NovelToon NovelToon
Terpaksa Menikah

Terpaksa Menikah

Status: sedang berlangsung
Genre:Pengantin Pengganti / Nikah Kontrak
Popularitas:5.1k
Nilai: 5
Nama Author: Acaciadri

Tidak punya pilihan lain selain menikahkan Aruna dan Arka. karena sang calon pengantin wanita yang bernama Elia kabur di hari pernikahannya.

pernikahan itu hanya untuk dua tahun saja, itulah yang di katakan Arka di awal mereka setelah menjadi sepasang suami istri. tapi bagaimana kalau Arka beda pemikiran setelah tinggal satu atap yang sama dengan Aruna? dan bagaimana dengan Elia? apa sebtulnya alasan wanita itu kabur di hari pernikahannya?

cekidottt cerita keduaku. beri dukungan ya teman-teman❤️

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Acaciadri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27

Aruna benar-benar tidak mengerti tentang dirinya sendiri yang bisa-bisanya ikut terlena dan membalas ciuman Arka__astaga, bagaimana bisa coba? Padahal Aruna sama sekali tidak berpengalaman, ya. Kecuali hanya menonton lewat drama atau pun film. Tapi ya, bagaimana itu bisa terjadi dan berubah menjadi begitu panas dan menggairahkan. Ok, Aruna benar-benar malu, tapi memang itu yang terjadi, sampai-sampai Aruna merasa malu dengan dirinya sendiri.

“Bibir gue..“Ucapnya sambil berkaca dan meneliti bibirnya yang terasa kebas dan membengkak. Entah berapa kali di lumat, di gigit.. ah pokoknya begitulah, dan anehnya sama sekali lho Aruna tidak marah dan justru malah menikmati.

Yang lebih sialnya lagi begini coba.

“Run, saya gak nyesel karena udah curi ciuman pertama kamu.“Tukas pria itu dengan nafas tersenggal-senggal setelah memberikan sebuah serangan yang dapat membuat seluruh tubuhnya panas dingin, mana dia tahu lagi kalau Aruna baru pertama kalinya berciuman. Heuhh.. apa sejelas itu, ya? Dan kenapa kok bisa tahu? Deuhh, kan harga diri Aruna terasa di buat jatuh se jatuh-jatuhnya.

“Sialan, dia benar-benar Arghhhhh...“Jeritnya seraya menjambaknya rambutnya sendiri, kini kepalanya penuh dengan Arka, bagaimana Arka tersenyum, menatapnya dalam, mendekatkan wajahnya dan melumat bibirnya... Aruna bisa gila lama-lama.

“Pokoknya gue harus nuntut pertanggung jawaban dia.“Gerutunya dengan mondar mandir ke kanan dan kiri, keningnya terluhat mengeryit dan kedua tangannya terlihat memainkan dagu miliknya__namun gerakan itu sempat berhenti beberapa detik, sampai wajah yang semula terlihat menggebu-gebu dan terlihat ingin menuntut balas pun berubah pasrah dan letoy seketika.

“Tapi kan dia suami gue, buat apa di minta pertanggung jawaban? percuma ihh.“Desahnya kesal sekaligus marah, Aruna menjambak rambutnya frustasi dan menyadari kebodohannya, kenapa bisa gitu mau-maunya menikmati ciuman itu, mana ada adegan di mana Aruna juga sempat-sempatnya membuat bibir pria itu terluka karena gigitannya pula. Huhh, kalau begini kan Aruna sudah seperti wanita yang hyper.

“Gilla gue gak bisa tidur lagi, Argkhhh..“Teriaknya kesal.

*****

“Ehhh ini apa mas?.“Tanya Aruna sesaat setelah dirinya sudah berpakaian rapih dan hendak ke dapur untuk mengisi ulang botol minumnya. Namun langkah wanita itu terhenti tepat di ruang keluarga, Arka ada di sana dengan dua koper.

Iya, Aruna tahu itu koper. Tapi maksud Aruna, kenapa ada koper baru? Mana ada dua pula?

