Betapa gilanya perubahan dalam kehidupan Alex semenjak punya istri Nakal yang membuat hidupnya porak-poranda dengan segala tingkah istrinya itu .
Semenjak menikah Alex perlahan mulai kehilangan ketenangan dalam dirinya berganti dengan amarah , emosi berkepanjangan dan juga kekacauan dalam perasaan nya .
" Aku tidak mencintaimu jadi jangan berharap perlakuan lebih" ucap Alex menatap Lala yang berdiri disudut ruangan setelah memecah sebotol bir .
" Aku cuma ingin mencoba bir ini Om, bukan menginginkan cinta mu " pernyataan Lala menatap dengan sedih sebotol bir yang tumpah di lantai .
" Sekali lagi kamu mencoba menyentuh minuman di dalam lemari , aku yang akan memberikan kamu pelajaran " tegas Alex memanggil pelayan untuk membersihkan pecahan beling dan bir di lantai .
" Apa sih Om, marah-marah terus , nih aku sentuh wekkkk" cibir Lala menyentuh botol bir dalam lemari dan berlari kencang ketika Alex akan melempar nya .
Yuk baca cerita Lala😋
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 30 Jangan mengadu
Lala berjalan keluar ruang kerja Alex di gandeng ibu yang ketika mereka sampai lantai dasar membuat karyawan lain tidak percaya .
Anna dan teman-teman kerja Lala yang lain jadi tidak punya muka untuk bertemu dengan Lala lagi setelah apa yang sering mereka katakan tentang Alex .
Lala benar-benar mengecoh mereka dengan tampilan sederhana nya sampai tidak ada satupun orang di kantor yang sadar kalau Lala adalah putri konglomerat bahkan tidak ada yang menyadari kalau dia calon istri Alex.
" Ehhhh, Tante " panggil Dahlia menghampiri Ibu .
" Dahlia kamu juga disini ?" ucap Ibu dengan hangat cipika-cipiki dengan Dahlia .
" Aku baru beli kue , ini untuk Tante " kata Dahlia tersenyum lebar memberikan paper bag kecil di tangan nya pada Ibu .
" Terimakasih, Lala pegang nak " kata Ibu menerima dan memberikan nya pada Lala .
" Kenalin Ini calon menantu Tante , nama nya Lala Ferdinand" ucap Ibu memperkenalkan.
Dahlia membalas uluran tangan Lala dengan senyum terpaksa nya untuk menjaga formalitas, bagaimanapun mereka tengah berada di keramaian .
" Kami pergi dulu ya" kata Ibu tersenyum dan kembali menggandeng Lala .
.....
Malam harinya.
Tok
Tok
" Biar Lala aja Bi" kata Lala yang sedang memberikan ikan di akuarium dekat pintu utama .
" Cari siapa?" tanya Lala pada ketiga pria yang memakai setelan jas itu .
" Ca, cari, cari , Alex " kata salah seorang dari mereka gelagapan setelah lama terdiam menatap Lala .
" Dia lagi tidur " kata Lala , karena Alex memang belum bangun sejak tidur pulang dari kantor karena sangat lelah sepertinya.
" Bisa tolong bangunkan?" pinta mereka yang memang sudah menelfon sejak tadi akhirnya datang kesini .
" Baik, silahkan masuk dan duduk dulu " kata Lala yang diangguki mereka begitu sampai diruang tamu .
" Apa itu istri Alex?" pertanyaan Daniel menatap Lala yang berjalan menaiki tangga.
" Ya siapa lagi , kau pikir pelayan secantik itu " ketus Jeremy.
.....
" Om bangun, ada tamu " kata Lala duduk di dekat Alex yang masih tidur nyenyak .
" Om, bangun " kata Lala sedikit menggoyang tubuh Alex .
" Lala, aku mengantuk " keluh Alex ketika Lala mulai usil sampai menggelitik nya.
" Bangun ada tamu cariin Om, bule , mereka tampan-tampan jika Om tidak mau bangun biar Lala saja yang mengobrol dengan mereka " semangat Lala yang akan segera pergi .
" Ehhhh" Alex langsung duduk memegang tangan Lala .
" Siapa yang bertamu semalam ini " kesal Alex merapikan bajunya.
" Nggak tau , ayo kita lihat " ucap Lala dengan semangat memegang tangan Alex .
" Tidak, kamu diam disini nggak boleh ikut " kata Alex .
" Yahhhh, Om mah nggak asik " ketus Lala jadi lesu .
" Duduk disini " kata Alex berjalan keluar .
" Mmmmh, mau ikut " rengek Lala memeluk lengan Alex .
" Aku bilang tidak boleh, ini sudah malam jadi tunggu aku didalam kamar " ucap Alex .
" Duduk " tegas Alex .
" Mmmmh," Lala duduk ditepi ranjang membiarkan Alex pergi .
Alex berjalan menuruni tangga dengan tampilan kusut nya dan langsung tersenyum begitu melihat ternyata ketiga sahabatnya yang datang .
