NovelToon NovelToon
God Emperor Zhao Xuan

God Emperor Zhao Xuan

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Mengubah Takdir / Perperangan
Popularitas:19.7k
Nilai: 5
Nama Author: Sang_Imajinasi

Setelah meninggalkan Planet Vermilion, Zhao Xuan, Long Chen & Gu Tianxue menginjakkan kaki di Planet Shenzue sebuah dunia yang menjadi pusat dari Tiga Puluh Tiga alam Immortal Kuno.

Planet Shenzue terbagi menjadi Empat Benua Utama (Timur, Barat, Selatan, dan Utara) yang dikuasai oleh berbagai sekte tingkat puncak, klan kuno, dan kekaisaran raksasa. Lautan Shenzue yang tak berujung dikuasai oleh Ras Laut yang arogan dan tertutup, dipimpin oleh Kaisar Laut dan para keturunan naga airnya. Permusuhan antara kultivator daratan yang serakah dan Ras Laut yang kejam telah berlangsung selama ribuan tahun, menciptakan batas wilayah yang dipenuhi peperangan dan intrik.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32: Kesengsaraan Ganda

Ucapan Zhao Xuan baru saja selesai menggema di dalam ruangan paviliun. Seringai Asura masih terukir di wajahnya. Long Chen tertawa bangga, sementara Gu Tianxue menundukkan kepala dengan hormat.

Namun, sebelum tawa Long Chen mereda...

DUARRRRR!

Sebuah ledakan guntur yang luar biasa keras tidak, ini bukan sekadar guntur, melainkan Raungan Murka dari Langit itu sendiri mengguncang seluruh Kota Pelabuhan Awan Awal!

Lantai Paviliun Pengumpulan Roh tingkat Surga yang terbuat dari giok pertahanan langsung retak seribu. Atap bangunan bergetar hebat. Di luar, awan-awan Qi surgawi yang indah di langit Benua Tengah mendadak tersapu bersih oleh pusaran awan hitam pekat yang meluas hingga radius ratusan mil!

"A-Apa yang terjadi?!" Long Chen terlonjak, insting naganya merasakan teror yang belum pernah ia rasakan sebelumnya. "Apakah Iblis Darah tua itu hidup lagi dan menyerang pelabuhan?!"

Gu Tianxue mencabut pedang bergerigi hitamnya. Matanya menatap ke arah langit-langit paviliun, Niat Bayangannya menangkap fluktuasi penghakiman yang sangat berat.

"Bukan Iblis Darah," gumam Tianxue dingin. "Itu datang dari atas."

Zhao Xuan tidak terkejut. Ia perlahan berjalan ke halaman paviliun, mendongak menatap pusaran awan hitam yang kini mulai memancarkan kilatan petir. Petirnya tidak berwarna biru fana, melainkan berwarna Merah Darah bercampur Hitam Kosmik!

"Dalam hukum Dao alam semesta ini," ucap Zhao Xuan datar, menyilangkan lengannya di dada, "seorang manusia biasa yang menerobos ranah God King tidak akan memanggil Kesengsaraan Petir. Surga mengabaikan mereka karena mereka hanyalah semut yang sedikit lebih besar."

Zhao Xuan menoleh pada kedua pengikutnya. "Tapi kalian berdua bukan semut. Satu adalah Naga Leluhur murni yang mengabaikan batasan fisik, yang satu lagi memanipulasi Hukum Bayangan yang menyentuh Ketiadaan. Kalian adalah Anomali. Dan Surga... sangat membenci itu."

JGEERRR! KRAAAAAK!

Sebuah kilat merah menyambar turun, tidak mengenai mereka, melainkan menghancurkan menara pelabuhan di kejauhan menjadi debu dalam satu kedipan mata!

Seketika, seluruh kota pelabuhan dilanda kepanikan absolut. Jutaan kultivator lari kocar-kacir, menyadari bahwa seseorang sedang memicu Kesengsaraan Surgawi Tingkat Kepunahan tepat di tengah kota mereka.

Di langit, Awan Kesengsaraan itu tidak membentuk satu Mata Badai, melainkan terbelah menjadi Dua Pusaran Raksasa! Satu pusaran berbentuk naga petir yang mengaum, membidik Long Chen. Satu lagi berbentuk Mata Kematian hitam pekat, mengunci jiwa Gu Tianxue.

"Kesengsaraan Ganda," Zhao Xuan menyeringai tipis, seolah ini adalah pertunjukan teater yang menyenangkan. "Mereka datang untuk menagih atas terobosan kalian. Jika kalian tidak bisa membayar dengan kekuatan... kalian akan membayar dengan abu tulang kalian."

