bukan novel terjemahan!!!
oh yeah, untuk jodoh Lin yan mungkin akan penuh plot twist dan tidak seperti novel pada umumnya yang pria mana yang bersama Lin yan bisa jadi itu jodohnya, nah bukan ya jadi jodohnya mungkin akan terlambat atau apakah selama ini berada di sekitarnya? tidak ada yang tau bagaimana jodoh si gadis gila akan muncul.
Sinopsis :
Bagaimana jika seorang gadis dari rumah sakit jiwa bertansmigrasi ke novel kiamat? apakah dia akan mengacaukan alur cerita novel atau mengikuti alur novel itu?
kehidupan Lin Yan si gadis gila dari rumah sakit jiwa dengan sifat psikopat gila akan memenuhi hari dengan kegilaan nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cloudia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
selamat datang
Satu jam kemudian, Xiao Ming sudah diberi obat dan lukanya dibersihkan. Warna kulitnya mulai kembali normal, urat hitam perlahan memudar. Xiao Qiang menghela napas lega.
"Dia akan selamat," katanya pada Li Weiguo. "Obat-obatan di sini lengkap. Bahkan ada yang tidak tersedia di rumah sakit biasa."
Li Weiguo mengangguk, matanya mengamati sekeliling. Mereka masih di ruang tamu kastil. Sofa mewah, lampu kristal, lukisan-lukisan mahal. Pemandangan dari jendela memperlihatkan taman mawar yang indah, air mancur, dan di kejauhan... tembok tinggi dengan sniper.
"Ini tempat yang luar biasa," gumamnya. "Orang yang membangun ini... bukan orang biasa."
Lin Feng muncul dengan piyama yang sudah diganti jadi kaos dan celana panjang. "Kalian sudah bisa pindah ke apartemen. Ikut aku."
Mereka keluar dari kastil. Xiao Ming sudah bisa berjalan dengan bantuan Xiao Qiang. Li Weiguo dan Li Mei mengikuti di belakang.
Di luar, matahari mulai terbit. Sinar jingga menyinari taman, membuat bunga mawar tampak lebih indah.
Mereka berjalan di jalan aspal hitam, melewati taman, melewati air mancur, menuju gerbang kecil di sisi kastil. Begitu melewati gerbang itu...
Pemandangan yang sama sekali berbeda terbentang.
Sebuah jalan raya lebar membentang lurus. Di kiri, area pertanian luas dengan tanah subur yang siap ditanami meskipun sekarang masih kosong, hanya rumput liar. Di kanan, peternakan dengan kandang-kandang rapi, ayam dan bebek berkeliaran, sapi dan kambing merumput. Di kejauhan, dua bangunan megah berdiri: satu gedung putih modern (laboratorium), satu gedung 5 lantai dengan arsitektur elegan (apartemen).
"Ini..." Li Mei terpaku. "Ini seperti kota kecil!"
"Masyarakat Surga Gila," kata Lin Feng sambil berjalan. "Di sini ada laboratorium untuk penelitian, apartemen untuk tempat tinggal, area pertanian dan peternakan untuk pangan. Semua dikelola oleh orang-orang yang kakakku 'pungut'."
"Dia memungut kalian?" tanya Li Weiguo.
Lin Feng tersenyum kecil. "Iya. Aku juga dipungut. Tapi aku adiknya, jadi beda."
Mereka tiba di depan apartemen. Lobi mewah dengan lantai marmer, resepsionis (kosong), lampu gantung kristal. Lin Feng membuka pintu unit 203 di lantai 2.
"Ini untuk kalian bertiga. Ada 3 kamar tidur. Fasilitas lengkap seperti dapur, ruang tamu, kamar mandi dalam. Xiao Ming butuh istirahat, jadi kalian bisa rawat dia di sini."
Xiao Qiang membantu Xiao Ming tidur di ranjang. Li Weiguo berdiri di balkon, menatap pemandangan.
Dari ketinggian lantai 2, ia bisa melihat seluruh wilayah. Sawah-sawah yang masih kosong, kandang-kandang hewan, laboratorium, dan di kejauhan... kastil megah dengan tembok tinggi.
"Dia membangun semua ini?" tanyanya pelan.
"Bukan sendirian. Tapi ya, dia yang punya visi," jawab Lin Feng. "Sekarang istirahat. Besok kalau sudah segar, aku akan perkenalkan dengan penghuni lain. Ada Profesor Chen (ilmuwan biologi), Profesor Lin (ilmuwan pertanian), dan asisten-asisten mereka. Kalian bisa kerja sama."
Lin Feng berbalik pergi. Sebelum pintu tertutup, Li Weiguo bertanya, "Kakakmu... umur berapa?"
Lin Feng tersenyum. "18 tahun."
Pintu tertutup.
Li Weiguo terdiam. Li Mei menatapnya dengan mata terbelalak. Xiao Qiang hampir menjatuhkan botol obat.
"18 tahun..." bisik Li Weiguo. "Dia baru 18 tahun."
Ia menatap keluar jendela, melihat kastil di kejauhan. Di balkon lantai tiga, ia melihat sesosok bayangan sedang duduk, permen di mulut, menikmati matahari terbit.
Pemuda atau wanita? itu melambai kecil, seperti tahu sedang diawasi.
Li Weiguo tidak tahu harus berkata apa. Yang ia tahu, mereka baru saja selamat dari kematian, dan kini berada di tempat yang rasanya seperti surga di tengah neraka.
"Kita harus bekerja keras," katanya pada Li Mei dan Xiao Qiang. "Jangan sampai dia menyesal menyelamatkan kita."
Mereka mengangguk, bertekad.
Di balkon kastil, Lin Yan mengisap permen lolipopnya, menikmati angin pagi.
【Ada yang baru. Mantan kolonel, dokter, insinyur, dan cewek super kuat. Lumayan.】
"Semoga tidak ribut."
【Mereka akan bekerja keras. Aku yakin.】
"Kita lihat saja." Lin Yan berdiri, meregangkan tubuh. "Sekarang, waktunya kembali tidur."
Ia masuk ke dalam, meninggalkan pagi yang cerah di belakangnya untuk kembali tidur. Di apartemen, penghuni baru mulai beradaptasi. Di laboratorium, para ilmuwan mulai beraktivitas. Dan di kastil, Lin Feng sibuk memasak untuk semua orang.
Hidup di Surga Gila terus berjalan. Selamat datang di wilayah surga gila.
semangat kak