NovelToon NovelToon
Ketika Takdir Menjadi Mahram

Ketika Takdir Menjadi Mahram

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Penyesalan Suami / Cinta setelah menikah
Popularitas:6.9k
Nilai: 5
Nama Author: R²_Chair

Pernikahan memang idealnya lahir dari persiapan, cinta, dan harapan yang matang. Tapi hidup kadang berjalan di luar rencana bahkan lewat jalan yang tak pernah kita bayangkan sama sekali.
Ketika pernikahan terjadi secara mendadak karena sebuah insiden, rasa bahagia dan sakral itu bercampur dengan kaget, takut, bahkan kebingungan.
Apakah pernikahan dadakan bisa membawa kebahagiaan??


Apakah pernikahan tanpa cinta dan saling mengenal lakan berjalan mudah?

yuk ikuti ceritanya...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R²_Chair, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

AA 22

Setelah obrolan panjang kini sepasang suami istri itu sedang menikmati acara makan siangnya.Alyana meletakan piring di depan Arka.

"Apa cukup? "

Arka mengangguk saat Alya menaruh nasi di atas piringnya.Tak lima beberapa macam lauk juga di tambahkan Alyana.

"Ka.."

"Iya." Arka mengangkat wajahnya, sendoknya masih menggantung.

"Maaf, kalau Alya belum bisa masak." Alya langsung menundukkan wajahnya, rasanya begitu malu karena dirinya tidak pandai masak seperti sang bunda.

Arka tersenyum kecil."It's Ok. Masih banyak waktu, aku ngerti kamu masih sibuk sama sekolah."

Alya begitu lega mendengarnya, ia akui jika sebelumnya dirinya memang jarang membantu pekerjaan dapur kesibukannya sekolah dan mengaji hingga tak jarang saat waktu makan, semua makanan sudah tersaji di atas meja makan.

Ia juga sadar, bukannya ingin menyalahkan sang Bunda dan Umma Zahra. Namun keduanya memang tak pernah menyuruh nya membantu pekerjaan dapur.

Alya juga sadar jika sejak kecil dirinya selalu di manjakan keluarga, namun manjanya Alya tidaklah berlebihan. Ada beberapa hal yang bisa ia lakukan sendiri.

"Lagian, kalau pun nanti kita pisah rumah.Kita tinggal cari bibi aja buat bantu kamu, kamu fokus aja sama sekolah."

Dada Alyana terasa menghangat mendengarnya.Ternyata Arka begitu baik dan mau memahaminya.

"Makasih."

"Untuk?"

"Kaka sudah mau mengerti."

Senyum kecil terbit dari bibir Alyana, begitu manis membuat Arka terpukau dibuatnya.Jantungnya kembali berdebar dibuatnya.

"Aku harus berangkat lagi ke Sukabumi." Ucap Arka saat dirinya selesai makan dan kini keduanya duduk di sofa ruang keluarga.

Alyana langsung menoleh ke arah Arka."Sekarang juga? "

Arka melihat jam yang ada di pergelangan tangannya. "Iya," Nafasnya terdengar dalam "Aku mau cepet beresin proyek ini.Makanya nanti sore aku harus ketemu client."

Alyana mengangguk, ia tak banyak bicara. Namun jelas wajahnya berubah sedikit murung membuat Arka langsung sadar perubahan pada sang istri.

"Gak lama."

Arka menarik tangan Alyana dan menggenggamnya. "Mudah-mudahan tiga atau empat hari lagi bisa selesai."

Tak ada respon berlebih dari Alyana, hanya anggukan kecil dengan senyum yang sedikit di paksakan.

"Kamu ujian berapa lama lagi?"

"Besok terakhir "

"Alhamdulillah, semoga lancar sampai selesai dan dapat nilai yang bagus."

Alyana mengangguk dan mengaminkan do'a sang suami.Harapannya pun sama, semua berjalan lancar sesuai rencananya.

"Liburan nanti, kita ke Jakarta ya.Bunda pasti senang kalau kamu ke sana "

"Iya,aku gimana kaka saja.Apa nanti Alya boleh ke rumah ibun juga? "

Alya sadar dirinya sekarang sudah menjadi seorang istri, jadi apapun yang akan di lakukan harus dengan izin suaminya.

"Boleh.Nanti aku antar."

Senyum Alyana semakin merekah, ia sangat senang mendengarnya.Walaupun Ayah dan bundanya memang sering ke pesantren namun tetap saja Alyana rindu rumah kedua orangtuanya.

Tempat dimana menjadi saksi bisu tumbuhnya seorang Alyana.

Arka kembali melihat jam di tangannya, waktunya sudah tiba.Ia harus segera kembali ke Sukabumi sebelum sore.