"Hahaha! Membayar?!" Long Chen memukul dadanya sendiri yang penuh sisik naga. Taringnya menyeringai buas. "Surga bodoh! Kakek Nagamu ini tidak pernah membayar tagihan kedai arak, apalagi biaya petir! Biar kuhancurkan awan sialan itu!"

Long Chen memadatkan Qi-nya, memanggil Tombak Naga Peraknya.

Namun, sebelum Long Chen sempat melompat, Gu Tianxue menahan pundaknya. Pemuda Iblis Malam itu menatap awan hitam tersebut dengan keseriusan mutlak.

"Jangan bertindak bodoh, Naga," desis Tianxue dingin. "Ini adalah Petir Penghakiman, bukan serangan Qi biasa. Jika kau menyerang pusaran itu secara fisik, Surga akan menganggapnya sebagai provokasi dan melipatgandakan serangannya sepuluh kali lipat. Kita harus menahan setiap gelombang hingga awan itu kehabisan energinya."

Zhao Xuan mengangguk kecil, menyetujui analisis Tianxue. "Kalian memiliki tiga gelombang. Gelombang pertama akan menguji fisik. Gelombang kedua menguji Qi. Gelombang ketiga... menguji Hati Dao kalian."

Zhao Xuan melangkah mundur, menjauh dari pusat formasi. Ia sama sekali tidak berniat membantu.

"Jika aku ikut campur, Kesengsaraanku sendiri akan terpancing turun dan meratakan seluruh benua ini," ucap Zhao Xuan dengan senyum kejam. "Buktikan padaku bahwa kalian layak berdiri di belakangku. Atau jadilah abu."

Long Chen menelan ludah, sedikit gentar mendengar nada mutlak tuannya, namun kebiadabannya cepat kembali mengambil alih. "Baiklah, Bos! Tonton pertunjukan ini! Hei, Kelelawar Malam, jangan sampai kau mati duluan!"

"Fokus saja pada ekormu sendiri," balas Tianxue sedingin es.

Di atas mereka, Langit telah siap menjatuhkan penghakimannya.

ZRAAAAASH!

Pusaran pertama meledak! Sembilan pilar petir berbentuk naga merah darah menghujam turun secara bersamaan, mengarah lurus ke kepala Long Chen! Di saat yang sama, pusaran kedua memuntahkan rentetan Tombak Petir Hitam yang tidak memiliki suara, membelah ruang hampa menuju jantung Gu Tianxue!

Gelombang Pertama: Penghakiman Fisik!

"MAJU KEMARI!" raung Long Chen.

Ia tidak menggunakan perisai Qi. Ia menghentakkan kakinya ke tanah, melempar tombaknya ke samping, dan menyongsong sembilan pilar petir naga itu hanya dengan tangan kosong!

"Teknik Fisik Naga Leluhur: Sisik Emas!"

Cahaya emas meledak dari tubuh Long Chen. Sisiknya menebal seketika, membentuk lapisan pelindung fisik yang lebih keras dari besi bintang murni.

BOOM! BOOM! BOOM!

Tiga petir pertama menghantam lengan dan dada Long Chen. Pemuda naga itu terdorong mundur lima tombak, kakinya merobek lantai giok pelataran.

KRAAAAK!

Petir keempat hingga kedelapan mendarat secara beruntun. Sisik emas di dada Long Chen mulai retak! Darah segar muncrat, mendesis terbakar oleh panas petir. Namun, Long Chen tidak menyerah. Ia tertawa gila, matanya yang vertikal menyala penuh kebiadaban. Ia menangkap pilar petir kesembilan dengan kedua tangannya dan meremas energi itu hingga hancur berkeping-keping!

"Ugh... Haah... Haah..." Long Chen terengah-engah, tubuh bagian atasnya hangus dan berdarah, namun ia masih berdiri tegak. "Pukulan yang lumayan... tapi belum cukup membuatku gatal!"

Di sisi lain, cara Gu Tianxue menghadapi gelombang pertama benar-benar berbeda.

Tianxue tidak mengandalkan fisik. Ia adalah seorang pembunuh; fisiknya rapuh dibandingkan Long Chen. Saat rentetan Tombak Petir Hitam itu turun membawa gaya gravitasi yang menghancurkan tulang...

"Teknik Iblis Malam: Bayangan Ketiadaan."

Sayap Bayangan Tianxue membentang, melebur ke lantai. Seketika, area sepuluh tombak di sekitarnya berubah menjadi genangan bayangan hitam pekat yang berputar seperti pusaran air.

ZRAAAP! SYUUUT!

Saat Tombak Petir Hitam itu menghantam genangan bayangan, Tombak-tombak itu tidak meledak! Momentum fisiknya terserap masuk ke dalam dimensi bayangan, melambat secara drastis, hingga akhirnya memudar di telan oleh Niat Malam milik Tianxue.

