NovelToon NovelToon
Fy Unig

Fy Unig

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Mengubah Takdir
Popularitas:4.9k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Di mata tetangga apartemennya di Los Angeles, Faelynn Yosephine (26) hanyalah "perawan tua" pengangguran.

Namun, di balik pintu kamar, ia adalah penulis novel romantis papan atas yang memikat jutaan pembaca.

Dunia tenangnya terusik saat Kingsley Emerson (29 tahun), seorang agen elit CIA yang menyamar sebagai diplomat, mulai mengirim pesan misterius dengan nama akun Son_Roger.

Kingsley, yang baru saja kembali dari misi berdarah di luar negeri, terobsesi dengan detail taktik dalam tulisan Faelynn yang terlalu akurat.

Berawal dari debat teknis hingga gombalan tak terduga, Kingsley mulai memasuki hidup Faelynn, membawa bahaya nyata yang selama ini hanya Faelynn tulis di Novelnya.
.
.
Happy reading dear 🌷

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#32

Kamar mewah itu mendadak terasa sempit. Callista bisa merasakan paru-parunya mengecil, oksigen seolah mendadak langka saat sosok remaja laki-laki di depannya mulai bergerak turun dari kasur. Mulut Callista sudah terbuka lebar, pita suaranya bersiap untuk melepaskan teriakan yang bisa membangunkan seluruh penghuni paviliun belakang.

"Jangan berisik, jangan panik," potong Jagad cepat. Suaranya rendah, tajam, dan penuh penekanan yang membuat Callista refleks mengatupkan bibirnya kembali.

Jagad melangkah maju satu tindak, tatapannya mengunci mata Callista. "Kalau lo panik dan teriak, gue bisa nyelakain lo. Gue lagi nggak dalam kondisi buat diajak bercanda, Cal."

Callista menelan ludah dengan susah payah. Ujung gunting kain di tangannya masih mengarah ke dada Jagad, namun tangannya gemetar hebat. "Lo... lo maling?" tanya Callista, suaranya parau.

"Bukan."

"Terus apa? Psikopat? Pembunuh bayaran?" cecar Callista lagi, otaknya yang terbiasa mengonsumsi drama fiksi mulai berputar liar.

"Bukan."

"Jangan apa-apain aku..." Callista mundur hingga punggungnya menabrak meja belajar. "Daging aku nggak enak! Aku kurus, nggak ada gizinya!"

Jagad hampir saja memutar bola matanya. Benar-benar dramatis, pikirnya. "Gue bilang gue bukan psikopat. Gue nggak makan orang."

Jagad kemudian bersandar pada tiang ranjang, mencoba mengatur napasnya yang masih sedikit tersengal akibat pelarian tadi. Ia menatap Callista dengan tatapan yang kini lebih menantang, sedikit nakal, mencoba mencairkan ketegangan yang justru membuatnya merasa di atas angin.

"Jadi gimana?" tanya Jagad meneruskan percakapan gila mereka sebelumnya. "Mau nyoba nggak? Kalau mau, gass nih. Kebetulan gue lagi butuh tempat persembunyian, dan lo sepertinya butuh... yang nyata."

Mereka berdua terdiam, saling berpandangan dalam keheningan yang canggung. Namun, di tengah atmosfer yang tegang itu, suara dari speaker laptop kembali terdengar. Suasana kamar yang sunyi membuat audio dari film yang tadi di-pause Callista kembali terputar karena tombol spasi yang tak sengaja tersentuh siku Callista saat ia mundur tadi.

Suara desahan eksplisit memenuhi ruangan.

Shitt. Jagad berdecak jengkel, telinganya memerah. "Lo cabul juga ya untuk ukuran murid berprestasi. Gue pikir lo polos anaknya, ternyata seleranya... berat."

Callista ingin sekali membela diri, namun napasnya masih sesak karena kombinasi antara panik dan rasa malu yang luar biasa. Ia merasa harga dirinya jatuh ke titik nadir di depan anak SMA ini.

"Mati'in itu film! Apa lo masih mau lanjut nonton bareng gue?" perintah Jagad.

"Eh, sorry!" ucap Callista gugup. Dengan gerakan panik, ia berbalik ke arah laptop, tangannya gemetar saat menggerakkan kursor untuk menutup jendela video. Ia segera menekan tombol eject, mengeluarkan kepingan DVD bencana itu dari laptopnya, dan menyimpannya di laci meja belajar paling bawah, menguburnya di bawah tumpukan kain perca.

Setelah itu, Callista hanya berdiri mematung, menatap lantai. Ia tidak berani menatap wajah Jagad.

Jagad kembali bertanya, suaranya kini terdengar sedikit lebih santai, hampir seperti teman lama yang sedang menginterogasi rahasia kecil. "Lo ngapain sih nonton film begituan? Penasaran?"

Callista hanya mengangguk pelan. Ini semua gara-gara ide gila Melanie, gerutunya dalam hati.

