NovelToon NovelToon
Warisan Gaib

Warisan Gaib

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Mata Batin / Hantu
Popularitas:7k
Nilai: 5
Nama Author: Its Zahra CHAN Gacha

Menjadi seorang dukun bukanlah sebuah pilihan atau cita-cita, tapi sebuah panggilan jiwa...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Its Zahra CHAN Gacha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Memori yang Hilang

"Sebentar lagi kamu akan mati," ucap wanita itu dengan tatapan nanar kearah Joko

"Jika itu memang sudah takdirku, aku tidak apa, aku ikhlas menjalaninya,"

Nyai Ridah tersenyum dan mengusap lembut pucuk kepala Joko.

"Kamu memiliki tekad yang kuat nak, meskipun kau akan mendapatkan banyak ujian dan sakit berkepanjangan, tapi kau akan menang, tapi kamu harus sabar," ucap Nyai Ridah

Wanita itu kemudian mengajak Joko masuk ke rumahnya.

Joko kemudian menyampaikan maksud kedatangannya.

"Aku hanya bisa menyembuhkan sakitmu le, tapi aku tidak bisa menghapus keilmuan mu. Tapi jangan khawatir aku akan menunjukkan seseorang yang bisa membantumu melepaskan semua keilmuan yang kau miliki. Tapi syaratnya berat,"

"Apapun syaratnya aku akan menjalaninya

"Aku hanya bisa menyembuhkan sakitmu le, tapi aku tidak bisa menghapus keilmuan mu. Tapi jangan khawatir aku akan menunjukkan seseorang yang bisa membantumu melepaskan semua keilmuan yang kau miliki. Tapi syaratnya berat,"

"Apapun syaratnya aku akan menjalaninya,"

Nyai Ridah menarik sudut bibirnya, matanya yang sayu menatap Joko penuh kekaguman.

"Kamu masih muda tapi begitu kuat le,"

"Aku belum sekuat itu Nyai, buktinya aku masih sakit-sakitan,"

"Sing sabar cah bagus, semua itu ada prosesnya,"

Nyai Ridah mulai memasukan kemenyan kedalam bara api. Aroma wangi dupa mulai menyebar ke seluruh ruangan.

"Tutup matamu!" seru Nyi Ridah

Tiba-tiba semuanya gelap. Samar-samar terdengar suara seorang wanita berkidung merdu. Joko berusaha bangun dan mencari sumber suara itu. Namun ia tak melihat apapun di sana kecuali warna hitam.

Semakin ia kidung itu terdengar jelas, maka warna hitam pun memudar sedikit demi sedikit hingga berubah menjadi warna terang.

Suara kidung itu masih mengalun merdu. Namun suara itu sedikit demi sedikit menghilang, dan warna putih itu berubah menjadi darah.

Joko mengedarkan pandangannya. Ia tahu ada yang tidak beres dengan tempat itu. Ia merasa dadanya begitu sakit hingga ia muntah darah.

Tubuhnya ambruk ke lantai. Tubuhnya basah kuyup karena keringat yang terus membanjiri tubuhnya.

Romli berusaha membangunkannya, namun ia tak bisa menyentuhnya, seperti ada aliran listrik yang membatasi.

Sementara itu kondisi Nyai Ridah pun tak jauh berbeda. Wanita itu sekarat dan nyaris m4t1. Tapi ia tak mau menyerah. Wanita itu kembali menelungkupkan tangannya dan mulutnya kembali bersenandung.

"Bertahanlah Joko, kamu harus kuat!" Joko berusaha menyemangati dirinya sendiri.

Ia berusaha untuk bangun menggunakan sisa tenaganya. Hingga akhirnya ia berhasil berdiri.

Ia berjalan tertatih meninggalkan ruangan itu. Joko perlahan membuka matanya, saat ia bangun Romli menyambutnya dengan senyuman.

"Syukurlah kamu masih hidup," ucap pria itu

"Memangnya apa yang terjadi??" tanya Joko

"Kamu sudah koma selama tiga hari," jawab Romli

Joko mengedarkan pandangannya, ia menyadari dirinya berada di kediaman Romli. Padahal sebelumnya ia berada di kediaman Nyai Ridah.

"Bagaimana dengan Nyai??" tanya Joko

"Dia sudah meninggal,"

Seketika Joko merasa terkejut mengetahui wanita itu sudah tidak ada lagi. Romli menceritakan jika Nyai Ridah meninggal setelah berusaha menyelamatkannya. Sebelum ia mati Nyai Ridah menyuruhnya membawa Joko pulang ke rumahnya.

