Kevin Argantara, pewaris tunggal Argantara group. Namanya terkenal di dunia bisnis sebagai pengusaha muda ternama
Pertemuannya dengan seorang gadis cantik bernama Alanna Kalila, seorang pelayan disebuah Night Club membuatnya jatuh dalam pesona gadis tangguh itu
Keluarga besar jelas menolak seorang gadis dengan latar belakang yang jauh dibawah keluarga Argantara
Pernikahan Kevin dan seorang penulis cantik bernama Raina Soesatyo, putri keluarga Soesatyo akhirnya ditetapkan dan Kevin tak bisa lari dari perjodohan dua keluarga besar itu
Lalu akan seperti apa kisah cinta Kevin dan Alanna? Akankah pernikahan bersama gadis berhijab itu membawanya pada kebahagiaan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon e_Saftri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kevin Bahagia
"Tapi aku juga istri kamu, apalagi aku lagi hamil"
"Iya aku ngerti, tapi kalau Mama tau kita bisa dalam bahaya! Aku harap kamu mengerti"
"Ya udah, aku tunggu rujaknya!"
Kevin mengiyakan, lalu telepon ditutup. Sekarang harus mencari rujak buah bagi kedua istrinya yang sama-sama tengah mengandung
Begitu masuk kamar, Raina masih dengan posisinya. Wanita cantik itu tampak berbinar saat melihat suaminya datang dengan membawa pesanannya
"Kok lama?"
"Tadi antri"
Raina mengangguk saja, lalu mulai menyuapi potongan buah tersebut kedalam mulut
"Apa kata dokter?"
"Aku gak tau pasti! Soalnya kak Rendra yang bicara sama dokternya. Tapi kata kak Rendra aku harus banyak istirahat!" Kata Raina sembari menikmati makanannya
"Artinya kamu jangan ke toko lagi"
"Untuk sementara mas, setelah usia kehamilannya masuk trimester kedua aku udah boleh beraktivitas seperti biasa!"
"Apapun itu, pokoknya aku gak mau sampai kamu kecapean dan berakibat buruk bagi anakku!"
Raina malas untuk berdebat, lebih baik mengiyakan saja ucapan sang suami. Ia suka dengan sikap posesif Kevin, ini menandakan jika pria ini perhatian padanya
Ah Raina menggeleng, bukan padanya tapi pada bayi yang ia kandung. Kevin jelas mengkhawatirkan anaknya bukan istrinya
***
Kevin benar-benar dibuat repot, menghadapi dua ibu hamil bukanlah hal yang mudah, terlebih Alanna yang selalu merengek jika ia tinggal
"Aku rasa kamu gak perhatian, aku cuma perlu waktu lebih" Alanna merengek saat sang suami hendak pergi
Awalnya Kevin memberinya waktu seminggu, sekarang pria itu hanya akan bersamanya dua hari dalam satu Minggu dan baginya itu tidak adil
"Kenapa kamu gak ngerti Alanna! Aku juga harus bekerja, Papa udah curiga karena aku selalu beralasan keluar kota karena urusan pekerjaan"
Kevin kesal juga saat istri keduanya ini tidak mengerti. Bagaimana mengatakannya jika Kevin khawatir akan keadaan Raina yang juga tengah berbadan dua
"Ini bukan keinginan aku, tapi keinginan anak kita!"
"Kenapa kamu jadi manja seperti ini? Kenapa kamu gak bisa seperti Raina yang selalu percaya sama suaminya!"
Alanna terdiam, sakit hati saat sang suami membandingkan dirinya dengan wanita lain. Baginya Raina harus mengerti karena pernikahan mereka hanya kontrak, tapi pernikahannya berbeda, kedua saling mencintai
"Udahlah, aku sibuk! Aku juga harus pulang! Ini demi kita Alanna!" Kevin mengecup kening istrinya lalu meninggalkan penthouse
Alanna duduk disisi tempat tidur, ketakutannya terbukti. Kevin telah jatuh hati pada istrinya, mereka selalu bersama, bukankah wajar jika Kevin jatuh cinta pada wanita itu
Suasana hati yang tadinya buruk berubah saat melihat senyuman manis yang Raina berikan. Kevin seolah lupa jika dirinya baru saja bertengkar dengan istri keduanya
"Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam" Raina mencium punggung tangan sang suami saat Kevin tiba didepannya
"Pasti mas capek? Mau aku siapin air hangat?" Raina menawarkan, Kevin pamit untuk meninjau pabrik selama dua hari dan jelas jika pria itu lelah
"Gak perlu, gimana keadaan kamu?"