"Terus gimana? Udah puas sama rasa penasarannya?" tanya Jagad lagi.

Callista kembali mengangguk.

"Angguk-angguk mulu kek anjingnya Mommy," celetuk Jagad asal, tiba-tiba teringat pada Zella, anjing peliharaan Faelynn yang selalu patuh.

"Iya, aku penasaran," Callista akhirnya bersuara, suaranya sedikit lebih kuat meski masih terdengar malu-malu. "Tolong... tolong jangan kasih tahu orang lain. Aku janji nggak akan ngulangin lagi."

Jagad menyeringai, ia menyilangkan tangan di depan dada. "Kalau lo mau nonton lagi boleh kok, terserah. Itu naluri manusia, Hak lo sebagai orang dewasa."

Pipi Callista mulai memerah padam. Ia tidak menyangka anak SMA ini bisa bicara seolah-olah ia lebih tahu dunia daripada dirinya yang sudah mahasiswi.

"Tapi lain kali, kalau lo pengen... ajak gue," bisik Jagad lagi, kali ini ia mendekat, membuat Callista bisa mencium aroma debu jalanan dan parfum maskulin yang kuat dari tubuh Jagad.

"Enggak! Aku nggak mau lagi!" tolak Callista cepat.

"Tapi lo ketagihan, kan? Adegan tadi lumayan... menggoda buat pemula kayak lo," goda Jagad, matanya berkilat penuh kemenangan.

"Enggak!" jawab Callista, hampir berteriak.

"Halah," Jagad mencibir meremehkan. "Mana ada orang yang nggak suka film biru kalau udah liat. Pasti suka lah. Tenang aja, gue nggak bakal bilang siapa-siapa. Lagian, selera lo bagus."

Deg.

"Beneran aku nggak suka! Itu tadi cuma coba-coba karena Melanie bilang ada 'magic'-nya!" Callista membela diri mati-matian di depan anak SMA ini. Ia tidak mau dianggap sebagai gadis mesum.

Jagad tersenyum miring, menatap Callista dari ujung rambut hingga ujung kaki. Tatapannya seolah menelanjangi semua pertahanan Callista. "Oh... jadi lo suka yang asli ya? Iya sih, emang lebih enak yang asli. Biar bisa rasain langsung, nggak cuma nonton layar datar. Mau?"

Pertanyaan itu terdengar sangat berbahaya, menggantung di udara seperti umpan yang mematikan.

"Enggak!"

"Kenapa? Takut?" tanya Jagad, ia kini berdiri tepat di depan Callista, membuat gadis itu harus mendongak.

"Aku... aku masih pengen kuliah! Jadi nggak dulu!" jawab Callista dengan alasan yang terdengar sangat konyol bahkan di telinganya sendiri.

Jagad tertawa pendek, suara tawa yang sangat mirip dengan tawa Kingsley saat sedang merasa terhibur. "Hubungannya kuliah sama 'main' apa, Cal? Emang kalau lo 'nyoba' dikit, IPK lo langsung anjlok?"

Callista terdiam, wajahnya sudah tidak bisa lebih merah lagi. Ia menyadari satu hal: remaja di depannya ini bukan maling biasa, dia adalah badai yang baru saja masuk lewat jendela dan menghancurkan semua ketenangannya.

"Sekarang, dengerin gue," Jagad mengubah nadanya menjadi serius. "Gue bakal sembunyi di sini sampai situasi di bawah tenang. Lo diem, jangan panggil siapa-siapa, dan gue nggak akan ganggu lo—kecuali lo yang minta."

Jagad kembali naik ke kasur Callista, merebahkan dirinya dengan santai seolah itu adalah kamarnya sendiri. "Sekarang, lanjutin aja kerjaan lo. Anggap aja gue perabot baru di sini."

Callista menatap penggaris besinya, lalu menatap Jagad yang sudah memejamkan mata. Ia tahu, malam ini akan menjadi bab paling gila dalam sketsa hidupnya. Ia terjebak di kamarnya sendiri bersama seorang "buronan" tampan yang baru saja memergokinya menonton film biru.

Sialan kamu, Melanie! batin Callista frustrasi.

1
Anto D Cotto
menarik
Anto D Cotto: sama2👌👍
total 2 replies
Anto D Cotto
lanjut crazy up Thor
ren_iren
kembalikan king dan faelynn😂
Ros 🍂: maafkan author Buntu 😭🤣🙏🏼
total 1 replies
Ridwani
👍👍👍
ren_iren
dan tetiba king and faelyn berubah jd gadis angkat jemuran... dirimu kak, ada2 aja.... 😂😂😂
Ros 🍂: Nanti saya revisi kak, biar masuk cerita nya, Makasih Kak 🫶🙏🥰
total 3 replies
winpar
lnjut thorrr
Ros 🍂: siap kak🫶
total 1 replies
Ridwani
👍👍👍👍
Ros 🍂: ma'aciww kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!