NovelToon NovelToon
Cinta Posesif Arlan

Cinta Posesif Arlan

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Dark Romance / Posesif
Popularitas:4.8k
Nilai: 5
Nama Author: Voyager

"Jangan pernah berpikir untuk melangkah keluar dari bayanganku, Mika. Karena sedetik saja kamu menghilang, aku akan pastikan dunia ini mencarimu dengan cara yang tidak akan pernah kamu lupakan."

Mikaela siswi SMA cantik dari keluarga yang biasa. Suatu malam mengubah segalanya. Menyaksikan dan bertemu dengan Arlan Gavriel—pria berkuasa di Kota Glazy, menghabisi nyawa seseorang dan membuatnya menjadi tawanan yang harus dimiliki Arlan sepenuhnya. Terjebak dalam keadaan yang tidak menguntungkan, perlahan ada rasa tumbuh di benak Mika setelah mengetahui sisi lain dari Arlan. Arlan adalah monster berdarah dingin, tapi juga penyelamat bagi Mika.

Ada apa dengan Mika dan Arlan? Kenapa Arlan membuatnya sebagai Tawanan? Apakah hanya karena melihat kejadian malam itu? Atau ada sesuatu yang harus Mika bayar?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Voyager, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bajingan

"Kalau aku seburuk itu, kenapa kamu nggak lepaskan aja aku? Kenapa terus mengejarku sampai ke sini?"

Setiap kata Arlan tadi, seperti tamparan. Mata Mika yang tadi penuh ketakutan, perlahan menjadi dingin.

Mika menepis tangan Arlan dengan cepat.

Plak!

Gerakan itu cukup mengejutkan.

Bahkan Arlan sempat terdiam satu detik. Mika menatapnya lurus.

“Sudah selesai?” tanyanya pelan.

Nada suaranya tidak tinggi. Tapi justru itu yang membuatnya berbeda.

“Kalau cuma itu yang bisa kamu lakukan ... menghina orang yang lagi terbaring lemah,” lanjut Mika, “Jujur aja ... kamu terlihat menyedihkan!”

Arlan mengernyit. Ia tidak menyangka, ada yang berani membalikkan keadaan.

“Kamu pikir aku takut sama kamu?” Mika melanjutkan. “Aku memang lemah. Aku memang nggak punya apa-apa.”

Ia tersenyum tipis.

“Tapi setidaknya, aku nggak perlu menjatuhkan orang lain buat merasa tinggi.”

Arlan menatap Mika dalam. Ada sesuatu di matanya yang berubah. Tertarik pada sesuatu yang tidak bisa ia kendalikan.

“Hah.” Ia menghela napas pendek.

Lalu tiba-tiba, Arlan tertawa pelan dan itu cukup untuk membuat Mika bingung.

“Kamu ini—” gumamnya. Arlan mendekat lagi, lebih dekat dari sebelumnya. “Berani juga ternyata!”

Mika tidak mundur. Walau jantungnya hampir meloncat keluar.

“Kalau nggak berani, aku udah mati dari dulu,” balasnya cepat.

Jawaban itu membuat Arlan terdiam sekian detik. Menatap mata Mika dalam jarak dekat. “Bagus,” katanya singkat. “Tetap hidup seperti itu!”

Arlan pun berdiri menjauh. Saat langkahnya bergerak lebih jauh, ia kembali berbalik, mengambil jasnya.

“Tapi ingat ... di dunia ini, yang kuat bukan yang paling baik!”

Langkah Arlan bergerak di ambang pintu.

Klik!

Tangannya memegang gagang pintu.

“Tapi yang paling kejam!” lanjutnya berbicara.

Namun, sebelum keluar, ia melirik sedikit ke arah Mika.

“Sampai kamu belajar itu ... kamu akan terus jadi mangsa.”

Tanpa menunggu jawaban Mika, ia pun pergi. Menyisakan Mika sendirian dengan segala ancamannya.

Mika menghela napas cukup panjang. “Dasar manusia aneh,” gumamnya.

Mika menyentuh dagunya yang tadi dicengkeram. Sedikit perih, tapi bukan itu yang menganggu pikirannya.

