NovelToon NovelToon
Dylan & Marissa (Bukan Antagonis)

Dylan & Marissa (Bukan Antagonis)

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Romantis / Cintapertama
Popularitas:130.4k
Nilai: 5
Nama Author: El Viena2106

Tiga tahun mengabdi sebagai seorang istri yang patuh dan di jadikan pengasuh anaknya. Marissa akhirnya menyerah setelah tahu dia di khianati. Bahkan putra sambung yang dia rawat selama ini tak lagi memihaknya.

Marissa marah, Dia yang seorang artis terkenal takkan akan diam dan akan balas semuanya.

Di sisi lain, Mendengar kakak angkat sekaligus wanita yang di cintainya terkhianati. Tentu saja Dylan murka. Pria itu takkan pernah mengampuni siapapun yang berani menyakiti Marissa, Wanita yang sejak dulu diam-diam ia sukai.
•••••
"Kau mencintaiku? Aku kakak mu..." Marissa Nugroho

" Kita sudah menjadi pasangan kakak beradik, Apa salahnya kita menjadi pasangan suami istri..." Dylan Sean Abraham.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon El Viena2106, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bos Kita Berbeda

Mendapat dukungan dari orang terdekat kita siapa yang tidak senang. Cinta boleh belum terungkapkan, Tapi dukungan itu lebih penting. Dan Dylan yang sudah lama memendam rasa ini akan semakin berjuang.

Dia yang tadi sempat ijin pulang karena makan siang kini pria dua puluh lima tahun itu kembali kekantor. Baru saja turun dari kendaraan roda empatnya, Dylan tersenyum sendiri seakan dalam hatinya tumbuh bunga-bunga yang bermekaran.

Dengan langkahnya yang panjang dan lebar, Gilang mulai memasuki kantornya. Pria itu tersenyum begitu berpapasan dengan para karyawannya ysng mulai bekerja itu.

"Selamat siang.." Karyawan wanita itu tercengang, Dylan menyapanya lebih dulu dan ini sungguh sangat langka sekali.

Teman prianya uang berdiri tak jauh dari wanita tadi pun juga kalah terkejut. Setelah sekian lama sikap Dylan berubah menjadi datar dan dingin sekarang pria itu kembali. Kembali menjadi pria yang ramah dan murah senyum.

"Ini beneran Tuan Dylan kan yang nyapa dan ngucapin selamat siang tadi?. Bukan orang lain kan?" Karyawan wanita itu menoleh pada temannya yang berdiri disampingnya.

"Enggak.. Dia beneran Tuan Dylan. Aku liat tadi pas dia jalan ada bayangannya kok.." Katanya.

Plaak..

"Aduh! Sakit tahu.." Karyawan pria itu mengusap lengannya yang kebas akibat pukulan teman wanitanya ini.

"Namanya juga manusia, Jelas ada bayangannya lah.. Kirain makhluk gaib gak ada bayangannya.." Pria itu menepuk jidat. Bicara dengan wanita memang susah sekali.

"Eh mau kemana?

"Mau kembali kerja lah.. Mau kemana emang.." Wanita itu berdecak kesal lalu ikut kembali ke tempatnya.

Sementara itu, Dylan baru saja masuk kedalam ruangan pribadinya. Senyum pria itu belum luntur sama sekali. Benar apa kata Pipinya, Dia dan Icha tidak punya hubungan darah apapun. Yang artinya dia dan wanita usia dua puluh sembilan tahun itu bisa bersatu dan ini hanya menunggu waktu yang pas saja.

"Tuan.." Dylan terperanjat begitu melihat seorang pria yang biasa disapa Lucky itu masuk kedalam ruangannya.

"Kau masuk tanpa mengetuk pintu.." Lucky hanya nyengir kuda saja. Pria yang merupakan asisten pribadi Dylan itu hanya bisa menggaruk tengkuknya yang tidak batal.