Namun, menahan energi alam murni menggunakan formasi bayangan sangat menguras Qi. Tianxue memuntahkan seteguk darah hitam, wajahnya memucat pasi.

Ia berhasil memusnahkan gelombang pertama tanpa tersentuh sedikit pun, namun harganya dibayar dengan keletihan Dantian.

"Fufufu... Lumayan untuk pemanasan," Zhao Xuan terkekeh pelan dari pinggir pelataran, matanya masih menatap langit.

Awan Kesengsaraan di atas tidak mereda. Sebaliknya, awan itu mulai berputar sepuluh kali lebih cepat. Warna petir merah dan hitam kini menyatu, membentuk kilatan ungu keperakan yang memancarkan Niat Kehancuran!

Gelombang Kedua bukanlah ujian individu. Surga menyadari bahwa kedua sosok ini saling berdekatan. Pusaran kembar di langit itu tiba-tiba menyatu, membentuk satu Mata Badai Raksasa yang memblokir seluruh cahaya matahari dari Benua Tengah.

"Sial," umpat Jian Zui yang berdiri aman di sebelah Zhao Xuan, matanya terbelalak ngeri menatap langit. "Tuan... Awan Kesengsaraan Ganda telah melakukan Resonansi! Ini adalah Gelombang Kedua Penghancuran Qi Murni! Kekuatannya bukan lagi gabungan, melainkan perkalian ganda!"

Di tengah pelataran, Long Chen dan Gu Tianxue saling membelakangi. Sisik Long Chen yang berdarah berasap, sementara bayangan Tianxue bergetar tidak stabil.

"Hei, Kelelawar," geram Long Chen, mengusap darah dari matanya. "Sepertinya Surga memaksa kita untuk bekerja sama kali ini."

Gu Tianxue menyipitkan matanya, mengangkat pedang bergeriginya yang mulai memancarkan kabut malam. "Jangan memperlambatku, Kadal."

Di atas sana, Mata Badai Raksasa melepaskan auman guntur kosmik. Sebuah pilar energi raksasa kombinasi dari Api Kesengsaraan Merah, Petir Kehancuran Hitam, dan Angin Pusaran Jiwa jatuh layaknya palu godam dewa, mengarah langsung ke titik pusat di mana Long Chen dan Gu Tianxue berdiri!

Ini bukan lagi ujian. Ini adalah hukuman mati bagi mereka yang menentang takdir.

1
Nono19
wess thanks for crazy upnya author yok ngopi☕
Arinto Ario Triharyanto
iye kelamaan Thor, tumben
Budi Wahyono
ok
Sang_Imajinasi: Terima Kasih Bintang 5 nya 🙏
total 1 replies
prima ginting
nantap
Sang_Imajinasi: Terima Kasih Bintang 5 nya 🙏
total 1 replies
eka suci
lama juga koma nya , cepat bangun lah , ya walaupun Zhao tetap mampu ,tapi si kakek pemabuk mati , eh dikelilingi para cewe lagi nih🤭
eka suci
buat jadi debu juga musnahkan 💪
eka suci
ngga rela iiihhhh😥
eka suci
duuuuhhh masa si kakek mati sih long Ceng bakal mewek😥
eka suci
makanan mewah 😥 udah lama Zhao xuan ngga berdarah " shenzu emang agak beda🤭
eka suci
si batu kemana tuh ada camilan gratis malah bobo cantik
eka suci
kakek pemabuk jangan kaget ya ,jantung aman kan😄
eka suci
bantu mengarahkan biar ngga mati
eka suci
panggung nya masih dibutuhkan jadi petir nya harus di serap kau kejam Zhao 🤣🤣🤣
saniscara patriawuha.
blarrrrrrrrrr..... sikatttttt epribadiiii...
Xiao Bar
lanjutin
Xiao Bar
lanjut thor
Sang_Imajinasi
Halo Para Reader.
Jika Kalian Suka dengan cerita ini mohon bantuan untuk beri rating bintang dan vote nya.. 🙏 Penilaian kalian sangat berharga bagi author tetap semangat untuk update cerita ini. TERIMA KASIH.... ✌️
Mahyuni Muhyar
Lanjuuuttttt thor 🦾👍🏻
Boo Ceng Li
💪💪💪🔥🔥🔥
Sang_Imajinasi: Terima Kasih Bintang 5 nya 🙏
total 1 replies
eka suci
si batu itu mirip si kerak 🤭 udah si gembul tukang tidur, si burung suka main api sekarang si batu suka makan qi🤣🤣🤣
Sang_Imajinasi: tahan ya ingat sekerak🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!