NovelToon NovelToon
Cintaku Nyangkut Di Surat Kontrak

Cintaku Nyangkut Di Surat Kontrak

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Nikah Kontrak / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: ewie_srt

"aku terima syaratmu, tapi terima juga syaratku, kael.."
mahiya melotot kesal,pria dingin itu hanya mengangguk datar.
"okeyyy..deal"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ewie_srt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

31

"aku tidur dimana kak?" mata mahiya mengamati ranjang besar kael, matanya juga mengedar seluruh ruangan.

'ahh ada sofa'

"aku tidur di sofa aja"

Kael menatap mahiya, mengamati gadis itu yang membawa bantal dari atas tempat tidurnya.

"aku pinjam bantal yah"

"fikral semingguan di sini, apa kamu akan tidur di sofa terus selama fikral di sini?"

Kael menyodorkan selimut ke mahiya, pria itu duduk di depan mahiya yang mengangguk.

"nggak apa-apa kak"

"atau kamu saja yang tidur di ranjang, biar aku yang di sini"

Mahiya menggeleng cepat nggak setuju,

"jangan gitu kak, aku jadi kelihatan egois banget, kamar sebelah sudah di pakai adikku. Aku di sofa saja nggak apa-apa kok"

Mahiya santai banget, suaranya juga terdengar riang.

"aku minta maaf yah kak, kalau tidurku agak mendengkur, takutnya kak kael terganggu"

Mahiya sudah siap-siap hendak tidur, membuat kael tak enak hati. Pria itu beranjak dari sofa,karena mahiya kelihatannya benar-benar mau tidur.

Kael mengamati mahiya dari atas ranjang, gadis itu udah tertidur sepertinya.

"hhhhhhh" desahnya pelan.

'kenapa mahiya tidak menyinggung kejadian di meja makan keluarganya tadi, apakah gadis itu nggak tahu kalau hatinya terganggu karena itu sejak tadi'

Kael menatap lekat ke arah mahiya yang tenang, beneran benak kael berisik banget. Apakah dirinya sama sekali nggak bisa membuat gadis itu berdebar.

Sementara kael mulai uring-uringan sendiri, hatinya mendongkol nggak karuan. Kenapa mahiya santai saja dan kelihatan nggak terganggu sama sekali.

"kak.."

Kael menoleh, dia mendengar dengan teliti, apakah mahiya memanggilnya tadi.

"kak kael!"

"ya?"

Alis kael menyatu, kernyitannya terlihat penasaran. Mahiya yang memanggilnya tak mengubah posisinya sama sekali, gadis itu masih membelakanginya dengan tubuh tertutup selimut.

"terima kasih karena memperlakukan adikku seperti tadi, walau aku tahu kakak hanya pura-pura, makasih banyak"

Kael memicingkan matanya, ada rasa tersinggung mendengar ucapan mahiya. Dia nggak pura-pura, apa yang dilakukannya pada fikral tadi tulus.

"tapi bisakah jika kakak ingin menyempurnakan sandiwara pernikahan ini, kakak bicarakan dulu padaku, jangan asal kek tadi"

"mahi..!"

"heumm" sahut mahiya, tapi masih tetap di posisinya.

"bisakah kita bicara?"

Kael menghampiri mahiya, gadis itu beranjak duduk menggeser selimutnya.

Kael duduk tepat di depan mahiya, menatap lekat gadis itu yang juga menatapnya.

"kakak tahu apa yang kakak lakukan di rumah mommy tadi kurang ajar, tapi kakak nggak tahu mau gimana, cuman cara itu yang terpikir di kepala kakak tadi"

Mahiya mengangguk tenang, wajahnya juga nggak berubah sama sekali, dengan tenang dia mengamati kael yang terlihat sedikit gugup.

Mahiya mengernyitkan keningnya heran, dia nggak mau kegeeran, tapi kenapa pria di hadapannya gugup.

"aku tahu kak, aku juga maklum. Cuman jujur tadi aku sedikit kaget"

"kamu nggak marah padaku?" tanya kael dengan sorot penuh tanya.

"tadi memang aku marah!, tapi aku maklum kok kak"

Mahiya sudah menarik selimutnya lagi, seakan ingin mengatakan pada kael untuk menghentikan pembicaraan ini.

"sudah malam kak, besok aku masih harus masuk, walau ujian sudah selesai"

"ahh, maaf"

Kael meninggalkan mahiya, dia melangkah perlahan. Matanya sesekali masih melirik ke arah mahiya.

Entah kenapa perasaan kael sedikit tak enak, kok dia merasa mahiya terlalu cuek padanya. Wajah gadis itu yang biasa saja, ketika membahas hal ciuman tadi, jujur kael sedikit kecewa.