Joko berkaca-kaca mendengar cerita Romli. Ia tam menyangka jika pengobatan yang dilakukan olehnya akan memakan korban.

Sore itu Joko menyempatkan diri menjenguk ke makam Nyai Ridah. Meskipun kondisinya belum fit benar namun ia tetap menziarahi kuburnya. Ia menebarkan aneka bunga yang di bawanya dan melafalkan doa untuknya.

"Maafkan aku Nyai, gara-gara aku kamu harus kehilangan nyawamu," Joko mengusap air matanya

Selesai berdoa ia pun meninggalkan area pemakaman.

"Nyai bilang kamu sudah sembuh, meskipun ia tidak bisa mengeluarkan semua keilmuan mu, namun Ia sudah berhasil menyembuhkan penyakit mu,"

Joko masih terdiam, ia benar-benar merasa bersalah atas kematian Nyai Ridah.

"Apa yang aku lakukan ini benar??" ucapnya berkaca-kaca

"Tentu saja,"

"Lalu bagaimana dengan Nyai Ridah, aku sudah membuat ia kehilangan nyawa, apa itu bukan kejahatan??"

Romli bisa merasakan kesedihan yang d8 rasakan oleh Joko. Ia pun mendekati oria itu dan berusaha menenangkannya.

"Jangan pernah menyalahkan diri mu sendiri atas apa yang terjadi kepada Nyai Ridah. Percayalah dia sudah ikhlas melakukan semuanya, i i adalah resiko, ia sudah tahu sejak awal , jadi berhentilah bersikap seperti ini. Ia berpesan agar kamu melanjutkan pengobatan mu, jangan pernah menyerah apapun yang terjadi,"

Seketika tangis Joko pecah, ia tak bisa menahan kesedihannya lagi.

Malam itu ia benar-benar tak bisa tidur. Wajah Nyai Ridah terus menghantuinya hingga membuatnya sulit untuk tidur. Hingga pukul sua belas malam ia masih terjaga.

Tiba-tiba aroma wangi bunga kantil memenuhi kamarnya membuat ia langsung duduk bersila dan memejamkan matanya.

Ia tahu Dewi Poncowati datang menemuinya.

"Nyai??" sapanya dengan nada bergetar

"Bagaimana kanda, apakah kamu masih ingin berpisah dengan ku?"

Joko mengangguk.

"Harusnya kamu lebih tahu apa yang akan terjadi padamu jika kau terus ingin melepaskan diri dariku. Kau benar-benar orang yang tidak tahu balas budi, padahal aku sudah memberikan semuanya, tapi apa yang kau lakukan, kau menyuruh dukun untuk membunuh ku!" pekik wanita itu dengan nada sinis

"Maaf kan aku Nyai, aku tidak punya pilihan Nyai, aku hanya manusia biasa yang ingin hidup normal,"

"Dasar laknat, sampai kapanpun kau tidak akan pernah bisa lepas dariku, kecuali kematian yang akan memisahkan kita!" tandas Dewi Poncowati dengan penuh marah

Semua lampu padam saat wanita itu pergi meninggalkan ruangan itu. Angin kencang berhembus membuat Joko terhempas ke lantai.

Ia segera bangun dan berusaha untuk berdiri, namun kembali sebuah angin besar kembali menghantam tubuhnya hingga Joko kembali tumbang.

Joko merasakan seluruh tulangnya patah hingga ia tak bisa berdiri lagi.

Tiba-tiba semuanya berubah menjadi gelap.

"Maafkan aku Nyai," ucap Joko lemah

Keesokan paginya, suara burung berkicau membuatnya terbangun dan membuka matanya.

"Apa aku masih hidup??" ucapnya bingung

"Tentu saja kamu masih hidup!" ucap seorang pria dengan auara bariton menghampirinya

"Kamu??" Joko tak percaya melihat pria yang berdiri di hadapannya

Ia berusaha mengingatnya namun tetap saja ia tidak bisa mengingat pria itu.

"Siapa kamu, kenapa aku seperti mengenal mu??" tanya Joko

Pria itu tersenyum tipis.

"Tentu saja, kau mengenal ku dengan baik. Kita sangat dekat, bahkan lebih dekat dari saudara," jawab pria itu

Joko terdiam sejenak, otaknya berusaha bekerja mencari tahu siapa pria itu. Namun sialnya semuanya tetap sama saja, buntu.

Ia merasa ingatannya sudah di kunci hingga ia tidak bisa mengingat apapun.

"Aku menyerah,aku tidak bisa mengingat mu," sahut Joko

"Tidak apa, seiring berjalannya waktu kamu pasti akan mengingat siapa aku??"