Kecanggungan akibat insiden mereka pun seokah terhempas begitu saja__sepasang pengantin baru itu seolah sama-sama melupakan dan sama-sama berlaku biasa saja, dan untuk kejadian berulang, untungnya tidak ada atau mungkin keduanya masih belum mau melakukan lagi..ehehe

“Koper lah, Run.“Jawab Arka terdengar santai dan membuat Aruna mencibir, wanita itu mendekati ke arah Arka lalu sedikit berjongkok dan membuka salah satu dari koper itu.

Lantas waktu seakan berhenti, tiba-tiba ruangan terasa panas dan sesak, padahal ac di sana sudah di setel dalam suhu tertentu. Tubuh keduanya sama-sama membeku dengan kedua bola mata yang kini terlihat bergerak gelisah ke kiri dan kana.

Demi cangcut spongebob, kenapa di dalam koper yang Aruna buka harus terdapat beberapa barang yang biasanya di gunakan untuk seorang istri yang akan bertempur habis-habisan dengan suaminya? Lingerie, ya. Koper yang Aruna buka terdapat beberapa macam lingerie__sumpah demi apapun, rasanya Aruna ingin mengubur hidup-hidup dirinya, apalagi tatapan mata Arka tak lepas dari benda lacknat itu. Iuw...

Deg degggggg

Ada merah, hijau, hitam, putih tulang, ungu dan masih banyak lagi.

Kerjaam siapa, sih? Masa iya Arka. Untuk apa coba? Kalau kerjaan Arka, mana mungkin pria itu terlihat kaget begitu.

“Ehm.... Mas Arka.“Panggil Aruna setelah berdehm dan membuat tubuhnya sedikit rileks.

Arka yang masih fokus dengan benda itu pun seakan kesulitan meneguk salivanya sendiri. Pemandangan benda di depannya sungguh membuat otaknya berfantasi maaf sedikit liar, apalagi... Ehm ehmmm.. ah sialan, bagaimana pun dia pria biasa yang punya nafsu juga dan benda di hadapannya begitu menarik dan membuatnya penasaran juga.

“MAS ARKKKA...“Teriak Aruna hingga pria itu pun sepenuhnya mengalihkan atensinya pada sang istri dengan wajah yang merah padam pun dengan telinga yang terasa berdenginh.

Aruna mencibir, dasar laki-laki, sama saja. Gak bisa tuh ngeliat benda-benda keramat seperti itu__baru mentahannya doang sudah seperti itu, bagaimana kalau melihat benda yang lain.. ups! Aruna pasti sudah gila ya, iya. Sepertinya Aruna sudah gila.. ckck

Aruma sampai geleng-geleng kepala dan mencoba menepis pemikirannya yang mulai sesat.

“I..ya Aruna.“Jawab Arka gelagapan seraya menarik nafasnya panjang dan mencoba menepis bayangan lingerie yang terlihat menggoda dan lebih sialnya tatkala di kepalanya kini membayangkan Aruna memakai lingerie itu. Kenapa harus Aruna? Entahlah, karena Arka sendiri pun tak mengerti.

“Koper ini, mas Arka..“Tukas Aruna sambil menutup kembali koper itu dan menyembunyikannya di belakang tubuh, walau rasanya apa yang di lakukan Aruna sangat sia-sia, sebab Arka sudah melihatnya, bahkan membayangkan yang tidak-tidak dengan beberapa lingerie itu.

“Bukan..“Kepala Arka menggeleng keras dan wajahnya masihlah memerah karena malu, hingga membuat sudut-sudut bibir Aruna pun terangkat dan membuat sebuah senyum kecil di sana.

“Ini dari mama..“Lanjut pria itu seraya tertunduk, kedua tangannya meremas bajunya gelisah. Keningnya mengeryit dengan beberapa kali terdengar decakan dari mulutnya, harusnya Arka tidak menyempatkan datang ke rumah mamah, hingga dia pun di paksa pulang membawa koper sekaligus tiket bulan madu.

