Wei Ying adalah wanita single berusia 35 tahun yang memiliki hobi membaca web novel.
Wei Ying merasa iba pada karakter jahat dalam web novel yang ia baca, meski jahat karakter itu memiliki masa lalu yang kelam. Lalu karena terlalu terbawa suasana, ia berkata..
"Jika aku yang menjadi ibunya, aku pasti akan memberinya kasih sayang dan masa kecil yang bahagia.."
Kemudian, seolah menganggap omong kosong itu sebagai doa, layar handphonenya menyeret Wei Ying masuk.
Kini, Wei Ying menyesali perkataannya. Namun, bubur sudah jadi nasi. Ia bertekad untuk mengubah ending novel, dimana dirinya mati mengenaskan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BabyKucing, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 31 Bangun Rumah Baru
Sebuah rumah minimalis dengan dua lantai, itu adalah rencana yang di buat Ibu Wei. Rumah itu sudah dalam tahap pembangunan setelah sebelumnya Nyonya Gu membantunya, wanita tua itu mengenalkan Wei Ying pada seorang kenalannya dan membeli tanah darinya. Dia juga yang merekrut tenaga kerja untuk membangun rumah.
Wei Ying sangat bersyukur, didunia yang asing dan tak seorang pun yang ia kenal masih ada orang baik hati seperti Nyonya Gu. Padahal mereka baru saja bertemu.
"Nyonya! Apa memang begini bentuk rumah yang anda inginkan?" tanya seorang pekerja dengan tubuh besar dan berotot.
Wei Ying tersenyum dan mengangguk.
Pria itu terlihat berpikir dan menatap rumah yang baru setengah terbangun itu, "Apa anda berasal dari benua Barat?" tanya pria itu tiba-tiba.
"Bukan, memangnya kenapa?"
"Bukan apa-apa, hanya saja bangunan ini memiliki gaya dari benua Barat.. saya sudah lama bekerja di bidang konstruksi seperti ini, dan setau saya model rumah seperti ini lebih familiar di sana." ujar pria itu.
Dalam hati Wei Ying langsung histeris, "Wah, tak ku sangka ada benua Barat? Apa tempat itu seperti dugaanku, benua eropa? Abad pertengahan? Harusnya begitu sih, karena aku tinggal di tempat yang identik dengan kultivator dan sekte, harusnya ini memang di Tiongkok kuno alias benua asia. Tapi ini sungguh di luar dugaan ku. Jika begitu, ada kesempatan aku juga bisa pergi kesana!"
Setelah itu pembangunan rumah kembali berjalan, awalnya Wei Ying mengira jika rumah seperti yang sudah ia desain tidak akan sesuai apa yang ia pikirkan. Selama ini rumah-rumah disini dominan menggunakan kayu, dan rumah yang ia bangun memiliki bagian yang harus menggunakan batu dan pasir.
Selama pembangunan rumahnya Wei Ying dan ketiga anaknya menginap di sebuah penginapan yang berada di bawah naungan Serikat dagang Gu, ia juga menjadi sering bertemu dengan pemilik Serikat.
Seperti hari ini, Wei Ying kembali berkunjung dengan tiga anaknya. Wei Ying berniat untuk membeli beberapa potong baju untuk ketiga anaknya tersebut, kebetulan Serikat dagang Gu memiliki sebuah toko pakaian yang berada di bawah namanya.
Seorang pria dengan kumis dan janggut yang sudah memutih menghampirinya, lalu dengan ramai menyapanya.
"Selamat datang, nyonya.." sapanya dengan senyuman ramah, "Pakaian seperti apa yang anda cari?"
"Tuan, saya mencari pakaian untuk mereka bertiga." ujar Wei Ying pada ketiga anaknya.
Pria tua itu mengangguk-angguk dan mempersilahkan mereka memasuki dalam toko yang sudah di penuhi beberapa potong baju siap pakai juga bergulung-gulung kain.
"Anak-anak, pilihlah baju seperti apa yang kalian suka." ujar Ibu Wei.
Ketiga anak itu pada awalnya terlihat canggung saat menyentuh kain-kain itu, tapi langsung tersenyum senang saat melihat baju yang mereka sukai.
"Sebenarnya aku bisa saja memberikan mereka pakaian dari Space hole, tapi itu akan terlihat aneh di dunia ini. Modelnya dan tekstur kainnya berbeda." bisik Wei Ying.
Saat sedang memperhatikan anak-anak, di luar terdengar sangat riuh dan ramai. Wei Ying hanya meliriknya dari dalam toko, iringan dari beberapa pemuda yang berjalan dengan sedikit arogan.
"Hah, umur segitu emang lagi masa-masanya.." bisik Wei Ying.
Pemilik toko yang berdiri tak jauh darinya pun turut melihat keramaian di luar sana, "Oh, mereka para tuan muda dari keluarga besar dan beberapa murid Sekte terkemuka. Pantas saja sangat ramai.." ujarnya pemilik toko.
"Oh, itu alasannya.."
Pemilik toko lalu melirik Wei Ying, "Dua Minggu lagi akan ada pertandingan Dragon and Phoenix, awalnya itu akan di lakukan di Shicuan.. tapi ada beberapa insiden yang membuatnya di undur lalu akhirnya di pindahkan ke Hangzhou."
"Pertandingan seni bela diri?!"
garam sama gula pada burek warna nya🤭🤭🤭