"Maaf Tuan.. Sejak tadi saya sudah ketuk pintu tapi tidak jawaban. Sementara saya tadi sempat melihat anda masuk kedalam ruangan ini.." Jelas Lucky yang tak mau di salahkan. Dylan melirik sinis asisten nya lalu membubuhkan tanda tangan pada berkas yang pria itu tadi sodorkan.

"Dan yah Tuan.. Ini tadi ada undangan pesta ulang tahun perusahaan dari Tuan Edwan besok malam.." Lucky menyodorkan undangan pesta tersebut ke arah Dylan dengan sopan.

Diraih lah undangan tersebut. Dylan membuka lalu membaca isinya..

"Apakah boleh aku datang dengan membawa teman?"

"Teman?

"Ah, Tidak.. Pasangan maksudku..

"Boleh Tuan.. Memangnya siapa yang ingin anda ajak pergi ke pesta besok Tuan? Apakah dia adalah kekasih Anda? Saya perhatikan sejak tadi Tuan Dylan terus saja tersenyum seperti orang sedang jatuh cinta.." Dylan menatap Lucky dingin..

"Kepo. Sudah pergi sana!!.. " Lucky hanya tersenyum saja. Akhirnya dia pamit untuk keluar dari ruangan bos nya yang terkadang menyebalkan itu..

"Gak ayah gak anak dua-duanya sama-sama menyebalkan.. Huuuffft!

...****************...

Perubahan sikap Dylan siang hari ini membuat pria yang merupakan adik dari Icha itu menjadi bahan perbincangan oleh para karyawannya.

"Setahun aku kerja disini, Baru kali ini aku lihat Tuan Dylan senyum.. Subhanallah.. Ganteng banget sumpah.." Ucap salah satu karyawan wanita yang bekerja di perusahaan Dylan baru setahun. Sejak dia datang kekantor ini dia paling malas kalau bertemu dengan Dylan. Waktu itu wajah Dylan terlalu dingin dan datar, Sungguh membuat beberapa dari mereka enggan. Takut kena marah mungkin..

"Iya, Emang ada apa sih? Kok tumben banget ya Tuan Dylan ramah ke kita.. Biasanya dia dingin banget kayak es balok.. Eh ini dia ucapin selamat siang lebih dulu tadi.. Kayak aneh gitu.. "

"Ya jelas aneh lah.. Bos kita yang biasa gak banyak omong sekarang tiba-tiba ramah banget. .

"Kalian pada sadar gak sih? Kalau perubahan Bos itu terjadi setelah kakaknya cerai dan pulang ke kota ini.. Makanya bos jadi berubah" Mereka semua mengangguk membenarkan ucapan itu.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Tak hanya dikantor saja, Saat pulang pun Dylan penuh dengan senyuman. Mimi Arumi saja juga bingung, Ada apa dengan putranya tumben pulang senyum-senyum tidak jelas seperti itu.

"Dia kenapa? Menang lotre atau bagaimana? Dasar aneh.." Gumam Mimi Arumi. Wanita paruh baya itu menggelengkan kepalanya, Entahlah sikap putranya memang susah ditebak.

Ketika hendak masuk kedalam kamarnya Dylan melewati kamar Icha lebih dulu. Kondisi pintu kamar Icha yang tidak tertutup sepenuhnya membuat Dylan merasa kepo sekali.

Dengan langkah ringan tanpa suara, Dylan perlahan mendorong pintu itu. Tak ada siapapun dikamar Icha. Entah wanita itu sedang bedasa dikamar mandi atau mungkin sedang kemana Dylan juga kurang paham.

"Dylan..

Pria itu terkejut, Icha baru saja selesai mandi dan berpakaian juga. Rambut Icha masih basah sehingga wajah cantik alaminya terlihat membuat Dylan selalu terpana.

"Ka.. Kakak..

"Udah pulang?" Dylan mengangguk.

"Tumben kesini? Gak ketuk pintu dulu?" Dylan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Pertanyaan Icha membuat Dylan jelas harus punya jawaban.

