NovelToon NovelToon
Obsesi Pewaris Kejam: Aku Dipaksa Menjadi Miliknya

Obsesi Pewaris Kejam: Aku Dipaksa Menjadi Miliknya

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Romansa / Obsesi
Popularitas:2.8k
Nilai: 5
Nama Author: nupitautari

Warning!!!!!!

Shenina Valerie Arous hanya menginginkan satu hal—cinta yang tulus.
Namun, pria yang ia cintai justru memberinya kasih sayang karena rasa kasihan.

Saat hatinya hancur, seorang pria berbahaya muncul dalam hidupnya.
Arsen Erzaquel Lergan—pewaris keluarga ternama yang terbiasa mendapatkan segalanya, termasuk dirinya.

Obsesi Arsen bukan cinta. Itu lebih seperti penjara yang tak terlihat.

Di saat yang sama, Andrew Kyle hadir sebagai satu-satunya pria yang tulus, rela melakukan apapun demi kebahagiaannya.

Di antara cinta, obsesi, dan pengkhianatan—
pilihan Shena akan menentukan apakah ia akan diselamatkan… atau justru hancur lebih dalam.

Dan ketika sebuah rahasia besar terungkap, segalanya tak akan pernah sama lagi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nupitautari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31

Sekitar satu setengah jam para dokter bekerja di ruang operasi, lampu operasi pun akhirnya di padamkan. Para polisi dan Ello akhirnya menarik nafas lega. Dokter keluar dari ruangan di ikuti para perawat yang mendorong brangkar medis tersebut. "Dokter, bagaimana keadaan Shena?" Tanya Ello penuh khawatir.

"Dia kehilangan banyak darah, untungnya tidak ada organ vital yang terluka. Dia bisa bertahan namun kondisi nya sekarang sangat lemah. Butuh waktu yang cukup lama untuk memulihkan keadaannya". Jawab dokter. Ia lalu pergi meninggalkan Ello.

Shena sudah di bawa ke ruang perawatan. Polisi menghentikan Ello untuk memberikan pertanyaan. "Bisakah kita duduk dulu sebentar. Ada beberapa pertanyaan yang ingin ku ajukan padamu" ucap polisi laki-laki yang bernama Mike Christopher.

Ello mengangguk lalu duduk. Sebelum polisi memulai pertanyaan nya, Ello bertanya lebih dulu. "Apa yang terjadi sebenar nya pada Shena dan ayah nya?" Tanya Ello.

"Dari laporan sementara yang kami dapat, tuan Matthew menyekap nona Shena di sebuah ruang kedap suara yang ada di basement. Basement itu tepat berada di bawah lantai kamar tuan Matthew" jawab polisi.

"Lalu apakah anak yang Shena lahir kan adalah anak dari ayahnya?" Tanya Ello lagi. Kali ini suaranya tampak bergetar. Jujur ia takut menerima kenyataan pahit yang menimpa Shena. Ia tak sanggup mendengar nya. Bagaimana ia bisa melihat wajah Shena setelah ini. Ia berjanji akan menjaga Shena seumur hidupnya namun kenyataan malah menampar diri Ello sendiri.

"Kami belum bisa memastikan. Perlu tes DNA lebih lanjut atau mendengar kan kesaksian dari korban sendiri untuk memverifikasi siapa ayah dari anak yang dilahirkan itu" jawab polisi.

Ello terdiam seperti memikir kan sesuatu. "Apa Drew ayahnya atau Arsen? Selama satu tahun terakhir hanya Drew dan Arsen yang dekat dengan Shena" batin Ello.

"Sekarang giliran aku yang mengajukan pertanyaan. Bagaimana anda mengenal tuan Matthew dan nona Shena?" Tanya polisi

Ello menyadarkan dirinya dalam lamunan. Ia menjawab. "Aku dan Shena tumbuh bersama. Semenjak ibu Shena meninggal waktu Shena berusia 10 tahun, Shena lebih banyak menghabiskan waktu di rumahku bersama keluarga ku. Ayahnya jarang pulang, bisa sebulan sekali, 2 bulan sekali bahkan pernah 6 bulan sekali".

"Itu artinya tuan Matthew dan putrinya tidak dekat sama sekali?" Tanya polisi.

Ello mengangguk. "Mereka bisa dibilang tidak dekat sama sekali. Paman Matthew kerap kali bersikap dingin pada Shena. Kalau ia pulang, mereka bisa tidak mengobrol sama sekali. Namun meski begitu, Shena sangat menyayangi dan menghormati ayahnya. Ia selalu menuruti apapun yang ayahnya perintahkan". Jawab Ello.

"Contohnya perintah seperti apa?" Tanya polisi.

"Shena anak yang pintar. Ketika ibunya masih hidup dulu, Shena selalu mendapatkan juara 1 di kelasnya. Semuanya berubah sejak ibunya meninggal. Shena yang awalnya suka belajar memilih menjauhkan diri dari buku. Ia enggan memperhatikan pelajaran dan menjawab ujian dengan asal-asalan. Dulu aku mengira bahwa Shena melakukannya karena tak semangat lagi sejak kehilangan ibunya, namun saat kelulusan sekolah dasar aku mendengar sendiri bahwa paman Matthew memuji Shena yang menjadi terbawah dalam ujiannya".