“Tadi, dia ketawa?” Mika mengerutkan kening. Lalu, menggeleng pelan. “Nggak masuk akal.”

Mika pun merebahkan tubuhnya kembali ke ranjang. Menatap langit-langit kamar yang hanya berwarna putih.

“Tapi lumayan juga bisa bikin dia kehabisan kata.” Senyum tipis terlihat di ujung bibir Mika.

Disela lamunan kepuasan menentang orang paling ego tersebut membuat perutnya berbunyi

Kruuuk!

Mika langsung menutup wajahnya dengan bantal.

“Ya, ampun, di saat kayak gini pun masih lapar.” Ia mendesah panjang. “Tapi nggak apa-apa,” gumamnya pelan.

Matanya perlahan terpejam. “Selama aku masih bisa lawan, aku belum kalah!”

Di luar ruangan, Arlan berdiri diam beberapa saat. Tangannya masih di saku.

Wajahnya kembali dingin. Sudut bibirnya sedikit terangkat.

“Kelinci kecil—” Ia bergumam pelan. “Kali ini ... kamu menggigit juga, ya.”

Lalu, Arlan naik mobil dan pergi.

Keesokan harinya Mika sudah diperbolehkan pulang. Ia pun memesan taksi online. Ketika sampai di kontrakan. Mika melihat beberapa bunga terpajang di depan pintu.

“Siapa yang taro di sini?” tanyanya pada diri sendiri.

Namun, Mika tidak memgambil bunga tersebut. Melainkan, ia meminggirkan lebih menjauh dari pintunya.

Klik!

Ketika pintu rumah di buka. Mika terkejut bukan kepalang. Arlan sudah berada di dalam duduk sambil menatap keluar jendela.

“Apa yang kamu lakukan di sini?! tanya Mika sedikit bentak.

Arlan berdiri dan berbalik sambil satu tangannya masuk ke dalam saku celana.

Cring!

Arlan menunjukkan beberapa kunci tergantung.

“Lho, kamu yang buka pintu kontrakanku?!” Mika semakin meninggikan suaranya.

“Jangan ganggu aku please! Gimana caranya, biar kamu nggak ganggu aku?” tanya Mika sedikit memohon, tapi tetap ada emosional.

Arlan perlahan melangkah mendekat. Ia mengambil tas yang di bawa Mika, lalu di lempar ke atas ranjang.

Jantung Mika seketika berdetak kencang. Langkahnya kaku untuk mundur menjauh.

Tangan Arlan menyelusuri pundak dan pangkal tangan Mika, seperti seseorang menginginkan sesuatu.

“Tu—tunggu sebentar!” ucap Mika terbata. “Aku baru aja pulang dari rumah sakit. Ka—kalau kamu mau itu ... tunggu dua hari lagi!” lanjutnya.

Perkataan itu membuat Arlan tersenyum licik. Tatapannya seperti singa yang sedang menerkam mangsanya.

“Ok, aku tunggu dua hari lagi!”

Arlan pun bergegas pergi. Sementara Mika hanya bisa menyesali perkataannya.

“Kenapa aku janjikan hal itu sama setan kayak dia, sih?!" Sesalnya tak ada arti.

Mika langsung membaringkan tubuhnya di kasur sambil menghela napas panjang. Ia menutup matanya dengan bantal dan terlelap.

Ketika membuka mata langit sudah gelap. Ia beranjak dari kasur dan membersihkan tubuhnya.

Saat selesai, ia kembali ke meja untuk belajar. Tak beberapa lama ada sebuah pesan masuk di ponselnya.

“Mika gimana keadaanmu?” Pesan itu dari Nurma teman barunya.

“Aku udah lebih baik,” jawab Mika.

“Baiklah, selamat istirahat.”

Pesan terakhir itu penutup obrolan mereka. Nurma memang anak yang tidak banyak bicara. Saat pertama kenalan pun, Nurma hanya memandang mengagumi wajah Mika yang terlihat cantik, menurutnya.

“Semoga dia teman yang benar-benar tulus,” gumam Mika sambil melihat layar ponsel.

