NovelToon NovelToon
Cinta Posesif Arlan

Cinta Posesif Arlan

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Dark Romance / Posesif
Popularitas:4.8k
Nilai: 5
Nama Author: Voyager

"Jangan pernah berpikir untuk melangkah keluar dari bayanganku, Mika. Karena sedetik saja kamu menghilang, aku akan pastikan dunia ini mencarimu dengan cara yang tidak akan pernah kamu lupakan."

Mikaela siswi SMA cantik dari keluarga yang biasa. Suatu malam mengubah segalanya. Menyaksikan dan bertemu dengan Arlan Gavriel—pria berkuasa di Kota Glazy, menghabisi nyawa seseorang dan membuatnya menjadi tawanan yang harus dimiliki Arlan sepenuhnya. Terjebak dalam keadaan yang tidak menguntungkan, perlahan ada rasa tumbuh di benak Mika setelah mengetahui sisi lain dari Arlan. Arlan adalah monster berdarah dingin, tapi juga penyelamat bagi Mika.

Ada apa dengan Mika dan Arlan? Kenapa Arlan membuatnya sebagai Tawanan? Apakah hanya karena melihat kejadian malam itu? Atau ada sesuatu yang harus Mika bayar?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Voyager, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tragedi Klub Malam

"Aku harus ikut!”

Perasaan Mika tidak karuan. Ia melihat Nurma tampak gelisah dan tergesa-gesa, seolah ingin segera pergi dari suatu hal yang tidak ingin ia hadapi.

Tanpa berpikir panjang, Mika segera memesan ojek online dan mengikuti Nurma dari kejauhan.

Beberapa menit kemudian, langkah Mika terhenti.

Matanya membulat saat melihat Nurma berhenti di depan sebuah klub malam.

Lampu neon berkedip. Musik menghentak samar terdengar dari dalam.

“Ngapain dia ke sini?” gumam Mika.

Perasaannya semakin tidak enak.

Mika mengendap-endap, berusaha tidak terlihat. Ia menunduk, sesekali bersembunyi di balik tiang atau kerumunan orang.

Namun, nasib tidak berpihak padanya.

“Ngintip siapa?”

Duk!

Seseorang menepuk pundaknya cukup keras.

Mika terlonjak. “Ish! Kamu lagi?!”

Arlan berdiri di belakangnya dengan wajah dingin.

“Apa?” tanyanya singkat, keningnya berkerut.

Tanpa aba-aba, Arlan langsung menarik tangan Mika dengan kuat.

“Auh! Sakit!” jerit Mika, berusaha melepaskan diri.

“Kamu ini makin lama makin kurang ajar, ya!” bentak Arlan.

Tetapi Mika tidak terlalu memperhatikannya. Matanya sibuk mencari ke arah pintu masuk klub. Nurma sudah tidak terlihat.

“Ke mana dia?” gumam Mika panik.

Ia mencoba melepaskan diri, tapi Arlan kembali menggenggam tangannya lebih erat. Kesabaran Mika habis.

“Kamu bisa nggak sih, jauh dari aku?!” bentaknya. “Kamu bikin hidupku susah! Jangan muncul lagi di depanku, paham?!”

Jarinya bahkan menunjuk tepat ke wajah Arlan.

Tanpa menunggu jawaban, Mika berbalik dan berlari masuk ke dalam klub.

“Nurma ke mana, sih?!” katanya pada diri sendiri.

Ia menelusuri ruangan yang remang-remang. Musik keras membuat kepalanya sedikit pusing.

Saat ia sedang fokus mencari. Tiba-tiba langkahnya terhenti.

Seorang pemuda tampan berambut gondrong berdiri menghalangi jalannya.

“Uh, cosplay baju seragam, ya?” katanya sambil menyeringai.

Mika mundur beberapa langkah.

“Tolong minggir,” ucapnya tegas.

Namun, pemuda itu justru semakin mendekat, menyudutkan Mika ke arah dinding.

“Mau di ruangan mana, cantik?” katanya merendahkan.

“Ish! Lepasin!” Mika berusaha mendorong.

Tetapi tubuh pemuda itu jauh lebih kuat. Mika mulai panik.

Ketika tangan pemuda itu mencoba menyentuhnya secara tidak pantas.

Refleks, Mika menendang dengan sekuat tenaga.

“Auh! Sialan!” teriak pemuda itu kesakitan.

Kesempatan itu langsung dimanfaatkan Mika. Ia berlari sekencang mungkin.

“Kejar dia!” teriak pemuda itu marah.

Beberapa orang langsung bergerak mengejar Mika.

“Tolong!” teriak Mika.

