NovelToon NovelToon
CINTA TERLARANG : BOSS DAN KARYAWAN

CINTA TERLARANG : BOSS DAN KARYAWAN

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cintapertama / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:4k
Nilai: 5
Nama Author: MissSHalalalal

seorang gadis muda yang harus benting tulang menghidupi kedua adik kembarnya setelah kedua orang tuanya meninggal. adik perempuannya sakit-sakitan, mengharuskannya bekerja lebih keras. saat pulang bekerja tak sengaja dia tertabrak mobil, dan ternyata yang menabrak itu adalah pemilik perusahaan tempat dia bekerja. saat itu lah pria pemilik perusahaan itu jatuh hati pada gadis itu. bukan hanya karena kecantikannya, tapi juga karena sifatnya yang baik dan sangat menyayangi adik-adiknya. namun saat melihat adik laki-laki gadis itu, dia mengingat seseorang di masa lalunya. tentang ayahnya yang pernah mengaku melakukan kejahatan sebelum dia meninggal. ayah pria itulah yang menjadi penyebab kematian kedua orang tua nya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MissSHalalalal, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 32

Sepuluh tahun yang lalu, dunia bisnis properti di Jakarta hanyalah papan catur bagi empat orang: Mahesa, William, Richard, dan Sofia. Mereka adalah kuartet yang membangun kejayaan dari nol, namun di balik tawa dalam jamuan makan malam mewah, tersimpan duri yang perlahan membusuk.

​Mahesa adalah pusat gravitasi. Dia cerdas, karismatik, dan memiliki visi yang selalu selangkah lebih maju. Di sampingnya, Iswara, istrinya, bukan sekadar pendamping; dia adalah otak finansial yang membuat Maheswara Group tak tergoyahkan.

​"Kau terlalu ambisius, Mahesa," ucap William suatu malam di balkon kantor mereka yang lama. William adalah sahabat terbaik Mahesa, namun setiap kali Mahesa memenangkan tender besar, ada bagian dari hati William yang menghitam karena iri.

​"Ini bukan soal ambisi, Will. Ini soal membangun warisan untuk anak-anak kita," jawab Mahesa sambil menepuk bahu William, tidak menyadari bahwa tangan yang ia tepuk itu sedang mengepal kuat.

​Richard, adik William, adalah sosok yang lebih gelap. Jika William adalah perencana, Richard adalah eksekutor. Dia tidak suka berada di bawah bayang-bayang Mahesa. Baginya, Maheswara hanyalah penghalang bagi dominasi Ryuga Corp.

​Dan Sofia... Sofia adalah wanita yang mencintai kekuasaan lebih dari apa pun. Ia melihat Iswara sebagai saingan yang harus disingkirkan. Kecantikan dan kecerdasan Iswara selalu membuat Sofia merasa kerdil.

**

​Puncaknya terjadi saat Maheswara Group memenangkan proyek reklamasi terbesar dekade itu, mengalahkan konsorsium yang dipimpin Richard.

​"Kita harus menghabisinya," desis Richard di ruang kerja rahasia Mansion Ryuga. "Kalau tidak, Ryuga hanya akan jadi bawahan Mahesa selamanya."

​William ragu, namun Sofia meletakkan tangannya di bahu suaminya. "Pikirkan masa depan Alan, William. Apa kau mau dia hanya menjadi pelayan bagi anak-anak Mahesa nanti? Mahesa harus pergi. Perusahaannya harus menjadi milik kita."

​Malam naas itu, Richard menyabotase rem mobil mewah Mahesa. Saat Mahesa dan Iswara pulang dari perayaan ulang tahun pernikahan mereka, mobil itu meluncur tak terkendali di jalanan perbukitan yang sepi, menabrak pembatas, dan meledak hebat. Richard memperhatikan dari kejauhan, memastikan api melahap habis segalanya. Ia yakin, tiga anak Mahesa yang dikabarkan ikut, juga telah musnah.

**

​Setelah kematian Mahesa, Ryuga Corp melesat. Richard dan Sofia bergerak cepat mencaplok aset Maheswara yang "tak bertuan". Namun, kemenangan itu terasa pahit bagi William.

