NovelToon NovelToon
WHEN NPC Fallin Love

WHEN NPC Fallin Love

Status: sedang berlangsung
Genre:Ketos / Cinta pada Pandangan Pertama / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Menjadi NPC
Popularitas:539
Nilai: 5
Nama Author: Sapiluv Mprits

_


When npc fallin love?

Gadis remaja cantik kini terduduk menggaruk keningnya yang tak gatal, pikirannya selalu berkhayal jika npc seperti dia jatuh cinta pada pemain utama di dunia nyata?

Ah, pasti seru!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sapiluv Mprits, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mulai akrab.

Melihat ayya merengut Galih pun terkekeh lirih.

" Udah yuk cepet balik ke Louis sama yang lain." Ajak Galih.

Namun ayya reflek bergeser memberi jarak dengan galih tadinya dekat.

" Kenapa?" Tanya galih.

Ayya menggeleng. " Ga apa-apa, ayo balik kesana." Ajaknya berjalan.

" Beneran ga apa?" Tanya Galih memastikannya.

Ayya mengangguk. " Ga apa kak."

" Baiklah, ayo... Eh-"

Galih melupakan sesuatu sehingga ia langsung terkekeh.

" Kenapa kak? Apa ada masalah?" Tanya ayya.

" Haha, lupa makan siangnya belum diambil.. Tuh udah ditungguin sama bu nining, aku ambil dulu ya." Pamit Galih yang langsung berlari menuju pembagian makan siang.

Sedangkan ayya nasih berdiri di tempat melihat Galih yang berjalan ke arahnya dengan membawa nampan makan siangnya.

Senyum Galih benar-benar manis menyambutnya sekarang, ayya sampai tak percaya jika ia akan mendapat senyum itu kembali setelah lama tak terlihat.

Kini keduanya berjalan berdampingan menuju kursi semula, jelas itu membuat beberapa siswi yang melihatnya berbisik iri.

Sesampainya di meja mereka, Louis dan willy menatap ayya dan Galih dengan sinis.

" Asik PDKT an nih kita liat, masak beli air sampe 10 menit lamanya. Parah.." Cibir Louis.

Hahaha, Kania tergelitik gemas melihat mereka yang protes.

" Udah kenapa sih pada cemburu? udah syukur dibeliin air sama ayya.." Ucapnya setelah menerima air mineral yang ayya bagikan.

Ayya pun duduk kembali di tempatnya, kemudian tersenyum dan berucap.

" Bukan aku yang beliin, tapi kak Galih.. Say thanks to him.." Tunjuk ayya dengan sopan pada Galih.

Wah? Louis dan willy semakin sinis melirik Galih yang sudah tersenyum dengan sombong pada mereka.

" Dih, beliin aer putih doang sombongnya kek beliin unit cluster." Cibir willy.

" Tau ah, pasti akal-akalan bang leo biar keliatan gentle di depan ayya.." Sindir Louis yang kali ini berhasil menyinggung Galih.

Galih reflek melotot tak terima, lebih tepatnya sih malu.

" Udah deh, apapun yang dibelikan sama siapapun diterima aja, ga usah julid apalagi sampe main tuduh." Peringat galih.

Kania dan ayya mengacungkan jempolnya, mereka sangat setuju.

" Setuju! saking setujunya sampe tangan gue ga bisa diturunin.." Kekeh Kania.

Ayya pun terkekeh dan turut menimpali.

" Jangan lihat siapa yang memberi, dan juga jangan menilai seberapa besar nilai pemberian karena itu bakal menghilangkan rasa syukur kita."

" Nah, betul. Denger kalian Louis sama willy!" Cetus Galih pada kedua adik kos nya itu.

Louis dan willy pun memutar matanya malas, si Galih kalau lagi bagus moodnya pasti bikin mereka berdua bad mood, tapi itu hanya becanda ya gesyaaa.

" Kalian belum makan? Apa liatin gue sama ayya makan udah bikin kalian kenyang?" Cibir galih sembari menyendok sesendok makan siang ke mulutnya.

Louis pun menggeleng. " Gak, ga nafsu aja liat bang Galih plenger dari tadi.."

" Yoi bro, tumbenan dia jadi flower boys yang suka yapping, biasanya mah irit ngomong.." Ucap willy.

Galih pun menghentikan kunyahannya untuk menatap mereka berdua dengan tajam.

" Kenapa kalo gue begini? gak suka? hah?!"

" Eh.. Eng-enggak bang, seneng kok, seneng.. gemesin.. lucu gitu.. ya kan bro.."

Louis mengangguki rayuan willy agar selamat dari amukan leader mereka, Kania pun terbahak-bahak melihatnya.

" Si ketos ini emang gitu sifat aslinya girl, kaya cewek kalo lagi happy pasti banyak omong, tapi kalo udah badmood jangankan ngomong, tembok aja bisa dihajar sana leader terbaik kita ini.."

" Hhahaha.. iyakah?" Tanya Kania.

Melirik pada galih yang masih menatapnya tajam, willy pun mengangguk menahan tawanya.

" Pffft.. Bener, tapi sebenernya dia cowok baik banget, baik banget dah pokoknya.."

Ouh, pujian willy dan Louis membuat galih kembali tersenyum, bahkan sampai membuat pipinya mengembang dan terangkat sempurna.