" Bro " mereka berpelukan.
.....
Hampir 1 jam kemudian Alex kembali masuk kedalam kamar dan meminta Lala yang sedang berbaring main ponsel itu untuk memijitnya.
" Lala pijit kepalaku rasanya sangat pusing " keluh Alex kembali berbaring di atas ranjang sebelah Lala .
" Mmmmh, nggak mau tadi Lala mau ikut nggak boleh " tak mau Lala .
" Mereka adalah teman-teman aku jadi ada beberapa obrolan yang mungkin tidak seharusnya kamu dengar " ucap Alex sebab itulah Alex tidak membiarkan Lala ikut .
" Cepat pijit kepalaku " ucap Alex yang merasa kurang enak badan bahkan badannya terasa penat , sebab itulah dia memilih tidur sejak pulang kantor .
" Om lagi nggak enak badan ya?" tanya Lala yang sedang asik menonton film namun Alex malah meminta Lala memijitnya.
" Iya , tolong pijit , rasanya sangat pegal " ucap Alex tiba-tiba bersin .
" Sini Lala peluk dan elus-elus aja kepalanya " kata Lala yang membuka kedua tangannya agar Alex masuk ke pelukan nya .
" Biasanya aku kalau capek dipijit" ucap Alex .
" Cepatlah kemari " ucap Lala yang dengan cepat menarik Alex .
Alex langsung diam dalam pelukan Lala " Kamu nonton?" pertanyaan Alex yang menikmati elusan Lala di kepalanya tapi hilang fokus mendengar suara dari ponsel Lala .
" Iya " jawab Lala yang tetap fokus menonton.
" Jadi kamu memelukku karena malas memijit " ucap Alex berkesimpulan.
" Ehhhh, diam lah film lagi bagus juga " tantrum Lala meronta-ronta.
" Aku," Lala mencium Alex sampai pria itu terdiam dibuatnya.
" Lala tau Om capek, tapi bentar ya nunggu Lala selesai nonton dulu " ucap Lala setelah beberapa saat tersadar dia tidak seharusnya membentak Alex .
" Om jangan sedih , Lala nggak marah " kata Lala langsung melunak melihat ekspresi wajah Alex yang langsung berubah.
" Enggak , sini aja sama Lala " kata Lala tidak membiarkan Alex pergi bahkan bergerak .
" Aku , " Alex jadi heran melihat Lala yang cemas tiba-tiba padahal Alex tidak apa-apa.
" Jangan sedih maafin Lala " kata Lala yang jadi merasa bersalah karena kata orang perasaan orang yang sedang capek itu sangat sensitif.
Alex tersenyum dalam pelukan Lala mulai berpikir untuk memanfaatkan kesempatan disaat Lala sedang merasa bersalah .
" Kalau kamu sedang sibuk , biar pelayan aja yang memijat " ucap Alex seolah tersinggung sama ucapan Lala.
" Lala nggak sibuk , sini Lala pijit " kata Lala .
" Nggak usah , aku lagi capek malah kamu marah-marahin" ucap Alex berbaring membelakangi Lala .
" Ihhhh, Om mah ngambekan, baru sekali Lala marahin , Om aja tiap hari marahin nggak ada Lala ngambek " ucap Lala memeluk Alex dari belakang setelah mematikan ponsel nya.
" Sini Lala pijit , cepatlah " kata Lala duduk meluruskan kakinya lalu menarik kepala Alex dan memijitnya.
" Makanya hidup itu jangan kerja-kerja mulu, pusing kan jadinya " kata Lala .
" Jadi kamu ingin aku menjadi pengangguran?" pertanyaan Alex .
" Udah kerja cari uang aja masih kamu marah-marahin apalagi kalau pengangguran " ucap Alex .
" Om nggak ada Lala marah " ucap Lala .
" Marah enggak membentak iya " kata Alex .
" Yaudah maafin Lala" kata Lala minta maaf karena memang salah walaupun tadi sebenarnya hanya spontanitas.
" kamu pikir semudah itu dapatin maaf " ucap Alex dengan tatapan datar nya .
" Lah terus Lala harus apa?" ucap Lala .
" Aku bakalan aduin kamu ke Ibu besok , pertama masih panggil suami Om dan juga sekarang kamu malah bentak aku ketika minta dipijit pulang kerja " ucap Alex .
" Ihhhhh, Om kok main ngadu-ngadu kayak anak kecil berantem aja " ucap Lala memandang Alex .
" Ya makanya jangan panggil aku Om dan minta maaf dengan cara yang benar " ucap Alex
" Aku benar-benar akan mengadukan pada Ibu, jika tidak begitu kamu tidak akan menurut padaku " ucap Alex .
" Yaudah , Om mau di panggil apa?" kata Lala yang memang takut juga kalau Alex mengadu pada Ibu .
dobleeee donk thor😄💪
lanjuuttttttttt thor🤭😄💪
lanjutttttt💪😄