NovelToon NovelToon
SUAMI SEWAANKU SANG MAFIA PENGUASA

SUAMI SEWAANKU SANG MAFIA PENGUASA

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Mafia / Perjodohan
Popularitas:4.3k
Nilai: 5
Nama Author: Orang_Cuman_Cerita

Demi menghindari perjodohan gila dengan rentenir tua pilihan ibu tirinya, Alana nekat menyewa seorang pria asing di pinggir jalan untuk menjadi suami pura-puranya dengan bayaran 5 juta sebulan. Pria itu tampak seperti pengangguran tampan yang sedang butuh tempat sembunyi.

​Alana bekerja keras siang malam untuk menghidupi "suami miskinnya" itu. Ia bahkan rela membelikan pria itu kemeja obralan agar terlihat rapi saat menemaninya.

​Namun, Alana tidak pernah tahu bahwa pria yang setiap malam tidur di sofa sempit apartemennya adalah Xander, pemimpin kartel mafia paling ditakuti sekaligus CEO triliuner yang kekayaannya tak berseri. Saat keluarga tiri Alana mencoba menginjak-injak hidup gadis itu, mereka tidak sadar bahwa mereka telah membangunkan iblis kejam yang sedang menyamar.

​"Siapa pun yang berani menyentuh milikku, bersiaplah kehilangan nyawa." — Xander.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Orang_Cuman_Cerita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31: Leviathan di Dasar Laptev

Keheningan yang ditinggalkan oleh tawa Ivan Volkov terasa lebih mencekik daripada badai salju di luar. Layar monitor yang kini menghitam memantulkan wajah tegang para komando elit. Udara di dalam ruang kendali bawah tanah itu seolah menyusut dengan cepat, mengisolasi mereka dari dunia luar.

​DOR!

​Satu tembakan tunggal dari moncong pistol Xander menghancurkan monitor tabung itu hingga berkeping-keping.

​"Dia bicara terlalu banyak," ucap Xander dingin, menurunkan senjatanya tanpa ada setitik pun jejak kepanikan di wajah tegasnya.

​"Tuan Besar, pintu hidrolik baja di semua sektor utama telah disegel dari luar. Ventilasi udara utama juga telah ditutup paksa," lapor salah satu Pasukan Bayangan yang baru saja selesai memeriksa panel mekanik. "Dalam kurang dari dua jam, kita akan kehabisan oksigen."

​Dante, yang bersandar di dinding beton sambil memegangi rusuknya yang retak, memaksakan sebuah senyum miring. "Setidaknya... kita tidak akan mati kedinginan di padang salju, Tuan."

​Alana menelan ludah, menatap sekeliling ruangan yang terasa seperti makam raksasa. Namun, saat ia menatap suaminya, tidak ada bayangan kematian di mata obsidian Xander. Pria itu justru berjalan tenang menuju sebuah peta denah berdebu yang tertempel di dinding yang pudar.

​"Volkov mungkin bisa meretas sistem elektronik dari jarak jauh, tapi dia lupa pada satu hal fundamental," kata Xander, jemarinya yang terbalut sarung tangan kulit menelusuri garis biru pada denah pangkalan. "Ini bukan sekadar bunker pertahanan. Ini adalah pangkalan kapal selam."

​"Tapi Tuan, pangkalan ini sudah ditinggalkan puluhan tahun lalu," sela komando lainnya. "Tidak ada kapal selam Soviet yang tersisa, dan jalur airnya pasti sudah membeku sepenuhnya."

​Xander menoleh ke arah istrinya. "Tiga tahun lalu, saat aku membeli hak akses atas jalur rahasia di Laut Laptev ini, aku tidak hanya membeli sebuah rute kosong. Aku menyimpan sebuah asuransi."

​Xander lalu melangkah ke tengah ruangan, berlutut, dan menyapu debu tebal di atas lantai beton. Di sana, tersembunyi sebuah tuas manual mekanik berkarat yang sama sekali tidak terhubung dengan jaringan komputer pangkalan. Dengan satu tarikan bertenaga luar biasa, Xander menarik tuas itu ke atas.

​KRAAAK! GRRRRUMBL!

​Lantai bergetar hebat. Sebuah palka rahasia di sudut ruangan perlahan bergeser terbuka, menampilkan akses ke sebuah tangga putar gelap yang mengarah langsung ke perut bumi. Hembusan udara yang berbau garam laut berhembus naik dari lubang tersebut.

​"Bantu Dante. Kita turun ke dok bawah tanah," perintah Xander, meraih tangan Alana dan menuntunnya menuruni anak tangga logam yang berderit.

​Mereka turun sedalam tiga puluh meter, menembus kegelapan yang hanya diterangi cahaya senter taktis. Setibanya di dasar, pemandangan yang tersaji membuat napas Alana dan para prajurit tertahan.

​Sebuah gua bawah air raksasa terbentang di hadapan mereka. Air laut yang gelap bergulung tenang, terhubung langsung ke kedalaman Samudra Arktik yang tidak pernah membeku sepenuhnya. Di tengah kolam dok alamiah itu, terikat pada rantai jangkar baja, mengapung sebuah kapal selam mini siluman berwarna hitam pekat. Desainnya sangat modern, sangat kontras dengan reruntuhan Soviet di sekitarnya. Lambang Leonidas tercetak samar namun tegas di lambungnya.

​"Kapal selam taktis kelas Leviathan," bisik Dante dengan mata berbinar tak percaya. "Anda memang selalu berpikir sepuluh langkah ke depan, Tuan Besar."

​"Ayo naik. Kita harus segera pergi dari sini," ucap Xander.

​Namun, tepat saat prajurit pertama melangkah ke jembatan gantung menuju kapal selam, suara dentuman keras bergema dari arah lorong di atas mereka. Dinding batu di sekitar dok bergetar.

​“Peringatan! Protokol pembobolan bendungan diaktifkan!” Suara mekanis sistem pangkalan menyala kembali, memancarkan lampu strobo merah yang menyilaukan dan berputar liar.

​Volkov rupanya telah mengaktifkan sistem penghancuran mandiri. Jutaan galon air laut sedingin es mulai membanjiri ruang dok dari terowongan utama. Permukaan air kolam naik dengan kecepatan yang mengerikan, siap menenggelamkan mereka semua sebelum sempat membuka palka kapal selam!

​"Cepat! Buka pintu palka Leviathan sekarang juga!" raung Xander menembus gemuruh air bah, menarik tubuh Alana menerobos jembatan besi yang mulai bergoyang keras diterjang ombak maut.

​(Bersambung...)

1
Bu Dewi
lanjut kak😍😍😍
Orang_Cuman_Cerita: Lagi Proses Kak 👍
total 1 replies
Anonim
Lanjutkan 👍
Orang_Cuman_Cerita
Sukakan?💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!