Tetapi suara musik terlalu keras. Tidak ada yang benar-benar peduli.

Langkahnya semakin cepat. Napasnya tidak beraturan. Ia tertangkap. Tubuhnya diangkat paksa.

“Lepasin!” teriak Mika sambil meronta.

Ia dibawa masuk ke sebuah ruangan VIP. Pintu ditutup dan Mika menangis.

“Tol—tolong—” Suaranya bergetar.

Namun, pemuda itu sama sekali tidak peduli. Dengan sisa tenaga, Mika menggigit lengan pemuda itu.

“Ah! Kurang ajar!” teriaknya.

Mika kembali berlari keluar. Napasnya tersengal-sengal. Namun, kejaran belum berhenti. Beberapa orang masih mengejarnya. Saat berlari tanpa arah.

Buk!

Mika menabrak seseorang. Ia terjatuh.

“Sakit!” keluhnya.

Saat mendongak, ternyata ia menabrak Arlan.

Di belakangnya, suara teriakan terdengar.

“Cepat! Tangkap dia!”

Mika panik. “Tuan ... tolong aku!” katanya putus asa.

Arlan hanya menatapnya dingin dan tanpa reaksi.

Mika bahkan sampai berlutut. “Aku mohon, tolong aku! Aku akan melakukan apa aja yang kamu mau!” katanya dengan suara bergetar.

Pemuda dan anak buahnya sudah sampai.

“Dia wanitamu?” tanya salah satu dari mereka.

“Bukan,” jawab Arlan datar. “Kalau mau, ambil aja!”

Deg.

Hati Mika seolah jatuh ke dasar.

“Tuan, aku mohon!” Suaranya melemah.

Namun Arlan berbalik, pergi. Langkahnya menjauh tanpa ragu.

Asistennya tampak ragu. “Tuan ... Nona Mika—”

“Bukan urusan kita,” potong Arlan dingin.

Mika terpaku. Dadanya sesak. Ia sadar, ini akibat ucapannya sendiri. Ia yang meminta Arlan menjauh dan sekarang, ia benar-benar ditinggalkan.

“Pada akhirnya, aku tetap diperlakukan seperti ini,” batinnya pahit.

“Bawa dia!” perintah pemuda itu.

“Lepasin! Arlan, tolong!” teriak Mika putus asa.

Namun, tidak ada jawaban. Ia kembali diseret ke dalam ruangan VIP. Pintu dikunci. Kali ini, lebih kuat.

Mika memberontak sekuat tenaga. Bajunya mulai robek. Air matanya jatuh tanpa henti.

“Tolong ... lepaskan!” Suaranya melemah.

Mika menendang lagi, dibagian aset hidupnya. Pemuda itu mengumpat kasar. Namun, Mika mulai kehabisan tenaga.

Tubuhnya gemetar. Saat ia mencoba membuka pintu. Pintu itu tidak bisa terbuka dengan mudah.

Duk! Duk!

Ia menggedor pintu.

“Toloooong!”

Tidak ada yang datang. Pemuda itu bangkit lagi. Menarik tubuh Mika hingga terjatuh. Mika mencoba melawan. Namun, tenaganya hampir habis.

Saat semuanya terasa hampir berakhir.

Bruak!

Pintu didobrak keras. Semua orang terkejut. Arlan berdiri di sana. Wajahnya marah. Kalau diibaratkan singa yang baru saja keluar dari kandang.

“Siapa yang suruh kamu masuk?!” bentak pemuda itu.

Tanpa menjawab, Arlan langsung menendang. Tubuh pemuda itu terlempar jauh.

“Uhuk! Brengsek!” teriaknya. Ia bangkit dan mencoba melawan.

Perkelahian pun terjadi. Pukulan demi pukulan. Tendangan saling berbalas. Ruangan menjadi kacau.

Namun, Arlan lebih unggul. Pemuda itu akhirnya tergeletak. Wajahnya lebam.

“Habisi mereka,” perintah Arlan dingin pada pengawal dan asistennya.

Sementara itu, Mika meringkuk di balik sofa. Tubuhnya gemetar. Rambutnya berantakan. Ada luka di bibirnya dan memar di kakinya. Ia menatap Arlan dengan mata berkaca-kaca.

“Arlan—” Suaranya lirih.

Dunia terasa berputar. Penglihatannya mulai kabur. Tubuh Mika jatuh lemas dan Pingsan.

Arlan langsung membawanya ke apartemen. Saat sampai, Dokter Hendra telah berada di depan apartemen Arlan menunggu kedatangan mereka.

Arlan menggendong Mika ke kamarnya. Lalu, mulai diperiksa.