"Tadi aku udah ketuk pintu kok.. Mungkin kak Icha saja yang tidak dengar. Aku kesini mau ajak ngasih tahu Kakak.. Aku dapat undangan besok malam. Dan rencananya aku mau aja Kakak pergi.." Icha mengangguk. Padahal Dylan hanya beralasan saja, Sebenarnya pria itu ingin tahu apa yang sedang dilakukan oleh Icha sore ini.

"Okey.. Besok malam kan?

"Iya.. Kakak gak punya acara kan?

"Tentu saja tidak adikku yang manis.." Sebelah tangan Icha terangkat mencubit pipi Dylan dengan gemas.

"Ya sudah, Kalau begitu aku pergi dulu. Ohya, Nanti malam kita cari gaun ya ke butik Mommy...

"Siap.." Dylan berseru yes dalam hati. Akhirnya ia bisa keluar berdua dengan wanita pujaannya itu.

Malam harinya setelah makan malam, Dylan benar-benar mengajak Icha pergi ke butik Mommy Ayra. Pria itu akan carikan gaun yang paling indah yang pastinya cocok dipakai oleh Icha.

"Sejak tadi kakak perhatikan, Kau terus tersenyum ya.." Dylan menoleh ke arah Icha sebentar lalu kembali fokus pada kemudinya.

"Aku sedang bahagia kak.. Apa kakak tidak senang?

"Tentu saja Kakak senang melihatmu bahagia.. apalagi melihatmu bahagia bersama pasangan mu nanti.." Dylan terkekeh.

"Aku akan cari pasangan yang tentunya akan membuatku bahagia kak.. Dan orangnya itu adakah Kakak... Bukan wanita lain.." Dylan takkan melepaskan Icha kali ini. Jika dulu Icha yang selalu menjaganya, Tapi untuk kali ini Dylan yang akan menjaga Icha. Bukan sebagai seorang adik melainkan sebagai seorang suami..

TBC

1
Les Tary
Novia ga nyambung ini urusan dia ga becus dia kerja sok kuasa eh yg diserah tentang lamaran🤦
Evi alvian
nah mampus kau Novia bentar lg akan berurusan dengan Icha makanya jangan macem" luuu
Star Ir
Jangankan icha yg udah kaya, saya aja yg dari kaum sederhana nerima suami karna pengasilannya besar 🤣🤣🤣🤣
Arin
Kapok..... 😁😁😁Siap-siap Novia pasti Icha gak lama lagi segera bertindak....
Ariany Sudjana
hahaha mampus kamu Novia, kamu ini pelacur murahan 🤣🤣
Ayudya
nah kan mulai spot jantung tu novia🤣🤣🤣🤣🤣🤣
@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
seneng donk di pecat icha. memang maunya... 😜😜😜😜😜😜
Ayudya
ini yg aku tegas dan badas
Yus Nita
ini cobtoh ny orang sobgobg yg gak tau diri. .. 😃😃😃
Naviah
rasain, kerja tempat Icha tapi suka ngehina Icha, dipecat beneran malah nangis🤣
Naviah
Novia ini orang gak tau diri
Yus Nita
sibgkur kan semua manyaia2 serakahdan tamak serta tak punya hati, apa lg yg songong dan bekagak
Teh Euis Tea
sikat yg semua icha yg ga suka sm km
Les Tary
cuma karyawan aja sok ngatur yang punya perusahaan🤣
Evi alvian
lah giliran dipecat nangis tadi sok"an makanya jadi karyawan biasa tuh ngomongnya jangan asal jeplak dipecat beneran kan😂
Nurminah
orang tidak tau diuntung itulah manusia yg menghina tempat dia mencari makan adalah sejelek-jeleknya manusia
Ariany Sudjana
bagus Icha, kamu harus tegas sama tikus yang sok berkuasa dan katanya ga mau bekerja di bawah kepemimpinan kamu, eh pas dipecat, langsung nangis 🤣🤣😂😂
Naviah
lanjut thor
Teh Euis Tea
bagus gilabg lebih baik perbaiki sikapmu dan rawat kenan, hiduplah ber2 sm kenan jgn buru2 nikah
Dew666
👄👄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!