"Sebutkan namaku saat waktunya tiba, Riezky..."
Dua puluh tahun lalu, Kerajaan Ixevon runtuh dalam satu malam. Raja Thomas gugur setelah menyegel iblis Malakor, dan Ratu Rebecca tewas demi menyelamatkan putra tunggal mereka.
Kini, Riezky Ixevon tumbuh di desa nelayan terpencil. Ia tak tahu siapa dirinya, hanya pemuda yang berjuang menjinakkan kutukan Petir Biru dan Api Merah di tubuhnya. Satu-satunya dunianya adalah Lyra, seorang janda nelayan yang merawatnya dengan kasih sayang sejak bayi.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Riahe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
AKAR DARI SEGALA DENDAM
Suasana di Rumah Penyembuhan Aethelgard terasa begitu berat. Harum ramuan herbal yang mendidih di atas tungku tidak mampu menutupi aroma darah dan keputusasaan yang tertinggal dari pertempuran sebelumnya. Ketiga petarung itu kini terbaring tak berdaya, membayar harga yang sangat mahal untuk sebuah perlawanan.
An tampak seperti mumi, hampir seluruh tubuhnya dibalut perban linen putih untuk menutupi luka cabikan bayangan, menyisakan wajahnya yang pucat pasi namun tetap waspada. Di ranjang sebelah, Andre terpaksa berbaring kaku, otot perutnya sobek dan tulang rusuknya patah, membuatnya meringis setiap kali ia mencoba menarik napas.
Namun, kondisi Riezky adalah yang paling mengkhawatirkan. Selain tulang rusuk depan dan belakang yang patah, tengkorak bagian atasya retak akibat hantaman reruntuhan masih. Ia hanya bisa menatap langit-langit dengan pandangan kosong, membayangkan wajah ibunya, Lyra, dan sahabatnya, Sabrina, yang kini masih terkurung dalam bola kristal oranye di genggaman Vernon.
FLASHBACK: PERSAHABATAN YANG TERBELAH
Jauh sebelum semua itu terjadi, dunia mengenal dua nama yang tak terpisahkaan, Malakor Foruz dan Thomas Hidstone.
Mereka adalah dua pilar agung di bawah pemerintahan Raja Jammy Ixevon. Thomas adalah sang maestro persenjataan, jenius yang mampu menggunakan banyak macam senjata. Sementara Malakor adalah penyihir paling berbakat yang pernah dilahirkan, pemegang rahasia alam gaib.
Saat Thomas dilantik menjadi raja berikutnya dan menyandang nama Thomas Ixevon, ia tidak meninggalkan sahabatnya. Malakor diangkat menjadi tangan kanan, sang penasihat bayangan. Namun, bakat Malakor dalam melihat masa depan menjadi awal kehancuran mereka.
Dalam sebuah ritual penglihatan, Malakor melihat sebuah ramalan yang mengerikan, yang bahkan dia tak pikirkan, tentang kematiannya.
Dalam penglihatannya itu, Malakor melihat dirinya berdiri di sebuah reruntuhan yang asing dan hancur lebur. Di hadapannya, berdiri sebuah siluet misterius dengan sepasang mata yang bersinar sangat terang, satu sisi berwarna biru elektrik dan sisi lainnya merah membara. Siluet itu dikelilingi oleh delapan objek melayang yang berputar dengan aura mematikan.
Di akhir vision tersebut, Malakor melihat tubuhnya sendiri ditembus oleh objek melayang itu hingga ia tewas bersimbar darah. Sebelum kesadarannya dalam penglihatan itu hilang, siluet itu memberikan tatapan yang begitu tajam, seolah sedang menghakimi jiwanya melintasi waktu.
"Kau sudah gila, Malakor?!" bentak Thomas, tangannya gemetar menahan amarah sambil memeluk putranya yang masih bayi. "Dia baru saja lahir! Dia tidak tau apa-apa tentang dunia ini!"
Malakor mundur selangkah, wajahnya pucat pasi, namun matanya memancarkan ketakutan yang murni. "Kau tidak melihat apa yang kulihat, Thomas! Di reruntuhan itu, anak ini... dia berdiri di atas mayatku! Matanya bersinar biru dan merah seperti iblis, dan delapan besimu itu... mereka mencabik jantungku!"
Thomas melangkah maju, suaranya mellunak namun tegas. "Itu hanya vision, Malakor, masa depan bukan batu yang sudah terpahat, kita bisa mengubahnya. Kita bisa membesarkannya bersama, menjadikannya pria yang baik. Aku bersumpah kepadamu, hal itu tidak akan pernah terjadi jika kita tetap bersatu!"
"Bohong!" teriak Malakor, suaranya bergema di aula. "Takdir adalah rantai yang tidak bisa diputus! Kau pikir kau bisa menjinakkan serigala hanya dengan memberinya nama? Anak ini adalah akhir dariku, dan aku tidak akan menunggu sampai dia cukup kuat untuk menusukkan besi-besimu itu ke dadaku!"
"Kalau begitu, kau tidak memberiku pilihan," desis Thomas, sementara delapan kepingan besi di belakangnya mulai berdenting liar. "Jika kau bersikeras membunuh masa depan anakku demi ketakutanmu sendiri, maka akulah yang akan menjadi takdirmu hai ini!"
Perdebatan itu meledak menjadi pertempuran paling mematikan dalam sejarah Ixevon. Pertarungan itu berlangsung brutal selama dua malam satu hari tanpa henti. Seluruh sudut istana hancur berkeping-keping akibat benturan sihir hitam dan logam suci.
Malakor, yang didorong oleh rasa takut akan kematiannya sendiri, mengerahkan seluruh sisa kekuatan dan sihir terlarang yang ia miliki. Ia bertarung seperti monster yang tersudut. Sementara itu, Thomas tidak berdiri sendirian, ia dibantu oleh istrinya, Rebecca, yang terus menerus memperbaiki kerusakan di tubuh Thomas
Namun, kelelahan mulai mengambil alih. Dalam sebuah benturan energi terakhir yang mengguncang fondasi kerajaan, Thomas dan Rebecca menggunakan seluruh sisa hidup mereka untuk melepaskan teknik segel pamungkas.
Thomas dan Rebecca gugur di tengah reruntuhan itu, menghembuskan nafas terakhir demi melindungi masa depan putra mereka. Di saat yang sama, Malakor tidak mati, namun ia tersegel sepenuhnya oleh The Eight Mighty Iron, terperangkap dalam kegelapan abadi yang diciptakan oleh sahabatnya sendiri. Besi-besi itu mengunci roh dan raganya, hingga bertahun-tahun kemudian segel itu melemah dan ia kembali untuk menagih "takdir" yang ia takuti.