"Aku harus pergi sekarang."

Arka langsung beranjak menuju kamar sang istri di susul Alyana di belakangnya.

"Aku mau mandi dulu."

Alyana mengangguk, kemudian bersiap masuk ke dalam ruang ganti."Ini handuknya." Tangan kanannya memberika n handuk baru untuk Arka.

Arka mengambilnya, namun sebelum masuk ia kembali menoleh pada sang istri."Tolong siap baju ganti, ada di dalam tas" Tunjunya pada tas ransel yang berada di sisi ranjang.

"Iya."

Dengan sigap, Alyana langsung membuka tas ransel sang suami.Hanya ada satu stel baju dan juga jaket, tak ada barang lainnya.

Alyana meletakkan sebuah kaos berwarna putih serta celana panjang berwarna cream di atas kasur.Namun tiba-tiba tangannya merasa kamu saat dirinya tak sengaja melihat celana segitiga Arka yang berada di tas paling bawah.

Ia bingung dan takut, jantungnya berdebar cepat.Pipinya terasa panas,tiba-tiba pikiran kotor menghantui otaknya.

"Astaghfirullah Alya, sadar! Kenapa otak kamu jadi kotor gini sih." Gerutunya pada diri sendiri.

Alyana bimbang, namun jika ia tidak mengambilnya pasti nanti Arka akan curiga.

Alyana mengbuang nafasnya kasar,rasanya seperti sedang ikut perang.Tangannya terlihat gemetar,dengan penuh perjuangan Alyana berhasil menyimpannya di atas tumpukan baju Arka.

Setelah itu ia langsung membereskan kembali tas Arka dan menyimpannya di dekat dompet, HP dan jam tangan milik Arka.

Tak lama Arka keluar dari kamar mandi, tubuh basahnya hanya terbalut handuk di bagian bawah saja dan menampilkan perut kotak nya serta dadanya yang terlihat bidang.Tak lupa rambutnya yang masih basah semakin membuat Alyana terpaku melihatnya.

Arka sendiri, ia sengaja bersikap seperti itu karena ingin menggoda sang istri. "Baju aku mana ? ".Matanya pura-pura tidak memperhatikan Alyana yang sejak tadi memandangnya tanpa berkedip.

Arka berusaha menahan senyumnya agar tak ketahuan Alya yang akan membuat Alyana merasa malu karena telah memperhatikan perutnya.

"Alya.." Namun sayang suara Arka masih belum bisa menyadarkan Alyana. "Sayang.." Suaranya sedikit keras agar sang istri mendengarnya. Dan benar saja mendengar itu Alya langsung tersadar.

"Hah" Alya tersadar namun ia malah terkejut mendengar kata yang keluar dari suaminya.

Arka tertawa kecil. "Gemes banget sih." Tangannya mengacak pelan kepala Alyana membuat Alyana tanpa sadar cemberut manja.

"Kakaa..." Protesnya.

"Lagian kamu tuh ya di panggil malah bengong, mikirin apa sih? Aku?"

"Apaan sih, siapa juga yang mikirin kaka.Udah ah aku mau ke kamar mandi dulu."

Alyana buru-buru masuk ke kamar mandi, rasanya begitu malu saat ketahuan memperhatikan Arka tadi.

Melihat sikap Alyana, Arka geleng kepala di buatnya.Sikapnya lucu dan menggemaskan.

"Lucu banget sih, gemes gue liatnya." Bisiknya.

Arka mendekati ranjang, betapa terkejutnya saat melihat tumpukan baju yang sudah Alyana siapkan.Wajahnya berubah merona saat melihat segitiganya sudah siap bersama dengan baju lainnya.

"Serius dia nyiapin ini juga." Arka buru-buru memakainya. "Anj malu banget, gue lupa sama yang ini.Beg* banget sih lu Ar..." Rancaunya pada diri sendiri.

Arka buru-buru memakai pakaiannya bersamaan dengan pintu kamar mandi yang terbuka. Arka buru-buru merubah sikapnya seolah tidak terjadi apa-apa.

Ia melihat wajah Alyana basah seperti baru selesai membasuhnya.Bukan hanya Arka, Alyana pun berusaha bersikap biasa-biasa saja seolah tidak terjadi apa-apa.

"Alya... tolong masukkan laptopnya ke tas." Minta nya pada sang istri.Kemudian ia mengambil jamnya da memakainya, rambutnya ia sisir asal namun justru membuat ketampanannya semakin bertambah. Setiap gerakan Arka menjadi perhatian Alya, hatinya berubah berat melepas sang suami yang akan pergi.

