NovelToon NovelToon
12 Tahun Yang Terulang

12 Tahun Yang Terulang

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Mengubah Takdir / Kelahiran kembali menjadi kuat / Penyesalan Suami
Popularitas:12.3k
Nilai: 5
Nama Author: SunRise510k

Aku mencintainya selama 12 tahun.
Menikah dengannya selama 5 tahun.
Dan mati… karena cintanya.
Jika waktu bisa diulang, aku akan memilih untuk tidak pernah mengenalnya.
Tapi kenapa…
saat aku benar-benar diberi kesempatan itu—dia malah mulai mencintaiku?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SunRise510k, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30

Hawa dingin merayap masuk melalui celah ventilasi, membawa aroma tanah basah yang pekat ke dalam kamar Zivara. Di bawah pendar lampu meja yang remang, Zivara berdiri mematung di depan kanvas besarnya. Kain putih yang biasa menutupi lukisan itu tergeletak begitu saja di lantai.

Sepasang matanya menatap lekat goresan cat minyak kelam yang menggambarkan tubuhnya sendiri melayang jatuh dari puncak gedung. Ingatan tentang kematian di kehidupan pertama selalu sukses mengirimkan rasa ngilu ke sekujur tubuhnya.

Malam ini, fokusnya terpecah. Benaknya terus berputar, mengulang kalimat demi kalimat yang dilontarkan Kaizar di selasar gedung olahraga tadi sore. 'Seperti dulu.' Dua kata itu bergulir di kepalanya seperti kepingan puzzle yang menuntut untuk disatukan.

Zivara berjalan perlahan menuju meja belajarnya, jemarinya mengetuk-ngetuk permukaan kayu dengan ritme teratur. Logikanya yang matang sebagai wanita berusia tiga puluh tahun mulai menyusun strategi analisis. Perubahan radikal sikap Kaizar belakangan ini—rasa protektif yang meledak-ledak, tatapan matanya yang syarat akan rasa bersalah, hingga kepanikannya yang tidak masuk akal saat melihat Zivara berada di dekat gudang sepi—bukan lagi sekadar bentuk kepedulian biasa.

Semua itu bermuara pada satu spekulasi yang membuat napas Zivara tertahan: Kaizar juga mengingatnya. Pria itu membawa seluruh memori dari lini masa depan yang hancur. Sikap manis yang ditunjukkannya sekarang kemungkinan besar didasari oleh rasa bersalah yang teramat sangat atas segala pengabaiannya di masa lalu.

Zivara mencengkeram tepi meja hingga buku-buku jarinya memutih. Pertahanan dirinya langsung menegang. Jika benar Kaizar mengingat semuanya, hal itu tidak akan serta-merta meluluhkan hatinya. Rasa trauma menjadi pilihan kedua yang diabaikan demi Luna terlalu lebar untuk ditutup dengan ketakutan-ketakutan baru pria itu. Zivara menolak menjadi pelampiasan penebusan dosa.

Sementara itu, beberapa meter dari kediaman Arthea, Kaizar berdiri membeku di depan cermin besar kamarnya. Kamar itu gelap, hanya menyisakan pantulan siluet tubuhnya yang samar. Kemeja hitam yang ia kenakan sudah ditanggalkan, menyisakan balutan perban putih di bahu kanannya yang kini kembali ternoda oleh rembesan darah segar.

Luka fisik itu berdenyut hebat, mengirimkan rasa sakit yang membakar hingga ke dada. Kaizar mengangkat tangan kirinya, perlahan mendekatkannya ke arah perban yang memerah. Jemarinya menggantung di udara, bergetar hebat. Pada akhirnya, ia menurunkan kembali tangannya tanpa menyentuh luka itu sama sekali.

Kaizar menatap pantulan matanya sendiri di cermin dengan kilat kebencian yang mendalam pada dirinya sendiri. Ia merasa pantas mendapatkan rasa sakit ini. Rasa perih di bahunya tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan luka batin yang ia torehkan pada Zivara di kehidupan lalu. Membiarkan luka itu terus berdenyut adalah caranya untuk tetap sadar bahwa ia sedang membayar utang masa lalu yang teramat besar.

Pukul menunjukkan pukul delapan malam ketika Kaizar melangkah ke dapur rumahnya yang sepi. Mengabaikan larangan Bunda Dila agar ia beristirahat, pria itu mulai sibuk di depan kompor. Tangannya yang tangkas bergerak memotong sayuran dan menyiapkan bahan-bahan untuk membuat sup ayam ginseng dan tumis jamur—makanan kesukaan Zivara yang selalu gadis itu pesan saat mereka terpaksa makan bersama di masa lalu.

Ini adalah bahasa cintanya yang paling jujur sekarang: sebuah tindakan layanan yang diam-diam, tanpa perlu validasi dari dunia. Setelah makanan itu matang dan ditata rapi dalam wadah penghangat, Kaizar melangkahkan kakinya menuju rumah Zivara.