"Aku baik-baik aja! Dia gak rewel" Raina mengatakannya sembari mengusap perutnya yang masih rata
"Dia memang anak yang pengertian?" Keduanya tiba dikamar "Oh iya, aku punya oleh-oleh untuk kamu"
Untuk meyakinkan sang istri, Kevin bahkan membelikan sesuatu. Raina membukanya dan ia merasa begitu bahagia. Kevin memberinya sebuah Dream Catcher
"Ini untuk aku?"
Kevin mengangguk "Aku ketemu sama seorang kakek pengrajin. Katanya ini bagus biar ibu hamil selalu mimpi indah"
"Ini bagus, aku suka"
Kevin membeku saat tiba-tiba saja tubuhnya dipeluk. Ia dan Raina tidak pernah melakukan ini, Kevin selalu menjaga wanita ini dengan baik
Pria tampan itu tersenyum, saat tangannya hendak menyentuh punggung istrinya, tiba-tiba saja Raina menarik diri dan melepas pelukannya membuat Kevin merasa kehilangan
"Makasih yaa mas!" Raina tersenyum "Aku mau pasang sekarang!"
Sementara Raina memasang benda itu dibagian atas tempat tidur mereka, Kevin memilih untuk membersihkan diri
"Bagus" Ujar Kevin saat dirinya keluar dari kamar mandi dan melihat oleh-oleh darinya telah terpasang
"Ayo sini mas!" Kevin duduk disamping sang istri, setelah kehamilan Raina memang keduanya tidur di ranjang yang sama
Kevin memang tidur disamping istrinya, namun keduanya tidak pernah saling menyentuh, diantara keduanya juga Raina meletakkan bantal
"Kamu gak mual lagi kan?"
"Enggak! Cuma awal-awal aja"
"Syukurlah"
Sebenarnya Kevin sudah ingin mengajak Raina kerumah mereka sendiri, tapi Cynthia selalu melarang, terlebih Raina yang tengah mengandung saat ini
***
Tanpa terasa bagi Kevin, kini kehamilan kedua istrinya telah memasuki trimester kedua, dengan selisih satu bulan
Hari ini adalah jadwal Raina untuk periksa Kandungan dan Kevin menemaninya. Dua Minggu lalu ia menemani Alanna dirumah sakit yang berbeda
Raina telah berbaring, setelah mengoleskan gel, dokter lalu menempel sebuah alat diatas perutnya
Kevin tersenyum melihat layar yang menampilkan calon anaknya. Hatinya menghangat melihat itu. Anehnya perasaan ini tak pernah ia rasakan saat menemani Alanna
Ia juga melihat calon anaknya bersama sang istri kedua, tapi rasanya biasa saja, Kevin tidak merasa hatinya menghangat atau merasa tidak sabar seperti ini
Setelah selesai, Kevin membantu sang istri turun dari ranjang. Lalu keduanya duduk dihadapan seorang dokter wanita
"Bagaimana keadaan mereka?" Tanya Kevin
"Semuanya baik, kondisi nyonya Raina juga sudah jauh lebih baik"
Mendengar penuturan itu, Kevin sedikit merasa lega. Sekarang ia bisa sedikit meluangkan waktu untuk Alanna karena Raina sudah baik-baik saja
Sepanjang perjalanan, Kevin selalu menatap hasil cetak USG milik istrinya. Ada kebahagiaan tersendiri saat melihat buah hatinya yang masih berada dalam perut istrinya
"Aku akan simpan fotonya"
Raina tersenyum, ia merasa Kevin jauh lebih perhatian padanya. Mungkin karena anak yang ia kandung, tapi tetap saja ini terasa berbeda
***
Alanna tengah menatap potret hasil USG miliknya karena kemarin baru selesai melakukan pemeriksaan
Ia tersenyum, tapi ada luka disana, entah hanya perasaannya saja atau memang Kevin yang berubah
Ia merasa jika sang suami tidak antusias pada kehamilan ini "Apa hati kamu benar-benar sudah beralih, Kevin? Apa posisi aku sudah digantikan oleh wanita itu?"
Alanna menghembuskan napas lalu menyimpan kembali potret itu dan memilih untuk berbaring, membiarkan kisah ini berjalan begitu saja
Pagi-pagi sekali Raina sudah sibuk bersiap diri, Kevin sampai bingung mau kemana istrinya ini
"Mau kemana kamu?" Tanya Kevin, sambil meraih pakaian yang sebelumnya telah Raina siapkan
"Aku mau ke toko sebentar yaa mas, ada produk baru yang akan launching sebentar lagi" Jawab Raina sambil memasukkan beberapa barang ke dalam Tote bag miliknya
"Kamu kan lagi gak sehat! Kata dokter kamu juga harus istirahat" Ujar Kevin
"Kata dokter aku udah baik-baik aja, aku janji gak akan kecapean''