“Dari mama?.“Ulang Aruna dan kali ini Arka mengangkat kepalanya, tatapan mereka bertemu.

“Hm.. mama ngasih koper-koper itu sama saya.“

“Untuk apa, mas? Gak mungkin nyuruh mas jual lingerie kan?.“Tanya Aruna seraya mencicit kecil, terutama saat penyebutan lingerie. Bagaimana pun mereka adalah pasangan suami istri yang di paksa, meski sudah dua kali berciuman, tetapi untuk lingerie lebih intim daripada itu, dan keduanya merasakan canggung serta malu juga.

Arka terkekeuh pelan, celetukan asal dari Aruna berhasil membuat sedikit ketegangan di antara mereka hilang.

“Haha.. lucu juga.“

“Apanya yang lucu? Saya serius tahu!.“

“Aduhh. Awww,, sakit Run.“Keluh Arka setelah mendapatkan beberapa pukulan yang di layangkan oleh Aruna. Aruna begitu kesal karena Aeka menertawakannya, padahal kan Aruna serius.

“Mas saya serius!.“

“Iya, maaf. Tapi kamu lucu...“

“Astaga, mau saya pukul lagi?.“Ujar Aruna seraya menyipitkan matanya dan oada akhirnya Arka memilih menangkupkan kedua tangannya di atas dada, seolah mengatakan kalau dia menyerah, meski tubub Aruna bisa di bilang cukup kecil, tetapi pukulannya tak main-main lho, sakit.

“Kamu bilang saya jual lingerie.“

Aruna mengerucutkan bibirnya, lalu mendelik ke Arka”Ya memang, buat apa benda itu sebanyak itu coba?.“Ujarnya dengan nada kesal yang terdengar begitu vocal, Arka terkekeuh pelan. Satu tangan kini menggaruk belakang kepalanya__rupanya adalah sebuah keputusan yang cukup baik, tatkala Arka memilih berdamai dengan Aruna. Bukan hanya partner hidup yang baik, tetapi Aruna juga cukup menghibur untuk Arka.

“Mama yang kasih.“Ujarnya dan Aruna membulatkan kedua matanya dengan mulut yang menganga lebar.

“Mama? Tapi untuk apa, mas?.“Sahut Aruna. Lantas Arka mengeluarkan sebuah tiket honeymoon yang lagi membuat rahang Aruna seakan jatuh karena terkejut.

Honeymoon. Jadi Aruna dan Arka di suruh honeymoon.

“Mas Arka__.“

“Besok kita akan honeymoon Runa, jadi persiapkan diri kamu.“

Gila sih, kenapa se mendadam ini? Dan kenapa pula mereka harus honeymoon coba? Tidak ada faedahnya, mereka hanya sepasang suami istri yang di paksa menikah, tentu honeymoon hanya pemborosan sebab demi apapun, Aruna tidak akan mau melakukan yang iya-iya dengan Arka.

“Mas, kenapa enggak nolak?.“Tanya Aruna penasaran, harusnya kan Arka menolak atau minimal membuat alasan seperti beberapa waktu yang lalu. Apalagi kan yang Aruna tahu kalau Arka masih mencintai kakaknya, terlepas dari kakaknya yang meninggalkan Arka duluan.

“Buat apa? Lagian udah di beliin juga. Mubadzir kan kalau di tolak.“

1
Dewi Sri Astuti
Bagus
Ariany Sudjana
ini lagi Elia kangen sama arka, kalau kangen, kenapa kamu kabur pas mau menikah sama arka? dasar murahan kamu Elia
Ariany Sudjana
dua-duanya keras kepala
Ariany Sudjana
kenapa kamu bilang aruna murahan? murahan mana sama Elia yang kabur pas hari pernikahan, dan Aruna yang harus menggantikan?
Sam A13
terus dong ceritanya bags ceritanya👍
Dewi Sri Astuti: di tunggu lanjutannya ya kak, terimakasih sudah mampir🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!