Berkat hubungan baiknya dengan Ayah Ridwan, Kaizar berhasil mendapatkan izin untuk masuk. Ia melangkah meniti tangga kayu menuju lantai dua, membawa kantong kertas berisi makanan hangat. Di depan pintu kamar Zivara yang sedikit terbuka, Kaizar mengetuk pelan.

Zivara menoleh, sedikit tersentak mendapati sosok tegap Kaizar berdiri di ambang pintu dengan wajah yang sedikit pucat namun memiliki sorot mata yang teramat teduh.

"Vara, aku membawakan makanan malam untukmu. Ayo makan bersama," ajak Kaizar, suaranya terdengar rendah dan lembut, kontras dengan nada dominannya yang biasa.

Zivara menatap kantong kertas di tangan Kaizar, lalu beralih pada bahu kanan pria itu yang tampak sedikit kaku di balik jaketnya. Alih-alih menjawab, Zivara memilih berbalik dan berjalan menuju sudut kamarnya yang berantakan oleh kuas, palet cat, dan tabung gambar DKV yang berserakan.

Melihat Zivara yang mengabaikannya, Kaizar tidak mendesak. Ia meletakkan kantong makanan di atas meja kecil, lalu berjalan menghampiri Zivara. Tanpa mengeluarkan sepatah kata pun, Kaizar berlutut di atas lantai, mulai memunguti beberapa pensil sketsa dan merapikan botol-botol cat minyak yang terguling.

Gerakan Kaizar sangat hati-hati, memastikan tangan kirinya yang bekerja sementara tangan kanannya tetap diam menahan nyeri. Zivara yang sedang memegang beberapa kuas mendadak menghentikan aktivitasnya. Ia memperhatikan bagaimana pria yang dulunya begitu angkuh dan selalu dilayani, kini dengan telaten merapikan alat lukisnya yang kotor.

Menciptakan kedekatan yang begitu menyiksa, tidak ada obrolan di antara mereka selama beberapa menit. Hanya ada gesekan pelan botol cat yang ditata di atas rak. Namun, ketika tangan Kaizar bergerak hendak mengambil palet terakhir, jemarinya secara tidak sengaja bersentuhan dengan ujung jari Zivara.

Kedua tangan mereka membeku di tempat.

Zivara mendongak, dan pada saat yang sama, Kaizar mengangkat wajahnya. Jarak mereka begitu dekat hingga Zivara bisa mencium aroma parfum maskulin Kaizar. Mereka saling melempar tatapan mata yang teramat dalam di bawah temaram lampu kamar.

Di dalam manik mata Kaizar, Zivara bisa melihat hamparan penyesalan yang begitu luas, sebuah permohonan ampunan yang tak terucap, dan rasa cinta yang begitu pekat.

Sementara di dalam mata Zivara, Kaizar mendapati benteng pertahanan yang dingin, sebuah kecurigaan yang tajam, dan luka masa lalu yang menolak untuk sembuh. Keheningan itu terasa jauh lebih bising daripada rentetan kata-kata.

Zivara perlahan menarik tangannya dari jangkauan Kaizar, memutuskan kontak mata di antara mereka dengan gerakan yang elegan namun tegas. Ia berdiri, membuat Kaizar mendongak menatapnya dari atas lantai.

"Kak Kaizar," panggil Zivara, suaranya terdengar sangat tenang namun mematikan. "Jangan lakukan semua ini hanya karena Kakak merasa bersalah."

Kaizar seketika terpaku di tempat, napasnya tercekat di tenggorokan. Seluruh otot tubuhnya menegang sempurna mendengar penuturan Zivara.

***

1
nur
akn berlbuh kmna dua orng ini dgn msa lalunya
Anonim
yang penting GANTENG lu aman .. mau red Flag juga asal GANTENG gak Masalah
nur
emg bner2 sush lari dari masa lalu kayaknya
,udh ke luar negri dlu vara
falea sezi
lanjut entah masih g rela aja balik ke kaisar karena dia di masa lalu jahat oon 😒
Crazy_Girls: setuju 😭
total 1 replies
falea sezi
🤣 orang kaya woy kasih lah anak gadis muda bodyguard bayangan😒 miskin kali. ya kau bapak nyewa orang buat jaga anak gadis kau tak bisa😕
falea sezi
pantes di benci laki. laknat semoga g balik ya thor😒
Sri Murtini
bermainlah yang sportif
Sri Murtini
bersiaplah luna ini pertunjukan blm dimulai baru pemanasan
🤣🤣🤣
Soraya
alurnya bikin bingung🤔
Soraya
mampir thor
Sri Murtini
takdir mempertemukan zivara dg kaisar
Zhang Wuyang (张五阳)
tak bisa berkata kata sih gw 🗿
nur
,jngn jd lemah vara
nur
hemm,, smkin menarik
Lusy Purnaningtyas
yg judul satunya gmn thor?
Lusy Purnaningtyas
penulisannya bagus. aku suka..
Lusy Purnaningtyas
semangat💪💪
MamDeyh
Blm up lagi nih kak/CoolGuy/
Dian Fitriana
update
YuWie
ternyata dari dulu si luna maya mmg jahara
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!