Di dalam hatinya, kael berharap mahiya mencak-mencak atau salting. Tapi tadi reaksi gadis itu terlalu datar, dan terlalu biasa saja. Jujur kael sedih dan kecewa.

"hhhhhhhh..." desahnya kasar

"emangnya kamu berharap apa kael?, apakah kamu berharap mahiya jatuh cinta padamu" gumamnya sambil menjatuhkan tubuhnya ke atas ranjang sedikit kasar.

********

"kita anterin fikral dulu, baru ke kampus yah"

Kael mengusap ujung bibirnya yang basah, menatap mahiya yang hanya mengangguk.

"ehh..nggak usah mas" fikral menggeleng cepat.

"ada teman fikral yang udah nungguin di bawah"

Kael menoleh, melirik mahiya yang menatap adiknya lekat.

"iya mbak, kemarin udah janjian" lanjut fikral mengangguk-angguk meyakinkan kakak perempuannya itu.

Mahiya masih belum bersuara, dia menoleh menatap kael, seakan menanyakan pendapat pria itu.

Kael yang memahami arti tatapan gadis itu, mengangguk lembut setelah tersenyum lebih dulu.

Kael meletakkan selembar uang berwarna merah di samping ponsel anak laki-laki tampan itu.

"ini buat jajan kamu dan ongkos taksi nanti, tapi kalau mau di jemput, telepon aja nanti."

Wajah fikral meringis, ada rasa sungkan tertera jelas diwajahnya. Nggak enak rasanya setiap keluar, kakak iparnya itu ngasih duit terus.

Fikral mendongak, menatap mahiya dengan sorot sungkannya, tapi anggukan kakaknya itu sedikit menenangkannya.

"makasih mas.." ujarnya sopan, fikral mengulurkan tangannya salim ke abang iparnya itu.

"heummm.." angguk kael tersenyum

"hati-hati yah, jangan ngebut"

Fikral mengangguk, setelah salim bocah itu meninggalkan mahiya dan kael yang saling terdiam.

"kamu kok belum beberes?"

Kael mengalihkan perhatiannya, menatap mahiya heran. Kenapa gadis ini masih berpiyama ria.

"hehehhehe..." mahiya terkekeh lucu, tapi wajahnya terlihat malu.

"tadi malam rupanya ada pengumuman di grup, hari ini perkuliahan di tiadakan, hanya untuk kelas kami"

Kael mengangguk paham, dia mengamati mahiya yang merapikan meja makan.

"kakak ada kegiatan hari ini?" tanya mahiya, tangannya dengan cekatan merapikan.

"sebenarnya nggak begitu penting sih" kael menggeleng, dia menyingsingkan lengan bajunya. Mahiya menatap heran, kenapa kael menarik lengan kemejanya.

Tersentak mahiya nggak percaya, kael menuju ke wastafel.

"kak, mau ngapain?"

Tangan mahiya merampas spons dari tangan kael.

"biar aku aja. Kakak buruan gih pergi kerja"

Kael menggeleng, jemarinya meraih spons yang dipegang mahiya.

"kakak bantuin kamu nyuci piring, kalau cuman nyuci piring, kakak bisa"

Mahiya hampir menggeleng, tapi senyum kael dan tangan pria itu yang mengenggam jemarinya, membuat mahiya sedikit gugup.

"kakak mau ajak kamu ke rumah sakit mahiya. Temani kakak di sana"

"ngapain?" kernyitan mata mahiya, membuat kael kembali tersenyum.

"daripada kamu sendirian di rumah. Kan mendingan ikut,.."

"ahhhh..." mahiya tersenyum lucu, sambil manggut-manggut.

"supaya drama rumah tangga bahagia dan penuh cinta ini terlihat semakin nyata yah kak?" celotehnya dengan senyum dikulum.

Entah mengapa, hati kael terasa disentil. Padahal dia emang beneran tulus ngajak mahiya, sedikitpun nggak ada niat itu di hatinya.

Tapi wajah mahiya, ucapan gadis itu, cukup membuatnya terdiam kelu.

"kalau begitu, aku siap-siap dulu yah kak" pamit mahiya tanpa menunggu jawaban kael, dia meninggalkan kael yang terdiam di depan wastafel.

Jangan di tanya perasaan kael gimana, sungguh dia kesal dan tersinggung. Apakah mahiya nggak pernah berpikir, bahwa mungkin saja ajakan dari dia sesekali adalah ajakan yang tulus.

Kael masih membasuh tangannya, dia masih sedikit kesal, walau suara mahiya sudah mengajaknya dari ruang tamu.

Bersambung...

1
Bungatiem
cerita nya bagus 👍
Rina Zulkifli
double up kk othor, kemarin bolak balik tapi g da part baru 🤭 seruu
Rina Zulkifli
maratahon 22 part. mantul n seru ceritanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!