1
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🍾⃝ͩʀᴇᷞᴛͧ☘𝓡𝓳༄⃞⃟⚡
heeem aneh juga yaaa...
kok bisa airnya kagak asin tuuuh
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🍾⃝ͩʀᴇᷞᴛͧ☘𝓡𝓳༄⃞⃟⚡
naaah toooh....
lak iyooh toooh, Joko pengen ikutan undangan nderek lagi deeeh
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🍾⃝ͩʀᴇᷞᴛͧ☘𝓡𝓳༄⃞⃟⚡
Meksi tubuhnya ada di hadapan --> Meski tubuhnya ada di hadapan
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🍾⃝ͩʀᴇᷞᴛͧ☘𝓡𝓳༄⃞⃟⚡
naaaah tooooh...
setelah mendengarkan cerita dari Joko, Pranyoto langsung marah deeeh
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🍾⃝ͩʀᴇᷞᴛͧ☘𝓡𝓳༄⃞⃟⚡
haadeeh Joko malah kembali mendatangi Pranyoto 🤦🤦🤦
pasti Joko akan di suruh untuk melakukan kembali ilmu kejawennya deeeh
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🍾⃝ͩʀᴇᷞᴛͧ☘𝓡𝓳༄⃞⃟⚡
jika hatimu merasa hampa maka isilah dengan melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur'an
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🍾⃝ͩʀᴇᷞᴛͧ☘𝓡𝓳༄⃞⃟⚡
waaduuuh Dewi Poncowati kembali melancarkan aksinya untuk memikat lagi Joko
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🍾⃝ͩʀᴇᷞᴛͧ☘𝓡𝓳༄⃞⃟⚡
waaduuuh Joko malah curhat ke Dewi Poncowati jika jiwanya saat ini kosong 🥺🥺🥺
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🍾⃝ͩʀᴇᷞᴛͧ☘𝓡𝓳༄⃞⃟⚡
Alhamdulillah penyakit Joko telah berhasil disembuhkan oleh Nyai Ridah
💜⃞⃟𝓛 y𝒂𝒚𝒖𝒌🍒⃞⃟🦅
joko piye sih ko kok kmu mlh blibet bget knp plin plan sdgkan nyai ridah saja smpe meningal ko aduh mboh lah
💜⃞⃟𝓛 y𝒂𝒚𝒖𝒌🍒⃞⃟🦅
jadi siapa itu ya
💜⃞⃟𝓛 y𝒂𝒚𝒖𝒌🍒⃞⃟🦅
wow jd kek mueter2 karna saking sudah nya ya ingin tobat ya
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🍾⃝ͩʀᴇᷞᴛͧ☘𝓡𝓳༄⃞⃟⚡
"kita sangat dekat, bahkan lebih dekat daripada sodara" apakah pria yang di temui Joko saat ini adalah dirinya sendiri ???
karena sebenarnya kita kan punya "kembaran 4" gitu
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🍾⃝ͩʀᴇᷞᴛͧ☘𝓡𝓳༄⃞⃟⚡
wooooow anginnya beneran kenceng daaah sehingga Joko berulang kali harus jatuh bangun ketika angin menghantam tubuhnya
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🍾⃝ͩʀᴇᷞᴛͧ☘𝓡𝓳༄⃞⃟⚡
naaaah kaaan resiko daaah melakukan pernikahan dengan makhluk ghoib
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🍾⃝ͩʀᴇᷞᴛͧ☘𝓡𝓳༄⃞⃟⚡
Hingga pukul sua belas malam --> Hingga pukul dua belas malam
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🍾⃝ͩʀᴇᷞᴛͧ☘𝓡𝓳༄⃞⃟⚡
i i adalah resiko --> ini adalah resiko
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🍾⃝ͩʀᴇᷞᴛͧ☘𝓡𝓳༄⃞⃟⚡
kesedihan yang d8 rasakan oleh Joko --> kesedihan yang di rasakan oleh Joko
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🍾⃝ͩʀᴇᷞᴛͧ☘𝓡𝓳༄⃞⃟⚡
Masya Allah....
padahal sejak semula, Nyai Ridah tahu jika sebenarnya Joko memiliki kekuatan yang begitu kuat tapi beliau tetap mau untuk mengobati Joko🥺🥺🥺
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🍾⃝ͩʀᴇᷞᴛͧ☘𝓡𝓳༄⃞⃟⚡
Ia tam menyangka jika pengobatan --> Ia tak menyangka jika pengobatan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!