​Lima bulan berlalu, namun William tidak pernah bisa tidur tenang. Setiap kali ia memejamkan mata, ia melihat wajah Mahesa yang tersenyum padanya. Setiap kali ia melewati ruang kerja lamanya, ia seolah mendengar tawa Iswara.

​"Kita sudah mendapatkan semuanya, William. Kenapa kau masih nampak seperti mayat hidup?" tanya Sofia ketus suatu sore.

​"Kita membunuhnya, Sofia... Dia sahabatku," bisik William dengan tangan gemetar.

​"Dia adalah sainganmu! Berhenti bersikap lemah!"

​Malam itu, lima bulan tepat setelah tragedi Mahesa, William sedang berada di ruang kerjanya. Ia memegang sebuah foto lama—foto mereka berempat saat merintis bisnis pertama kali. Air matanya jatuh. Ia baru saja menemukan dokumen yang menunjukkan bahwa Mahesa sebenarnya telah menyiapkan surat wasiat untuk memberikan sebagian sahamnya kepada William jika terjadi sesuatu padanya.

​Mahesa mempercayainya hingga akhir, sementara William justru merencanakan kematiannya.

​Rasa bersalah yang teramat sangat menghantam dada William seperti palu godam. Jantungnya berdegup tak beraturan. Napasnya tersengal. Ia mencoba meraih telepon di atas meja, namun tangannya tak sampai.

​"Mahesa... maaf..." rintih William pelan.

​Tubuhnya ambruk ke lantai marmer yang dingin. Saat Sofia masuk ke ruangan beberapa menit kemudian, ia menemukan suaminya sudah tak bernyawa dengan mata terbuka, menatap foto Mahesa yang tergeletak di lantai.

​William Ryuga meninggal karena serangan jantung, dipicu oleh tekanan batin yang luar biasa. Ia menyusul korbannya ke liang lahat, meninggalkan Sofia dan Richard untuk menanggung dosa yang mereka kira sudah terkubur rapat.

**

Angin malam yang dingin berembus di balkon Mansion Ryuga, menyibakkan rambut Sofia yang tertata rapi. Ia berdiri mematung, menatap kegelapan dengan pandangan yang kosong namun tajam. Bayangan sepuluh tahun lalu kembali berputar di kepalanya seperti film tua yang rusak—wajah William yang pucat saat terkena serangan jantung, dan tatapan dingin Richard saat mereka melihat kobaran api dari mobil Mahesa.

Sofia meremas pagar balkon besi tempa itu hingga buku jarinya memutih.

"Kau terlalu lemah, William," bisik Sofia pada kegelapan. "Kau mati karena rasa bersalah, sementara aku harus bertahan hidup untuk menutupi dosamu."

Restu yang ia berikan di acara akad nikah tadi pagi bukanlah bentuk kasih sayang seorang ibu, apalagi permintaan maaf. Itu adalah langkah catur yang sangat diperhitungkan. Sofia menyadari bahwa Alan telah mengetahui terlalu banyak. Alan memiliki bukti yang bisa menyeret Richard, dan kemungkinan besar dirinya sendiri, ke penjara.

Jika Sofia menentang pernikahan itu, Alan mungkin akan nekat membongkar borok keluarga Ryuga demi membela Dinda.

"Biarkan mereka menikah," gumam Sofia dengan senyum sinis yang tersungging di bibirnya. "Jika Dinda ada di bawah atap yang sama dengan Alan, dia akan lebih mudah dikendalikan. Dia akan menjadi sandera tanpa dia sadari."

Tujuan utama Sofia adalah Maheswara Group. Ia tidak rela aset yang susah payah ia curi dan ia kelola selama sepuluh tahun kembali ke tangan keturunan Mahesa begitu saja. Bagi Sofia, pengembalian aset itu oleh Alan adalah pengkhianatan terbesar terhadap warisan keluarga Ryuga.

Sofia melangkah masuk ke dalam kamar kerjanya, mengambil sebuah map berisi daftar aset properti yang baru saja dialihkan Alan kepada Dinda.

"Alan memberikan semuanya dengan sukarela karena cinta yang bodoh," desis Sofia. "Tapi cinta itu rapuh. Begitu Dinda tahu bahwa suaminya adalah putra dari pembunuh ayahnya, cinta itu akan berubah menjadi racun."

***

Bersambung...

1
Lilik Juhariah
kadang kebaikan akan tertutup dg kebencian ,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!