Arka yang melihat perubahan sikap pada sang istri langsung tau,bukan hanya Alya tapi dirinya juga sebenarnya merasa malas untuk kembali ke Sukabumi.Ia masih merasa nyaman bersama Alya.

Arka mendekati Alyana, ia memberanikan diri menarik sang istri ke dalam pelukannya membuat Alyana diam mematung. Badannya terasa tegang,dadanya pun berdebar begitu cepat.

"Aku usahakan gak akan lama,kamu disini baik-baik ya.Maaf aku pulang hanya sebentar."

Alyana mengangguk dalam pelukan Arka.Ia tidak menyangka Arka akan memeluknya,pelukan pertama dengan laki-laki sekali keluarganya.

"Nanti aku usahakan selalu menghubungi mu."

"Iya."

"Kalau ada apa-apa segera hubungi aku,walau gimanapun sekarang kamu tanggung jawabku."

Alyana terdiam,dadanya berdesir mendengar kalimat sederhana dari mulut sang suami. "Iya, aku usahakan."

"Harus." Nadanya terdengar tegas seolah tidak ingin di bantah.

"Iya, kaka juga semoga kerjaannya lancar dan cepat selesai. fii amanillah." Suaranya terdengar lirih,Alyana berusaha tetap tegar.

"Aamiin, illa wa iyyak."

Arka semakin mempererat pelukannya, ada rasa enggan untuk melepasnya.Baru saja ia merasakan nyatanya kehadiran seorang istri,dan kini mereka harus berpisah kembali.

Namun keduanya yakin.Meski keadaan telah berubah, perjuangan tak boleh berhenti. Setiap langkah yang tetap diayunkan hari ini akan menjadi pondasi kokoh bagi rumah tangga mereka di masa depan.

...🌻🌻🌻...

1
A3
makanya jgn macam² sama Alyana 🤭
Puji Hastuti
makin akur aja😍
Tamirah Spd
Arka hanya lelaki biasa yg gak punya prinsip ttg agama . Agama hanya sekedar status keyakinan saja. Dia tidak pernah belajar dan tidak mau belajar tentang Islam yg sebenarnya nya.Lekaki spt gak bisa dijadikan imam dlm pernikahan, kecuali ada yg membimbing nya kejalan yg benar sesuai syariat Islam.
Tamirah Spd
Repot juga Kalau nikah diadakan karena keadaan darurat dan gak bisa dihindari , walau usia wanita nya masih sangat muda , sedangkan Arka laki laki masa kini jauh' dari sikap agamis gak spt orang'nya.sikap Arka yg bebas sdh punya pacar .
Apa yg dilakukan Arka setelah menikah,bahkan dia malu kalau bertemu teman teman nya bahwa dia sdh menikah.Laki kaki model gini buang aja' ditempat sampah gak berharga.
SecretChair: MasyaAllah Ta Barakallah Terimakasih🤗😍
total 1 replies
Puji Hastuti
arka melongo, ternyata istrinya sultan🤣
Bunga
suka Thor
semangat
SecretChair: MasyaAllah Ta Barakallah Terimakasih😍🤗
total 1 replies
Puji Hastuti
lanjut kk
Puji Hastuti
belajarlah kalian,saling memahami dan menerima 💪
SecretChair: MasyaAllah Ta Barakallah Terimakasih😍🤗
total 1 replies
Nurgusnawati Nunung
semangat thor...
SecretChair: MasyaAllah Ta barakallah terimakasih😍🤗
total 1 replies
Puji Hastuti
Alhamdulillah arka akhirnya mau menerima pernikahannya.
Puji Hastuti
arka,arka punya istri bidadari,kok pilih wanita wc 🤣
SecretChair: MasyaAllah Terimakasih kk😍🤗
total 1 replies
Puji Hastuti
jangan bilang Alya liat foto arka dg cewek lain.
Puji Hastuti
🤭🤭🤭🤭🤭
Nurgusnawati Nunung
menarik
SecretChair: MasyaAllah Terimakasih kk😍🤗
total 1 replies
Nurgusnawati Nunung
lanjut..
Nurgusnawati Nunung
lucu juga ya.. hehehe
semoga mereka bisa menyelesaikan masalah dengan baik.
SecretChair: MasyaAllah Terimakasih kk😍🤗
total 1 replies
Puji Hastuti
pacar si arkha pasti selingkuh
Puji Hastuti
kok panggilnya sayang,jangan² pacarnya lagi
Puji Hastuti
Hihihi, gemes² gimana gitu, liat pasutri kecil 🤣
SecretChair: MasyaAllah Terimakasih kk😍🤗
total 1 replies
Puji Hastuti
Alhamdulillah terima kasih up Nya Thor
SecretChair: MasyaAllah Ta Barakallah Terimakasih😍🤗
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!