Ketika Mika membereskan mejanya. Tiba-tiba ia melihat ada yang menyelip disela foto pajangannya.

“Apa, tuh?!

Ternyata itu adalah ATM platinum milik Arlan.

“Bukannya ini aku udah kasih dia?” Mika merasa heran. “Hm, pasti dia sengaja selipkan di sini!”

ATM tersebut dibiarkan di atas meja. Sedangkan dirinya naik ke atas ranjang dan berselimut untuk menuju mimpi indah.

“Semoga di mimpiku nggak ketemu iblis Arlan!” ucapnya pelan.

Beberapa jam tidur terasa gelisah. Mika berkeringat. Mulutnya mengeluarkan suara yang cukup membuat bulu kuduk meremang.

Ekspresinya seperti ia sedangkan melakukan sesuatu yang aneh.

“Ah—” Mika terbangun. Matanya terbelalak. Napasnya semakin tak beraturan. Seperti orang sedang joging beratus kilometer.

“Aaaa ... Mika kenapa kamu mimpi itu, sih?!” ucapnya pada diri sendiri.

Matahari juga sudah mulai terlihat. Waktunya dia berangkat sekolah. Mika langsung bergegas mandi menghilangkan bayangan mimpi yang terngiang di kepalanya.

Tik! Tok!

Waktu terus berjalan. Mika sudah hampir terlambat untuk berangkat sekolah. Saat sampai di depan sekolah. Pintu pagar telah di tutup.

“Pak, buka pagarnya, Pak!”

“Kamu anak baru, ya!” tanya Satpam dengan tegas.

Mika mengangguk pelan sambil dengan ekspresi lesunya.

“Kamu ini anak baru udah telat!” katanya. “Udah, tunggu 10 menit baru boleh masuk!”

“Tapi, Pak—”

“Argh, nggak ada tapi-tapi. Makanya bangun pagi!” Satpam pun pergi ke pos-nya.

Sementara Mika duduk di depan pagar. Menyilangkan kakinya dan meletakkan tas di antara pangkal pahanya.

“Lupakan Mika!” batinnya sambil ia memukul kepala berusaha menghilangkan ingatan yang sempat terpintas.

Sepuluh menit berlalu, Satpam membuka pagar sekolah dengan nasehat yang kembali harus ia dengar.

Mika langsung bergegas masuk kelas. Pelajaran sudah dimulai sejak tadi. Untungnya guru yang mengajar tidak menghukum Mika.

“Lain kali jangan diulangi.” Hanya itu yang ia ucapkan. Mika hanya mengangguk sopan lalu, duduk.

Mika pun mengerjakan tugas di waktu yang tersisa. Saat bel berbunyi waktu istirahat, Mika membereskan bukunya.

“Padahal telat, tapi kamu bisa mengejar dan selesai duluan!” Celetuk Nurma lebih ke arah kagum.

Mika hanya membalas dengan senyuman. Saat mereka mengobrol, tiba-tiba seorang siswa mencolek wajah Nurma.

Ekspresi siswa tersebut seakan tergoda dan menggoda.

“Ada apa?” tanya Mika heran.

“Ng—nggak ... nggak apa-apa,” jawab Nurma gugup.

Tak lama kemudian, datang lagi siswa lainnya. “Wih, Nurma mantap! Nanti malam lagi, ya!”

Mika langsung menatap Nurma dengan penuh tanya. Sedangkan Nurma semakin gugup dan terlihat malu. Sesekali ia membuang muka dan menunduk.

Ekspresi konyol siswa-siswa yang nongkrong di belakang kursi mereka pun membuat Mika semakin heran.

Tingkah laku para siswa tersebut seperti meragakan hal yang tidak senonoh.

“Mika, kita ke kantin, yuk!”

“O—oh ... iya, ayo.”

Nurma tergesa menjauh menarik tangan Mika. Selama perjalanan ke kantin, Nurma hanya diam menuduk.

Sampai di kantin pun Nurma tetap tidak ada kata yang keluar dari mulutnya.