"Kenapa bisa begitu?" Tanya polisi.

"Aku tidak tahu alasan spesifiknya namun Shena pernah bilang hal itu akan menimbulkan masalah bagi ayahnya" jawab Ello.

"Kalian tumbuh bersama, apa kau tidak curiga nona Shena menghilang dalam waktu yang lama?" Tanya polisi.

Ello menggeleng. "Tidak. Aku sekolah di High school Amster, Shena pindah ke sekolah ku di tahun ke 3. Kami sebenarnya berpacaran sejak SMP namun putus tak lama ketika Shena pindah ke sekolah ku. Sejak itu hubungan kami tidak dekat seperti dulu. Shena dekat dan berteman dengan Arsen dan Andrew. Terakhir kali aku bertemu shena di hari kelulusan dan itu juga terakhir kali aku bertemu Arsen. Meski sudah putus dengan Shena aku masih sering mengirim pesan untuk menanyakan kabarnya namun Shena tak pernah lagi membalas. Aku sempat bertanya pada paman Matthew Shena di mana dan paman Matthew bilang Shena kuliah di luar negeri. Setelah itu aku tidak bertanya lebih lanjut". Jawab Ello.

"Aku sangat menyesal kenapa aku tidak curiga dengan paman Matthew. Shena pernah bilang kalau ia tidak akan kuliah karena paman Matthew tidak mengizinkan. Harusnya ketika paman Matthew bilang Shena kuliah di luar negeri aku bisa lebih curiga dengan sikapnya. Ini salahku tidak bisa menjaga Shena dengan baik" ucap Ello penuh penyesalan dan rasa bersalah. Air matanya terjatuh benar-benar merasa tak berguna untuk Shena. Polisi menepuk-nepuk pundak Ello untuk sedikit memberikan kekuatan dan kesabaran.

"Tidak seorangpun yang menginginkan hal buruk terjadi padanya. Ini bukan salahmu. Kau masih diberi kesempatan untuk menguatkan nona Shena. Ia sangat membutuhkan mu saat ini" ucap polisi menenangkan.

.

.

.

Hari sudah menjelang sore. Ello duduk di kursi samping ranjang Shena dengan Shena yang masih terbaring tak sadarkan diri. Hanya ada rasa bersalah dan kekesalan di diri Ello yang tak bisa menjaga Shena sesuai janjinya dulu. Ia begitu membenci dirinya. Sepanjang ia duduk, kepalanya terus tertunduk menangis dan mengucapkan kata maaf yang tiada henti.

Alis mata Shena bergerak perlahan. Tak lama mata Shena mulai membuka pelan. Hal pertama yang Shena lihat adalah atap rumah sakit yang asing di matanya. Matanya mengerjap untuk menyesuaikan cahaya silau yang masuk di matanya. Ia mendengar suara sesegukan tangis penuh penyesalan. Ia menoleh ke sumber suara dan mengenali pria itu. Dia Ello, mantan kekasihnya yang sudah lama tak ia lihat.

"El..." Panggil Shena pelan. Suaranya hampir tak terdengar saking lemahnya.

Ello yang tertunduk mengangkat kepalanya. "Shena..." Ucapnya. Ia sangat senang sekaligus sangat terluka melihat wajah Shena. Ia bangkit dan memeluk Shena. "Akhirnya kau sadar. Maafkan aku" ucap Ello sembari menangis.

Shena mengangkat tangannya pelan dan mengelus punggung Ello untuk menenangkan. "Aku baik-baik saja. Jangan menangis" ucapnya pelan.

"Maafkan aku karena tidak bisa menjagamu dengan baik. Ini salahku, Na" ucap Ello.

Shena menggeleng pelan. "Ini bukan salahmu. Kau tidak berkewajiban menjagaku". Ucap Shena.

"Aku berjani akan selalu menjagamu tapi kau bahkan menderita dan aku tidak tahu" ucap Ello.

*Hi readers. Jangan lupa untuk memberikan dukungan kalian pada novel ini dengan cara berikan komentar terbaik kalian, kasih like dan vote novel ini ya. Dukungan kalian pada novel ini sangat berarti karena itu akan menjadi semangat buat author menyelesaikan cerita ini hingga akhir. Tetap pantau terus ga kelanjutan dari cerita ini. Akan ada banyak keseruan yang kalian dapatkan. Happy reading all 🙏

1
Queen Rose
kalian jangan lupa kasih dukungan ya guys....
Queen Rose
kalian jangan lupa ya kasih komentar dan like kalian buat author, jujur aja aku sebagai penulis baru sering overthinking mau menekuni dunia nulis ini karena takut gagal. tapi aku coba buat selalu semangatin diri dan berpikir positif. aku selalu nanemin ke diri aku kalau ini bagian dari proses aku
Queen Rose
guys aku mau bilang sama kalian semua kalo di akun author, setiap bab itu udah siap tayang pukul 20.00 ya. Semua bab udah di kirim dengan waktu terjadwal, jadi semua bergantung sistem untuk cepat atau lambatnya perilisan setiap bab
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!