“Arlan, dunia ini kejam untuk dia!” ucap Dokter Hendra.

Arlan hanya duduk diam. Ia menghisap rokoknya dengan tenang.

“Ya, tentunya kamu juga sebuah ancaman bagi dia!” lanjutnya bicara.

Arlan mengerutkan keningnya. “Hei!”

“Owh, maaf-maaf,” Dokter Hendra langsung terdiam sambil meringis setengah tertawa.

Arlan pun berdiri. Mendekati Dokter Hendra dengan tegas. “Tau pintu keluar ‘kan?” Perkataan Arlan cukup membuat Dokter Hendra kikuk.

Belum sempat pergi, Dokter Hendra dengan konyolnya berkata, “Tuan, jangan lupa taruhan kita!” Lalu, ia pergi sambil menyeringai puas.

Sementara Arlan melirik dengan tatapan mematikan.

“Gara-gara gadis ini, semua orang mempermainkanku!” gumamnya pelan.

Arlan melanjutkan menghisap rokok sambil menunggu Mika siuman.

Setengah jam kemudian, Mika membuka matanya. Arlan tidak cepat membantu Mika untuk duduk. Ia hanya duduk dengan tatapannya yang seperti es.

“Auh, sakit!” rintihnya.

“Udah sembuh ‘kan?” kata Arlan. “Cepat keluar dari apartemenku!” kata Arlan sangat dingin.

Arlan pun berdiri dan pergi dari kamarnya. Sedangkan Mika masih memegang kepalanya.

“Kenapa dia begitu? Ah, udahlah, mungkin masih mengingat perkataanku!” ujar Mika.

Ting! Ting!

Sebuah pesan masuk. Ternyata itu pesan dari Arlan.

“Di meja ada obat berwarna kuning. Minum itu untuk meredakan rasa sakit di badanmu!” Bacanya samar.

Karena pandangan Mika cukup tidak stabil karena soflens terlepas. Ia meraba obat di atas meja dan meminumnya.

Setelah itu Mika berusaha untuk berdiri. Ia cukup sempoyongan untuk berjalan.

“Kenapa? Kok kayak ada yang aneh?!”

1
Lovetu
Emm, Menurutku alurmya kayak bikin orang kesel terus greget dan apa ya??? ya bgtu lah campur aduk kaya es campur. Cerita aku rekomendasikN banget nih. cocok para wanita yang kesel ama laki" hahaha /Drool//Facepalm/
Lovetu
Kepedean tingkat dewa 🤣
Lovetu
Thor Kenapa haris ada karekter baru.🤭 tak suka
Lovetu
mampus lah kau 😤
Lovetu
Pasukan Wibu ayo serbu bab ini 🤣😄
Voyager: Heh, jangan mcam" 😄 jngn pangil mereka ke sini ribet
total 1 replies
Lovetu
Eeeeaaaaa🤭
Lovetu
Aih nasib nasib
Lovetu
Barra anj ....
Lovetu
Bener" keluarga eek. 😤
Lovetu
Kok ada keluarga begitu, ya. apa mereka benar keluarga apa samuel benar ayh nya mika? kok bgtu
Moon
ak jdi mika langsung ku tonjok itu
Voyager: sabar bro jangan emosi ah, nggak jelas kali kau. ayo serbu yang di sebelah
total 1 replies
Moon
model!????
Moon
entah kenapa Arlan ini aku bingung sama sifatnya. lanjut Thor. apa nanti si Mika ketemu lagi dg Arlan ? soalnya Arlan itu kn sangat berkuasa! eh iya Thor sepertinya belum di Spil perlkerjaab Arlan pngen tau
Moon
hm, knp ya orang kyak Mika gini selalu digituin dlm novel cba Thor karakter Mika jadi tangguh aj gtu biar nggk di tindas orang. sih Kamalia juga cewek lenje 😤😤😤
Moon: haha GG bxa sbr ak. tau NDRI kesabaranku setipis tisu
total 2 replies
cleo lara91
lanjut lg dong kak , seruu😍
Moon
Rekomendasi banget ini cerita. tokoh pria bikin mengubah emosi pembaca, greget, sifatnya bener" bikin geleng kepala. tokoh wanita pun bikin kita iba, apalagi ketika penyakitnya kambuh. oh ya keluarga tokoh wanita ih bikin emosi parah apalagi dengan saudara tiri yang mokondo
Moon
up 5 bab sehari thor
Voyager: busett haha nanti ya. ayo nulis juga
total 1 replies
Voyager
Arlan gila. anak SMA dibuat nggak berkutik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!