“Hei—” Mika memegang tangan Nurma yang membuatnya terkejut. “Are you oke?”

“Em, ya.” Jawaban singkat Nurma, membuat Mika semakin penasaran.

“Ada yang nggak beres!” batin Mika.

Teng! Teng!

Bel masuk telah berbunyi. Saat mereka menuju kelas. Nurma menghentikan langkahnya.

“Mika, duluan aja, aku mau ke toilet dulu!”

“Baiklah, jangan lama-lama!”

Nurma mengangguk setuju. Tidak ada pikiran yang aneh di dalam Mika.

Beberapa jam berlalu, Nurma baru balik dari toilet.

“Nurma dari mana aja?” tanya Guru.

“Maaf, Pak, saya sakit perut. Mungkin ada salah makan!” jawabnya.

“Ya, udah duduk sana.”

Nurma langsung duduk. Sesekali merapikan pakaiannya yang sedikit compang-camping.

“Hei, kamu sakit?” bisik Mika.

Nurma hanya menatap dan mengangguk.

“Kenapa kamu nggak ngomong? Aku ada obat sakit perut!” ujar Mika sambil berbisik.

Berselang dua puluh menit kemudian, siswa yang sempat mencolek pipi Nurma masuk.

Siswa itu langsung kena marah oleh guru dan ia diberi hukuman.

Saat hukuman selesai ia lakukan. Siswa tersebut melewati Nurma.

Sepintas di mata Mika, ia melihat tangan siswa tersebut mengarah dan memegang aset Nurma.

Mika tersentak. Spontan ia memberi mata tajam dan sinis kepada siswa tersebut.

Mika mengepalkan tangannya. “Bajingan!” batinnya.

1
Lovetu
Emm, Menurutku alurmya kayak bikin orang kesel terus greget dan apa ya??? ya bgtu lah campur aduk kaya es campur. Cerita aku rekomendasikN banget nih. cocok para wanita yang kesel ama laki" hahaha /Drool//Facepalm/
Lovetu
Kepedean tingkat dewa 🤣
Lovetu
Thor Kenapa haris ada karekter baru.🤭 tak suka
Lovetu
mampus lah kau 😤
Lovetu
Pasukan Wibu ayo serbu bab ini 🤣😄
Voyager: Heh, jangan mcam" 😄 jngn pangil mereka ke sini ribet
total 1 replies
Lovetu
Eeeeaaaaa🤭
Lovetu
Aih nasib nasib
Lovetu
Barra anj ....
Lovetu
Bener" keluarga eek. 😤
Lovetu
Kok ada keluarga begitu, ya. apa mereka benar keluarga apa samuel benar ayh nya mika? kok bgtu
Moon
ak jdi mika langsung ku tonjok itu
Voyager: sabar bro jangan emosi ah, nggak jelas kali kau. ayo serbu yang di sebelah
total 1 replies
Moon
model!????
Moon
entah kenapa Arlan ini aku bingung sama sifatnya. lanjut Thor. apa nanti si Mika ketemu lagi dg Arlan ? soalnya Arlan itu kn sangat berkuasa! eh iya Thor sepertinya belum di Spil perlkerjaab Arlan pngen tau
Moon
hm, knp ya orang kyak Mika gini selalu digituin dlm novel cba Thor karakter Mika jadi tangguh aj gtu biar nggk di tindas orang. sih Kamalia juga cewek lenje 😤😤😤
Moon: haha GG bxa sbr ak. tau NDRI kesabaranku setipis tisu
total 2 replies
cleo lara91
lanjut lg dong kak , seruu😍
Moon
Rekomendasi banget ini cerita. tokoh pria bikin mengubah emosi pembaca, greget, sifatnya bener" bikin geleng kepala. tokoh wanita pun bikin kita iba, apalagi ketika penyakitnya kambuh. oh ya keluarga tokoh wanita ih bikin emosi parah apalagi dengan saudara tiri yang mokondo
Moon
up 5 bab sehari thor
Voyager: busett haha nanti ya. ayo nulis juga
total 1 replies
Voyager
Arlan gila. anak SMA dibuat nggak berkutik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!