Lanjut makan dengan lahap membuatnya terlihat sangat menggemaskan sekarang.

Ayya sedari tadi sibuk makan sambil menyaksikan obrolan mereka, sesekali ia terkekeh menanggapinya.

Namun, untuk sekarang ia menahan diri dari rasa ingin me- nguyel-uyel kedua pipi galih yang menggembung.

' Beda banget dari kak galih yang ku kenal selama ini..' Batin ayya disaat memperhatikan galih.

Tak lama kemudian kania dan Louis pun izin membeli jajan di kedai, willy juga izin untuk mengambil makan siangnya karena merasa lapar setelah melihat berapa lahapnya galih memakan makan siangnya.

Kepergian ketiganya membuat ayya dan galih kembali hening.

" Kamu kenapa bawa bekal?" Tanya galih tiba-tiba.

Ayya masih melamun, begitu sadar ia langsung menoleh bingung.

" Eh, kak galih tanya ke aku?" Tanyanya memastikan.

Galih pun mengulang. " Kamu kenapa bawa bekal. dari rumah? bukannya udah ada jatah dari sekolah. Kamu ga suka menunya, atau gimana?"

Ouh, benarkah ini kak galih yang bertanya dengan panjang pada ayya?

Ayya masih mengerjap tak percaya, namun ia langsung menjawab.

" Ada pantangan dari dokter setelah beberapa bulan cek kesehatan, jadi bunda khawatir aku kenapa-napa lebih baik dibawakan bekal.."

Penjelasan ayya membuat galih seketika terbatuk batuk sehingga ayya sigap menyodorkannya air mineral.

Uhuk-uhuk..

" Sorry, aku ga tau sebelumnya.."

Ayya menggeleng senyum. " Ga apa kak, santai aja.."

Galih terdiam sejenak memperhatikan ayya yang lanjut makan bekalnya.

Namun tak lama kemudian kedatangan sekretaris dan wakil ketua OSIS membuat galih kembali ingat dengan rapat yang harus ia mulai sekarang.

Saat itu juga galih berpamitan pada ayya untuk pergi ke ruang OSIS, meninggalkan nampan makan siangnya yang masih belum tinggal separuh itu hingga membuat ayya kasihan.

Baru beberapa siap galih makan dengan lahap, eh sudah harus pergi saja dia.

" Makannya habisin dulu, kak.." Pinta ayya.

Galih pun menggeleng. " Ga bisa ayya, temen-temen OSIS udah nunggu di ruang rapat, ga enak sama mereka. Ga usah diberesin biar amangnya yang beresin nanti."

Hemm.. Baiklah ayya hanya bisa menuruti ucapannya.

Selang satu menit setelah kepergian galih, willy, Louis, dan Kania pun datang dan serempak duduk di kursi semula.

Menyadari ayya sendirian, merekapun terkejut.

" Loh, bang leo kok ngilang?" Tanya Louis.

" Ada rapat, barusan aja dia dipanggil sama wakilnya.." Lapor ayya.

Mereka pun ber oh' ria sebelum akhirnya makan jajanan masing-masing.

Beberapa menit kemudian semua siswa di kantin bubar barisan menuju kelas masing-masing, bel istirahat berakhir sehingga Louis langsung bangun mengajak ketiga temannya untuk balik ke kelas juga.

Namun Willy malah berdiri diam memperhatikan ayya yang sibuk membereskan nampan sisa makan siang galih.

Begitu selesai menyerahkan nampan itu pada petugas kantin, willy pun mendekati ayya.

" Kenapa diberesin?" Tanyanya penasaran.

Ayya hanya senyum tipis. " Ga apa, cuma kebiasaan hehe.."

" Bukan karena bekas bang leo, kan?" Tebak willy,

Ayya pun menggeleng cepat, namun willy bisa menebak jika ayya sedang menahan salting sekarang.

' Yah, beneran salting nih anak.. bisa bisanya suka sama si leo.' Gumam willy.

_

Beberapa hari selanjutnya, galih benar-benar disibukkan dengan acara class meeting yang diadakan setelah ujian usai.

Class meeting pun sudah berlangsung 4 hari dengan banyaknya kegiatan yang melibatkan fisik dan otak, berbagai macam lomba antar kelas, hiburan, bahkan mendapat hiburan langsung dari sang ketua OSIS.

Di dua hari terakhir sebelum class meeting berakhir, galih berinisiatif perform di tengah lapangan, sekaligus soun check sebelum besok menjadikan puncak class meeting sukses.

Tanding telah usai, semua murid pun menuju tengah lapangan dan bergabung dengan band kesayangan mereka yakni LNGSHOT.

Galih, louis, willy dan member cadangan sudah siap menghibur ditengah panasnya cuaca sore kali ini.

Dimulai dari lagu-lagu easy listening sampai hard music ciptaan mereka sukses membuat lingkungan sekolah menjadi area dugem dalam sehari.

Dum dum dum..

Basa dan iiringan musim electro jelas mengguncang sekolah, bahkan guru-guru pun turut turun ke tengah lapangan membuat acara semakin asik.

Sementata itu, beberapa siswa masih ada yang duduk di kejauhan, seperti ayya salah satunya.

Masih dengan alasan yang sama, ayya tidak bisa berdesakan karena pasti setelahnya ia merasa pusing dan berakhir sesak nafas.

1
Firamissyu
coba aja dibaca, pasti seru!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!