemuda-pemuda ini terlihat menyebalkan sekali.

Di rumah kosong yang berdebu, bekas rumah Darian dan Darius. Masih ingat lokasi Bianca bunuh Silviana? Nah mereka sekarang di sana.

Dan Sora terikat menggantung secara terbalik di tengah ruangan dalam keadaan telanjang bulat.

"Gila!" decak Marco kagum akan hal itu. Dia menepuk bahu Julian. "Bangga gue sama lo!" ujarnya yang langsung mengundang decakan malas Julian.

"Psikopat lo ternyata!" cibir Darian tak habis pikir melihat kelakuan Julian. Darius sendiri bergidik ngeri, tidak terbayangkan kalau Sora akan di ikat dengan menggantung seperti itu.

"Terinspirasi dari drakor." kata Julian. Kemudian dia melempar sarung tangan tinju kepada Arsen. "Giliran lo, gue udah selesai!" ucap nya.

Arsen menerima itu dengan senyum mengembang. "Boleh juga ide lo," puji Arsen. Dia memasang sarung tangan tinju itu.

Bugh!

Bugh!

Sensasi samsak hidup itu membuat Arsen berbinar cerah. Sora sudah tidak mengeluarkan jeritan kesakitannya, karena gadis itu benar-benar di ambang kematian.

BUGH!

Pukulan terakhir dari Arsen membuat sebelah mata Sora pecah. "Gue mau juga dong!" Marco merebut sarung tangan tinju itu dari tangan Arsen mengabaikan noda darah yang ada di sana.

BUGH!

Krek!

Berbeda dengan Arsen yang memukul wajah Sora. Marco memukul dada Sora sampai bunyi krek—tulang rusuk yang patah.

BUGH!

Cratch!

Payudara Sora robek karena pukulan keras Marco. Darah segar muncrat. "Sial!" Marco melepaskan sarung tinju itu lalu melemparkannya ke lantai kemudian ia mengusap wajahnya yang terkena darah. "Anjir bau!" pekik nya.

"Siapa yang ambil giliran?" tanya Julian. Dia mengeluarkan sarung tinju yang baru. Darius berdiri. "Gue." ucap nya.

BUGH!

"Khek!"

Sora memuntahkan darah saat perutnya di pukul keras oleh Darius.

BUGH!

BUGH!

Berkali-kali Darius meninju keras perut Sora membuat gadis itu muntah banyak darah, bahkan perutnya sudah biru dan bengkak.

"Gak seru! Cuih!" Darius meludah di wajah Sora.

Sora sendiri kering air matanya sejak penyiksaan oleh Julian. Sekarang Sora benar-benar berharap dirinya mati saja.

"Yan lo mau?" tawar Darius. Darian mengangguk namun tidak mengambil sarung tinju itu. Dia langsung berjalan ke arah Sora.

"B-u..uh ...ku.."

"Masih bisa ngomong lo?" sarkas Darian. Dia menyalakan korek miliknya lalu menyulut rokok nya. Lalu menyelipkan rokok yang menyala itu ke bibir Sora. "Lo jatuhin, kepala lo gue penggal!" ancam Darian sadis.

Sora sekuat mungkin mempertahankan rokok itu. Dia memang ingin cepat mati tapi penggalan kepala bukan jalan yang bagus karena sudah pasti lehernya akan di gorok secara perlahan. Itu sama saja diri nya masih tersiksa.

Bugh!

Bugh!

Darian meninju wajah Sora dengan tangan telanjang. Hantaman tulang tangan yang berbenturan dengan tulang wajahnya membuat Sora benar-benar kesakitan lebih dari yang tadi.

Pandangan Sora benar-benar sudah sangat buram. Rasa sakitnya perlahan memudar, kesadarannya pun mulai tergantikan dengan kegelapan.

DUG!

Tinjuan terakhir dari Darian adalah penutup untuk umur Sora. Gadis itu mati dengan mengenaskan, lebih mengenaskan daripada Silviana yang di bunuh oleh Bianca.

"Mau di apain nih mayatnya?"

"Bakar!"

Beberapa hari kemudian.

"Kamu yang namanya Elara Maheswari?"

Ara menatap bingung pria dewasa yang memakai kursi roda di hadapannya.

"Iya om, om kenal Ara?"

"Tidak, tapi kedua putraku mengenali mu."

1
Mamta Okta Okta
lanjut thor semangat 💪💪...
Murni Dewita
👣
Wahyuningsih
q mampir thor
Kaia.therae𖤐𓆰✧
lanjut aja
Rus Mia
ya thor kalau pindah kabarin ya,,
Rus Mia
lanjut thor cerita bagus,,
semangat buat auto ya 💪💪💪
Ayu Aulia
malas bangat depanya sja suda kaya gini
anakkasian: gausa dibaca ka hehe
total 1 replies
anakkasian
bingung buat lanjutin ini apa ngga
Septiani Nana: lanjt
total 4 replies
anakkasian
gaiss jujur ya aku kek masi bingung gitu, aku nulis di noveltoon apa tempat lain soalnya noveltoon ga kaya dulu😭🙏🏻
meiji: hi author... senyamannya author aja kabarin kalo pindah ya thor 🫶
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!