Karena tak kunjung hamil, Sekar Arunika- wanita muda berusia 25 tahun, harus mendapati kenyataan pahit suaminya menikah lagi. karena tidak ingin di madu, Sekar memilih mundur dan merantau.
namun sepertinya Tuhan masih belum ingin membuatnya tenang. karena saat sudah bahagia, Sekar justru di pertemukan kembali dengan orang-orang yang menyakitinya.
bagaimana langkah selanjutnya yang akan di ambil Sekar? memaafkan atau memilih menyimpan dendam?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dhevy Yuliana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 30
Beberapa minggu kemudian...
Sekar Tengah mematut dirinya di depan cermin. perempuan dengan wajah Teduh itu baru saja menilai penampilannya yang semakin lama terlihat semakin menarik.
Hari ini seperti biasa Sekar akan berangkat ke restoran bersama dengan Sari dan juga Eksa. karena sampai sekarang Rangga masih terus mengganggunya walaupun laki-laki itu sudah melihat dengan mata kepalanya sendiri bahwa Sekar sudah memiliki calon suami.
Ya, walaupun terdengar keterlaluan, tapi Sekar tidak memiliki pilihan lain. perempuan berwajah Teduh itu memakai cincin yang diberikan oleh Eksa, drama yang mereka buat semakin terlihat nyata.
Tapi Sekar sebisa mungkin mencoba untuk menekan perasaannya sendiri agar tidak terbawa perasaan. karena selama dekat dengan Eksa, perempuan itu sering kali tersipu malu karena mendapatkan perhatian sederhana dari Eksa.
seperti pagi ini, setelah mematut dirinya di depan cermin, Sekar menoleh saat mendengar ponselnya tiba-tiba saja berdering dan menampilkan sebuah pesan yang dikirim oleh Eksa.
" Pagi cantik, hari ini aku yang bakalan jemput kamu. jangan lupa dandan yang rapi ya, nggak usah terlalu cantik soalnya aku orangnya cemburuan. "
Memang hanya sebuah pesan sederhana, tapi entah kenapa hati Sekar terasa tergelitik dengan bunga-bunga yang bermekaran di dadanya.
diam-diam wajahnya memerah karena salah tingkah. namun sekuat mungkin Sekar mencoba untuk menyadarkan dirinya sendiri.
" ingat Sekar, Jangan terlalu terbawa perasaan, kalian itu hanya menjalani hubungan pura-pura agar mantan suamimu tidak lagi mengganggu. " tegas Sekar pada dirinya sendiri.
Sebisa mungkin Sekar akan menjaga perasaannya agar tidak terjatuh pada Pesona teman masa kecilnya itu.
karena jika hal itu sampai terjadi, maka bukan hanya dirinya yang hancur tapi bisa saja keluarganya juga akan ikut hancur karena ikut merasakan hinaan seperti dulu lagi.
Setelah bersiap-siap cukup lama pada akhirnya Sekar memilih untuk segera berangkat. perempuan itu segera berpamitan pada kedua orang tuanya dan menunggu Eksa di teras rumah.
***
Sementara itu di tempat lain, terlihat seorang laki-laki yang baru saja tersenyum tipis setelah membaca pesan dari sang Pujaan Hati.
setelah selesai bersiap-siap, Eksa segera turun ke bawah untuk menghampiri ibunya yang tengah berada di meja makan.
" sayang mau makan dulu? " Laura bertanya dengan nada lembut saat mendapati putranya sudah berdiri di ambang pintu ruang makan.
Eksa hanya menganggukkan kepala dan melangkahkan kakinya untuk menghampiri wanita paruh baya itu.
Tak lama, mereka duduk dan mulai menyantap makanan yang ada di hadapan mereka.
Eksa memang hanya tinggal berdua bersama dengan Laura karena sang ayah sudah lama pergi meninggalkan mereka.
Selesai menyantap makanan masing-masing, Eksa sempat menatap ibunya dengan pandangan mata tidak biasa. dan hal itu sempat ditangkap oleh mata Laura yang menatap Aneh ke arah sang Putra.
" ada sesuatu yang ingin kamu bicarakan? " tanya Laura menata putranya dengan Tatapan yang begitu lekat.
Sejenak, Eksa merasa ragu karena sebenarnya laki-laki itu tidak terlalu tahu bagaimana sifat asli ibunya.
Tapi saat melihat bagaimana terpuruknya Sekar saat menghadapi Rangga sang mantan suami, Eksa memutuskan untuk membulatkan tekad.
" bu, " Eksa tiba-tiba saja memanggil.
Laura mengerutkan keningnya saat melihat tingkah Sang putra semakin lama semakin aneh.
"ya, Ada apa nak? Kenapa kamu terlihat bingung seperti itu? "